
Hari sudah menjelang senja, tak terasa bagi star bahwa waktu sudah berlalu begitu cepat Star berpamitan pada Lean dan keluarga.
"Jangan lupa datang lagi ya." ucap Lean yang melambaikan tangan pada Star.
"Ya." jawab Star yang berjalan bersama Nicles ke arah penginapan mereka.
Star berjalan sambil melihat ke arah langit di mana matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala.
Udara sejuk menerpa wajah Star, daun-daun berjatuhan dari atas pohon suasana hangat dan damai ini Star rasakan dengan tenang.
Tapi, suasana tenang itu tidak berlangsung lama terlihat paman pemilik penginapan sedang mengusap pundak istrinya itu.
Istri paman pemilik penginapan itu menangis duduk di kursi, wajahnya terlihat syok seperti telah melihat sesuatu yang mengerikan.
"Ada apa ?." tanya Star.
Paman itu menunjuk pada kotak kayu yang berada di dekat pintu masuk itu. terlihat kota kayu yang begitu rapih dan di buat secara sempurna itu.
Star memandang ke arah Nicles memerintahkannya untuk membuka kotak itu "baik tuan." Nicles dengan pelan membukanya.
Nicles terkejut setelah melihat kota itu, walau ia memaksa tenang tapi pikiran dan hatinya menolak itu, wajah Nicles amat sangat terkejut melihat kotak itu.
Star yang penasaran langsung melihat ke arah kotak itu ternyata ada lengan manusia di kotak itu dan parahnya lagi lengan itu memiliki gelang yang di miliki anak pemilik penginapan itu .
Dapat di simpulkan bahwa itu lengan anak mereka, sesaat sebelumnya saat Star bersama nicles pergi ke luar, paman itu menyuruh anaknya untuk membeli sesuatu di pasar.
Anak itu pergi ke pasar, tapi dia belum kembali sampai senja, ibunya khawatir jadi ia menyuruh suaminya untuk mencari anak mereka.
Saat suaminya hendak keluar mencari, terdengar suara ketukan pintu di luar tapi ketika di periksa tidak ada siapa pun di luar dan malah terlihat sebuah kotak di depan pintu.
Paman itu membawa kotaknya ke dalam dan membukanya lalu istrinya yang melihat itu langsung menangis histeris melihat potongan tangan anaknya yang terdapat di dalam kotak.
Biasanya di waktu segini orang-orang datang untuk sekedar makan dan beristirahat di penginapan itu jadi orang -orang datang dari arah pintu.
Mereka yang berwajah gembira maupun tidak kini semua nya memasang ekspresi heran dan kaget.
Padangan mereka tertuju pada kotak yang belum di tutup itu. mereka berbisik satu sama lain.
Tepat Yui juga berada di antara orang-orang itu, dia hanya melihat dengan ekspresi pahit pada kotak itu.
Yui sepertinya tau siapa yang melakukan hal itu begitu juga dengan Star yang sudah tau pelakunya.
Star hanya berdiam, tanpa sepatah kata menatap kota itu. dia berpikir perbuatan orang itu sudah keterlaluan .
Menculik anak orang dan mengirim anggota tubuh anak mereka. orang seperti itu bukan lagi manusia walaupun tubuh nya manusia .
Star mengepalkan tangannya menahan emosi yang ada pada nya, sangat aneh padahal dia hanya tubuh buatan dari yang asli.
Karena emosi yang di rasakan itu bukan dari Star ini tetapi dari Star asli yang kini berada di Altair.
Star yang asli telah menerima kesadaran kejadian dari Star yang berada di kerajaan maka dari itu Star tau kejadian apa saja yang sudah terjadi.
__ADS_1
"Nicles? kau taukan apa yang harus di lakukan?." tanya Star.
Nicles diam menunduk kan badan nya sedikit menandakan ia tau apa yang di perintahkan tuannya itu.
Nicles pergi di susul dengan Star di belakang nya, mereka meninggalkan tempat itu. Star seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini, tapi melihat kedua orang itu mengingatkan akan keluarganya itu.
Keluarga yang menjadi tempat pelindung Star serta yang memahami dirinya itu. dia jadi teringat akan kenangan itu.
Dengan skill deteksinya Star segera mengetahui lokasi pelaku itu berada ternyata lokasinya berada di dekat hutan di luar kerajaan di mana ada sebuah pondok kayu di sana.
Dengan skill fly light tubuh Star bergerak lincah bagaikan angin kencang. ringan seperti tak ada gravitasi yang menariknya.
Star segera keluar dengan melompati tembok sekitaran 25 meter itu di ikuti dengan Nicles yang menggunakan monster burungnya mereka lewat di samping tembok karena di depan gerbang di jaga begitu ketat oleh prajurit.
"Ugh, dia menggunakan monsternya lagi." gumam Star.
Star melompat dari tanah ke tanah dengan jarak yang cukup jauh hingga dia sampai di pohon dengan Nicles yang duduk di monster burungnya.
Sekali lagi Star menggunakan pendeteksinya terlihat beberapa orang di sana dan juga walau bangunan itu terlihat kecil, tapi dalamnya cukup besar.
Nicles segera melumpuhkan penjaga di depan dengan monsternya itu, sedangkan Star mendobrak masuk ke pintu dengan kekuatannya.
Itu hanya ruangan biasa tidak ada pun yang aneh tapi ada satu lagi pintu di dekat jam kayu besar.
Pintu yang di halangi oleh sihir itu tetapi energi ini dari sihir hitam yang begitu pekat. Star melenyapkan penghalang sihirnya sehingga pintu terbuka dengan sendirinya.
Terlihat pemandangan mengerikan yang tak terbayangkan di ruangan itu, cairan-cairan aneh yang di letakan di wadah kaca begitu rapih dengan buku-buku yang berantakan di mana-mana.
Bau amis juga tercium di ruangan tersebut seperti bau darah dan terlihat beberapa anggota tubuh manusia seperti tangan, kaki, badan, usus, jantung, jari-jari tangan, mata dan bahkan kepala tergeletak di mana-mana.
Anggota tubuh manusia yang tidak utuh dan terpisah pisah itu memenuhi meja kayu tersebut.
Sepertinya itu anggota tubuh anak-anak atau pun orang dewasa semuanya ada di situ bahkan lansia pun.
Terlihat juga satu tabung aneh yang berisi orang memiliki tanduk di dua kepalanya dan ekor hitam cantik di belakang.
Jelas itu adalah ras iblis asli bahkan di lihat dari energinya saja "Itu ras iblis kenapa bisa berada di sini?." Star bertanya-tanya.
Tepat setelah ia itu dia melihat anak pemilik penginapan yang di rantai di tembok dengan tangan kirinya yang telah terpotong.
Serangan sihir dari arah belakang star di layangkan oleh Rack dengan segera Star menghindarinya "Wah, wah sepertinya ada serangga yang masuk." ujar Rack dengan wajah senang.
"Kenapa kau melakukan hal keji ini?." tanya star pada Rack yang berada di depannya itu.
"Entahlah, aku hanya bersenang-senang saja dan itu juga tugas ku untuk melakukan eksperimen ini." jawab nya.
"Apa itu di perintahkan pahlawan?." tanya Star sekali lagi.
"Eh, bagaimana kau tau? tapi melakukan eksperimen ini cukup menyenangkan loh." ucap Rack yang tersenyum lebar.
"Begitu ya." gumannya.
__ADS_1
"Kenapa kau kemari? mau menolong mereka ?." tanya Rack.
"Tidak, aku kesini hanya ingin membawa pulang anak itu orang tuanya khawatir dan mencarinya." ujar Star.
"Benarkah, tapi anak itu bahan eksperimen ku loh." ucap Rack.
Pria itu tidak memasang wajah bersalah atau paksaan tentang pekerjaannya itu justru wajah gembira dan puas seakan pekerjaan itu telah menjadi hobinya itu.
"Kalau begitu maaf ya aku juga tidak sengaja membawa ini" Star tersenyum picik dan menguarkan kepala dari inventorynya .
"Ap.... apa bagaimana bisa berani sekali kau." teriak rack.
"Eh, kok marah sih? kau juga mengambil anggota orang lain loh terus mengirim nya pada keluarga mereka jadi aku juga begitu." ucap star yang masih memegang kepala anak pria itu.
"Putra ku.....sialan kau kembalikan dia seperti semula atau aku bunuh kau." nada teriak Rack memenuhi ruangan itu .
"Apa kau bisa mengembalikan mereka seperti semula ?." nada dingin yang bertanya pada Rack membuat dia tersentak kaget.
"Geh.... tentu saja tidak." ujarnya.
"Kau tau kehilangan seseorang yang kita sayangi itu menyakitkan, kau juga punya keluarga jadi pasti mengertikan apa yang di rasakan oleh mereka ketika keluarga mereka terluka." ucap Star.
Rack terdiam tidak bisa menjawab pernyataan itu, melihat aura Star yang besar itu membuat nya merinding tersenyum kaku melihat itu. Ketakutan dari dirinya itu semakin besar dia seperti melihat monster tidak lebih tepatnya raja iblis yang sedang menahan emosinya itu.
Rack segera mengucapkan mantra "Wahai kegelapan layanilah aku beri dia kutukan yang menyakitkan skin curse." ucap Rack yang segera mengarahkan serangannya pada Star.
Serangan itu tidak berdampak apa-apa pada Star, kemudian ia mengeluarkan skillnya sekali lagi "shortness of breath." sekali lagi dia mengucapkan itu, tapi serangannya tidak menimbulkan apa pun pada Star.
"Apa serangan mu hanya segini." ujar Star.
Star segera mengeluarkan skill "Heal and be healthy." seketika tubuh yang terpisah dari anggota tubuh segera menyatu dan tabung pecah.
Mereka yang terluka kembali sembuh, star berjalan ke arah anak pemilik penginapan itu "Necles." ucap Star.
Nicles langsung berada di samping star dengan membawa tangan anak itu, tadi Star memerintahkan nya untuk mengambil tangan anak itu. Star memegang tangan itu lalu menyatukan di mana tempat tangan itu berada.
"Tidak mungkin bagaimana dia bisa menyembuhkan dan menyambungkan itu." Rack tertegun melihat itu.
Ekspresi campur aduk itu membuat Rack terdiam mencoba sekeras mungkin memahami situasi saat ini.
Tak peduli kalimat dan serangan apa pun yang ia lontarkan itu sia-sia saja, wajahnya mulai berkeringat dingin melihat itu.
Ia tidak percaya biasanya dialah yang membuat orang takut tapi kini dia sendiri sedang ketakutan setengah mati karena konsep menyembuhkan manusia yang sudah terpotong tubuhnya itu tidak pernah ada.
Kecuali para Pahlawan atau iblis, tentu saja tidak mungkin baginya mengakui kehebatan orang, tapi yang berada di depan itu berbeda .
"Aku mohon ada keluarga yang harus aku urus istri dan anak ku itu." ucap Rack.
"Apa aku peduli, bukannya kau juga tidak peduli pada korbanmu yang meminta tolong itu bukan." ujar Star melepaskan ikatan rantai anak itu.
"Nicles bawa anak ini pulang biar aku yang urus dia." ucap Star.
__ADS_1
"Baik tuan." Nicles menggendong anak itu lalu segera pergi dari sana menyisakan dua orang itu.