Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
chapter 23 - Kenapa dia di segel?


__ADS_3

Star telah menyaksikan pertarungan antara Pahlawan bernama Mui dan Alleen, tapi seperti nya dia merasa ada sesuatu yang aneh. dengan menatap fokus pada layar Star berbicara "sepertinya ada yang aneh deh?."


Orion dan Kiana yang melihat pun merasakan nya. mereka berdua curiga ada sesuatu yang tidak beres dari energi Pahlawan yang di kalahkan Alleen.


Layar di depan Star menampilkan gambaran seperti cctv yang memantau di setiap area, energi yang di pancarkan para Pahlawan sepertinya merupakan energi buatan dari seseorang.


Star dengan cepat memerhatikan satu persatu Pahlawan yang sedang bertempur melawan Guardian, kelincahan, daya tahan, kekuatan mereka sepertinya sangat lemah dari yang di bayangkan Star.


Star menyadari sesuatu, dia segera menghubungi Lavender untuk tidak membunuh Sha yang seorang shaman (dukun).


Star sadar bahwa sesuatu yang janggal memang sedang terjadi, kenapa dari tujuh Pahlawan hanya satu yang energinya berbeda atau dapat di katakan murni.


Lavender menerima perintah Star dan segera menyeret shaman itu ke depan Star karena seorang shaman tidak bisa bertarung .


"Maaf kan Saya karena lama membawanya tuan." ucap Lavender yang mengikat dan menyeret Sha saat dia masuk ke ruangan.


"Tidak apa."


Lavender segera menyingkir ke sebelah kiri, ketika itu Sha menatap Star yang duduk di depannya. tatapan sayup itu berubah menjadi tatapan mata yang penuh kejut.


"Kau yang pernah kami segel bukan?." tanya Sha pada Star.


( Note : Sha tidak mengenali Star di kerajaan karena memakai skillnya sehingga dia tidak di kenali. sudah di bahas di chapter sebelum nya)


Sha sangat terkejut melihat seseorang yang dulu di segel secara bersamaan kini orang itu duduk di atas kursi megah dan mewah dengan tenangnya.


Ketika Sha melamun menatap Star. diri nya bergidik kaget saat Star berbicara "Sudah lama tidak bertemu, sepertinya kau tidak lupa denganku ya, Sha."


"Bagaimana bisa kenapa segel itu bisa di hancurkan ? siapa yang menghancurkan nya? kenapa bisa begini?." banyak pertanyaan yang di berikan Sha pada Star.


"Terlalu banyak pertanyaannya, aku juga tidak tau kenapa bisa bebas. justru aku punya pertanyaan padamu untuk apa kau menyegelku lalu kenapa seperti kau sangat takut padaku?."


Star ingin sekali bertanya tentang itu sejak lama karena ketika dia bertanya pada bawahan nya tidak ada satu pun dari mereka yang tau tentang pertanyaan nya.

__ADS_1


"Ah, haruskah aku memberitahumu."


"Tidak apa apa, jika Sha tidak mau memberi tau tapi kami juga bisa secara paksa untuk membuka mulut mu itu. kau taukan apa yang akan di lakukan oleh mereka, lebih baik mengungkapkannya saja sekarang sebelum kau menyesal!."


Nada suara itu jelas ancaman untuk Sha agar menurutinya. Sha merasa di perintah ektensi di luar kemampuannya.


Sha memiliki kemampuan meramal masa depan selama itu masih di batas kemampuan nya, tapi Star ini berbeda.


Sha tidak bisa meramal masa depan Star karena dia hanya melihat ruang gelap dengan Secercah cahaya kecil di sana.


Sha tidak bisa menjabarkan gambaran itu, dia sendiri bingung masa depan apa itu? kenapa ruangan gelap saja yang terlihat .


Sha menghela nafas "Ha.... baiklah Saya akan beritahu kenapa anda di segel."


Setiap tahun nya ektensi dari ketiga dunia selalu mengadakan pertemuan dengan mengirim pengamat sebagai pertanda hadirnya mereka.


Kebetulan pada saat itu dunia atas merasakan kekuatan yang besar dari dunia tengah jadi mereka berdiskusi tentang hal itu.


Setelah di selidiki ternyata ada seorang yang menurut mereka berbahaya. kekuatan, dan hawa kehadirannya sungguh kuat sampai bisa melawan mereka .


Dewa kematian juga tidak bisa mencabut nyawa orang itu, karena sudah beberapa kali di coba dan hasil nya nihil.


Sebenarnya para Dewa dan Dewi sudah beberapa kali turun ke dunia menengah dengan setengah kekuatan mereka, tapi mereka selalu kalah oleh orang itu bahkan sampai ada yang babak belur.


Para zodiak juga beberapa kali menyerang secara bersamaan, tapi setelah menyerang bukannya menang. justru jumlah mereka malah kurang setelah kalah.


Tadinya ada 12 setelah kalah dari orang itu malah jadi 9 karena sisanya terbunuh. jadi mereka terpaksa mencari pengganti dari zodiak yang mati.


Karena kejadian itu para zodiak malah tidak mau menyerang lagi karena takut bukannya mengurang tapi malah mati semua.


Raja iblis juga sering menantang orang itu beberapa kali tapi mereka malah kalah bagaimana pun cara mereka menggunakan kekuatan. sebenarnya ada satu Raja iblis yang tidak pernah melawan orang itu.


Siapa orang itu? ya itu, adalah star yang selalu bertempur melawan mereka tanpa henti hingga dia bosan.

__ADS_1


Lalu Dewi keadilan memutuskan untuk menyegel Star menggunakan segel keabadian yang di simpan secara rapih.


Sebenar nya segel ini bahkan bisa menyegel dunia agar tidak berjalan (hancur) tapi segel ini terbengkalai karena mereka tidak ada kemauan menghancurkan dunia yang telah di buat.


Agar segel bisa di pakai maka mereka harus mempersatukan kekuatan agar segel ini aktif karena untuk mengaktifkannya membutuhkan energi yang besar.


Itu sebabnya mereka bersatu untuk menyegel Star karena memang Star merupakan ektensi tidak masuk akal yang datang entah darimana.


"Jadi itu kenapa mereka menyegelku?."


"Karena anda mengalahkan penghuni dunia atas jadi wajar jika saya takut." ucap Sha.


Star tersenyum saat memandang Sha yang kebingungan itu "Baiklah, aku mengerti jadi intinya aku berbahaya, lalu kenapa hanya kau saja yang asli?."


"Keenam pahlawan hanya ciptaan dari ratu saja. "


"Ciptaan? jadi selama ini mereka hanya false?."


"Betul karena ratu ingin menguasai wilayah dan sekarang dia akan invasi kerajaan di sekitarnya."


"Oh, jadi semua berada di rencana ratu itu? baiklah, aku tidak harus intervensi."


Sha memandang terus pada Star yang sedang berpikir itu sampai Star sadar akan hal itu "kenapa ?." tanyanya.


"Anu.... mmmm." Sha ragu - ragu ingin mengucapkan sesuatu .


"Sha, sekarang kau bisa bebas dari beban yang di berikan ratu, karena dia sudah di tangkap mungkin akan di bunuh." Star tampak nya tau apa yang akan di minta Sha tapi dia hanya diam saja.


"Bo..... bolehkah Saya tinggal di sini." wajah Sha nampak terlihat memelas seperti anak kucing.


Wajah tegang Sha terlihat jelas saat mengucapkan itu. akhirnya dia mengucapkan apa yang di pikir kan Star "hmmm...Sha bolehkah tinggal di sini tapi patuhi peraturan yang ada dan jalani tugas dengan benar apa bisa?."


"Tentu tuan, Saya akan mematuhi perintah dan peraturan anda terima kasih atas kebaikan anda telah mengizinkan Saya tinggal di sini." Sha terlihat gembira.

__ADS_1


Ucapannya menjadi formal pada Star. tapi Star menghiraukannya karena di pikir lebih baik jika orang berkemampuan seperti ini berada di Altair siapa tau dia bisa berguna nanti.


Percakapan mereka berakhir. Star menyuruh Orion untuk menjelaskan peraturan dan tugas untuk Sha karena Orion lebih santai dan ramah di bandingkan Kiana dan Lavender yang dari tadi mengkerutkan wajah sehingga terlihat seram.


__ADS_2