
Oliver memberi tawaran pada dark elf " tepat di sini, aku di perintahkan oleh tuan ku untuk membuat tawaran pada kalian " ucapnya
Para dark elf memandangi Oliver, wajah mereka nampak heran.
Iru bertanya pada Oliver "Eh, ku pikir anda itu Dewi atau putri dari kerajaan lain."
Oliver tertawa dengan pernyataan polos Iru" Hahahaha...... aku ini hanya bawahan yang di ciptakan oleh tuan ku Star."
" Di ciptakan? apa ia Dewi atau Dewa? Iru bertanya sekali lagi.
"Tuan ku bukan dewa atau dewi. ia pemimpin kami pemimpin dari Kota Altair." ucap Kiana yang dengan nada bangga mengucapkan itu.
"Altair?." Iru kebingungan dengan nama itu.
Tetua gemetar, ia tersungkur ke tanah "Al.. Altair kota yang menghancurkan sebagian dunia ini."
Suasana menjadi tegang, mereka memandangi satu sama lain, ekspresi terkejut, bingung, dan takut terpampang di wajah mereka.
"Apa yang beliau inginkan?." tanya seorang pemuda yang tadi mengusap kepala Iru.
"Jadilah rakyatnya, berikan kesetiaan kalian untuknya." mengucapkan dengan riang Oliver.
"Apa yang akan kami dapat darinya?." tanya pemuda itu.
"Kesenangan, kebahagian, kebebasan, makanan, perlindungan, kehidupan yang layak bukankah kalian menginginkan itu ?." tanya Oliver.
Iru yang mendengar ucap itu membuatnya membayangkan bagaimana kehidupan normal itu. mereka pun berpikir sama dengan Iru bahwa mereka lelah hidup seperti ini terombang-ambing bersembunyi ke sana kemari dari kejaran para pahlawan.
Tidak ada yang mau membantu mereka, jarak kerajaan lain terlalu jauh, meski pun mereka pergi pasti akan tertangkap oleh prajurit yang mengejar mereka.
"Mohon maaf nona kami harus bertemu dengan tuan anda, untuk memastikan." ucap Tetua.
"Apa? bera..." ucapan Oliver terhenti saat ia melihat pesan dari Star.
isi pesannya "Aku akan ke sana."
Oliver mendehem melanjutkan ucapannya "Baik, tunggulah sebentar."
__ADS_1
Star tersenyum kecil melihat Oliver dan dark elf di layarnya "Apa mereka akan menerima tawaran nya ?." tanya Star.
"Tentu tuan." Orion dengan percaya dirinya mengucapkan itu.
"Yosh, mari kita berkunjung ke rumah mereka, tentunya kalian punya item penangkal kutukan?." tanya Star.
"Tentu, kami sudah memakai. tuan Star ." jawab Kiana.
Dark elf sangat berbeda dengan elf lain nya leluhur mereka melakukan dosa besar hingga dikutuk, kutukan itu pun turun temurun ke keturunan mereka.
Dengan kulit gelap, dan tidak bisa berinteraksi dengan alam, mereka juga tidak menyayangi dan membenci alam.
Tidak seperti elf lain yang menangis melihat daun jatuh atau tumbuhan mati, dark elf justru akan lebih memilih menebang pohon untuk membuat rumah dari pada tidur di alam terbuka. mereka juga memakan daging dan tumbuhan dan tidak seperti elf lain yang hanya memakan daging saja.
Tentu saja jenis elf beragam seperti elf tumbuhan, elf cahaya, elf bulan, elf salju, elf matahari, dan masih banyak lagi.
Elf cahaya, elf salju, merupakan elf langka mereka jarang terlihat .
Saat ini para dark elf mempersiapkan diri
rasa gugup dan takut menyelimuti mereka.
Oliver berlutut mengetahui star sudah akan datang. ia menundukkan kepalanya ke bawah membuat dark elf kebingungan.
Tetua dark elf menyuruh mereka mengikuti Oliver. suasana hening hanya ada suara angin sepoi sepoi, dan dedaunan yang tertiup. kemudian tepat di hadapan mereka muncul sesuatu seperti cahaya yang mengambang di udara tipis.
Sesuatu muncul setelah cahaya itu menghilang, dark elf mengangkat kepala mereka melihat tiga orang yang berada di depan mereka.
Oliver tanpa mengangkat kepalanya menyambut Star "Selamat datang tuan."
"Oh, apa ini hutan kutukan terasa langsung hawa yang begitu kuat." ucap Star.
Mata Iru melebar, pupil matanya gemetar melihat seorang anak yang lebih kecil darinya.
Tapi ia merasakan aura agung dari anak itu, begitu berwibawa layaknya seorang raja. postur tubuh yang kokoh mata yang begitu cerah ia tidak melihat keseraman apa pun dari anak itu.
Di matanya ia seperti melihat malaikat yang begitu polos ia seperti melihat mahluk lain yang begitu berbeda.
__ADS_1
Pakaian yang di kenakan Star juga sangat berbeda, ia mengenakan switer polos dan celana pendek, dengan sepatu.
"Oh, hai salam kenal semua nya, perkenalkan nama ku Star" Star tersenyum pada mereka.
Iru membalas "Salam kenal, nama ku Iru, apa anda adiknya nona Oliver?." tanya Iru.
Oliver kaget dengan perkataan Iru, saat ia akan berbicara Star mendahului "bukan kok."
"Biar ku perkenalkan, beliau adalah tuan kami, pemimpin kota agung Altair yang ingin kalian temui." Kiana dengan wajah dingin.
"Tuan Star, kami sangat berterima kasih pada anda yang sudah mau menolong kami, tapi apa gunanya kami bagi anda kami? kami tidak bisa memberikan apa pun pada anda." ujar Tetua.
"Cukup berikan kesetiaan dan hidup dengan norma, itu sudah cukup untuk ku." ungkap Star.
"Begitu mulia anda ini, kami sangat berterima kasih pada anda kami akan berikan kesetiaan dan hidup dengan bahagia." lanjut Tetua .
"Aku sangat berterima kasih pada anda tuan star." ucap Iru dengan semangat nya.
Star tersenyum "Tentu, mohon bantuannya Iru."
Para dark elf mengucap kan janji setia nya pada star.tetua menanyakan sesuatu pada Star "Mohon maaf jika saya lancang menanyakan ini, saya ingin tau kenapa Altair menghancurkan dunia ini?." tanya Tetua.
Star menjawab pertanyaan Tetua dengan tenang "Ketika aku berkeliling dunia ini, tiba-tiba saja ada yang menyegel ku mengetahui itu membuat mereka marah, maaf ya seperti nya mereka terlalu berlebihan."
"Tidak, tidak memang wajar jika mereka marah." ucap tetua terkejut mendengar kata maaf dari Star.
Star mengucap kan sesuatu "clean."
( Skill clean telah aktif level 80 ).
Sebuah skill yang membersihkan kutukan itu. tumbuhan yang beracun, air dan segalanya telah di bersihkan.
Tentunya ia juga memasang ilusi di luar hutan untuk menipu orang yang melihat hutan itu.
Perasaan dark elf kini telah tenang, hati mereka menjerit bahagia melihat hutan yang begitu menyeramkan berubah menjadi indah. Kupu-kupu dan serangga yang berterbangan, kicauan burung terasa sangat menyentuh dan hangat di telinga mereka.
Sekali lagi mereka menangis bahagia, entah sudah berapa lama mereka merasakan suasana yang mereka lihat itu.Para dark elf berlutut di hadapan Star, mereka berulang kali mengucapkan kata terima kasih.
__ADS_1
"Eh....jangan berlutut seperti itu, aku merasa tidak nyaman." Star menyuruh mereka bangun.
karena Star juga membantu mereka dengan maksud lain. ia jadi merasa ragu untuk memanfaatkan kebaikan yang begitu murni dari dark elf.