SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
HUTAN LARANGAN #2


__ADS_3

Dan mereka semua melihat pada gadis cantik yang berjalan mendekati Arthur dan Anastasya, masih ada carriel dipungungnya, wajah dan pakaian outdor yang kotor tidak mengurangi keanggunan gadis itu.


"Terima kasih Tuan dan Nyonya, ijinkan saya berbicara mewakili teman-teman pendaki sebagai team pendukung expedisi kali ini, kelelahan ini tidak sebanding dengan kehormatan yang kami terima, kebanggaan kami telah menghapus setiap inchi rasa sakit yang telah kami lewati, kami bersyukur telah dapat mendukung kesuksesan peristiwa terbesar saat ini." ucap Nandhita. Mendengar kata-kata Nandhita Arthur dan Anastasya tersenyum dan memandangi wajah cantik gadis itu.


"Perkataanmu secantik wajahmu, kamu pasti A'anandhita cucu dari Biksu Ishak. Dibalik sebuah kesuksesan pasti ada team yang medukungnya, hanya sebuah keegoisan jika meninggalkan faktanya. Kalian semua yang menjadi team expedisi ini, pencapaian kalian sama dengan yang telah dicapai Arya dan Elya dan tidak ada yang bisa meragukan setiap potensi kalian, jadi sudah sepantasnya penghargaan dan kehormatan ini kalian terima." ucap Arthur tegas penuh wibawa. Semua yang hadir diam tanpa suara.


"Sudahlah Nandhita dan kalian semua team pendaki malam ini adalah milik kalian, mari kita rayakan bersama." merdu suara Anastasya memecah keheningan saat itu.


"Kalian pasti sangat lelah, sebelum beristirahat mari masuk kedalam Villa, kita akan makan bersama, saya sudah menyiapkan makanan buat kalian semua, mari para tamu dan semua pendaki." ucap Bibi Resty yang tiba-tiba muncul disana.


"Mari semuanya ikut kami kedalam." ajak Arthur.


Arthur merangkul Arya memasuki Villa dan terus menuju ruang perjamuan yang diikuti oleh Anastasya yang merangkul putrinya Elya. Dan diikuti semua tamu dan pendaki.


Aroma harum makanan tercium menggoda pada perut lapar mereka, saat memasuki ruang makan, aneka menu masakan terhidang diempat meja makan yang ada di ruangan itu.


Arthur dan Anastasya mengajak Mr. Wira Buana wakil manager Pecinta Alam, Ms. Isabella Presiden International School, Mr Abraham, Mr. George Michael manager pencatat rekor nasional dan Mr. Daniel bapak Wali Kota Baya. Sedangkan Arya dan Elya mengajak yang lainnya menempati meja makan yang lainnya.


Acara makan malam berlangsung khidmad. Lezatnya daging sapi yang lembut betul-betul memanjakan lidah setiap orang yang memakannya. Suara denting sendok beradu dengan piring-piring porselin mahal sesekali terdengar.


"Sungguh ini enak sekali, Tuan Arthur rasa steak ini tak ada tandingannya. Semua serba sempurna." puji Isabella diseberang meja. Hidungnya mancung, berparas sangat cantik layaknya seorang wanita Indo-Eropa.


"Anda terlalu memuji Ms. Isabella. Makanan yang dihidangkan ini semua yang masak Resty. Bibinya Elya jadi mana mungkin bisa mengalahkan masakan chef resto yang terkenal..?" jawab Arthur lugas.


"Benar kata Ms. Isabella. Tuan Arthur masakan ini sungguh lezat tidak kalah dengan masakan resto dengan chef-chefnya yang hebat itu..?" Mr. Daniel ikut memuji.

__ADS_1


"Ya.. memang Resty adalah chef terbaik di negara ini, dia lulusan terbaik Le Cordon Bleu Paris." jawab Arthur masih dengan mode lugas.


"Wooouw pantas saja, masakan ini begitu sangat lembut dan sangat pas dilidah." puji Mr. George.


Menjelang berakhirnya jamuan makan malam itu, dessert yang terasa segar dikerongkongan mulai dihangkan. Puding beraneka ragam buah terasamanis menyapu mulut. Ada pula beberapa cakes yang begitu lembut. Semua merasa sangat puas dengan hidangan yang disajikan malam itu.


Setelah menikmati jamuan makan malam mereka menikmati malam diruang tamu, melihat Aquarium yang sangat besar dengan beraneka ragam Ikan Arwana dari berbagai negara. Sampai pada akhirnya Arthur Nugraha dan Anastasya berpamitan akan beristirahat.


"Black Any antar para tamu ke kamarnya, pastikan semua tamu dapat beristirahat dengan nyaman, dan pastikan juga besok mereka bangun dalam keadaan bugar, karena besok masih ada acara yang sangat penting." ucap Arthur dengan senyun tersemat dibibirnya.


Black dan Ani mengantarkan tamu ke lantai dua Villa itu.


"Semoga istirahat tuan-tuan dan nyonya menyenangkan." ucap Ani sangat sopan.


"Kak Arya.. kak Elya kalian istirahat dulu, besok acaranya akan live distasiun-stasiun televisi, kan lucu kalau kalian kurang fit." ucap Nandhita mengingatkan.


"Okey.. aku titip Ani, ajak dia ikut ke rumah kayu ya..?" ucap Arya.


"Siap kak." jawab Nandhita.


"Black kamu tidur sini apa ikut Jack..?" ucap Arya lagi.


"Aku ikut kak Jack aja disini takut menganggu para tamu." jawab Black.


"Okey kalau begitu selamat malam selamat bertemu besok pagi." ucap Arya sambil berdiri dari kursinya dan melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


Akhinya mereka pun meninggalkan villa dan pergi ketempat mereka masing-masing.


Tanpa kompromi malam kian berlanjut dan bertambah larut, mereka ingin segera mengistirahatkan raganya yang terasa lelah setelah melakukan expedisi selama lima belas hari di belantara raya tanpa istirahat yang cukup.


Sarapan pagi sudah terhidang tepat pukul 07.00 WNT. Sejak dini hari Bibi Resty yang dibantu Any dan Nandhita sudah sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Piring-piring porselen sudah tertata rapi, berdampingan dengan gelas-gelas kristal berisi air putih. Aroma daging bakar berpadu dengan kentang tumbuk, menimbulkan aroma yang begitu menggelitik hidung dan membuat cacing-cacing di perut berontak.


Semua tamu sudah duduk dikursi masing-masing, Elya mengenakan setelan bluse bunga-bunga pink, dipadu rok hitam yang elegan. Para tamu lain juga tampak berseri dan bersinar. Mereka berusaha berpenampilan yang terbaik dengan gaun dan riasan yang terbaik. Arya berpenampilan sangat exclusive, begitu pula para pendaki muda lainnya juga berpenampilan yang elegan sengaja mereka perlihatkan, bak burung pesolek yang ingin menarik pasangannya. Jack melirik kearah Nandhita, memberi sebuah kerling. Nandhita memalingkan muka.


Satu jam berlalu mereka sudah selesai sarapan pagi itu.


Tamu yang berada di dalam ruang makanpun mulai keluar. Satu per satu pertama Mr. Wira Buana wakil manager Pecinta Alam yang diikuti oleh Siska dan Devi, kemudian Ms. Isabella Presiden International School dengan Mr Abraham, kemudian Mr. George Michael manager pencatat rekor nasional yang diikuti Salsabila asisten cantiknya, kemudian diikuti Mr. Daniel bapak Wali Kota Baya dan yang terakhir Ayah Arthur dan Bunda Anastasya mereka berjalan menuju tribun yang sudah berdiri dilapangan.


Setelah program director sudah memastikan seluruh crew dengan tugas masing-masing sudah siap. dan program director sudah memastikan bahwa di studio semua sudah pada posisi masing-masing: setting, lighting, kamera, serta pengisi acara. Ketika semua sudah standby maka program director akan menginformasikan pada MCR bahwa acara sudah bisa dimulai.


Maka acarapun di mulai dengan sambutan dari Bapak Wali Kota Mr. Daniel dilanjut sambutan Manager Internal Pecinta Alam Nasional Ayah Arthur Nugraha dan yang terakhir sambutan Dewan Pencatatan Rekor Nasional Mr. George Michael.


Kemudian dilanjut dengan acara skores..


...CREATED, 2022...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Kepuasan terbesar seorang pendaki bukan karena sebuah mendali, akan tetapi karena dapat mengendalikan ego dan mengapai titik tertinggi. Puncak tertinggi bukan tujuan namun dapat mencapainya adalah sebuah kepuasan."...


..."SALAM KOPI HITAM GULANYA SEDIKIT.." dan jangan lupa like dan vote dan hadiahnya ya..?!?.....

__ADS_1


__ADS_2