
Tanpa di sadari oleh para Naga bahwa Fi sedang mengawasi mereka di kejauhan. mata Fi terfokus pada para Naga yang jumlahnya 300 itu.
Dari sekian banyak nya Naga bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari hawa keberadaan Fi.
Fi memang di rancang khusus untuk mengumpul kan informasi oleh karena itu seorang pengintai harus pintar bersembunyi seakan mereka tidak pernah ada.
Fi di buat hanya sekedar untuk hiasan di altair agar terlihat keren dan sempurna. bukan kah akan kurang jika tidak memiliki seorang ahli pengintai? jadi, Star berusaha mengumpulkan equipment dan supplies ( peralatan dan persediaan) untuk membentuk Keahlian Fi.
Jika dia tidak melakukan itu pasti Fi saat ini hanya orang biasa tanpa kemampuan apa pun. begitu pula orang - orang yang berada di altair kecuali 4 high Dragon dan satu orang yang berada di salah satu area yang kini sudah di buat mansion.
Dalam tugas ini Fi sangat berhati hati sebab bisa saja dia lengah dan di serang oleh para Naga itu.
"Jadi yang merah ketuanya !."
Fi bahkan berusaha mungkin untuk menahan suara nafas nya karena telinga Naga sangat sensitif dengan suara bahkan suara detak jantung mu bisa mereka dengar.
Itu sebab nya Fi harus percaya diri dan tidak gugup agar jantung nya bisa di kontrol dengan baik supaya tidak berdetak kencang.
Para Naga telah usai beristirahat. mereka mengibaskan sayap bersiap terbang ke langit. pertama yang terbang adalah Ketua mereka lalu di ikuti Naga lain yang satu persatu terbang.
"Mereka akan pergi, sebaik nya aku memberitahu pada tuan Star." Fi menekan layar dengan tangan nya yang mengetik pesan.
( 1 pesan telah masuk apa anda ingin membuka nya ? )
"Eh, pesan apa ?." Star yang berada di ruangan kerjanya secara spontan menekan tombol lihat pesan.
[ Tuan, para Naga sekarang melanjutkan perjalanan mereka haruskah saya ikuti terus? ]
"Ini pesan dari Fi ternyata, karena terlalu khawatir aku sampai lupa." Star mengetik dan mengirim balasan pesan dari Fi.
'Kring.'
__ADS_1
Suara terdengar Fi bahwa pesan nya telah di balas [ Iya, tolong ikuti mereka sampai tiba sebelum di wilayah kerajaan atau tepat nya di hutan! ]
Fi membaca dengan cepat pesan itu dan segera terbang mengejar mereka dengan skill terbang nya.
"Haruskah aku ikut bertarung melawan para Naga itu? tidak jika itu di lakukan malahan penghuni dunia atas akan mengetahui keberadaan ku yah, meskipun mungkin ada juga yang sudah mengetahuinya."
"Ah, ini benar-benar merepotkan andai saja Lean tidak membuat janji ingin mengembalikan koin yang tidak seberapa itu, tidak bagaimana pun jika melihat Lean mengingatkan ku pada Iru." pikiran yang kusut itu kembali tersusun dengan cepat ketika Star ingin menyelamatkan penduduk di kerajaan Pahlawan meski tidak semua penduduk baik tapi setidaknya masih ada orang tulus dan pantang menyerah di sana.
Helen dengan prajurit berpangkat tinggi sekitar 10 orang datang ke istana. kedatangannya membuat heboh orang yang berada di istana
Helen mendatangi Tahta berdiri terdiam seperti patung di sana membuat orang menatap nya dengan bingung dan gelisah.
Ternyata gelisahan mereka bertambah saat Yui datang bersama dengan pasukan Helen. wajah Yui tak berdaya dan tidak sekali pun mengangkat kepala nya memandang ke arah Helen.
"Hei, siapa kau kenapa tiba-tiba saja berada di situ sungguh tidak sopan. prajurit tangkap orang itu!." pria tua berambut tipis dengan kesal berteriak menunjuk pada Helen.
Oy, pak tua sebaik nya tutup mulut mu, kau tidak tau bahwa yang kau tunjuk itu lebih mengerikan dari pada pahlawan pikiran Yui berbicara seperti itu.
Tahta hancur menjadi kepingan batu yang tidak beraturan. melihat itu orang-orang merasa merinding dan diam berkeringat.
"Kursi sampah itu tidak cocok untuk di duduki tuan ku." Suara Helen terlihat kesal.
"Apa kau bilang dasar wanita sialan." pria itu terus mengumpat pada Helen.
"Aha, tubuh mu bagus juga bagaimana jika melayani ku." seorang pria berwajah menjijikan seperti bajingan maju ke depan dengan percaya dirinya.
Yui hanya bisa menggeleng kepalanya pada tindakan pria yang tidak tau situasi itu "bodoh, bodoh, bodoh kau bajingan penggila wanita tidak tau situasi ku doakan setidak nya mati dengan baik." Yui terus berbicara di pikiran nya yang kesal dengan pria itu.
"Melayani mu? dasar tidak tau diri bahkan babi bisa lebih baik dari mu." pupil mata Helen membesar.
Melihat wajah Helen yang tidak senang itu. pria tersebut langsung mundur ketakutan. pria itu menoleh pada orang-orang di samping nya tapi, mereka mengalihkan padangan mereka dengan cepat.
__ADS_1
Helen berjalan mendekat pada pria itu setiap langkah nya membuat jantung pria itu berdetak kencang.
"A... anda benar benar cantik, bahkan saya sampai rela memberikan jantung saya ini." pria itu dengan gugup nya tersenyum berusaha memuji Helen yang sudah di depannya.
"Benar kah?."
Di saat dia akan mengucapkan sesuatu, Helen menusuk pria itu dengan tangannya tepat di mana jantung pria itu berada, dengan cepat Helen mengeluarkan tangannya bersamaan dengan jantung yang berada di tangannya.
Dada pria itu berlubang bersamaan dengan darah yang mengalir keluar, pria itu meraba dada nya yang terlihat mengerikan walau lubang nya tidak besar tetap saja pria itu panik melihat jantungnya di pegang Helen.
"Oh, jadi ini jantung yang kau bilang terlihat aneh." Helen mengepal keras jantung pria tersebut hingga hancur.
"Ja... jantung ku huakkkk ghuhhhh." pria itu tersungkur tewas di tempat dengan wajah ketakutan.
Semua orang takut, badan mereka merinding bergetar menyaksikan pemandangan yang tidak lama tapi mengerikan.
Bagaimana seorang wanita cantik membunuh orang dengan sadis menggunakan tangan nya bahkan wajah wanita itu terlihat tenang. ada yang menahan untuk muntah agar Ia tidak di bunuh, mereka diam melihat orang yang telah mati di depan mereka tanpa bisa berbuat apa-apa.
Yui hanya tersenyum kecut melihat nasib pria malang tidak bukan pria malang melainkan pria brengsek yang mati seperti itu. sebaiknya tidak membuat wanita ini marah adalah pilihan yang terbaik agar nyawa nya aman.
"Dengar semua nya! Aku di sini di perintahkan tuan ku Star untuk mengambil alih kerajaan ini kerena sebentar lagi kerajaan ini akan di serang Naga." Suara Helen bergema di seluruh ruangan itu.
"Anu... bagaimana anda yakin kita akan di serang?." Seorang wanita memakai gaun indah bertanya.
"Karena tuan ku selalu memantau kerajaan ini dan Aku di sini ingin memberikan tawaran untuk kalian."
orang - orang mendengar suara Helen dengan serius.
"Tuan ku Star menawarkan dua pilihan pada kerajaan ini.." omongan Helen di potong oleh seorang wanita cantik jelita berambut coklat, bibir merah darah, dengan riasan wajah yang terlihat berlebihan sehingga terlihat dewasa walau sebenarnya dia anak remaja.
"Maaf kan, saya nyonya seperti nya anda mengacaukan istana ini dan tiba tiba saja memberi tawaran setelah membunuh orang ini bukan kah itu tindakan yang tidak sopan." wanita itu memandang sinis mayat yang tergeletak di depan Helen.
__ADS_1