
Setelah selesai Star langsung pergi ke ruangan kerja nya dengan beban pikiran yang mengikuti nya.
Informasi dari Iyu sama sekali tidak membantu meski ada beberapa hal yang sudah di sampaikan.
Dengan serius dia memikirkan sesuatu seperti ada yang aneh dari tadi. Star mungkin berpikir itu hanya perasaannya saja yang terlalu khawatir dengan orang-orang yang pernah Ia jumpai.
Meski seharusnya itu bukan urusan nya kalau mereka kenapa-napa karena mereka bukan penduduk altair atau keluarganya.
Tapi tetap saja sebagai manusia dia merasa ikatan itu sangat penting karena sebelumnya bisa berbicara dan tertawa dengan orang lain saja sudah merupakan mimpi baginya .
Di beberapa kehidupannya pun Star selalu membantu orang tanpa imbalan terkadang juga dia di marahi karena terlalu baik hingga sering kali orang orang malah memanfaatkan kebaikannya.
Star menghentikan langkahnya sejenak dia memikirkan wajah orang-orang yang baik kepada nya dan yang memanfaatkan nya walau wajah-wajah itu tidak terlalu dia ingat.
Lamunan nya pecah saat Fi memberi laporan pada nya "Ada apa Fi?." Star kembali melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja nya.
"Saya ingin melaporkan bahwa kerajaan 7 pahlawan akan di serang."
"Apa ?." Star tidak sengaja meninggikan nada suara nya kerena terkejut.
"Saya melihat beberapa naga pergi ke arah kerajaan."
"Naga ? berapa jumlah nya?." Star memasuki ruangan kerja di mana tidak ada seorang pun di sana.
"Sekitar 300 Naga."
"Eh, aneh Naga tidak mungkin menyerang manusia secara berkelompok karena biasa nya mereka selalu sendiri."
"Seperti yang anda katakan ras Naga memang sering mengasingkan diri mereka karena kesunyian sudah merupakan tempat mereka untuk tidur, tapi sepertinya para Naga ini bukan Naga asli melainkan Naga yang di buat melalui energi Sihir."
"Sihir ya? walau kita semua bisa menggunakan sihir Aku rasa ini perbuatan penyihir, jadi hanya satu kota yang menggunakan sihir tingkat tinggi seperti ini yaitu pandora. Fi awasi terus Naga-Naga itu!."
__ADS_1
"Baik tuan."
pembicaraan mereka berhenti tepat setelah skill komunikasi di non aktif kan. Star menggunakan skill nya kembali untuk melihat para Naga itu.
"Jumlah ini terlalu banyak, lagi Naga ini seperti nya memiliki energi yang sudah setara dengan bencana dunia, jadi mereka mengumpulkan puluhan tahun untuk menyerang kerajaan itu kerena dendam kesumat mereka pada pahlawan yang ternyata hanya cloningan dari avatar bodoh itu."
"Apa mereka tidak memikirkan nyawa yang tidak bersalah akan mati jika menyerang seperti ini? ah Aku lupa bahwa Pahlawan lah yang memulai duluan, karena ulah Pahlawan warga lah yang akan menjadi korban. tidak Aku harus berbuat sesuatu sebelum kerajaan itu menjadi lautan mayat karena ada orang-orang yang ku kenal di sana."
Masih banyak hal yang belum dia ketahui tentang dunia ini meski dunia mirip game, tapi kemiripan nya tidak 100%. itu sebab nya Star harus memahami berjalan seperti apa dunia ini.
Manusia dan ras yang ada semua nya memiliki kemampuan yang luar biasa meski tidak sebanding dengan orang di altair tapi setidak nya mereka bisa membuat kacau satu kota di bumi.
Apa suatu saat nanti ketika kota Pandora menjadi musuh mereka Star dapat menang melawan nya? tidak bahkan Naga itu jelas-jelas bukti nya bahwa mereka memiliki afinitas sihir di atas rata-rata.
"Sial, jika saja penyihir tidak di kucilkan mungkin mereka akan hidup dengan damai berbaur membantu orang-orang."
lagi pula bukan kah kekuatan itu karunia yang ada sejak lahir? bukan kah itu hebat memiliki sihir dan memudah kan mu melakukan pekerjaan sehari-hari.
"Tuan anda memanggil Saya?." Seorang wanita masuk ke ruangan dengan menundukkan badan nya memberi hormat.
"Mentri pertahanan militer, Helen aku membutuhkan bantuan mu."
"Silahkan, tuan kapan pun Saya siap."
Di bandingkan dengan lain nya Helen adalah yang terkuat dalam pertahanan karena Skill nya selalu berkaitan dengan itu. lagi pula jika mereka ikut pertempuran maka kota altair akan longgar pertahanan nya dan bisa saja di serang kapan pun bukan kah itu malah membuat umpan bagi lawan.
Helen memiliki sifat yang teguh pada perintah yang di minta, jika aku meminta nya untuk melindungi penduduk maka Ia akan mematuhi tanpa sepatah kata pun.
Tidak seperti Kiana yang terlalu mencintai Star atau wanita di altair yang menyukai Star secara berlebihan, Helen lebih condong diam dengan wajah ala kadarnya.
Dia hanya tersenyum jika perlu bahkan pada Star dan mematuhi perintah dengan baik setelah itu dia sering membaca buku atau menenun baju, membersihkan ruangan, melihat sekolah, melihat kembali dokumen laporannya, atau tidur sungguh kegiatan yang biasa di lakukan.
__ADS_1
Meski begitu Helen akan tegas jika dia di perlu kan untuk menampilkan sifat seperti itu.Jarang sekali dia keluar untuk membeli sesuatu karena selalu menyuruh wakil nya untuk hal itu.
"Helen siapkan beberapa prajurit senior karena kau harus melindungi kerajaan Pahlawan !."
"Apa saya hanya melindungi saja tuan?." Helen menanyakan pada Star.
"Iya, cukup lindungi saja terus yang terpenting lindungi penduduk nya kalau prajurit kerajaan atau keluarga istana aku tidak peduli."
Helen memandang Star dengan tatapan biasa "Baik, jika itu yang anda inginkan." Helen menegakkan punggung nya dan berbalik pergi meninggalkan ruangan.
"Setidak nya ini yang bisa aku lakukan karena jika mereka mati tidak mungkin untuk ku menghidupkan semua nya. energi ku terbatas jika Raja iblis menyerang ku mungkin akan sangat berbahaya."
"Akh, ternyata dinding nya memiliki efek berkepanjangan di mana kekuatan ku masih tersegel sebagian besar."
di suatu tempat tepat nya di kaki gunung sekelompok Naga berhenti .
"Ketua apa kita harus beristirahat dulu?." tanya salah satu Naga.
"Tentu, untuk memulihkan tenaga kita karena perjalanan yang jauh lagi pun para dia tidak akan marah." Naga merah yang terlihat tua dengan mata tajam bicara.
"Baiklah ketua." Naga itu langsung pergi dan bergabung bersama yang lain nya di belakang.
"Ku dengar Kerajaan itu berganti pemimpin ya? katanya seorang ratu yang memimpin?." Naga yang berada di dekat ketua dengan bingungnya bertanya.
"Betul, pasti terjadi sesuatu pada Raja sebelum nya. yah, mau bagaimana pun mereka itu hanya mainannya Pahlawan sialan itu." Tetua mengkerut kan dahinya hingga terlihat lipatan kulit yang menonjol.
"Tapi apa mereka masih hidup soal nya hawa keberadaan mereka tidak bisa di rasakan sama sekali?." Naga yang berada di dekat Tetua bertanya lagi.
"Mereka pintar menyembunyikan hawa keberadaan ternyata, dasar tikus tanah." Tetua mengumpat.
"Tapi dengan pasukan segini apa bisa mengalahkan mereka Tetua ?." Naga muda mendekat pada Tetua .
__ADS_1
"Entahlah, yang terpenting untuk saat ini kita harus membunuh mereka walau hanya salah satu dari mereka." Tetua mengibaskan sayapnya.