Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 13 - Melayani tuan yang baru


__ADS_3

Orang berjubah itu langsung lari saat melihat Oliver di depannya. tapi Oliver juga langsung mengejarnya.


"Mau ke mana kamu." Oliver berlari kencang.


Oliver berhasil menyusul orang itu "jangan jadi pengecut kau pasti yang mengendalikan mereka kan." Oliver bermuka kesal.


Muka orang berjubah itu tidak terlihat meski sudah dekat. Oliver segera menyerang orang itu dengan skill arrow of light.


Ratusan anak panah turun menghujani orang berjubah itu, tapi ia di halangi oleh monster tanah.


"Cih, bersembunyi ya." Oliver makin marah dan justru mengeluarkan fire ball dari tangannya dengan membabi buta.


Monster-monster tanah itu muncul keluar dari tanah dan melindungi orang berjubah itu.


"Gya, sialan kau kalau berani kemari jangan sembunyi di balik monster busuk itu." Oliver kesal dan memaki monster itu.


Lawan seperti itu lah yang di benci Oliver karena biasanya di altair jika ia menantang orang lain orang itu akan melawan balik.


"Sepertinya si bodoh itu sudah kelewat batas, mohon izin kan saya ke sana tuan" Kiana meminta izin pada Star.


"Iya silahkan" jawab Star.


Kiana langsung berteleportasi ke lokasi Oliver dan memukulnya "Dasar otak udang kenapa kau membuat kacau." Kiana memukul keras Oliver.


"Aduh, sakit." Oliver memegang kepalanya yang tadi di pukul.


Mereka malah berdebat dan saling berteriak.


"Hadeh, harusnya tadi jangan di izin kan." ucap Star yang melihat mereka dari layar.


"Maafkan atas tindakan yang tidak enak di lihat ini tuan." ucap Orion .


"Tidak apa, jangan meminta maaf." ucap Star.


Red bertarung mengarahkan para Lizarmen dan menumpuknya "Hoy, Sniper lihat ini sebuah maha karya yang indah." ucap Red sambil menumpuk Lizarmen.


"I... itu menjijjkan." ujar Sniper.


Setelah selesai red langsung memburu para Orc "Saatnya membuat yang baru lagi." Red berlari ke arah para Orc.


Sniper juga menembaki Goblin yang datang ke arahnya dengan cepat .


Para dark elf melawan sekuat tenaga mereka.


tubuh mereka terlihat ringan dan lincah ini semua karena latihan yang bagaikan kerja rodi itu.


Mereka di paksa berlatih dengan keras apa lagi yang laki-laki di suruh berlari memutari hutan tiga kali dengan sekawanan serigala yang mengejar mereka dari belakang.


Red melatih mereka dengan sungguh-sungguh


latihan berlari sekencang mungkin, bertarung melawan beruang buatan Oliver, berjalan di atas tumpukan kayu yang di bawahan duri tajam.


Dan untuk yang belajar sihir mereka juga mengalami latihan yang keras untuk menguasai mana yang ada.


" Tidak sia-sia kita latihan ya " ucap teman Iru.


" Iya " jawab singkat Iru.


Tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu keras "Suara apa itu." mereka kebingungan.


"Sepertinya dua nona sedang beradu kekuatan." ujar Red.


Ledakan besar terdengar kencang dari dua orang yang bertarung itu.


"Dasar gadis busuk." Oliver memaki Kiana.


"Apa kau bilang." Kiana marah.


"Kau gadis licik yang sering menatap tuan dengan tatapan menjijikan itu." ucap Oliver.


"Ho benarkah? sepertinya sesekali kau harus di beri pelajaran pengacau." Kiana memelototi tajam pada Oliver.

__ADS_1


Mereka berdualah yang malah bertarung hingga membuat tanah di depan terbelah dua.


"Hanya segitu kekuatan mu." Oliver meledek Kiana.


Kiana mengucapkan skillnya "Aku tercipta oleh tuan ku, atas kehendak ku berkumpul cahaya dan hujani musuh dengan cahaya indah mu light missile " .


Sebuah cahaya bersinar di udara dan mengambang. cahaya itu mulai membentuk sekitar lima puluh rudal di belakang Kiana yang siap menyerang Oliver.


Oliver terpana melihat skill itu, rudal itu menyerang secara bersamaan ke arah Oliver.


dengan cepat Oliver menggunakan skillnya "Aku Oliver yang tercipta dari tuan yang begitu mulia, meminjam kekuatan kegelapan datang dan telanlah itu protective and devouring darkness."


Bayangkan hitam membentuk dinding muncul di depan oliver dan menelan rudal dari Kiana.


lalu membalikkan serangan nya kembali pada Kiana "Nah, ku kembalikan." ucap Oliver.


"Cih, light protector." kiana mengarahkan dua tangan ke depan lalu muncul sebuah pelindung di depannya.


Rudal itu membentur pelindung dari Kiana dan meledak. mereka malah lupa tujuan masing masing .


Kiana sudah benar-benar marah ia pun mengeluarkan skill light explosion ketika itu tepat sekali seseorang memegang tangan Kiana "Apa kau mau membunuhnya." ujar Orang itu.


Orang itu adalah mentri hukum yaitu xavier yang di suruh Star untuk menghentikan mereka. seorang wanita cantik dengan wajah dingin berkulit putih lembut, memiliki mata coklat yang menyala dengan rambut pendek berwarna pirang.


"Aku di suruh tuan untuk menghentikan kalian. kenapa kalian malah bertarung?." tanya Xavier.


"Maafkan aku." Kiana meminta maaf atas tindakan bodohnya.


Orang berjubah itu tidak lari dan malah berdiam di sana menyaksikan Kiana dan Oliver bertarung. Xavier mendekatinya "Kenapa kau tidak lari ?" tanyanya.


"Ba.. bagaimana aku bisa lari jika di depan ku ada sebuah pemandangan yang luar biasa ini, kekuatan itu sangat menakjubkan bahkan lebih kuat dari para pahlawan itu. aku menyerah dan mohon angkat aku jadi bawahan anda" ucap orang itu dengan memohon pada Kiana dan Oliver.


"Lancang sekali kau setelah membuat kekacauan, kau malah meminta itu." ucap Kiana dengan sinis.


"Tenang lah, Kiana kita perlu membawa orang ini pada tuan." ujar Xavier .


"Apa ? kalian yang begitu kuat ini memiliki tuan, kalau kalian ini sudah kuat jadi seberapa kuat iya?." orang itu mencoba menerkanya.


"Berani sekali, tuan kita tidak terukur kekuatannya dan tuan lebih kuat dari kita." ujar Oliver yang langsung pergi untuk melihat keadaan para dark elf.


"Jika aku menolaknya ?." tanya orang berjubah itu.


"Tentu, kau tau kan apa yang akan aku lakukan pada mu " Xavier mengancamnya.


"Dan Kiana jangan lupa bahwa kau ini penasihat dari keberadaan yang mulia itu kau harusnya tidak bersikap memalukan seperti ini apa lagi tuan kita sedang melihatnya." ucap Xavier dengan nada yang datar.


Xavier segera pergi membawa orang itu dengan teleportasinya.


"Bodoh, kenapa aku melakukan hal memalukan itu." Kiana memaki dirinya sendiri.


Mereka berdua sampai di kota langsung, dan segera berjalan menuju kastil.


orang itu melihat sekeliling ia nampak terpukau dengan keadaan kota itu.


"Ada apa orang aneh ?." tanya Xavier.


"Ah, tidak aku hanya takjub melihat kota ini begitu indah bersih dan damai bahkan mereka ceria sekali berbeda dengan tempat ku." ucap nya.


"Tentu kota ini adalah buatan tuan kami." ujar Xavier.


"Hebat, ia bisa menciptakan kota seperti ini." ucap orang berjubah itu.


Dia mulai membayangkan seperti apa ekstensi itu, bagaimana wujudnya dan seberapa kuat ia. Mereka sampai di ruang pertemuan dengan


Kiana yang sudah sampai duluan dan berdiri di samping Star yang duduk di kursi indah .


Orang berjubah itu amat terkejut melihat wujud seorang anak kecil yang duduk di kursi indah itu.


"Apa anda Dewa? sebenarnya anda ini apa ?." tanya orang itu.


Star tidak menjawab pertanyaan orang itu dan malah balik bertanya "Ender, bukankah itu nama mu ya." tebak Star.

__ADS_1


"Bagaimana anda bisa tahu nama saya?." tanya heran orang itu.


"Tidak usah terkejut, di sini aku bertanya pada mu kenapa kau menyerang hutan itu ?." tanya Star.


Orang itu memberitahukan pada star bahwa ia di suruh untuk menghancurkan hutan itu oleh para Pahlawan.


Ia harus membunuh para dark elf tanpa tersisa sedikit pun.


"Aku hanya di suruh saja oleh para pahlawan itu jika tidak mematuhi mereka aku malah yang akan mati." ungkap Ender.


"Baiklah" gumam Star.


"Anu, saya ingin jadi pengikut setia anda, saya akan melalukan apa pun untuk anda, lagipula saya ini hanya bayangan yang di beri nyawa." ucap Ender.


Ender menawarkan sebuah informasi pada mereka sebagai bayaran, karena ia cukup tau apa saja yang akan di rencanakan para pahlawan itu.


"Bagaimana tuan ? " tanya Ender.


"Baiklah, kau boleh tinggal di sini tapi pertama-tama kita perlu membunuh mu agar mereka mengira kau sudah mati dan menyusun ulang tubuh mu." ucap Star.


"Baiklah, anda boleh membunuh saya, kapan pun saya sudah siap ngomong ngomong anda akan membunuh saya dengan cara apa?." tanya Ender.


"Tidak, maksud dari membunuh mu adalah memindahkan jiwa mu ke tubuh yang telah di susun ulang " jawab Star.


"Di susun ulang? bukankah itu mustahil dan kalau pun bisa harus perlu korban nyawa yang banyak." ucapnya.


"Tidak perlu ada korban pun aku masih bisa menyusun ulang tubuh untuk mu." jawab Star.


Matanya berbinar kagum walau tak terlihat jelas ia membuat ekspresi itu di wajahnya.


Star berdiri mengucapkan skillnya "Body composition " dengan menunjuk tangan kanannya ke depan.


Tubuh lengkap dengan pakaian terlihat di samping Ender, karena dengan kombinasi dan imajinasinya tubuh itu muncul.


Star memutar jari-jarinya seperti menggenggam udara seketika itu juga tubuh ender langsung berbentuk bola hitam yang mendekati tangan Star.


Bola hitam itu adalah jiwa Ender, kenapa ia bisa hitam? karena di buat menggunakan nyawa persembahan dan sihir hitam ilegal.


Nyawa yang di persembahkan juga harus masih suci dan polos itu berarti mereka menumbalkan jiwa anak-anak untuk bahan pemanggilannya.


Star juga mengingat ketika iya menonton siaran langsung salah satu pemain bercerita bahwa dalam game worldverse ada sebuah kelompok yang sedang melakukan nekromansi.


Sebuah ritual pemanggilan jiwa agar manusia bisa berkomunikasi dengan orang mati biasanya membutuhkan seseorang sebagai media penghubungnya.


Kejadian itu viral yang membuat developer harus menghapus Job Necromancer karena mereka semua berJob itu. sayang sekali membuat orang yang berjob sama seperti mereka marah dan menyalahkan kelompok itu.


Lagipula siapa yang melakukan ritual di game begitu, mereka pasti sudah gila.


Pemanggilan jiwa itu juga agak mirip dengan ender akan tetapi pemanggilan pahlawan menangkap jiwa dan memasukannya ke tubuh yang mereka buat.


Bola hitam itu di sempurnakan lagi sehingga berubah warna menjadi merah cerah menandakan jiwa itu telah di sempurnakan dan lebih kuat.


Bola itu masuk ke tubuh baru yang telah di buat Star dengan perlahan Ender membuka matanya dan menggerakan jari-jari tangannya. ia juga berkata bahwa sudah tidak mendengar lagi suara tangis dan jeritan anak-anak di telinga.


Suara itu adalah jiwa anak anak polos yang di tumbalkan untuk ritual. jiwa mereka tidak tenang dan menempel pada Ender sehingga hanya Enderlah yang hanya bisa mendengarnya.


Ia juga merasa bersalah karena gara-gara dirinya anak-anak itu harus kehilangan nyawa nya. tapi star meyakinkan nya bahwa Ender hanya di manfaatkan saja oleh mereka dan di jadikan alat pesuruh mereka.


Ender merasa lega setelah mendengar itu karena selama ini ia berpikir bahwa karena dirinyalah anak-anak itu mati.


Ender berjanji akan setia melayani Star dan menganggapnya sebagai tuan barunya karena Ender juga berpikir Star pantas menjadi tuannya itu.


"Saya seorang jiwa yang terpanggil paksa oleh para Pahlawan, akan memutuskan bahwa hari ini saya akan tunduk dan setia pada anda, ekstensi yang kuat, mulia dan bijaksana mohon terima lah kesetiaan saya dan beri lah nama baru pada saya." Ender menunduk layaknya seorang kesatria yang sedang mengucapkan janji pada rajanya.


"Baiklah, nama mu mulai sekarang adalah Nicles." ucap Star.


"Nicles, nama yang begitu indah. terima kasih tuan telah memberi nama pada saya." Nicles menyukai nama itu.


"Yosh, mulai sekarang mohon bantuan nya ya Nicles." ucap Star.


"Baik tuan." jawab Nicles.

__ADS_1


Nama Nicles di berikan star karena ia mengingat seorang pemain yang begitu mahir dan terkenal di internet.


"Ya namanya keren juga sih jadi ku berikan saja nama itu." ucapnya dalam hati.


__ADS_2