Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 02 - Penyusup


__ADS_3

Ruangan menjadi hening, tanpa ada suara sedikit pun, Star menyuruh penjaga lantai berbicara apakah ada sesuatu yang aneh di area mereka.


Satu persatu mereka menjelaskan bahwa tidak ada yang aneh dan area mereka baik-baik saja.


"Hmmm..... syukurlah kalau begitu." Star sedikit lega.


Star melirik ke arah wanita yang berpakaian seperti orang kantor itu.


"Siapa ya ..... oh Silvia kan."


"Ya..... tuan saya Silvia." jawab perempuan itu dengan membungkuk sedikit.


"Silvia penanggung jawab memeriksa setiap area?." Star bertanya dengan nada halus.


"Benar tuan." jawabnya tanpa menatap ke Star.


"Kalau begitu berikan laporanmu!, bagaimana dan apa saja hal yang telah terjadi ?." Star menyuruh Silvia memberikan laporan tentang apa yang terjadi selama dia tidak ada.


Silvia menjelaskan kejadian itu dengan tenang "Setelah tuan di segel dengan segel keabadian, para penghuni artair marah dan mereka menghancurkan dunia bawah dan dunia menengah hingga penghuni dua dunia ini banyak yang terbunuh bukan hanya itu mereka juga membuat kacau di dunia atas, karena kejadian itu para penghuni dunia atas turun tangan dan terjadinya bentrok yang begitu hebat."


Di dalam game 'Worldverse' ada yang namanya dunia bawah, dunia menengah dan dunia atas. dunia bawah tempat para pemain dengan ras demon berada, dunia menengah tempat para pemain ras human dan campuran seperti elf, Goblin, dan lainnya berada, dan dunia atas tempat para pemain dengan ras manusia setengah dewasa atau di sebut Demigod, tapi pemain juga bisa mengunjungi ketiga dunia itu jika mereka mau termasuk Star yang selalu berpindah-pindah untuk mencari item.


Mendengar penjelasan Silvia, dia terkejut hanya saja menahan ekspresinya dan tetap tenang.


"Hoh.......apa penjaga lantai juga ikut dalam peristiwa itu." Star bertanya kembali pada Silvia.


Penjaga lantai terkejut dengan pertanyaan Star.


"Yang membuat keributan hanya penduduk altair saja." Silvia menjelaskan itu pada Star.


"Apa yang terjadi setelah itu?." Star bertanya lagi pada Silvia.


Silvia berbicara dan menjelaskan "Salah satu dari 4 high Dragon turun tangan menghentikan mereka dengan menteleportasikan seluruh penduduk yang menyerang kembali pulang ke altair."


"Jika high Dragon sampai turun tangan berarti mereka memang bersungguh-sungguh." Star bergumam dengan nada suara pelan yang mana hanya dia saja yang mendengarnya kemudian dia tertawa, karena ruangan hening membuat suara tawanya bergema.


"Fufufuhuahahahahaa.............. aku berterima kasih padamu telah memberikan informasinya" Star berdiri dan melangkah dua kali "karena tidak ada lagi yang perlu ku tanyakan padamu wahai penyusup." tangan Star menunjuk pada Silvia.


Tatapan semua orang yang berada di situ mengarah pada Silvia. Silvia membuat ekspresi polos "Apa yang anda katakan tuan? bagaimana anda bilang saya penyusup. saya bukan penyusup tuanku." Silvia berusaha membela diri.


Star menatap dingin silvia "Bukankah sudah jelas bahwa kau penyusup, dari awal energi mu itu aneh. energi mu seperti miliki dari 4 Great goddess, tapi lebih samar-samar."


"Dari mana anda tahu 4 Great goddess, maksud saya mungkin saja saya punya energi yang sama dengan mereka tuan." Silvia hampir saja keceplosan.


Silvia tidak tau bahwa Star dapat melihat status nama orang lain dari skill analisis nama. skill yang di dapat ketika mengalahkan monster santai yang kerjanya cuman tidur.


Kemudian Star menatap tajam pada Silvia "Mungkin saja, kita kesampingkan tentang itu, tapi yang jelas dari mana kau tau bahwa aku di segel oleh segel keabadian ?."

__ADS_1


"Aaa..... aku.... anu... aaku.." Silvia terlihat bingung menjawab pertanyaan Star.


Lalu salah satu penjaga lantai yaitu Alleen berbicara "Benar juga kami bahkan tidak tau segel apa yang di gunakan."


Para penjaga menatap satu sama lain mereka terlihat bertanya-tanya.


Silvia mulai panik, penyamarannya mungkin akan terbongkar.


"Kalau kau sudah tau segel itu adalah segel keabadian kenapa tidak memberitahu ke yang lain?." Star.


"Saya lup...." belum menyelesaikan ucapan Silvia langsung di sela Star.


"Lupa?.... baiklah jika kau lupa tidak apa-apa wahai avatar nya Great goddess." Star mulai kesal.


Star mengetahui bahwa Silvia avatar Great goddess, karena dia dapat melihat stats Silvia. wajah para penjaga dan kepala pelayan, yaitu Gilda mulai terkejut. para penjaga refleks maju ke depan Silvia untuk menghalangi Silvia yang mungkin akan menyerang Star.


Silvia menundukkan kepalanya dan mengangkat kembali dengan senyuman yang mengejek "Bagaimana anda tau saya avatar Great goddess, itu tidak penting sekarang, saya harus melapor pada mereka bahwa eksistensi abnormal telah bebas, tapi bagaimana anda bisa bebas?."


"Aku akui mereka hebat, bisa mengirim penyusup ke artair, tapi mereka lengah dan lupa kalau altair bukan tempat sembarangan." Star menatap tajam bagaikan elang.


Para penjaga lantai mengepung Silvia, Silvia segera mengucapkan mantra dari mulutnya tapi, tidak ada apapun yang terjadi "A.. apa, apa yang terjadi?, kenapa aku tidak bisa berteleport ?." mata Silvia melebar panik dan menatap Star.


Star tersenyum polos "Sepertinya kau menganggap remeh tempat ini, kau lupa bahwa tempat ini neraka bagi penyusup."


Altair bukan terletak di dunia bawah, dunia menengah ataupun dunia atas, tapi Altair punya tempat sendiri. terletak di dimensi berbeda altair hanya bisa di temukan oleh mereka yang berada di dunia atas saja meski perlu kerja keras untuk menemukannya.


Skill dimensional gate yang di dapat Star setelah mengalahkan seorang penyihir undead yang memiliki dendam dengan skill berlevel 300 inilah yang di pakainya untuk membuat dimensi agar Altair tidak dapat di temukan.


"Ckck..... mau bagaimana lagi penyamaranku sudah terbongkar jadi mau tidak mau harus melawanmu." Silvia bersiaga.


Star melirik kepada para penjaga dan melambaikan tangan sebagai tanda jangan ikut campur.


Salah satu penjaga akan berbicara, tapi satu yang lain memegang pundaknya dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi itu berbahaya." Arliel penjaga yang tadi akan berbicara itu.


Penjaga yang memegang pundak Arliel adalah Crystal "Jangan khawatir tuan kita pasti punya maksud lain."


Arliel kemudian diam dan percaya yang di ucapkan Crystal.para penjaga kembali ke tempat mereka seperti tadi.


"Hmmm... untuk seorang anak kecil sepertinya kau pemberani, bukannya menyuruh mereka menangkapku, kau malah menyuruh mereka mundur." Silvia.


"Tentu saja aku bukan seorang pengecut yang main keroyok saja. bukan seperti mereka yang menyerang beramai ramai." Star.


"Apa kau menyinggung masterku." Silvia langsung berlari cepat ke depan Star.


Silvia menarik pedang yang muncul secara tiba-tiba di tangannya. menusukkan pedang itu ke Star tepat di mana jantung Star berada.

__ADS_1


Silvia terkejut, dia menusukan langsung pedang ke jantung, tapi bukannya tertusuk malahan pedang itu yang terbelah dua.


"Tidak mungkin pedang level 100 tidak bisa menembus kulitnya, tidak bukan hanya kulit bahkan baju saja tidak tergores sedikitpun padahal bukan armor kan!." Silvia terkejut dan segera mundur dari Star.


"Hanya pedang tumpul ternyata." Star membersihkan baju yang terkena pedang itu bagaikan membersihkan debu yang menempel.


"Hanya pedang tumpul? pedang ini bahkan bisa membunuh naga kuno." Silvia berteriak ke Star.


"Apa kau menyamaiku dengan mahluk lemah." Star membalas kembali omongan Silvia. walau tidak terlihat marah sebenarnya jauh di lubuk hatinya di sangat marah.


Akibat kemarahannya membuat di mengeluarkan aura intimidasi yang begitu mengerikan tekanan auranya begitu besar di ruangan itu. para penjaga dan butler Gilda seketika berlutut karena aura intimidasi yang begitu kuat, bahkan Silvia pun hampir berlutut jika saja dia tidak menahannya dengan seluruh kekuatannya .


Silvia sadar yang ada di depannya merupakan sosok monster, kekuatan yang tidak masuk akal ini benar-benar di luar perkiraannya.


Silvia menggigit bibirnya dan mengkerutkan wajahnya "Siapa kau sebenarnya?."


Star sedikit kaget dengan pertanyaan Silvia dengan berusaha tenang Star menjawab "Aku hanyalah pemain yang sering menghabiskan waktuku di dalam game ini."


"Game? apa maksudmu?." Silvia bingung dengan jawaban Star.


"Itu tidak penting .... apa cuman segitu saja kekuatanmu? kalau begitu tunjukkan kekuatanmu yang lain." Star melebarkan kedua tangan seperti sayap.


"Jangan meremehkanku." Silvia menyerang Star menggunakan pedang yang muncul kembali di tangannya.


Serangan itu begitu cepat "Srat, tsing, fats." suara pedang beradu dengan tubuh Star. tubuh Star tidak sedikitpun goyah bahkan luka pun tidak ada, tubuhnya tidak bisa di lukai benar-benar keras bagaikan memakai armor.


"Huh .... huh ... ha ...." suara Silvia yang kelelahan.


"Baiklah cukup main-mainnya masih banyak yang harusku lakukan." Star melangkah mendekati Silvia.


Silvia mundur dengan Star yang maju semakin dekat, bibir Star bergerak seperti mengucapkan sesuatu "dimensional prison."


Asap hitam tiba-tiba muncul di bawah kaki silvia. dengan cepat asap itu menyelimutinya hingga Silvia hilang tertelan asap.


( Skill dimensional prison level 100 telah di pakai ).


Skill yang memenjarakan musuh di dimensi hampa dan gelap.


Para penjaga lantai yang melihat merasa kagum dengan kekuatan tuan mereka.


Star memerintahkan para penjaga lantai untuk memperketat penjagaan mereka "perketat penjaga jika ada penyusup tangkap mereka tapi jika kalian ingin memukul mereka lebih dulu itu tidak apa-apa asalkan jangan sampai mati siapa tau mereka mempunyai informasi yang penting."


Para penjaga secara bersamaan menjawab "Baik tuan."


Mereka pergi dari ruangan itu dan menyisakan gilda yang menunggu di situ.


Star menyuruh Gilda kembali "Gilda, panggil para Informan, Kartografi, Apoteker, dan Mentri infrastruktur."

__ADS_1


"Baik tuan." Gilda menundukan kepalanya dan segera pergi.


"Akhirnya ada waktu untuk istirahat sedikit." Star duduk kembali di kursinya.


__ADS_2