Sang Kehancuran Telah Kembali

Sang Kehancuran Telah Kembali
Chapter 33 - Sesuatu yang di tolak?


__ADS_3

Star berusaha menjauhi energi milik Mammon, tetapi selalu gagal. sudah berapa kali dia melempar energi itu sejauh mungkin tetap saja energi itu terus menghampirinya.


Bahkan Star sampai membakarnya. energi itu sudah dekat dengan Star seperti hewan peliharaan saja.


"Lucifer, kenapa bisa begini." Star menjauhi energi Mammon.


"Aku juga heran biasanya energi seperti ini tidak mungkin bisa jinak oleh orang lain. apalagi orang yang bukan dari dunia ini." Lucifer terlihat santai memunguti emas di ruangan harta milik Mammon.


Fokus Lucifer hanya tertuju pada emas yang berkilauan di ruangan tersebut, tanpa memperdulikan Star yang berusaha menjauh dari energi Mammon.


Kerajaan Raja iblis Mammon berhasil di rampas mereka berdua, tapi satu hal yang pasti bahwa Star tidak tau buah dari perbuatan Lucifer akan melibatkannya.


Berita itu telah sampai pada Raja iblis lainnya. mereka tercengang mendengar energi milik Raja iblis bisa di tenangkan.


Raja iblis Asmodeus menggenggam kertas berita itu "Menarik, orang seperti apa yang mempunyai kekuatan sebesar itu?."


"Apa yang anda akan lakukan yang mulia Raja iblis Asmodeus pada orang itu?." Tanya pelayan.


"Orang itu bisa di urus nanti. kita harus melakukan tindakan pada perbuatan Lucifer yang telah membuat ketidakseimbangan dunia bawah ini."


"Itu benar."


"Lagi pun kerajaan Mammon telah di miliki Lucifer yang mana Lucifer bisa memilih Raja iblis selanjutnya atau dia yang akan memegang dua jabatan itu. kurasa tidak mungkin dia memegang tanggung jawab sebesar itu walaupun kesombongannya yang sangat besar." Asmodeus melihat pada jendela.


"Ada kemungkinan Raja iblis Lucifer telah memilih Raja iblis baru yang akan menduduki tahta milik Raja iblis Mammon." ujar pelayan itu.


"Yah, kita lihat nanti. yang bisa kita lakukan hanya menunggu saja dan mempertahankan dunia bawah agar tidak hancur. kau taukan kami para Raja iblis mulai kehilangan kekuatan gara-gara dia." Asmodeus menggenggam erat kertas itu.


"Saya mengerti. kalau begitu saya pamit dulu." pelayan itu keluar dari ruangan Asmodeus.


Semua yang bawahan Raja iblis Mammon di tangkap, lalu di hadapkan di depan Lucifer. mereka semua menundukkan kepala tertegun melihat hawa milik Lucifer yang begitu menakutkan.


Semua tawanan di bebaskan. mereka di suruh memilih untuk meninggalkan kerajaan ini atau menjadi bawahan Lucifer.


Tentu mereka semua mengangguk memilih untuk mengikuti Lucifer daripada mati di bunuh bawahan Raja iblis lain.


Star mulai terbiasa dengan energi Mammon yang menempel padanya.


"Kau boleh ikut denganku. asalkan ubah dulu bentuk anehmu itu jujur saja aku sedikit khawatir dengan bentuk gagak itu." Star memegang gagak itu.


"kyu.. kyu... "

__ADS_1


"Aku juga tidak mengerti perkataanmu, hei Lucifer kenapa kau malah membanggakan kemenanganmu. sini bantu aku." Star memanggil Lucifer.


"Dia bilang kau mau dia berubah bentuk menjadi apa?."


"Sesuatu yang imut dan nyaman. gimana ya bentuk yang agak imut dan tidak terlihat berbahaya."


Star menjelaskan bahwa dia sering terkejut melihat mahkluk yang seram. Lucifer sedikit mengerti tentang hal itu, kemudian Lucifer berbicara pada energi itu.


energi itu berubah menjadi makhluk bersayap indah berwarna biru dengan sedikit warna merah di bagian sisi.


"Kupu-kupu!."


"Aku rasa kupu-kupu pilihan yang terbaik. kupu-kupu lebih mudah dan tidak merepotkan jika mengikuti mu." ucap Lucifer.


"Oke... baiklah jadi aku panggil apa mahluk ini?." tanya Star.


"Itu terserah mu."


"Kalau begitu puko saja. ya puko itu terlihat lumayan." Star terfokus pada Kupu-kupu.


"Nama yang aneh." gumam Lucifer.


"Oke karena tugasku sudah selesai aku mau pulang." ucap Star yang akan melangkah pergi dari ruangan itu.


"Ugh, cepatlah pilih. aku akan pulang." Star mengkerutkan keningnya.


"Hari ini di saksikan oleh seluruh iblis yang berada di sini dengan ini aku Raja iblis Lucifer memutuskan untuk memberikan gelar Greed pada anak ini."


Semua iblis yang berada di situ hanya terperangah mendengar ucapan Lucifer. para iblis terdiam di selimuti rasa heran pada Lucifer.


"Aku tolak." balas Star.


"Hei, bocah kau harus bangga, karena yang mulia Lucifer telah memilih mu." sentak iblis lain.


"Bodo amat, aku tidak ada niat menjadi Raja iblis lagi pula mengurus satu kota saja sudah membuat ku pusing belum lagi negara yang aku buat dan sekarang harus menjadi Raja iblis yang berarti tanggung jawabku akan bertambah lagi. itu hanya membuat ku menambah beban saja." jelas Star.


"Tapi, satu tahta telah kosong dan harus segera di isi. kau cocok menjadi Raja iblis."


Lucifer tau bahwa Star cocok menjadi Raja iblis. dirinya begitu memaksa Star seolah dia sudah merencanakan itu.


"Aku malah ingin menemui Raja iblis lain dan memukul mereka. aku juga punya pertanyaan untuk mu. apa benar kau tidak ikut dalam penyegelan ku."

__ADS_1


Star tau bahwa mereka punya alasan lain yang di sembunyikan. dunia yang sekarang sangatlah mirip dengan game atau dia sendiri yang masuk ke dalam game itu.


Alasan yang pasti kalau dirinya tidak pernah bertemu player, bahkan ini keanehan yang tidak masuk akal baginya. pasti ada seseorang yang membuat dia berada di dalam situasi sekarang. dari informasi avatar, mereka menyebutkan kata dia. lalu siapa itu dia? kenapa informasinya begitu tertutup rapih.


"Jika itu keinginan mu, maka aku tidak akan memaksa."


"Jangan terlihat murung begitu, bukankah banyak iblis yang akan membantu mu." Star menepuk pundak Lucifer.


"Oke, kapan kau akan pulang?." tanya Lucifer.


"Hari ini. aku harus segera pergi untuk mengurusi pekerjaan." Star melambaikan tangan pada Lucifer.


"Hati-hati!."


Star pergi ke luar melihat ke sekitar. Star merasa energi yang kabur di suatu tempat, tapi Star tak memperdulikan dan langsung membuat portal teleportasi ke Altair.


"Semua saja lokasinya tepat."


Sebuah lubang hitam berbentuk bulat muncul di depan Star. di saat akan memasukinya Star mendengar teriakan Lucifer.


"Ada apa?." tanyanya.


"Ini untuk mu. kau bisa tau keberadaan ku dan melacak di mana pun aku berada." Lucifer memberikan sebuah item seperti kompas.


"Untuk apa aku melacak keberadaan mu." Star membuat wajah dingin.


Star memasuki portal yang di buatnya. Lucifer memandangi kepergian Star dengan wajah senyum "Kau pasti akan memerlukan benda itu Wakana."


Lucifer pergi meninggalkan tempat itu.


Star akhirnya berhasil pulang ke Altair. dia langsung di sambut Kiana yang memeluk erat Star. dada Kiana menyentuh wajah Star yang membuatnya sulit bernafas.


"Ug, Kiana dada mu membuat aku sesak." ucap Star.


"Maafkan saya tuan. saya begitu khawatir tuan tidak pulang, jadi saya begitu tidak sopan." Kiana melepaskan pelukannya.


"Tidak apa, aku tau itu. apa semuanya baik-baik saja?." tanya Star pada Orion yang berada di sana.


"Tentu, walau sempat ada kehebohan, tapi hal itu bisa di tangani dengan baik oleh Helen dan Arata dengan baik."


"Kalau begitu, ayo! kita makan bersama untuk merayakan kerja keras kalian."

__ADS_1


"B.. baik tuan." Kiana tersenyum lebar mengikuti Star di belakang.


"Kurasa tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi." Orion berjalan mengikuti mereka.


__ADS_2