Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 11 - Berlatih


__ADS_3

Desa dark elf telah sepenuhnya selesai.


fasilitas dan aturan sudah di terapkan dengan baik.


Oliver pun tinggal di sana mengurusi desa untuk sementara waktu. ia dengan beberapa bawahan nya tinggal di aula pemerintah yang di buat.


Para dark elf juga di ajarkan cara berpedang dan juga menggunakan sihir. jadi mereka di bagi menjadi dua kelompok yaitu pengguna sihir atau senjata seperti pedang, busur, dan tombak.


Kelompok sihir juga di bagi lagi menjadi dua. sihir penyembuh dan sihir serangan.


mereka harus memilih sihir apa yang akan mereka pelajari.


Star, Kiana dan Orion sudah akan kembali ke Altair. masih banyak pekerjaan di Altair yang belum selesai.


Rasanya berat meninggalkan desa ini, yah walaupun altair juga indah, tapi tugasnya tidak indah sama sekali pikir Star.


Star melihat Iru yang semangat berlatih pedang, walaupun tangan nya lecet dan kelihatan lelah Iru tetap berlatih pedang.


Star menyapa Iru "Apa kabar Iru? wah Iru rajin sekali yah." ucap Star.


"Saya ingin menjadi seseorang yang kuat tuan Star." ucap Iru dengan terus mengayunkan pedangnya.


"Apa kau tidak lelah tadi kamu belum istirahat loh?." tanya Star.


"Saya tidak akan berhenti sebelum bisa menguasai ilmu pedang yang di ajarkan oleh paman Red." ujar Iru.


"Kamu punya tekad yang kuat ya." ujar Star.


"Karena saya memiliki sesuatu yang harus saya lindungi yaitu keluarga dan orang orang sini yang saya sayangi." Iru mengatakan itu.


"Melindungi? ah benar aku belum pernah melindungi seseorang malah aku selalu di lindungi oleh keluarga ku." gumam Star.


"Ada apa tuan Star?." tanya Iru yang tidak mendengar gumaman Star tadi.


"Tidak apa apa, oh kalau begitu boleh kah aku berlatih pedang dengan mu?." tanya Iru.


"Eh, sa.. saya dengan senang hati berlatih dengan anda." jawab Iru .


"Tuan star mohon maaf jika saya lancang bertanya, apa kah mahluk ini pantas melawan anda?." tanya Kiana dengan


Orion langsung menjawab pertayaan yang di ajukan Kiana pada Star "Fuhuhu.... Kiana apa kau tidak berpikir sesuatu? tuan Star ingin memastikan seberapa berharganya ia."


"Oh begitu, maaf kan saya tuan karena tidak berpikir tentang itu." Kiana menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Mahluk?." Star bingung.


Tetua menghampiri Star "Anda sedang apa tuan Star?." tanya tetua itu .


Tetua sudah tidak memakai tongkat lagi. ia sudah meminum potion penambah tenaga yang membuatnya kuat dan berjalan seperti biasa tanpa tongkat. nada bicaranya pun tidak serak dan gemetar.


"Ah, tetua aku hanya akan berlatih dengan Iru." ucap Star.


Tetua terkejut "kalau begitu berlatih nya di lapangan tanding saja tuan Star." ujar Tetua.


Tetua menyarankan itu agar area latihan tidak rusak karena kekuatan Star. tentunya star tidak akan mengeluarkan tenaganya sedikit pun karena jika menggunakan satu persen saja kekuatannya maka Iru sudah ada di alam lain.


"Oke." jawab Star.


Latihan tanding Star dengan Iru tersebar di antara para dark elf karena salah satu dari mereka mendengarnya secara tidak sengaja.


dengan berbondong bondong mereka menuju area tanding dan duduk di kursi kayu yang pajang.


Ketika star sampai di area ia terkejut melihat banyaknya dark elf yang melihat "Oi, oi ramai sekali kok mereka bisa tau sih?." pikirnya.


Iru sudah berdiri di area itu dengan pedang di tangannya. berdiri tegak dan kokoh layaknya seorang Kesatria.

__ADS_1


"Nah, aku akan menggunakan jari telunjuk ku saja ya." ucap Star dengan mengangkat jari telunjuknya.


"Baik lah." jawab Iru.


Iru tau bahwa ia tidak akan menang melawan Star. meski puluhan taun pun ia berlatih mustahil untuk nya mengalahkan Star.


Karena melihat bawahan nya saja ia seperti melihat monster yang mengerikan. bahkan ia tau jika bawahannya saja pasti bisa menghancurkan beberapa kerajaan.


Jadi satu hal yang pasti yang di pahami oleh nya adalah ketika bawahan sudah seperti monster penghancuran bagaimana dengan pemimpin mereka?.


Iru memasang kuda-kuda yang kokoh dan kuat, satu kaki nya mundur ke belakang


menggenggam pedang dengan kuat dan sorot mata terfokus pada Star.


Ia berlari ke arah Star yang berdiri di depannya.


mengayunkan pedang nya dengan sekuat tenaga saat pedang itu akan menyentuh pundak Star. Star segera menahannya menggunakan jari telunjuknya .


Seketika pedang itu hancur tanpa sisa sedikit pun. Iru terkejut juga mereka yang menyaksikannya.


Kecuali para bawahan nya Star karena mereka sudah tidak heran lagi dengan kekuatan tuan mereka.


Star menyuruh Iru mengambil pedang lagi untuk melanjutkan latihannya. kejadian sama itu terulang kembali. sekitar 12 pedang hancur saat menyentuh telunjuk Star.


Padahal pedang itu terbuat dari logam keras dan terbaik. para Dwraft lah yang membuat persenjataan di desa dark elf itu.


Pedang yang di tempa sepenuh tenaga oleh mereka dengan bahan berkualitas tinggi dan mata pedang juga tidak akan berkarat .


Membutuhkan proses panjang dalam membuatnya tapi hancur dalam sekejap sangat di sayangkan.


Tidak ada skill yang di gunakan Star untuk menghancurkan pedang karena itu murni tenaga dari tubuhnya.


Iru mulai lelah nafas


Mata Iru mulai berkunang kunang , ia jatuh tersungkur ke bawah dan segera di tolong oleh dark elf yang berada di sana.


"Cukup sampai di sini latihannya." Star menyeka keningnya yang tidak berkeringat.


Ibu Iru menghampiri Star "Saya sangat berterima kasih pada anda yang bersedia berlatih dengan anak saya." Ibu Iru menunduk kepalanya.


"Tidak usah berterima kasih lagi pula berlatih dengan nya sangat menyenangkan." ucap Star.


"Anak itu memang keras kepala dan memiliki tekad kuat." Ibu Iru mengeluarkan air mata sedikit dan langsung mengusapnya.


"Ayah nya pasti bangga." ujar Star.


Ibu Iru tersentak mendengar ucapan Star "Mohon maafkan saya sebenarnya saya masih belum mempunyai suami." ungkap ibu Iru.


"Eh?." Star bingung.


"Jadi Iru dan ira lahir karena sebuah item" ucap Ibu Iru.


"Item?." Star tambah bingung.


Ibu Iru menjelaskan bahwa kelahiran kedua anaknya itu, karena sebuah item yang di berikan Pahlawan padanya.


Dulu ketika mereka masih hidup damai di desa mereka tiba tiba saja monster muncul entah dari mana dan menyerang desa .


Membunuh para penduduk dan membuat kekacauan di desa mereka sehingga membuat desa berantakan.


Tepat setelah itu dua orang yang mengakui sebagai Pahlawan dan menunjukkan lambang Pahlawan yang ada di lengan pada mereka.


Dua Pahlawan itu mengalahkan monster itu dan membunuhnya membuat para penduduk senang dan menyambut mereka di desanya.


Membantu memperbaiki desa dan menolong pekerjaan mereka. rasa kepercayaan penduduk pada dua Pahlawan itu mulai tumbuh .

__ADS_1


Para pahlawan itu memberikan dua item pada dark elf. item pertama di berikan pada tetua dan item kedua di berikan pada Irey ibu nya Iru dan Ira.


Pahlawan itu bilang jika ingin menggunakan item itu maka Irey harus meneteskan darahnya ke item berbentuk bola kecil itu.


Karena penasaran Irey melakukan itu. ia mengambil pisau dan menyayat kulit jarinya sedikit agar darahnya bisa di teteskan ke item itu.


Seketika item bersinar terang setelah terkena darah Irey dan item melayang masuk ke perut nya.


Sakit yang luar biasa di rasakan Irey tepat setelah item itu masuk ke perutnya.


Penduduk lain nya yang melihat bingung dan segera membantu Irey yang perutnya membesar itu. setelah di periksa ternyata Irey hamil membuat mereka tambah bingung.


Dua Pahlawan itu pulang dan berpamitan kemarin jadi mereka tidak bisa menanyakan apa yang terjadi pada Irey.


Anehnya setelah dua hari ia merasakan sakit kembali dan melahirkan Iru di pagi hari tapi perut nya masih besar tepat tengah malam ia melahirkan kembali.


Anak pertama laki-laki dan kedua perempuan mereka berdua sangat lucu. jari kecil Iru yang masih bayi menggenggam jari Irey membuat nya tersenyum.


Irey memutuskan untuk merawat mereka tepat nya dua hari berlalu, Iru dan ira sudah tumbuh seperti sekarang. aneh nya mereka tidak tumbuh lagi setelah dua hari.


Setelah seminggu para prajurit datang mereka mengaku utusan dari Kerajaan Suci llody yang mengetahui kalau item yang mereka cari terdapat di desa itu.


Mereka bilang bahwa item itu telah di curi dan menganggap desa ini telah berkomplot dengan pencurinya.


Menggeledah dan hanya menemukan satu item saja kemudian mereka bertanya kemana yang satunya saat mata pemimpin itu melihat dua anak yang bersembunyi di belakang ibu mereka.


Ia tau bahwa item itu sudah di gunakan karena energi dua anak ini sama dengan item nya.


pemimpin itu marah dan membakar desa juga membunuh penduduk di sana.


Untungnya beberapa dari mereka berhasil lari dan bersembunyi di desa.


Pengumuman di sebar kan bahwa desa yang menerima dark elf akan di bakar dan di bantai habis jadi para dark elf selalu di usir.


Ironisnya para Pahlawan juga memburu mereka karena telah melakukan sebuah perjanjian dengan Kerajaan Suci llody


Para Pahlawan bekerja sama dengan kerajaan itu dan sebagai bentuk kerja sama itu pihak pahlawan harus membunuh para dark elf itu maka Lerajaan Suci llody akan membantu Pahlawan dalam kekuatan dan kekayaan.


Berlari dan terus berlari dari kejaran prajurit Pahlawan itu. bahkan ketika tidur mereka tidak bisa tenang karena bisa saja sewaktu-waktu tempat persembunyian mereka di temukan .


Sampai mereka menemukan hutan kutukan dan terpaksa menerima atribut kegelapan agar bisa masuk ke dalam hutan itu.


Untungnya para prajurit tidak bisa masuk ke dalam dan berjaga di luar hutan.


"Apa mereka berdua tau tentang dari mereka." tanya Star.


"Tentu saya sudah memberitahukan itu pada Iru dan Ira." jawab Irey.


"Jadi kalian di jadikan pelaku padahal item itu jelas jelas pemberian mereka kan." ucap Star.


"Kami tidak bisa membuktikan kalau itu pemberian mereka, saya pamit dulu tuan karena harus menyembuhkan anak itu." ujar Irey.


"Oke." jawab singkat Iru.


Di Altair Star seperti biasa nya mengerjakan tugas nya yang sudah menumpuk itu "Hadeh, banyaknya." ucap Star.


"Laporan ini mengenai perkembangan kota bulan ini tuan." ungkap Orion.


"Baiklah sesudah membereskan laporan ini kita perlu membahas tentang perbuatan para pahlawan ini." ucap tegas Star.


"Baik tuan." jawab singkat Orion.


"Kita perlu menerka apa yang di rencanakan mereka." ujar Kiana.


"Benar yang kamu katakan." ucap Star.

__ADS_1


__ADS_2