SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
PERESMIAN GUNUNG LEGENDA DAN PUNCAK ABADI eps 1


__ADS_3

"Karena sekarang sudah jam 09.00 WNT kita packing dan siap-siap untuk turun," kata Arya dan berdiri dari tempatnya.


Tanpa kendala mereka pun sampai di gerbang PUNCAK ABADI GUNUNG LEGENDA tanpa kendala, perjalanan turun hanya butuh waktu enam jam.


Mereka disambut oleh dua orang yang sudah sangat mereka kenal Tuan Robinson manager dari General Contruction dan Nona Dinda Taisho manager dari Megantara Contruction.


"Selamat malem Tuan-tuan dan Nona..?" kata Nona Dinda Taisho manager dari Megantara Contruction, memberi salam saat mereka bertemu.


"Selamat malam juga," jawab Arya tegas penuh wibawa.


"Mari kita lanjut obrolan kita disana," kata Elya sambil menunjuk Kantin Pendaki. Mereka pun berjalan menuju kantin itu.


Suasana masih sepi namun dikantin sudah ada tiga gadis yang sama-sama cantik, mereka adalah pengelola kantin yang ditugaskan oleh Rangga sebelumnya.


"Selamat malam tuan dan nyonya," ucap gadis itu menyambut rombongan.

__ADS_1


"Malam..! Rena, Peni dan Sari ini adalah Tuan Arya dan Nona Elya pemilik seluruh Gunung Legenda yang saya ceritakan dulu," ucap Rangga memperkenalkan. Ketiga gadis itu mendekat dan membungkuk hormat.


"Selamat malam Tuan Arya, selamat malan Nona Elya," ucap mereka


"Selamat Malam," jawab Arya dan Elya serempak. dan mereka memilih duduk disebelah pojokan kantin.


"Siapkan makanan malam untuk kami," perintah Rangga pada gadis-gadis itu.


"Kopi hitam gulanya dikit satu," kata Arya menyambung. Setelah para gadis itu pergi untuk menyiapkan menu special mereka. Rombongan Arya pun melanjutkan percakapan bisnis.


"Untuk seluruh pembangunan saya rasa sudah lumayan bagus, dan saya punya sebuah proyek lagi untuk anda Nona Dinda, saya ingin membangun Villa tiga lantai di lereng gunung sana diselah Barat pondok pendaki, disebelah Utara lapangan, saya beri nama VILLA LEGENDA. Dan sebuah proyek lagi untuk Tuan Robinson, saya ingin membangun sebuah Ruko disebelah kantin ini, dan beberapa bangungan kios untuk warga yang pengen berjualan disini," kata Arya tegas dan berwibawa.


"Siap..! dengan senang hati saya menerima proyek ini," jawab Nona Dinda Taisho.


"Saya juga menerimanya Tuan," jawab Tuan Robinson.

__ADS_1


"Baik kalau kalian sudah menerima silahkan anda tekken kontrak dengan Elya, proyek dimulai setelah peresmian tempat ini oleh Bapak Wali Kota bersama dengan Ayah Arthur besok Minggu," kata Arya.


"Tekken kontrak besok Malam di Villa Tiga Bintang, saya tunggu jam 19.00 WNT." kata Elya.


"Rangga kamu sekarang Manager tempat ini jadi untuk desain Villa dan yang lainnya silahkan berkonsultasi dengan Nona Dinda dan Tuan Robinson, saya percaya dengan kalian semua," kata Arya lagi. Begitulah setelah makan malam, pembicaraan mereka dilanjutkan sampai larut malam, membicarakan teknis dan tottal biaya proyek yang akan dilaksanakan.


Arya dan Elya sepasang saudara kembar yang sangat menyukai Alam Bebas dengan segala keindahan dan keunikannya. Mereka senang membahas proyek di sebuah tempat yang bernuansa Alam bebas dari pada ditempat formal yang mewah bernuansa monoton begitu-begitu saja. Kemewahan buat mereka sudah biasa dan jumlah uang hanya selisih nol saja.


Arya seorang pemuda gagah dan tampan dengan wibawa yang mengitimidasi, sedangkan Elya seorang gadis yang manis dan ayu dengan penuh keanggunan, sungguh sebuah pasangan kembar yang kompak dan saling melengkapi, membuat iri semua mata yang melihatnya.


...CREATED, NOV 2021...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, atau kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata."...

__ADS_1


__ADS_2