Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 08 - Bantuan tak terduga


__ADS_3

"Ada apa dengan mu?." tanya Oliver dengan kesal.


Oliver mengucek matanya ketika selesai ia melihat Kiana berdiri tepat di depannya.


"Ada apa Kiana?" tanya Oliver.


"Ada apa katamu, kenapa kau tertidur?." tanya kiana dengan menatap tajam Oliver.


"Ugh....aku di sini karena bosan tidak ada pekerjaan karena pekerjaan semua di selesaikan Luis, aku iri pada mu yang bekerja dekat dengan tuan Star." Oliver mengeluh pada Kiana.


Rasa kesal Kiana menghilang dalam sekejap setelah mendengar hal itu, ia tersenyum "tentu saja." Kiana membusungkan dadanya dengan bangga dan puas atas dirinya.


"Ugh.... apa kau berusaha memamerkan itu?." raut wajah Oliver nampak kesal.


"Tentu, dengan berada di dekat nya, maksud ku tuan Star aku dapat melihat ia berjalan, menulis, makan, dan senyumannya yang begitu manis, tidak bahkan hanya dengan berjalan saja ia benar-benar imut." Kiana mengoceh terus.


Oliver yang mendengar kiana mengoceh mulai kesal "kau mengerikan Kiana........apa kau ke sini hanya untuk bicara begitu?." tanya Oliver.


Dengan cepat Kiana berubah sikap menjadi tenang "Hmmm... maafkan aku karena terlalu senang membahas hal itu, nah aku ke sini atas perintah tuan Star, kau di suruh secara khusus oleh nya untuk menangani wilayah hutan kutukan." ucap Kiana.


"Hutan kutukan?." Oliver bingung.


"Tuan Star menyuruh mu untuk membantu para dark elf dengan memberikan mereka makanan dan membantu menjaga mereka dari bahaya yang ada di hutan, itu tentu kau juga harus berusaha dekat dengan mereka ini perintah langsung dari tuan Star apa kau mengerti?." lanjut Kiana.


"Tentu, aku akan segera berangkat." Oliver segera bersiap.


"Lakukan tugas ini dengan benar jika saja ada satu kesalahan kau mengerti kan harus apa." Kiana menatap Oliver dengan tatapan dingin dan nada mengancam.


"Iya, jangan khawatir." balas Oliver.


Kiana pergi dari ruangan itu dengan cepat tanpa menoleh sekali pun ke belakang.


Tubuh Oliver sempat gemetar ketika Kiana menatap nya "Dia wanita yang menyeramkan bahkan keseraman itu sama dengan Mother Star." Oliver bergegas melaksanakan perintah dari Star.


"Ibu, aku lapar." ucap seorang anak kecil yang nampak kelaparan dengan badannya yang kurus, bibirnya kering, dan matanya sayup.


"Sebentar lagi kita akan makan nak tahanlah sebentar lagi ya." jawab seorang wanita yang sama kondisinya seperti anak itu. ia seperti ingin menangis melihat keadaan anaknya .


"Persediaan makanan kita sudah habis, juga kalau kita keluar para prajurit yang di utus oleh Pahlawan itu akan membunuh kita, bagaimana ini Tetua ?." seorang anak sekitar 14 tahun bertanya pada seorang laki-laki tua.


Laki-laki yang membawa tongkat kayu untuk menopang tubuh yang sudah tua dan bungkuk bahkan ia gemetaran karena tubuhnya yang tua "Kita tidak bisa memakan sesuatu dari hutan ini karena beracun, Ja..... jadi.... tidak ada yang bisa kita lakukan." ucap tetua itu dengan nada gemetar.


Mendengar itu membuat anak itu marah dan menangis. ia tidak mau melihat rekan dan orang yang ia sayangi mati satu persatu.


"Hushh.... bagaimana ini, kenapa kita mengalami hal ini, aku benci para Pahlawan itu mereka itu monster bukan Pahlawan." ungkap anak itu.


Anak itu berdiri dan memegang ranting dan mengangkat ranting itu ke atas "Daripada mati disini karena kelaparan lebih baik aku berjuang melawan mereka, aku akan pergi untuk melawan mereka." ucapannya dengan semangat tinggi.


Melihat itu membuat para orang yang berada di sana malu dengan dirinya yang begitu pengecut dan kalah dengan tekad seorang anak yang begitu pemberani.


Salah satu laki-laki dewasa menghampiri anak itu "Maafkan aku nak, aku merasa malu pada mu yang begitu pemberani. aku akan ikut dengan mu melawan mereka." ucap laki-laki itu sambil mengusap kepala anak itu.


Orang-orang mulai berdiri dan mengatakan akan berjuang dengan anak itu, mereka segera melakukan persiapan dengan membuat senjata dari bambu dan anak panah yang di buat sendiri.


Persiapan telah selesai, mereka yang masih bisa bergerak dan mempunyai tenaga ikut berjuang sedangkan yang kondisinya lemah tatap berada di hutan.


Kebanyakan wanita dan anak anak yang memiliki kondisi parah dan seorang wanita muda di suruh menjaga anak anak .


"Nak, kamu sangat kuat, karena anak-anak seusia mu sedang sakit dan kelaparan jadi mereka tidak bisa ikut berjuang." ucap Tetua yang berjalan di samping anak itu.

__ADS_1


"Aku harus kuat untuk melindungi ibu dan adik ku yang tengah sakit." jawab anak itu.


"Begitu." ucap Tetua.


Anak itu gugup dan takut. ia tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bisa menang melawan para prajurit yang di lengkapi senjata dan armor besi, sedangkan mereka hanya senjata seadanya saja.


Ketika mereka keluar hutan tepat di hadapan mereka terlihat sebuah pemandangan yang mengerikan. badan yang terpotong-potong dan darah tersebar di mana mana.


Seseorang tidak jauh di depan mereka menoleh ke belakang "Apa ini benar hutan kutukan dan apa kalian dark elf yang tinggal di hutan ini ?." tanya Oliver.


Tubuh mereka gemetar melihat pemandangan aneh itu. sekitar 500 prajurit di bantai habis oleh seorang wanita cantik.


"Anu, apa kakak yang menghabisi mereka?." anak tadi bertanya .


"Iya, aku hanya tidak mau repot dengan mereka jadi ku bunuh saja deh, ah seperti nya kalian akan melawan mereka... maaf ya sudah ku habisi duluan." ucap Oliver.


"Kakak hebat." matanya berbinar kagum pada Oliver.


"Hohoho..... siapa nama mu nak?." tanya Oliver.


"Nama ku Iru dan kakak siapa nama kakak?." tanya balik Iru pada Oliver.


"Oliver." Oliver menjawab dengan singkat.


"Anu, nona terima kasih telah menolong kami." Tetua membungkuk pada oliver di ikuti dengan yang lain.


"Eh, tidak perlu seperti itu dan panggil aku Oliver saja." kata Oliver.


"Ma... mana mungkin kami memanggil dengan sebutan nama saja pada penyelamat kami , apa anda kebetulan lewat kemari?." tanya Tetua pada Oliver.


"Ya, kebetulan sekali tadi mereka merampok barang milik ku jadi aku marah pada mereka." jawab Oliver.


"Begitu rupanya." ujar Tetua.


"Mereka benar benar jahat bahkan sampai merampok wanita juga." Iru kesal.


Suara dari perut Iru terdengar membuat ia malu "Maafkan aku nona itu tadi hanya suara cacing." ucap Iru nampak malu.


"Tidak apa-apa, eh ngomong aku membawa makanan apa kalian mau ?." tanya Oliver.


"Tidak... tidak anda sudah menyelamatkan kami saja kami sudah berterima kasih." jawab Iru.


"Tak perlu sungkan." Oliver mengambil makanan dari inventory dimensi miliknya.


Melihat itu membuat para dark elf terkejut, mereka tidak pernah melihat sihir semacam itu.


Oliver memberikan roti tawar pada Iru dan lainnya, mereka dengan lahap memakan roti itu.


"Kenapa kamu tidak makan nak?." tanya heran Oliver pada Iru yang memandangi roti itu.


"Maaf nona Oliver, roti ini untuk ibu dan adik ku jadi ku simpan saja untuk mereka." ucap Iru.


Oliver yang melihat sikap anak itu membuat nya tersenyum "Apa masih banyak yang belum makan, baiklah tunjukan mereka pada ku roti ini masih banyak kok."


Oliver memaksa para dark elf untuk menunjukan di mana orang-orang yang masih kelaparan. mereka berjalan menuju ke dalam hutan "Baiklah, berjalan dengan baik." ucap Oliver dalam hatinya .


Sekitar 200 dark elf yang ada, kondisi mereka sangat buruk.


Oliver membagikan roti pada mereka. wajah mereka sangat senang memakan roti itu.

__ADS_1


Tetua menghampiri Oliver "Apa nona akan pergi?." tanya Tetua.


"Hmm.. apa aku boleh menginap di sini?." Oliver berbalik tanya.


"Tentu saja nona kan yang menyelamatkan kami." ucap Iru.


Ia bersama dengan adik dan ibu nya yang kondisi nya membaik, walau begitu kondisi mereka belum baik sepenuhnya.


"Baiklah, tunggu sebentar ya aku ingin menghubungi seseorang." ucap Oliver.


Ia membuka papan pesan yang bisa berkomunikasi dengan mengetik.


"Apa saya boleh menggunakan potion yang anda berikan tuan Star?." isi pesan itu.


Jawaban begitu cepat dari Staar "boleh." lalu terdengar kembali suara sebuah pesan dengan segera Oliver menekannya "Semangat." pesan singkat dari Star.


Oliver menghela nafas, ia tersenyum bahagia mengetahui Star sedang mengawasinya.


Hatinya berkata "Tuan menyemangati ku,


tuan juga sedang mengawasi ku jadi aku harus berhati hati dalam mengambil tindakan."


Oliver mengeluarkan potion dan membalurinya ke tubuh ibu Iru. seketika tubuh nya bersih. luka, dan kotoran yang menempel pada tubuhnya menghilang.


Mereka lagi-lagi terkejut dengan Oliver. tetua menghampiri Oliver lalu bertanya "Sebenarnya anda siapa, kenapa mempunyai ramuan aneh itu, kami tidak pernah melihatnya?" tanya Tetua.


Oliver lupa bahwa di dunia ini tidak ada potion "Ini nama nya potion dengan di tuangkan ke luka ringan maupun berat pasti akan sembuh." ujar Oliver.


Pengetahuan asing , kecantikan, dan kekuatan mereka seperti melihat dewi yang turun untuk membantu mereka.


Para dark elf menangis , tetua bicara pada Oliver "Apa anda dewi?."


"bukan aku bukan dewi kok." oliver menjawab dengan cepat.


"Eh." para dark elf kebingungan.


Oliver tersenyum dan tertawa, membuat para dark elf gemetar dengan tawanya saja.


"Maaf, aku hanya tidak tahan saja mungkin dewi yang kalian maksud pasti sedang menonton kalian di atas sana dengan santai, baiklah karena tadi aku mendapatkan pesan untuk mengungkap kan diri ku yang sebenarnya." ujar Oliver.


Oliver berubah ke wujud aslinya, seorang humanoid yang begitu cantik.


"Perkenalkan oliver altair seorang wakil Mentri perlindungan dan keseteraan yang di utus oleh tuan ku." Oliver dengan anggun memperkenalkan dirinya.


Suasana menjadi hening seketika, mereka melongo melihat seorang yang begitu cantik, mungkin ia wanita tercantik menurut mereka.


Tentu itu hanya tanggapan mereka, mereka tidak tau di altair ada begitu banyak wanita cantik.


"Apa kakak malaikat?." tanya Iru terpukau melihat Oliver.


"Salah hei, ah maaf maksud ku bukan aku hanya seorang bawahan seseorang." ucap Oliver dengan tersenyum.


walaupun tersenyum jauh di lubuk hatinya dia terus mengoceh "Ini anak nyebelin ya, tahan tahan Oliver."


Oliver memang mempunyai kecantikan dan keanggunan, tapi sifatnya tidak seperti kecantikannya.


Ia sangat menyebalkan sering mengganggu luis yang tengah bekerja, mengajak bertarung penjaga lantai, menantang high dragon yang tentunya ia sering di bakar berkali kali membuat nya mendapatkan skill "Fire proof."


Sifat manis dan anggun nya hanya kedok saja untuk menutupi dirinya yang bar-bar itu. ia juga tidak mau Star mengetahui kelakuannya itu.

__ADS_1


Tapi, Star sudah tahu dari Orion yang di suruh oleh Star untuk melaporkan tindakan orang orang Altair. Star bahkan sampai menahan tawa atas kelakuan Oliver yang menantang High dragon.


__ADS_2