
Lingkungan menjadi hancur, segala bangunan kecil dan pusat perdagangan rusak. Penduduk segera berpindah ketempat yang aman, kerajaan Dariya sebagian besar menguasai pedang, dan senjata jarak dekat. Mereka menggunakan sihir hanya untuk meningkatkan perlindungan tubuh dan menguatkan senjata.
Sedikit orang yang menjadi penyihir di Kerajaan ini. Jelas mereka lebih memilih menjadi pedagang agar untung yang dicapai lebih besar.
demon compulsion menyapu bangunan dengan mudah. Tangannya terus bergerak pada area yang masih belum dijangkau, kesatria dan penyihir menyerang secara bersama, kulit kayu kering dilapisi perlindungan iblis membuat serangan terpantul kembali pada mereka.
Bola bercahaya terus dilemparkan pada demon compulsion, pedang berusaha meraih kulitnya. Tidak ada luka mendarat di tubuh demon compulsion. Yang ada mereka mati oleh satu serangan kecil yang intens. di saat Raja Agey akan menyerang mahkluk itu, Star menghalanginya berusaha memberi peringatan mahkluk tersebut akan diurus.
Raja Agey mengerti ucapan anak itu, dan langsung menurunkan pedang miliknya yang siap kapan saja menyayat musuh. Raja penasaran siapa yang akan melawan mahkluk sebesar itu.
"Siapa yang akan melawannya?"
"Tenang saja, kau urus pemukiman dan penduduk, makhluk itu bukan tandingamu." ekspresi Star menjelaskan semuanya.
"Aku percaya padamu, akan tetapi bertempur di sini, sama saja menghancurkan seluruh wilayah kerajaan!"
"Aku akan menteleportasikan makhluk itu ke tempat yang tidak berpenghuni." Sesaat setelah mengatakan itu, lingkaran sihir muncul di bawah mahkluk tersebut menghilangkan ke tempat jauh.
"Menteleportasikan makhluk sekuat itu. Apa kau tidak mengalami kontraksi menggunakan sihir sebesar itu?" Raja takjub melihat lingkaran sihir.
"Tidak, tadi bukan sihir yang besar. Aku bahkan hanya menggunakan sedikit mana."
"Luar biasa. Ya, sudah aku akan memeriksa para penduduk." Raja Agey pergi menaiki kudanya menuju para penduduk.
demon compulsion telah dipindahkan ke pulau yang berada di tengah lautan. Tidak termasuk ke dalam wilayah manapun, juga tempat tepat untuk bertarung.
Makhluk itu menoleh ke sekelilingnya menyadari ia telah diteleportasikan tanpa sadar. Teleportasi cepat tidak bisa begitu saja digunakan, apalagi untuk makhluk yang kuat.
Star telah berada di sana. Melambaikan tangan menyapa demon compulsion tersebut, demon compulsion tidak mengerti anak dihadapannya. Ada kalanya dia merasa takut melihat Star atau sesuatu yang tidak bisa ukur keberadaannya.
Brughhh.
Naga hitam dengan tampilan dan sosok terbaik turun dari langit cerah. Kepakkan sayap membuat rumput bergoyang ke sisi bersamaan. Sisik-sisik berkilauan terkena sinar matahari serta nafas terdengar ketika berhembus.
"Star, aku akan bertarung menggunakan wujud nagaku, apa kau tidak akan terluka menyaksikan tertarungan kami dengan jarak sedekat itu?" Suara Naga hitam yang tidak lain adalah Lettice begitu mendengung.
__ADS_1
"Tidak, aku akan mengawasi kalian, firasatku mengatakan akan sesuatu yang buruk."
"Huft ... baiklah, kemarilah iblis. Aku sangat penasaran dengan kekuatanmu."
Benturan keras terjadi, keduanya saling menyerang satu sama lain. Tubuh demon compulsion berhasil dilukai, meski tidak ada darah keluar. Lettice menggunakan cakar tajam untuk menahan serangan demon compulsion.
Serangan demon compulsion sangat fleksibel, damage tidak seberapa terhadap tubuh Naga Lettice yang terlindungi sisik sungguh menguntungkan, dilain sisi demon compulsion menggunakan sihir iblis.
Sinar hitam hampir saja mengenai Lettice, dampak serangan membuat setengah pulau hancur, Lettice menyerang dengan sayap hingga terpelanting demon compulsion.
Rasio mereka imbang. Tapi di mata Star, Naga itu hanya bermain-main. Lettice hanya menguji demon compulsion seakan membuat dirinya sama. Mudah saja mengalahkan hanya sekali serang, sikap naga hitam cendrung tidak pernah serius melawan-lawannya. Hal itu menjadikan naga hitam sulit diukur kekuatan mereka.
Star merasakan aura energi lain mengamati mereka dari jarak jauh. Aura iblis begitu kuat dan tajam tak bisa disembunyikan dari penglihatan Star.
"Lettice, cepat akhiri dia!"
"Ah, oke. semburan api holy." Lettice menyemburkan api dari mulutnya hingga tubuh demon compulsion hangus.
Earl terjatuh setelah tubuh demon compulsion hancur. Saat itu juga sosok iblis langsung menangkapnya, rambut panjang lurus berwarna coklat, dua tanduk menandakan ras iblis, jubah biru tua yang menutupi wajahnya.
"Sepertinya kau telah gagal." Iblis itu tersenyum.
"Hancur!" Star menoleh kearah serangan.
Seketika serangan cahaya itu hancur sebelum mengenai Lettice, barrier dipasang oleh Lettice. Raja iblis langsung menghilang dari sana setelah ledakkan besar menghanguskan pulau sampai gersang.
Raja iblis melirik Star yang tidak terluka dari serangan itu, tubuhnya baik-baik saja seakan tidak tersentuh, padahal tumbuhan dan tanah, hingga air menjadi kering terkena dampak serangan.
"Manusia unik." Raja iblis berteleportasi.
Star berjalan menuju Lettice, barrier masih aktif melingkar. Star bisa melihat dengan jelas bentuk barrier walau transparan energi itu masih bisa dirasakan.
"Kau baik-baik saja Lettice?" Star khawatir.
"Uhuk ... siapa orang tadi. Kekuatannya besar sekali. Sampai menimbulkan kerusakan fatal di tempat ini"
__ADS_1
"Kupikir kau naga cerdas, dia itu raja iblis makanya tadi aku menyuruhmu mundur. Kalian mungkin bisa bertarung setara, akan tetapi dampak kerusakannya akan lebih parah."
"Kita sekarang bagaimana?" Lettice mengubah bentuk ke wujud manusia.
"Tinggalkan saja, ayo kita pulang! Aku lapar."
"Ayo! Eh, bukannya kita harus ke kerajaan dulu, ya?"
"Geh, aku tidak mau."
"Ayolah, hanya berpamitan saja." Lettice menarik tangan Star.
"Oke, oke. Jangan menarik tanganku!"
Sihir teleportasi kembali digunakan, suasana kerajaan nampak sudah lebih baik. Bangunan sekitar secepatnya telah diperbaiki oleh penyihir.
"Eh, jadi kalian berdua akan pulang?" Dallas sedih.
"Tidak mungkin bagi kami untuk tetap di sini." Lettice mencoba memberikan pengertian.
"Benar yang dikatakannya, mereka punya rumah. Jangan bersedih, kalian akan bertemu nanti." Raja mengusap kepala Dallas.
"Star, lain kali ketika kita bertemu bisakah aku bertarung denganmu?" Durrel menunggu jawab dari Star.
"Tentu, meski menandingiku adalah hal yang mustahil."
Mereka berdua berjabat tangan, memberi salam perpisahan. Situasi menjadi mengharukan, Dallas dan Durrel menantikan Star dan Lettice datang kembali kelak.
"Aku yakin, kalian berdua akan menjadi putri dan pangeran yang hebat. Benarkan Star?"
"Pasti."
Star menggunakan sihir bersama Lettice agar cepat sampai ke rumah, rindu dengan rumahnya Star segera ingin berbaring di atas bantal kesayangannya.
Saat sampai Star merasa terguncang mengetahui rumahnya telah hancur. Daley meminta maaf akibat kecerobohan dia penyusup berhasil masuk.
__ADS_1
"Tunggu, rumah Star telah dipasangi barrier kuat. Aku bahkan harus berusaha untuk masuk ke sini. Bagaimana mungkin mereka dengan mudah merusaknya?" Lettice kebingungan.
"Bisa saja, barrier-ku terbentuk dari lapisan 'mana' yang berkumpul. Lapisan itu memiliki serat seperti kain, jika kain dibakar maka akan hangus begitupula dengan barrier ini. Mereka pasti menyerap mana disekitar hingga menciptakan ledakkan dan terpantul. Barrier-ku seperti kaca walau kuat mudah juga dirusak."