Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 34 - Pesta minum teh


__ADS_3

"Apa-apaan ini?." Star melongo melihat tumbukan kertas di ruangannya yang begitu banyak.


"Hah.... aku harus seharian bekerja." Star menghela nafas.


Dia duduk dan mulai mengurus pekerjaan itu. Orion dan Kiana juga sibuk mengurus urusan negara dan kerajaan.


"Ah, aku lupa bahwa sekarang pesta minum teh." Star melihat jadwalnya.


Orion memasuki ruangan Star sambil membawa undangan yang begitu banyak.


"Hari ini pesta teh?." tanya Star.


"Betul, hari ini anda bersama kami akan minum teh sedangkan Kiana dan perempuan yang lain juga akan berkumpul." jawab Orion.


Pesta minum teh di tetapkan hanya untuk melepas penat dan lelah dari pekerjaan yang begitu banyak.


Belum lama ini pesta teh di setujui oleh semuanya. dalam pesta ini semua orang di perbolehkan mengeluarkan keluhan dan curhatan mereka.


Hanya sekedar kumpul-kumpul biasa yang membahas di luar topik pekerjaan. mereka boleh berbicara apa pun dan saling menanggapi ucapan itu.


"Minum teh ya." Star terfokus pada undangan yang di buat Orion.


"Apa undangan ini sudah di perbolehkan untuk di sebarkan pada mereka?." tanya Orion.


"Boleh, aku juga harus bersiap dan bilang pada yang lain aku akan ikut kelompok mu."


"Baik tuan. " Orion bergegas keluar ruangan menyebarkan undangan.


Pesta teh di kelompokkan. satu kelompok berisi enam kursi, begitulah peraturan pesta teh ini.


"Topik tentang apa. aku bahkan tidak tau apa yang harus di bicarakan hanya mendengar mereka bercerita saja." Star melanjutkan pekerjaannya.


"Ada apa Orion kenapa wajah mu terlihat senang?." tanya Kiana yang sedang memegang kertas.


"Oh, tidak apa-apa aku hanya akan menyebarkan undangan ini." Orion memberikan kertas undangan.


"Pesta minum teh! aku harus memanfaatkan ini." Kiana tersenyum.


"Tuan Star telah memutuskan untuk ikut ke dalam kelompokku." ucap Orion.


Mata Kiana terbelalak mendengar perkataan itu dengan serentak dia menarik kerah Orion "Apa tidak mungkin, tuan Star telah memilih."

__ADS_1


"Lepaskan, Kiana baju ku bisa robek, kalau kau menggenggamnya begitu kuat." minta Orion.


Wajah Kiana terlihat putus asa. dia langsung pergi dari sana gaya jalannya langsung seperti orang lesu.


Orion menghela nafas panjang melihat tingkah Kiana. Orion langsung pergi dari sana membagikan undangan pada yang lain. .


Persiapan di lakukan semua orang Altair. mereka dengan gembira merapikan kursi dan meja untuk para guardian dan yang di memiliki jabatan.


"Guhahaha pesta teh memang terbaik." ucap Red dengan wajah bahagia.


"Pe.... pesta... teh apa itu menyenangkan?." Sniper terlihat gugup.


"Tentu saja, pesta teh yang di setujui semua orang adalah ide dari tuan kita yang baik hati. dia benar-benar mengerti bawahannya." Red melihat sekeliling.


"Sip, tugas ku semuanya selesai saatnya pergi ke pesta teh." Star bercermin memastikan bajunya telah rapih.


"Mari! tuan semuanya telah menunggu." ucap Gilda.


Mereka berdua telah sampai di depan pintu di mana semua orang telah menunggu untuk berpesta teh.


Star membuka pintu. dirinya sangat terkejut melihat orang-orang sudah datang di sana menyambut Star dengan senyuman yang indah.


Star tersenyum balik melangkah masuk ke ruangan itu. menghampiri mereka dan menyapa.


Semuanya berpesta dan duduk di tempat masing masing. kursi di jajarkan membentuk lingkaran dengan berisikan enam orang di masing-masing kursi itu.


"Geh.... aku ingin duduk dengan tuan." Kiana memandangi Star dengan tatapan sedih.


"Kau pikir, kau saja yang menginginkan itu, tapi setidaknya tuan kita tidak duduk dengan nenek-nenek pemarah seperti mu." ejek Oliver.


"Apa?." Kiana menggenggam garpu dengan kuat.


"Apa kalian ingin ku pukul?." Xavier memandangi mereka dengan wajah seram.


"Aku juga ingin duduk dengan tuan sambil membicarakan tentang pendidikan." Samantha membenarkan kacamatanya yang turun.


"Aku penasaran apa yang sedang di bicarakan mereka dengan tuan Star." Gabriella menyela.


"Aku yakin, lebih baik tuan duduk bersama kita di sini daripada dengan sekumpulan pria yang membosankan itu." Ingrid terlihat kesal.


Sementara itu di meja Star mereka tidak tau bahwa sekelompok pria membosankan itu sedang berdiskusi tentang pekerjaan walaupun dalam pesta.

__ADS_1


"Jadi seperti itu tuan." ucap Orion.


"Menurut ku Fi harus lebih berusaha mencari lebih detail tentang daerah yang sedang kau selidiki." Sela Grace.


"Baiklah." jawab Fi.


"Pembangunan jalur sedikit berantakan." keluh Hector.


"Itu sebabnya pengiriman barang agak terhambat." lanjut Guel.


"Barang jadi menumpuk di gudang." Buko mengambil kain di dekatnya.


"Belum lagi banyak orang sampah yang hanya bisa mencuri bawaan kita." Luis berbicara dengan santai.


"Mereka sangat mudah di kalahkan seperti semut akan, tetapi semut bisa saja merepotkan." Heater memperbaiki rambutnya.


"Jalur akan di tentukan dari rute yang terdekat saja dan untuk pembangunan jangan di lakukan dulu, karena kita harus memutuskan rute teraman untuk mereka melintas nanti." ujar Star.


"Sepertinya itu yang terbaik tuan." Orion membalas.


mereka di sana hanya sibuk berdiskusi tentang jalur yang aman.


Teh di sajikan di masing-masing meja. mereka saling berbincang satu sama lain. Star yang melihat suasana ini tersenyum kecil.


Star tidak pernah membayangkan suasana seperti ini bisa dia rasakan. suasana yang begitu ramai dan damai begitu terasa sangat nyaman bagi Star.


Star meminum tehnya. aroma teh begitu harum tercium oleh hidungnya.wangi teh membuat pikirannya rileks dan tenang di tambah suasana kebersamaan ini.


Saat sesi minum teh selesai mereka akan langsung bubar, tetapi tidak meninggal ruangan ini. mereka akan bersapa dan berbincang dengan yang lainnya.


Star di datangi banyak orang. mereka mengerumuni Star dan menyapa Star dengan semangatnya.


Membuat Star sedikit sulit bergerak. Orion yang peka terhadap situasi menyuruh yang lainnya agak sedikit menjauh.


Kiana juga menatap mereka dengan dingin dan seram. seolah berkata jangan dekati Star dan membuat dia kerepotan.


"Tidak apa-apa jika kalian ingin berbicara atau menyapa ku, tapi tolong satu persatu ya." Star tersenyum sedikit sesak karena mereka.


Melihat itu membuat mereka mundur dan menyapa Star satu persatu, hingga Star terlihat lelah karena begitu banyak orang yang ingin menyapanya.


Tangan Star semakin kaku bersalaman dengan mereka. dirinya hanya mengeluarkan suara denyitan kecil dari mulutnya.

__ADS_1


Aku ingin segera pergi. ini melelahkan tangan ku pegal bersalaman terus. aku ingin minum teh yang harum itu. aku tidak bisa lari dari situasi ini, mungkin ini kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan ku. Star terlihat lelah sampai sapaan terakhir dia terlelap tidur.


Gilda membawa Star ke kamarnya. walau Kiana sempat berteriak biar dia yang membawa Star, tapi itu di tolak oleh yang lain.


__ADS_2