
Orang orang yang telah menjadi korban Rack kini sudah bangun dan seperti nya mereka keheranan kenapa bisa berada di situ.
Tentu ingatan mereka telah di hilang kan oleh Star agar mereka tidak trauma dengan apa yang telah terjadi pada mereka.
Star kembali ke penginapan lalu ia melihat paman dan istrinya menangis melihat anaknya sudah kembali. mereka berterima kasih pada Nicles .
Star yang asli kini sudah menerima kejadian dari star buatannya. setelah berunding dengan Kiana dan Orion mereka memutuskan untuk membunuh para Pahlawan.
Orang orang yang menjadi korban Rack kini pulang ke kerajaan, mereka di hadang para penjaga di depan gerbang.
Keluarga para korban datang dan menjemput dengan membayar biaya masuk, kejadian itu menimbulkan kepanikan di kerajaan.
Mereka yang di kira sudah mati bagaimana bisa hidup kembali dan pulang ke rumah, sejumlah pasukan kecil di kerahkan untuk menyelidiki rumah kayu yang berada di hutan.
Pasukan yang di pimpin oleh Yui itu segera bergerak menulusuri hutan lalu terlihat pondok kayu mereka segera masuk untuk memeriksanya.
Tidak ada apa pun yang aneh di sana hanya ada bunga yang tergeletak di lantai, Yui berkeliling melihat pondok itu ia seperti menginjak sesuatu.
Yui segera menoleh ke bawah kakinya ternyata menginjak sebuah bros berbentuk sayap. Yui mengambil bros itu dia ingat betul bahwa itu milik Rack.
Yui segera melaporkan kejadian ini pada ratu, kejadian tersebar menjadi berita besar, pihak kerajaan di tanyai hal itu oleh para penduduk.
Karena mereka telah di konfirmasi meninggal lalu kenapa bisa hidup kembali? beberapa pertanyaan terus muncul dari mulut ke mulut.
Hingga sampai ke telinga para pahlawan, para pahlawan menduga bahwa Rack telah meninggal karena energi kehidupan Rack tidak bisa di rasakan lagi.
Salah satu dari pahlawan yang seorang Shaman (dukun) menggunakan kemampuan nya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Rack.
dengan menaruh bros Rack ke dalam wadah seperti mangkok besar berwarna emas yang di isi air.
Setelah bros di masukan air itu berbuih-buih seperti air panas dan berasap, air itu menampilkan sebuah gambar yang bergerak.
Menampilkan Rack dengan seseorang yang memakai jubah tak terlihat wajahnya sepertinya para pahlawan menebak orang yang membunuh Rack.
Kemudian salah satu dari pahlawan memanggil Yui untuk menyelidiki orang yang telah membunuh Rack.
"Duduklah!." seorang wanita duduk di kursi dengan kegelapan yang menutupi tubuhnya hingga wajah wanita itu tidak terlihat.
Hanya kaki yang memakai heels berwarna putih bercahaya saja yang terlihat, jadi jelas siapa yang akan memakai heels jika bukan seorang wanita.
__ADS_1
Kaki yang putih mulus tanpa ada bintik atau luka terlihat, cara duduk bagaikan ratu, suara yang lembut .
"Ada apa? kenapa anda memanggil saya wahai Pahlawan ?." tanya Yui yang tidak berani menatap Pahlawan itu.
"Kau tau bahwa Rack telah meninggal itu sangat di sayang kan, dia meninggal karena di bunuh oleh orang dan kita harus pastikan apa dia kawan atau musuh."
"Baiklah saya akan mencari orang itu." dengan nada hormat nya Yui mengucapkan itu.
"Tidak perlu di cari, orang itu ada di suatu penginapan. apa kau tau orang dengan tubuh kecil yang memakai jubah menutupi wajah nya ?." tanya wanita itu.
Yui teringat dengan orang yang pernah ia temui di suatu penginapan pada waktu itu "Saya tau orang itu ada di penginapan yang kemarin saya datangi."
"Segera tangkap dia bagaimana pun cara nya!" titah wanita itu.
"Baiklah." Yui segera bangun dari tempat duduk nya sebelum dia pergi yui membungkuk hormat pada wanita itu.
Star yang kini berada di penginapan tepatnya dia sedang berada di kamar sedang fokus ke layar yang berada di depannya.
Sebuah item muncul di tangan nya berbentuk bulat seperti telur dengan warna emas mengkilap.Dengan gambar jarum jam, tanpa ada angka nya, sebuah item kelas menengah tingkat S .
" Teleport clock" adalah item yang di dapat kan Star saat mengalahkan sekumpulan serigala gurun malam.
Semua quest itu terlihat membosankan bagi Star jadi akhirnya dia memilih quest berburu serigala gurun malam dengan berburu di malam hari sesuai namanya.
Saat itu Star benar benar menyesali pilihan nya ternyata Serigala tersebut sulit tingkat karena mereka pandai bersembunyi di gundukan tanah seperti Tikus tanah.
Karena kesal star membakar habis tempat itu hingga menjadi padang larva karena nya dia di beri hukuman oleh sistem game dengan tidak bisa login selama dua puluh empat jam.
Star berteriak memaki sistem itu dengan nada kesal dia mengeluarkan segala kata-kata yang di sensor.
Setelah hukuman selesai Star menerima item teleport clock di inventory nya sebuah item yang lumayan tapi tidak pernah di pakainya.
Item ini dapat menteleportasi orang ke tempat yang sudah di terapkan pada item tersebut . tidak ada batasan orang yang bisa di teleportasikan .
Item yang berguna ketika menjebak orang lain tapi item ini hanya bisa di pakai sekali dengan artian item akan hilang setelah di pakai.
"Jadi rencana nya sudah di mulai." Star memandangi item itu dengan wajah tersenyum memikirkan rencana di mulai dari sekarang.
Terdengar suara seperti orang yang jatuh dari kayu "brak, bruk." suara yang keras itu terdengar sampai ke telinga Star.
__ADS_1
Star segera keluar dari kamar di iringi teriak seseorang yang semakin jelas kemudian Star mempercepat langkah nya menuruni anak tangga.
Sumber suara itu dari orang yang telah di serang Nicles, seperti nya mereka adalah prajurit dari kerajaan.
Yui melihat ke arah star dengan nada mengancam "Aku di perintahkan untuk menangkap mu ikut lah dengan tenang !!!."
Nicles yang biasa tenang tidak bisa lagi menahan amarahnya, tuan yang dia layani di perintah seperti itu.
Star menjentikkan jarinya seketika itu paman dan orang yang berada di situ pingsan bukan hanya mereka saja bahkan seluruh rakyat dan prajurit yang berada di kerajaan pingsan seketika.
Yui memasang wajah tegang dan terkejut melihat hal itu, Yui juga melihat energi yang begitu besar pada star.
Sebelum nya energi itu tidak ada tapi kini energi nya begitu jelas di rasakan Yui. wajah Yui berkeringat dingin menatap Star yang perlahan membuka tudung jubahnya.
Terlihat rambut biru dan wajah yang polos imut layak nya seorang orang anak kecil yang baik melihat wajah star justru membuat Yui semakin terkejut bahwa sanya yang ada di hadapan Yui hanyalah seorang anak.
Yui mengerutkan kening nya dan menggigit bibir nya mencoba untuk memahami siapa yang ada di hadapannya itu.
Energi itu setara dengan para pahlawan bukan satu pahlawan melainkan jika energi dari ketujuh Pahlawan di gabung maka energi itu yang terlihat saat ini.
"Kalau aku membiarkan mu hidup itu akan merepotkan. Nicles bunuh dia!." Star menyuruh Nicles membunuh Yui .
Nicles dengan cepat bergerak menyerang Yui dengan memanggil monster di hadapannya "Direworf datanglah dan bunuh wanita itu!." serigala yang ukuran nya dua kali lipat lebih besar dari serigala pada umumnya itu muncul di depan Nicles.
"Jadi itu kau Ender, kenapa kau menghianati para pahlawan dan malah melayani dia." wajah Yui kesal berdenyit mengetahui bahwa Ender sudah berhianat karena yui tahu hanya Ender saja yang bisa memanggil monster seperti.
Serigala itu segera menyerang Yui dengan kecepatan penuh bahkan serangan nya hampir mengenai Yui.
"Ugh..... berani nya monster rendahan menyerang komandan pasukan kerajaan." Yui menahan taring serigala itu dengan pedangnya.
Serigala itu menggunakan cakarnya hingga melukai bahu Yui, darah keluar dari sela kulit yang terkena cakaran itu.
Aneh, biasa nya Yui dapat menyembuhkan lukanya dengan kekuatannya tapi luka yang satu ini tidak bisa sembuh walau dia berusaha mengobatinya.
"Sialan kenapa luka nya tidak sembuh." tangan Yui memegang bahu yang terluka itu, darah mengalir semakin banyak ketika Yui bergerak.
Dirinya benar-benar dalam kondisi yang sulit di mana luka nya semakin besar dan di lain sisi ada serigala yang menyerang nya jika dia tidak menyerang juga maka serigala itu akan melukainya lagi.
Yui baru sadar bahwa star tidak ada sepertinya dia sudah pergi keluar duluan. Nicles ternyata hanya pengalihan saja agar Star dengan cepat bisa menghilang dari sana.
__ADS_1
Star sudah berada di luar kerajaan dan di kepung oleh 7 pahlawan yang siap melenyapkannya.