Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 28 - Malaikat


__ADS_3

"Jadi, semua nya sudah selesai ?." tanya Star .


"Kami telah membunuh mereka semua meski salah satu dari Naga itu meledakkan diri." jawab Ayaka.


"Tepat setelah Naga itu meledak, kami menemukan Item ini." Hiranda memberikan Item nya pada Star.


"I.. ini bola penjinak hewan!!." Star sedikit terkejut.


'bola penjinak hewan' item yang dapat di tanamkan pada Hewan magic tingkat tinggi agar bisa di kendalikan atau mengekangnya.


Star mempunyai satu item seperti ini saat dia melawan Orc yang ternyata hanya di kendalikan.


Si pengendali juga akan tau jika yang di kendalikannya mati karena dia dapat merasakannya.


item kejam, itulah para pemain menyebutnya karena pengekangan yang di lakukan pada hewan sama saja dengan menyiksanya.


Item miliki Star tidak sengaja hancur saat dia memasuki dungeon di mana tingkat energi sangat tinggi dan menolak item seperti ini.


"Aku sampai lupa item seperti ini ada." saat Star memandangi item tersebut tiba - tiba saja sebuah pesan muncul.


[ Tuan, Nona Helen bertarung melawan Malaikat dan dia sedang terluka parah sekarang.]


Begitu Star membaca, dia langsung berdiri menyuruh Hiranda dan Ayaka ke sana untuk menolong Helen sementara Star akan menyusul nanti.


"Hiranda dan Ayaka pergi ke kerajaan pahlawan, selamatkan Helen!." Titah Star.


"Baik tuan." Secara bersamaan.


Star menghembuskan nafasnya dan mengepal tangan nya seperti tinju "Sial, bagaimana bisa mereka melewati penghalang nya? apa mungkin mereka sudah ada di kerajaan sejak awal sebelum aku ke sana tapi aku tidak merasakan aura mereka ?."


Tanpa pikir panjang Star bergegas pergi sendiri ke sana.


Ayaka berusaha menghancurkan barrier nya tapi gagal ".barrier ini bukan miliki Helen!!." ujar nya.


".Kalau begitu barrier siapa ini? kenapa begitu kuat?." Hiranda bertanya.


"Aku juga tidak tau mungkin, saja ini ... " Star datang jadi Ayaka tidak melanjutkan perkataan nya.


mereka menunduk memberi hormat.


"Tuan, barrier ini begitu kuat, saya tidak bisa menghancurkannya." ungkap Ayaka .


"Tidak apa, karena barrier ini terbuat dari energi 7 Great angels ( 7 Mailaikat agung )." ucap Star.


Star meletakkan tangannya pada barrier itu. dia mengalirkan energi penghancur pada barrier sehingga, barrier itu berhasil di hancurkan hingga berkeping keping.


"Ayo!! masuk!." Star menyuruh mereka berdua masuk bersamanya.


Keadaan sangat kacau, Star terguncang melihat pemandangan di depan nya.


Matanya melebar terkejut melihat itu. mayat para penduduk tergeletak di mana-mana. tangisan dari keluarga mereka terdengar di seluruh tempat itu. anak-anak mengguncang-guncang mayat orang tua mereka.


Darah keluar dari tubuh mayat membasahi tanah hingga baunya tercium menyengat karena tertiup angin yang berhembus.


Badan Star tergetar menahan amarah, dia teringat Lean dan keluarganya. Star hanya bisa berharap semoga mereka baik - baik saja karena dia harus menemui Helen dulu.


"Guh." Helen memegang dadanya yang terluka.


"Guhuhuhu, jadi hanya segini ini kemampuan mu."


Yang berbicara itu salah satu dari 7 Great angels ( Malaikat agung) Gabriel .


"pembawa dan perusak kalian wahai mahluk rendahan." Ucap Gabriel.


Helen tidak dapat melewan Gabriel karena kekuatan nya habis.

__ADS_1


"Terimalah hukuman yang telah kalian buat." Gabriel mengeluarkan tombak melemparkan pada Helen.


Helen tidak bisa menahan serangan tombak Gabriel yang mengarah dengan cepat kepadanya.


Tapi tombak berhasil di hentikan oleh Star yang menangkap nya tepat waktu sebelum menghujam ke perut Helen.


Gabriel melihat Star dengan tatapan mata penuh kebencian "Kau, ekstensi yang tidak dikenal akhirnya datang juga." ucap Gabriel .


"Oh, jadi ini sudah di rencanakan ya, maaf tadi kami membereskan para Naga dulu."


"Naga? aku tidak tau tentang itu hanya saja ini kebetulan saat aku merasakan energi dari wanita itu." Gabriel turun ke tanah melipat sayap nya.


"Aneh, aku tidak bisa merasakan hawa kehadiran mu?." heran Star.


"Tentu, saja kami malaikat tidak akan terditeksi jika menggunakan wujud manusia secara utuh." ujar Gabriel.


"Begitukah, aku baru tau."


"Ini semua berkat informasi dari nya."


"Dari nya?." Star menoleh ke kiri.


Ternyata itu Lean yang bersimbah darah di pakaiannya


"Lean? Kenapa kau penuh dengan darah?." Tanya Star.


"Oho, ternyata penyamaran mu sungguh sempurna ya Uriel sampai dia tidak menyadari nya." tutur Gabriel.


"Penyamaran?." Star bingung.


"Ya, ini merepotkan tapi menyenangkan juga ku pikir dia orang yang menyeramkan ternyata biasa saja." Ujar Lean.


"Apa?."


"Ku perkenalkan padamu, dia Malaikat Uriel yang menyamar di utus dewa." ungkap Gabriel.


"Bagaimana dengan keluarga mu? adik dan kakek mu?" tanya Star.


"Ku kirim jiwa mereka ke tempat peristirahatan karena dari awal aku hanya mempergunakan saja bersama dengan semua penduduk yang berada di sini." Jawab Uriel.


"ha.... ha.... ha.. jadi maksud mu kau membunuh mereka !! padahal aku baru saja menghawatirkan mu tapi, seperti nya rasa khawatir ini sungguh sia-sia ya." Star terpukul mengetahui itu.


"Apa kau kasihan pada manusia itu? Kenapa? bukanya kau itu perusak kenapa kau mempunyai hati untuk mengasihani mereka? ini aneh." ucap Gabriel.


Manusia? aku juga manusia tau


mengasihani ? aku juga tidak tau perasaan apa ini tapi kenapa begitu sakit? hati ku sakit, jantung ku berdetak kencang, amarah ku memuncak tapi aku berusaha menahannya. harus!! kalau tidak aku bisa kehilangan kendali karena amarah ini gumam star.


Star sadar dia tidak boleh tenggelam dalam perasaannya "Majulah!! bukankah aku yang kalian cari?."


Gabriel mengeluarkan bola cahaya ditangan nya.bola itu di lemparkan Gabriel pada Star.


Untung nya dengan cepat Star menghindar dari serangan nya. dia melihat ke Helen yang terluka cukup parah "Hiranda bawa Helen pergi dari sini! dan Ayaka bawa prajurit ke kerajaan untuk menenangkan situasi !" teriak Star.


"Baik tuan." Hiranda dan Ayaka segera menjalankan tugas nya masing-masing.


"Oh, jadi kau akan bertarung sendirian nak?." tanya Gabriel.


"Tentu, tapi ada satu hal yang perlu di lakukan jika kita bisa bertarung di atas kenapa harus di bawah !!." Star menggunakan skill teleportasi. mereka bertiga menghilang.


Kerusakan dari kekuatan malaikat ini sangat besar bahkan hanya mengeluarkan bola cahaya yang ukurannya kecil. Aku harus membawa mereka ke tempat di mana tidak ada yang perlu aku khawatirkan jika terkena serangan kami. di mana tempat itu tentu saja di langit yang bawah nya laut.


"Kenapa kau menggunakan teleportasi tingkat tinggi seperti ini ?." Gabriel heran.


"Bodoh, Np maksud ku orang - orang di altair saja menggunakan skill ini sehari hari yah, walaupun mereka hanya bisa menteleportasikan diri mereka." Ujar Star.

__ADS_1


"Kami malaikat mempunyai sayap sedangkan kau tidak tapi kenapa dia seperti berjalan di atas awan?." Uriel bingung.


Itu kerena aku menggunakan skill Cloud load di mana skill ini membuat awan seakan seperti tanah.


Gabriel juga Uriel menyerang ku. serangan mereka begitu kompak seperti rekan yang telah lama berlatih.


Di saat Uriel menyerang ku dengan puluhan bola api di situ Gabriel menyerang ku dengan tombaknya.


Fokus ku terbagi menjadi dua jika saja aku terlalu fokus pada salah satu dari mereka maka yang satu nya akan menyerang dari belakang.


Mantra aneh di lantunkan Uriel secara bersamaan dengan Gabriel yang terus menyerangku tanpa henti.


Insting ku mengatakan bahaya benar saja Uriel mengeluarkan Sepuluh meteor di atas kepalanya.


Yang benar saja mereka tidak memberiku sedikit pun istirahat bagi jantung ku yang sudah dag, dig, dug, ini.


Gabriel menjauh dari ku saat meteor itu mendekat pada ku. ukurannya bukan main lagi bukan hanya satu tapi sepuluh aku bahkan bisa merasakan panas dari meteor itu.


Meteor yang di keluarkan Uriel benar-benar berbeda. Meteor yang terbuat dari mana itu rasa nya sepuluh kali lipat lebih sakit tau.


Aku menghindari meteor itu dengan menabrakkan satu persatu meteor hingga meledak di langit. ledakannya begitu terang seperti cahaya dari Flash kamera.


Batuan kecil berjatuhan ke laut yang mana api nya telah padam pada saat menyentuh air. Star tidak bisa bertahan saja dirinya harus melawan mereka.


Star menggunakan skill lightning chain. sebuah rantai berwarna kuning di pegang Star dengan efek seperti sengatan listrik keluar dari rantai tersebut.


Star mengayunkan rantai nya pada Gabriel yang terus menyerang nya. tidak seperti tombak yang Gabriel pakai. rantai Star lebih efisien untuk di gunakan.


Tinggal di ayunkan hingga rantainya mengikat Gabriel maka petir dari rantai keluar menyengat Gabriel dengan kuat.


Selama rantainya mengikat maka serangan tidak akan berhenti yang mana Gabriel akan terus di sengat petir.


"Guah." Gabriel menjerit kesakitan. rantai yang mengikat nya mampu membuat sayapnya kusut sampai bulu sayapnya rontok.


Uriel panik hingga menyerang Star dengan meteor nya lagi. Star pun mengayunkan Gabriel yang terikat ke depannya untuk menjadi tameng dari serangan Uriel.


Meteor terlanjur di arahkan pada Star hingga Uriel tidak bisa membatalkan serangan nya. meteor itu satu persatu mengenai tubuh Gabriel di mana dia sudah tersengat lalu terkena meteor pula.


" bredukkkkk."


Suara meteor yang meledak mengenai tubuh Gabriel satu persatu hancur. Uriel yang menyadari Star lengah segera menyerang nya dengan mengarahkan jarum cahaya seukuran tangan pada Star.


Star yang melihat langsung menarik Gabriel ke depan serangan Jarum cahaya itu hingga menusuk ke perut Gabriel.


" Lepaskan dia!." Teriak Uriel yang semakin panik.


"Kalian duluan yang menyerang ku." ucap Star.


Uriel khawatir melihat keadaan Gabriel yang mengenaskan itu. tidak ada pilihan lain Uriel kembali melantunkan mantra aneh nya.


"Wahai Dewa yang agung maafkan saya karena tidak punya pilihan lain lagi selain ini 'Suicide explosion'."


"Hei, apa kau mau bunuh diri ? bagaimana dengan rekan mu?." tanya Star.


Suicide explosion sebuah mantra yang kuat dan efektif melawan musuh tapi si pengucap mantra harus membayar harga untuk menggunakannya yaitu nyawa nya.


Dia akan meledak bersama dengan musuh dan orang yang berada di dekat nya. Mantra sampah yang membuat mu harus menggunakan nyawa sebagai harganya.


"Tenang saja, setelah ledakan ini Gabriel akan langsung berada di dunia atas karena malaikat yang di bunuh oleh malaikat lainnya tidak akan mati kecuali oleh Michael sang malaikat yang menghukum malaikat berbuat salah." Uriel merentangkan tangannya tersenyum bahagia.


"Bodoh, kau begitu inginnya membunuh ku sampai bunuh diri." jerit Star.


"Maaf, maaf telah menipu mu karena aku tidak punya pilihan lain. kami malaikat harus menuruti mereka ( Dewa / Dewi), Maaf karena telah menipu mu. kau pasti marah karena kita pernah tertawa bersama dan makan di meja yang sama, maaf aku tidak bisa menempati janji Ku untuk mengembalikan koin yang kau pinjam, Maaf telah menyegelmu, maafkan aku telah membunuh mereka berdua, maafkan aku.... aku sebenarnya menyayangi mu. Sifat mu sangat baik padahal kau tidak kenal dengan ku senyuman dan tawa mu layaknya anak yang normal benar benar kebalikan dari apa yang di katakan mereka. aku telah salah faham padamu...... Selamat tinggal teman." Uriel meledakkan dirinya hingga Star terpental jauh dan Gabriel yang menghilang.


"Lean maksudku Uriel kau bodoh sampai berbuat seperti ini." Star terjatuh dari ketinggian matanya perlahan tertutup.

__ADS_1


"Huh, teman." Star tersenyum walau dirinya sedang terjatuh dari ketinggian.


__ADS_2