Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 05 - Kesalahpahaman dan sebuah kerja sama


__ADS_3

Di ruangan kerja terlihat Star yang di temani Sekretaris dan Penasihatnya mereka berdiri tepat di kiri dan kanan Star yang sedang mengurus dokumen dokumen baru.


Star terlihat bosan ia kemudian memandang kiana dengan memegang perutnya "Ah, aku ingin makan."


Melihat Star mengatakan itu membuat Kiana mengerti dan segera pergi membawa makanan untuk Star.


Wajah Star terlihat suram dia menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya ke kursi. ia seperti terperangkap oleh kertas-kertas itu.


Orion menunduk badannya "Apa anda ingin istirahat tuan Star?." dia bertanya pada Star yang kelihatan lelah itu.


Dia tidak tau bahwa Star bukan lelah melain jenuh dengan pekerjaan tersebut. ia sudah 3 jam berada di ruangan itu.


Belum lagi kemarin seharian bekerja. memang jika di lihat dari tubuh Star bahwa dia masih kecil, tapi staminanya berkebalikan dari tubuhnya itu.


Bawahannya juga begitu mereka mempunyai stamina yang kuat meski tidak istirahat sekali pun. tentu saja Star harus segera menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai pemimpin karena bawahannya pun sibuk dengan tugas mereka.


Kiana datang membawakan makanan dan meletakan dia atas meja Star.


"Apa tidak ada ikan?." Star bergumam.


Kiana mendengar itu terkejut betapa bodohnya dia tidak bisa mengerti keinginan tuannya itu "Apa anda ingin ikan tuan. saya akan mencari di dunia menengah."


"Tidak perlu, Kiana." jawab Star.


Memang benar di Altair tidak ada bahan makanan dari laut seperti ikan, Cumi cumi dan kerang "hanya satu yang pasti di sini tidak ada yang namanya laut." gumam Star.


Hanya ada pemandian dan air panas saja di Altair. apa yang harus aku lakukan apa sebaiknya menyuruh dia mengambil ikan? bagaimana caranya mengambil ikan itu, apa dia akan meledakkan laut nya?...... tidak, tidak aku tidak bisa menyuruhnya kalau begitu. pikiran nya terus mengoceh tentang itu.


Sebenarnya dia memang ingin memakan ikan apalagi ikan segar dan di buat sushi mungkin juga enak.


Star melahap makanannya dengan pelan saat itu terbesit sesuatu di pikirannya.


"Ah, iya peta kemarin itu." ucapnya dia segera menghabiskan makanannya dengan cepat.


Star tidak dapat percaya pada mereka dan dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang menggunung hanya untuk mencari ikan.


"Oh iya aku ingat di peta ada tiga kerajaan bukan?." tanya Star.


Kemudian Kiana menjawab "Benar tiga Kerajaan pertama Kerajaan Mermaid sea, Kraken moly dan terakhir Hiu gura."


Kiana menghafal semua Kerajaan yang ada di peta tersebut. dia juga menghafal letak dan informasi Kerajaan itu.


"Wah hebat dia sampai ingat nama Kerajaan itu." Star memuji di dalam hati.


"Kraken ? berarti Gurita besar, ya?." tanya Star.


Orion menjawab "Benar tuan."


Star membayangkan kraken itu "Gurita besar pasti dagingnya banyak." dia menjilat bibirnya.


Orion bertanya "Ada apa tuan?."


"Tidak apa apa." jawab Star.


Dia sering melihat film di mana ada Monster kraken begitu besar muncul di film itu. tentakel yang begitu besar dan menenggelamkan kapal di wilayah teritorialnya menurut Star itu hebat gurita besar pasti memiliki daging empuk bahkan dengan polosnya saat ia masih kecil merengek pada ayahnya untuk menangkap kraken yang ada di film itu.


"Huh masa lalu gelap ku " muka Star terlihat malu mengingat kejadian itu.


"Yosh, kita putuskan untuk menangkap kraken." ucap Star yang terlihat gembira.


"Baiklah segera panggilkan orang yang bisa menangkap kraken itu!." ucap Star dengan wajah gembira.


"Baik, saya akan memilihkan orang-orang yang tepat untuk tugas ini." Orion pergi dari ruangan itu.


Tak lama kemudian mereka datang. secara bersamaan mereka membungkuk.


"Ku rasa mereka cocok dengan tugas ini tuan." Orion membungkuk


Star memanggil nama mereka satu persatu "Sniper."


" Senang bertemu anda." Penembak jitu Sniper.


" Suzu."


" Saya siap melaksanakan tugas dari anda tuan." pengendali air Suzu adik dari penjaga lantai 6.


"Sera."


"Senang anda memanggil saya tuan." pengendali tanaman Sera adik dari dari penjaga lantai 2.


"Dan terakhir Red."


"Yo, apa kabar star." Knight Red .


Tiba tiba hawa membunuh dari tiga orang di sampingnya begitu kuat membuat Red terkejut "oy oy bukankah hawa ini terlalu kuat, lagi pula itu lebih akrab bukan dan tidak terlihat canggung."


Ketiga orang itu tetap menatapnya, dengan tatapan membunuh "oke... oke aku hanya bercanda." Red meminta maaf.


menyebut nama Star secara langsung merupakan tindakan yang tidak sopan.


Star menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa kalian santai saja."


"Maafkan kami atas tindakan orang bodoh ini tuan." Suzu membungkuk.

__ADS_1


"Oke, aku akan memberikan tugas pada kalian pergi ke wilayah ini dan tangkap beberapa kraken !." ucap Star menunjukkan suatu wilayah di peta.


"Ho, jadi itulah kenapa Suzu ikut dengan kita?." ucap Red.


Suzu langsung menatap red dengan tajam membuat Red merinding "Ah, maksud ku ini bagus kan.... yah Suzu ikut kita." Red mengatakan dengan gugup.


Di dalam hatinya Red "Seram dia seram."


"Baiklah, kalau begitu kami pamit." mereka berempat memberi salam dan pergi.


Star tidak tau kraken apa yang akan dia tangkap itu.


Di lautan terjadi sebuah pertempuran di mana kerajaan yang di sebut Orion tadi sedang di serang. kebetulan yang menyerangnya adalah Kerajaan Kraken moly.


Seorang wanita dengan gaun indahnya dan sebuah mahkota di kepalanya. wanita yang terlihat anggun itu menusuk satu persatu musuhnya dengan wajah dingin "terus berjuang, jangan menyerah." teriak wanita itu.


Terlihat sebuah pasukan yang begitu besar berada di depannya. pasukan yang di pimpin oleh seorang pria tua.


Pria itu menggenggam erat tongkat nya dan mengangkat tongkat itu "Serahkan mahkota itu, kalau tidak kau hanya akan melihat mayat mereka saja, khuhuhuhu." pria itu mengancam dan tertawa. seorang pria bertubuh manusia dan berkepala gurita dengan beberapa tentakel juga berpakaian seperti bajak laut tak lupa juga topi yang ia kenakan.


Wanita itu mengerutkan dahinya terpampang ekspresi kesal di wajahnya kemudian ia menunjuk pria itu dengan pedangnya "Jangan harap kau gurita busuk." seorang wanita cantik berkulit putih memakai perhiasan seperti seorang bangsawan. kecantikannya semakin sempurna dengan mahkota di atas kepalanya.


"Cih... dasar keras kepala, menyerah saja dan berikan mahkota laut itu pada ku." pria itu menggertak.


Mahkota laut merupakan item kelas menengah tingkat SS. item ini dapat membuat pengguna nya memerintah lautan dan mahkluk yang berada di dalamnya, tapi tentunya tidak semua mahkluk bisa di perintah, tentu dengan mahkota ini menandakan pemimpin laut absolute.


Pria itu mengubah tongkatnya menjadi sebuah pedang bermata tajam. mereka beradu pedang sehingga terdengar suara dari pedang itu "tsring ,tsring, tsring." suara mata pedang beradu.


Dengan tambahan seperti bola bulat yang di pegang pria itu dan satu tangan lainnya memegang pedang membuat kekuatannya lebih besar "Lemah sekali, oi aku hanya menggunakan satu tangan, tapi kau sudah kelelahan sayang sekali item berharga itu di pegang orang lemah seperti mu." pria itu mengejeknya.


Wanita itu kesal mendengarnya membuat dia memakai kekuatan mahkota miliknya.


Wanita itu mengucapkan mantra "Wahai mahkota laut pinjamkan aku kekuatan mu." tubuh wanita itu di kelilingi cahaya terang, dia mengayunkan pedangnya ke arah pria itu.


Membuat pusaran tornado yang begitu kencang tepat berada di depan pria itu.


Pria itu juga dengan cepat mengucapkan mantra "Wahai bola kekuatan tunjukanlah kekuatan mu." mengarahkan bola itu ke tornado.


Dalam sekejap tornado menghilang. pria itu tertawa puas seakan menang "Khuahahaha.... kemenangan sudah di depan mata bersiaplah kau." dia mengucapkan mantra aneh .


Tornado yang lebih besar muncul menyapu prajurit dari ratu itu. tenaganya sudah habis dia bahkan bisa kapan saja pingsan "Sialan, pahlawan itu membohongi kami dan mencuri benda berharga kerajaan ini." wanita itu tersungkur.


Saat dia akan bangkit tiba-tiba sebuah serangan mengarah padanya "Tidak akan sempat." dia menutup matanya.


Tiba tiba saja seseorang datang melindungi nya "Yo, nona cantik kenapa kau di situ berdiri lah." ucap pria itu.


"Siapa anda?." tanya wanita itu.


"Oy, kalian apa tidak akan memperkenalkan diri kalian ?." tanya Red


"Tidak ada alasan ku untuk memperkenalkan diri pada mahkluk lemah." jawab Suzu dengan wajah dingin.


Kemudian Sera juga menjawab dengan nada dingin "Ya, lagi pula kita hanya di tugas kan menangkap kraken itu oleh tuan kita."


Sniper terlihat malu malu mendekat ke wanita itu "Per. perke.perkenalkan nama ku Sniper." jawabnya dengan gugup.


"Yosh, baiklah di mana kraken yang akan kita tangkap ?." Tanya Red.


"Habisi saja semuanya." ucap Suzu.


"Baiklah mari bersenang senang." ucap Sera dengan wajah tersenyum bahagia.


Ada sekitar 2000 ribu pasukan kraken bersenjata.


Sniper mengambil senjatanya di inventorynya. sesuai namanya Sniper senjatanya pun mirip sniper hanya yang berbeda senjata memakai mana untuk pelurunya.


Senjata bernama tri revolver adalah item kelas atas tingkat S yang di berikan star untuknya senjata dengan damage besar jika di gunakan jarak jauh.


Sniper menembaki satu persatu kraken itu bagaikan menembak kaleng, tidak ada jeda dalam tembakannya itu.


"Wah, jika begini. kita tidak akan kebagian dong." ucap Sera.


Sera segera mengeluarkan akar-akar tanaman yang muncul di tanah. satu persatu akar itu melilit musuh seperti laba-laba dengan jaringannya.


Bukan hanya lilitan, tapi akar itu juga menusuk satu persatu musuh yang berada di depannya.


Red menarik pedang blade north, dengan cepat ia menebas satu persatu kepala kraken .


Pedang blade north merupakan item world kelas atas tingkat S


Suzu berdiam di tempatnya. ia hanya melihat mereka saja. atas perintah Orion ia di larang ikut bertarung .


Jika ia ikut maka akan terjadi gelombang besar di lautan yang menimbulkan kehebohan.


Mata wanita itu melebar tubuhnya gemetar melihat mereka "apa itu?".


Suzu berbalik setelah mendengar wanita itu bicara "Tenang saja mereka akan segera membereskannya." ucap Suzu nada suaranya begitu dingin pada wanita itu.


Kini 2000 ribu pasukan telah di bantai habis oleh mereka dan hanya menyisakan pemimpin. saat ia hendak kabur kakinya di ikat oleh sera.


"Fuh, akhirnya selesai." ucap Red


Wanita itu tercengang melihat mereka bagaimana bisa 4 orang membunuh 2000 ribu pasukan dengan mudah dalam pikirnya.

__ADS_1


"Yosh, saat nya kita bawa dia." ucap Red.


Mereka akan pergi membawa pemimpin kraken yang di ikat itu .


Wanita itu menghampiri mereka "Tungguuu kalian ini dari mana dan apa tujuan kalian?." tanya wanita itu.


Mereka melihat satu sama lain dan Red bicara "kami hanya di perintahkan oleh tuan kami untuk menangkap kraken." ucap Red.


"Untuk apa ?." tanya wanita itu.


"Mungkin untuk di masak." jawab Red dengan tersenyum di balik armornya.


"Cukup bercanda Red kita harus segera membawa dia." ucap Suzu.


"Tuan? siapa tuan kalian tapi sebelum itu boleh kami mengucapkan terima kasih padanya?." tanya wanita itu.


"Ayo pulang." ucap Suzu.


Red berhenti dan bicara "Menurutku tidak ada salahnya bukan memberitahukan ini pada tuan kita benarkan Sniper?." tanya Red pada Sniper.


Sniper mengangguk. Red segera menghubungi Star dengan skill "Screen video call."


Di ruangan kerja nya Star sedang fokus menulis dokumen yang sebentar lagi selesai wajahnya sangat gembira dalam pikirannya dia sudah membayangkan berbagai makanan dari bahan gurita.


Di dalam hatinya dia terus menyebut gurita "Gurita, gurita, gurita pasti enak."


Tiba tiba saja sebuah layar panggilan terpampang di depannya "Apa ini mereka, apa mereka berhasil menangkap guritanya ?." Star menekan layar itu.


Terlihat wajah Red di depan layar itu "tuan seorang wanita yang sepertinya pemimpin Kerajaan mermaid blue sea ingin mengucapkan terima kasih dengan mengundang anda kemari." ucap Red.


Kiana kemudian bicara "Lancang sekali" walau nada nya lembut, tapi ekspresinya sangat kesal ia berpikir berani sekali mereka mengundang pemimpin mutlak datang ke tempat seperti itu.


Star berpikir tidak ada salahnya berkunjung ke kerajaan itu dan membangun kerja sama "baiklah aku akan segera ke sana." ucapnya.


"Apa tuan akan bersiap dulu?." tanya Orion.


"Tidak perlu, oh iya apa kalian akan ikut ?." tanya Star.


"Tentu saja, tuan bagaimana bisa kami membiarkan anda sendirian ke sana." ucap Kiana yang begitu khawatir.


"Baiklah ayo." ucap Star sambil tersenyum.


Mereka bertiga berteleportasi bersama.


Di Kerajaan mermaid blue sea keempat orang itu di sambut hangat mereka juga membawa pemimpin kraken itu dengan menyeretnya.


Karena akan kedatangan tamu terhormat wanita itu menyuruh para prajuritnya berbaris rapi menyambut tamu itu.


Tiba-tiba energi yang begitu kuat terasa membuat tubuh para prajurit kerajaan merinding. tubuh mereka gemetar.


"Energi kuat dari mana ini?." gumam wanita itu.


Keheningan menyelimuti mereka. tatapan empat orang itu begitu serius, tapi secara tiba tiba mereka berlutut di arah pertama kali mereka masuk.


"Kenapa mereka berlutut?." tanya wanita itu.


Star dan dua orang bersamanya tiba di tempat itu. mereka berjalan dengan Star di depan nya. pakaian sederhana berwarna putih di baluti warna emas di lengannya dan celana bawahnya. baju lengan pendek dengan celana selutut dan sepatu berwarna putih bersih. pakaian yang sederhana tetapi mewah dan pantas di kenakan oleh Star.


Orion juga mengenakan seragam seperti kantor berwarna hitam tidak lupa juga dasinya dan memakai sepatu berwarna coklat.


Sedangkan Kiana memakai baju yang indah berwarna ungu. baju yang langsung tersambung dari atas ke bawah dengan sedikit corak emas di lengan baju, tubuhnya begitu ramping dan seksi memakai anting berwarna putih, dan jepit rambut warna putih di rambut nya yang berwarna cream itu.


"Anak kecil?." wanita itu bingung.


Star berjalan dengan santai bersamaan dengan Orion dan Kiana di belakangnya.


Karena tekanan energi yang begitu kuat membuat satu persatu prajurit berlutut.


"Siapa anak ini." wanita itu kebingungan dia juga menatap ke arah mereka berempat .


"Maaf kami tuan karena menyuruh anda datang." ucap Red.


"Tidak apa-apa." Star melirik ke arah kiri dan kanan.


Wanita itu menghampiri Star "apa anda yang di maksud oleh mereka, kalau begitu salam hormat saya ratu dari Kerajaan mermaid blue sea. Belia eve, saya mengucapkan terima kasih karena anda telah menyelamatkan kami."


Star tersenyum hangat pada Belia.


"Kalau begitu apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan anda ?." tanya Belia.


"Apa ratu belia ingin bekerja sama dengan ku ?." tanya Star.


"Panggil saja saya Belia, oh dan nama anda siapa ?." tanya Belia.


"Star." jawab Star.


"Nama yang indah tuan Star, kalau anda menawarkan kerja sama kami sangat beruntung , tapi apa yang bisa kami lakukan kerajaan ini hanya kerajaan kecil." Belia berpikir tidak ada yang bisa ia berikan pada anak itu karena kerajaan nya tidak mempunyai begitu banyak emas dan uang.


"Kita bisa bertukar bahan pangan juga budaya kita masing-masing, aku juga akan mengirim Mentri infrastruktur dan pendidikan jadi kita bisa bertukar seperti itu. oh iya aku juga akan mengirim kan beberapa emas dan barang barang dari kota ku kesini bagaimana apa anda setuju." ucap Star.


Ratu Belia kaget dengan apa yang di katakan oleh Star. bagaimana ada sebuah kerja sama yang begitu menguntungkan bagi mereka "Hmm.... bolehkah saya menanyakan sesuatu?."


"Tentu, apa yang ingin kau tau?" Star penasaran dengan pertanyaan Belia.

__ADS_1


__ADS_2