
Para dark elf kembali ke desa setelah berhasil melawan para monster yang menyerang.
Red mengumpulkan mayat monster dan membakarnya.
Sniper juga membantu Red mengumpulkan mayatnya, mayat monster seharusnya berharga. tapi semua nya cacat akibat goresan yang begitu besar dan berantakan.
"Sudah selesai mari kita kembali ke desa." Red mengajak Sniper kembali ke desa untuk melaporkan hasilnya pada Oliver.
Tak lupa juga iya akan memberikan kalung aneh dari monster ke Oliver untuk di teliti kalung apa itu.
Red dengan Sniper sampai di ruangan oliver. terlihat oliver yang sedang mengoceh tidak jelas membuat mereka berdua bingung dan menatap satu sama lain.
"Kenapa dia?." tanya Red yang menatap Sniper.
Sniper menggelengkan kepalanya tentu saja ia juga tidak tau apa yang sedang di lakukan Oliver yang terlihat aneh itu.
Red mencoba bicara pada Oliver "Yo, Oliver ada hal yang ingin ku sampaikan." Red berkata jelas.
Oliver terus mengoceh hingga ia tidak mendengar perkataan Red yang ingin menyampaikan sesuatu padanya.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk pada Oliver "Aku sangat senang Oliver telah menyelesaikan tugas dengan benar jadi aku memberikan kalung sudden teleport." Oliver langsung menekan layar di depannya dan sebuah kalung indah melambangkan bintang cerah muncul di tangan Oliver.
Ekspresi Oliver langsung senang mendapatkan hadiah dari tuannya. ia sempat berpikir dirinya itu tidak becus menjalankan perintah tuannya.
Dari pesan itu Oliver tau tuan nya tidak marah padanya, moodnya langsung berubah baik lalu memeluk erat kalung itu.
Ia tidak tau tingkahnya itu di lihat Red dan Sniper dari tadi. Oliver yang baru sadar ada mereka di sana menjadi malu.
"Oh, wow kenapa lagi dia?." Red bingung kembali dengan ekspresi datar.
Star menghadiahinya karena khawatir dengan Oliver yang tidak merespon panggilannya dari tadi jadi dia memberikan hadiah agar Oliver senang "Semoga saja dia senang." gumamnya.
Oliver langsung mengambil sikap wibawanya kembali seakan kejadian yang tadi tidak pernah ada membuat Red kagum dengan itu.
"Cepat sekali berubah sikapnya." ujar Red.
"Apa kau ke sini hanya untuk mengucapkan itu?." tanya Oliver.
"Tentu saja tidak, aku ke sini untuk memberikan laporan mengenai penyerangan dan ini kalung apa itu aku juga tidak tau." Red menaruhnya di meja Oliver.
"Kalung?." Oliver memegang kalung itu.
Oliver melihat sebuah nama kecil di ukiran kalung itu.
Oliver meletakannya kembali ke mejanya "baiklah, kalian boleh pergi biar aku yang melapor kan pada tuan." ucap Oliver yang mengambil secarik kertas.
"Oke, Olive kalung di leher mu sangat indah." Red memuji kalung Oliver.
Oliver tersipu malu "Tentu, ini pemberian dari tuan." Oliver mengatakan dengan nada bangga.
"Aku jadi iri." ucap Sniper yang berada di belakang Red.
"Tentang saja suatu saat kau pasti di beri hadiah oleh tuan." ucap Red yang menyemangati Sniper.
Mereka berdua keluar untuk melaksanakan tugas nya, hanya ada Oliver saja seorang di sana. Oliver terus memandangi kalung itu dan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Star memegang kertas di tangan dan membaca laporan-laporan altair dan laporan mengenai kemajuan Negara Actassi yang berada di bawah laut.
Nicles sampat berkeliling Altair dan berkenalan dengan penduduk altair, ia terkejut penduduk di Altair sangat ramah dan baik dalam menyambutnya.
Setelah itu Star meminta ia menemaninya untuk pergi ke dunia tengah, Star harus turun langsung agar tau kerajaan seperti apa itu.
Kerajaan 7 Pahlawan Emprey inilah yang akan jadi tujuan Star ke sana. karena baru-baru ini Fi memberi kabar pada Star bahwa kerajaan itu telah berganti kepimpinannya.
Raja kerajaan itu sekarang telah di gantikan oleh seorang Ratu.
Aneh nya lagi Nicles mengatakan bahwa Raja yang dulu masih muda dan belum bisa di gantikan dulu itulah aturan kerajaannya.
raja yang dulu juga tidak pernah mengambil tindakan seakan para pahlawan yang mengendalikan sistem pemerintahannya.
Ini menjadi semakin aneh Star mulai berteori kalau raja itu sebenarnya di kendalikan oleh mereka.
Akhirnya setelah pertimbangan. ia memutuskan untuk ke sana memeriksanya langsung.
Jadi ia menggunakan skill double consciousness yang membuatnya membagi kesadaran ke dalam dirinya yang lain.
Star membuat dirinya yang lain atau biasa di sebut menggandakan dirinya dengan skill yang sama pada saat ia membuat tubuh nicles dengan menggabungkan double consciousness ke dalam tubuh buatannya.
Jadi apa yang di lakukan tubuh buatannya kesadaran itu akan terkoneksi secara langsung pada Star.
Kejadian yang di alami tubuh buatannya akan langsung Star ketahui, tentu tubuh buatannya itu akan mempunyai sikap yang sama dengan Star.
Karena ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawab pekerjaannya begitu saja maka dirinya yang lainlah yang akan menggantikan ia ke kerajaan itu untuk menyelidikinya dengan Nicles.
Dengan teleportasi mereka berdua sampai di dekat sebuah pohon yang tidak jauh dari gerbang masuk kerajaan 7 Pahlawan Emprey.
"Jadi bagaimana kita masuk?." tanya Star yang di buat untuk menyelidiki kerajaan itu oleh Star asli yang sedang berada di Altair.
Di kerajaan itu menggunakan mata uang koin perak dan emas. koin emas lebih mahal lagi satu koin emas sama dengan 50 koin perak.
Mereka berdua berbaris di belakang orang yang akan masuk ke dalam kerajaan itu. banyak sekali orang di sana dan yang tidak bisa bayar akan di seret karena tidak boleh masuk ke dalam.
Sistem seperti itulah yang di tetap kan di kerajaan ini bahwa semua harus di bayar maka dari itu uang sangatlah penting untung saja Star memiliki banyak uang altair jadi ia melebur ulang uang itu dengan skill api miliknya dan mencetak kembali koin seperti orang-orang di sana punya.
Karena koin Nicleslah Star tau pola koin itu, koin dengan pola dua pedang yang bersilang itu cukup mudah untuk di tiru.
Star ikut berbaris dengan Nicles di belakang nya, satu persatu orang-orang maju membayar dan masuk ke dalam kerajaan.
Tiba-tiba saja terdengar keributan dari depan terlihat orang yang di seret tidak boleh masuk ke dalam. seorang kakek tua di seret keluar dan tidak di perbolehkan masuk, terlihat juga seorang laki-laki remaja yang memohon masuk dan gadis yang memegang pundak kakek tua yang terjatuh ke tanah.
"Saya mohon hanya segini yang bisa saya bayar." Remaja itu memaksa prajurit menerima koin nya.
"Sudah ku bilang berapa kali kalau koin mu tidak cukup" Prajurit itu mendorong Remaja itu hingga terjatuh.
"Kak, sudahlah." Gadis muda itu nampak ketakutan.
"Pergi kalian dasar gelandangan jangan kembali kalau kalian belum bisa membayar uang masuk." Prajurit itu menatap sinis mereka.
Star berkomunikasi dengan Nicles dengan skill telepati nya "Nicles apa kau lihat?" tanyanya.
Nicles yang tau itu suara Star langsung menjawab " iya tuan, sepertinya koin mereka kurang dan saya mendengar dari orang-orang belakang saya bahwa mereka ke sini untuk berlindung dari serangan monster jadi kemungkinan mereka juga sama." Nicles berusaha tenang.
__ADS_1
Suara mereka berdua tidak akan bisa terdengar oleh orang-orang karena mereka berkomunikasi melalui pikiran ke pikiran.
"Apa kau merasa kasihan?." tanya Star.
"Tidak tuan." jawab Nicles walaupun dia bilang begitu Star tetap tau dari nada bicaranya kalau Nicles merasa kasihan pada mereka.
" Kau ini aneh Nicles" ujar Star.
Nicles tersentak dengan ucapan Star namun ia tetap mempertahan kan ekspresi tenang nya
Star keluar dari barisan berjalan menuju tiga orang yang di seret tadi yang sekarang duduk tidak jauh dari situ.
Terlihat remaja itu sangat marah "Apa yang harus kita lakukan harapan kita satu-satunya adalah dengan masuk ke dalam kerajaan agar tidak di serang monster saat malam dan kakek juga harus segera di obati kalau tidak penyakitnya akan tambah parah." Remaja itu menundukkan kepala ia terus bergumam tidak jelas.
Star menghampiri mereka , remaja itu mengangkat kepalanya melihat Star yang berdiri di depannya.
"Apa kalian kekurangan koin?." tanya Star.
Gadis dan kakek tua itu melihat Star dengan tatapan bingung.
"Apa kau mengasihani kami ? apa kau menganggap kami sebagai pengemis ?." nada Remaja itu terdengar marah.
"Hmmm." Star tidak menjawabnya.
"Kami ini bukan pengemis kami tidak akan menerima koin pemberian muuu?." teriak Remaja itu pada Star.
Star Berpikir untung saja ia tidak membawa Kiana atau orang dari Altair kalau tidak mereka pasti ingin membunuh remaja ini .
"Tidak." Star menggelengkan kepalanya ia lalu melanjutkan bicaranya "Siapa bilang aku akan memberikan koin, aku akan meminjamnya pada kalian dan kalian bisa membayarnya jika sudah punya koin." ucap Star yang terlihat tenang walau sudah di teriaki oleh remaja itu.
Mereka terkejut melihat Star yang berekspresi tenang, dan tidak marah sedikit pun karena biasanya orang-orang akan balik marah dan memukul.
"Bagaimana? aku sedang terburu buru." Star menawarkan apa mereka mau atau tidak.
Remaja itu berpikir akan lebih baik jika ia meminjam, karena kakeknya sedang sakit dan monster sering sekali menyerang saat malam.
"Aku minta maaf atas sikap ku yang tadi, nama ku Lean salam kenal aku pasti akan mengembalikan utang ku sekali lagi aku sangat berterima kasih atas kebaikan mu." Lean bangun menundukkan kepalanya berterima kasih pada Star.
"Anu dek nama ku hyeon salam kenal dan ini kakek ku." ucap gadis itu.
"Panggil saja kakek Lin." ucap kakek itu dengan nada serak.
Star sempat kaget ia di panggil dek oleh seorang gadis yang lebih muda darinya karena tubuhnya yang seperti anak kecil.
Star memberikan kantong dengan berisi koin di dalamnya setelah itu ia langsung pergi.
"Nama anda siapa?." tanya Lean.
Star menoleh ke arah mereka dan menyebutkan nama nya " Star." selepas itu Star langsung pergi masuk ke gerbang kerajaan bersama Nicles yang menunggu di sana.
"Nama yang singkat ya." ucap Lean.
"Nama kakak juga singkat kok." ucap hyeon tersenyum bahagia pada Lean.
Mereka bertiga sangat lega setidak nya malam ini mereka terhindar dari bahaya.
__ADS_1
Lean merasa lega bisa masuk ke kerajaan itu dan mereka tinggal mencari uang untuk menginap di penginapan dan makan.
Mereka bertiga tidak tau uang yang di berikan Star lebih dari cukup. bukan hanya bisa membayar biaya masuk ke kerajaan itu mereka bertiga juga bahkan bisa membeli penginapan kecil di sana.