
Seorang prajurit melapor pada Ires "Lapor Nona, keadaan di luar sangat kacau para penduduk mati di bantai mahluk bersayap putih."
"Mahluk bersayap putih?." Ires bingung mahluk seperti apa itu.
Ayaka memasuki ruangan tahta yang gaduh itu.
"Siapa lagi ini?." gumam Ires.
"Siapa di sini yang masih memiliki hubungan darah dengan raja telah mati?." tanya Ayaka dengan mata tajam memandang sekeliling.
"Saya, adik dari raja bolehkah Saya bertanya kenapa anda menanyakan itu?." wajah Ires terlihat gugup.
"Aku ingin berbicara secara pribadi dengan mu, di sini terlalu ramai apa tidak ada ruangan lebih nyaman dan tenang?." Ayaka menanyakan nya dengan nada dingin.
"Tentu, ikuti saya!!." Ires meminta nya untuk ikut.
Ayaka menyuruh prajurit untuk tetap di ruangan ini mengawasi mereka (kasim) yang terlihat seperti hewan ternak ingin lari dari kandang.
Ires menunjukan ruangan pribadi kakak nya yang selalu bekerja di sini. ruangan cukup nyaman dengan hiasan sederhana dan rak buku bersih dan buku tersusun rapih.
"Silahkan duduk!!."
Ayaka duduk di sofa panjang yang empuk dan nyaman. ruangan tercium wangi lilin yang di nyalakan di meja kerja.
"Ada apa, siapa anda?." Tanya Ires memandang waspada pada Ayaka.
"Kau tau wanita yang sebelum nya ke sini?."
"Ya, dia membuat kekacauan secara tiba-tiba."
__ADS_1
"kami satu rekan, dia sedikit kesal jadi harap mengerti itu." Ucap Ayaka.
Ires yang mendengar ucapan tersebut sangat marah. bukannya meminta maaf pria itu malah menyuruh nya untuk mengerti itu. emosi Ires memuncak, tapi dia berusaha menstabilkannya, dirinya tau orang di depannya itu sangat berbahaya. dia tidak tau apa yang akan di perbuat orang itu jika Ires meneriaki nya.
Bisa-bisa kepalanya terpisah dari tubuhnya, hanya membayangkan hal seperti itu saja membuat dirinya merinding. Ires harus tenang dan tidak membuat orang ini marah.
"Baiklah, sebelum itu Saya harus menyebut anda apa karena anda belum memperkenalkan nama anda?."
" Ayaka." Ayaka hanya menyebut nama nya saja.
"Baiklah, tuan Ayaka jadi kita akan melanjutkan diskusi yang di bilang wanita itu?." Ires terlihat takut pada wajah Ayaka yang sama sekali tidak berekspresi.
"Ayaka saja." Tegas Ayaka.
"Apa yang Helen ucapkan pada mu waktu itu?." tanya Ayaka tanpa berkedip.
"nona Helen menyuruh kami memilih dua pilihan dan kami memilih pilihan pertama yaitu menyerah dan serahkan kerajaan ini maka nona Helen akan melindungi kami." Jelas Ires.
Ires meragukan ucapan Ayaka, namun yang di katakan Ayaka merupakan pemberian dukungan secara langsung pada kerajaan ini. dengan bantuan mereka, mungkin Ires sedikit lega jika kerajaan terjadi sesuatu seperti peperangan atau di serang tanpa persiapan.
"Saya terima tawaran itu, namun Saya yakin sebuah tawaran pasti ada bayaran!! jadi dengan cara seperti apa Saya membayar ?."
"Cukup setia pada tuan kami dan menerima para dark elf karena bagaimana pun kerajaan inilah yang harus bertanggung jawab telah membuat hidup mereka sengsara atas perbuatan yang mereka tidak lakukan." Ayaka menjelaskan hal itu.
"Dark elf? Saya mendengar bahwa mereka di kucilkan atas penuduhan mencuri barang dari kerajaan sebelah." Ires melamun.
"Apa kau benci dark elf seperti mereka?." nada Ayaka meninggi.
"Tidak, tidak Saya hanya bersikap netral saja jika itu yang anda minta maka baiklah, tapi bagaimana caranya agar dark elf di terima di sekeliling penduduk ?." ekspresi wajah Ires takut dan mata nya melebar terkejut.
__ADS_1
"Kondisi rakyat sangat buruk sekarang cukup biarkan para dark elf membantu mereka membereskan kekacauan dan mengurus mayat keluarga mereka. Aku yakin dengan kebaikan itu maka hati para penduduk akan tergoyahkan dengan cepat mereka akan menerima keberadaan dark elf." terang Ayaka.
"Benar juga, terima kasih atas kebaikan tuan anda, Saya Ires mengucapkan rasa terima kasih ini sedalam dalamnya mungkin di saat tuan anda mengunjungi kerajaan ini Saya akan mengucapkan terima lagi pada nya."
Mereka berdua mengakhiri diskusi dengan baik. dark elf memasuki kerajaan dan membantu penduduk sedangkan Ayaka membantu Ires membereskan pejabat-pejabat busuk itu dengan menghukum mati mereka juga memberikan hak bahwa keluarga yang tidak terjerat dalam masalah yang diperbuat keluarga mereka tidak akan di hukum.
Ayaka membantu Ires dengan baik tanpa kurang sedikit pun, berbagai faktor di urus dengan baik oleh Ires yang menjadi ratu kerajaan. kini nama kerajaan ini hanya mengambil emprey saja dan membuang nama 7 pahlawan.
para warga mulai menerima keadaan para dark elf. mereka malah hidup rukun satu sama lain, anak-anak bahkan sering mengajak anak dark elf lainnya untuk bermain, pengrajin, apotek, dan prajurit mulai menggunakan jasa dark elf. manusia dan dark elf menyapa ramah satu sama lain, berbicara asik, bekerja membantu satu sama lain, bahkan sampai ada penduduk laki-laki yang mencintai dark elf perempuan ketika memberi kedai di sana. mereka bahkan menikah setelah pertemuan itu.
[ Note : Padahal baru kenal langsung di ajak nikah ] .
Sudah seminggu berlalu Kerajaan ini tumbuh dengan pesat dan baik karena bantuan altair juga dark elf. walau begitu ada satu hal yang tidak di ketahui dark elf bahwa Star telah menghilang selama seminggu.
Kiana sangat frustasi dia mencari kemana pun Star tapi tidak ketemu bahkan pasukan telah di kerahkan, tapi mereka tidak menemukan apa apa.
"Arghhh..... tuan Star menghilang bagaimana ini Orion." Kiana sangat kesal.
" Tenanglah!! jangan menarik kerah baju ku." Orion berusaha melepaskan cengkraman Kiana yang begitu kuat.
"Bagaimana bisa tenang hah???." Kiana seperti orang gila mengacak rambut nya.
"Energi tuan masih terasa meski sedikit itu artinya dia berada di suatu tempat kita hanya perlu percaya saja kalau tuan akan segera kembali." Jawab Orion.
"Haahahaha, apa aku acak - acak saja dunia tengah ya." Kiana tidak mendengar omongan Orion. dirinya hanya mengoceh terus.
"Jika kau mengacak dunia tengah maka tuan akan kecewa padamu!! bisa-bisanya kau lupa kalau di sana Ada kerajaan yang perlu kita lindungi." balas Orion yang pusing menangani Kiana.
"Benar juga, arghhhhh aku benar benar kesal huhuhu tuan anda dimana tidak melihat wajah imut yang tersenyum manis itu membuatku frustasi juga aku begitu khawatir dengan anda." Kiana pergi mengoceh tanpa henti.
__ADS_1
"Memangnya kami tidak khawatir dengan tuan Star? ha... kami begitu khawatir sampai ingin melakukan kejadian 3 tahun yang lalu, tuan ku harap anda segera pulang sebelum mereka menggila." Orion pergi mengurus pekerjaan nya.