
"Selamat pagi pak..!" ucap Any menyapa petugas yang sedang bejaga.
"Selamat pagi, ada perlu apa pagi-pagi buta begini anda mengunjungi tempat ini" ucap sang penjaga.
"Maaf pak saya dan teman saya bermaksut ingin mengunjungi hutan larangan," ucap Any menyampaikan maksutnya.
"Tidak bisa tempat ini dilarang untuk umum, hutan ini sangat berbahaya banyak hewan buas didalamnya, demi keselamatan dan ...." ucap petugas itu berhenti saat melihat wajah Arya.
"Tuan Nugraha, selamat datang," ucap petugas sambil membuka pintu gerbang mempersilahkan mereka masuk.
"CEKLEK ZRAANG"
Suara pintu gerbang baja terbuka.
Arya melangkah masuk, sedangkan Any mengambil Lamborghini Veneno Roadster Matte Black dan mengendarainya masuk.
"ZRAANG CEKLEK"
Suara pintu gerbang baja tertutup.
"Anda kenal saya..?" ucap Arya penasaran.
"Siapa yang tak kenal tuan..? setelah aksi heroik tuan enam bulan yang lalu mencapai titik tertinggi tebing tiga bintang dan hampir sebulan menjadi trending topik dimedia-media seluruh negri," ucap petugas itu sungguh- sungguh.
"Aaah itu sudah lama sekali..? rencanaku kesini sebenarnya aku ingin melewati hutan larangan ini untuk mendaki SNOWPEAK MOUNT ada suatu urusan penting di puncak salju," ucap Arya tegas dan berwibawa.
"Nama saya Jack dan saya juga seorang pendaki seperti anda, enam bulan yang lalu tepatnya bersamaan dengan tuan mencapai titik tertinggi tiga bintang, saya sedang mendaki di SNOWPEAK MOUNT dan saya tersesat sampai hampir mati, hingga saya ditemukan seseorang yang berpakaian biksu dan menolongku, dan beliau menyuruh saya mengantikan beliau menjaga tempat ini sampai anda datang dan memberikan kunci ini pada anda," ucap penjaga panjang lebar sambil menyerahkan kunci pada Arya.
"Kunci apa ini..? dan jangan panggil saya tuan..? umurku malah lebih muda dari kamu, panggil saja aku Arya" ucap Arya.
"Itu adalah tempat tinggal Biksu itu, namun sekarang kosong kalau tu.. eh Arya sampai ketempat ini dan saya memberikan kunci ini padamu aku sudah bebas, kata tuan Biksu rumah itu untuk tempat tinggal anda selama anda mau," ucap Jack.
"Baik kunci sudah saya terima, kamu bebas sekarang," ucap Arya mulai memahami kejadian ini.
"Saya sudah sangat hafal dengan keadaan hutan larangan, bahkan selama enam bulan disini saya tidak bisa keluar kecuali kehutan larangan, jadi saya inngin ikut anda dan kalau boleh saya ingin menjadi asisten anda," ucap Jack sungguh-sungguh.
"Aku tidak memaksamu untuk mengikutiku tapi kalau kamu ingin ikut dengan ku..? silahkan..?" ucap Arya.
"Terima kasih, apa yang bisa saya lakukan sekarang..?" tanya Jack dengan mode senang.
"Aku akan tinggal disini untuk saat ini selama satu minggu, sekarang bawa aku kerumah yang kamu bicarakan tadi, dan kamu bebas mau melakukan apa saja," kata Arya tegas.
"Baik, mari ikuti saya," ucap Jack sambil melangkah pergi dan diikuti Arya dan Any dibelakangnya.
Sampai ketempat yang dituju Jack langsung membuka pintu rumah itu.
"CEKLLEK, NGEEEEEK"
Anak kunci di putar dan pintu kayu Jati pun terbuka.
"Arya.. ini adalah rumah tuan biksu, dan sekarang akan menjadi rumah anda," Jack menuntun Arya dan Any kedalam rumah yang cukup luas dan mewah.
Arya dan Any mengedarkan pandangannya berkeliling ruangan yang ada di rumah itu, Ruangan yang cukup mewah di tempat seperti itu.
Rumah yang terlihat dari luar seperti rumah biasanya yang sederhana dengan dinding papan dan pilar-pilar kayu, Namun setelah masuk kedalam ternyata sangat mewah, dinding papan kayu jati yang di finishing warna natural doff terlihat elegan dengan memperlihatkan serat-serat kayu yang indah, ruangan depan berukuran 5x5 m di dinding kiri dan kanan ada jendela kaca lebar dengan girden warna kuning berenda dipadu kain putih tulang transparan yang memperlihatkan pemandangan yang asri diluar rumah, di tengah-tengah ruangan ada satu set sofa letter U terbalut kulit berwarna cream diatas sofa ada lampu cristal besar menggantung indah, masuk kedalam ada pintu keruang keluarga ada sofa yang menghadap LED TV besar yang menempel ke dinding kayu yang sama dengan dinding ruang tamu di depan di sisi kiri LED TV ada tangga menuju lantai dua, dan disisi kanan ada pintu menuju dapur, ruang dapur masih ber dinding yang sama denga kitchen set lengkap dengan peralatan dapur yang modern serta satu set meja makan di sampingnya yang didesain lantainya lebih tinggi dari pada dapur, naik ke lantai dua ada dua buah kamar tidur dengan ranjang dan furnitur set lengkap terbuat dari kayu jati terlihat elegan.
"Jack terima kasih, sekarang saya mau istirahat dulu..?" ucap Arya sambil melangkah memasuki salah satu kamar tidur.
"Baik saya permisi dulu, kalau butuh apa-apa saya berada di rumah sebelah," ucap Jack sambil melangkah pergi yang diikuti Any yang pergi menuju dapur.
__ADS_1
Any dengan cekatan mulai memasak, selama ini Any memang hobby memasak selain berpetualang dan panjat. Sekitar satu jam Any memasak, aroma lezat masakan menyeruak didalam dapur itu.
Setelah menghidangkan masakan di meja makan Ani pergi keatas memanggil Arya untuk makan bersama.
Aroma masakan lagi-lagi menyeruak di ruang makan. Dua orang yang memang sudah sama-sama lapar duduk didepan meja makan bersiap-siap untuk menyantap hidangan yang masih berasap itu.
Any mengambilkan makanan kepiring Arya, dan memintanya untuk segera mencoba. Lalu Any pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Sikap manis Ani membuat Arya sangat dihargai.
Sejak kecil Arya sudah mandiri makan ambil sendiri selesai makan cuci piring sendiri. Arya merasa sangat diperhatikan dan membuat perasaannya ke Any makin deg deg seeeeer.
Belum selesai makan bersama mereka ponsel Arya mendapat sebuah panggilan.
"Ya.. ayah siap," jawab Arya, dan panggilan diputus. Dan Arya terburu-buru hendak pergi.
Any melihat perubahan sikap Arya ikut berdiri saat pemuda itu mau meninggalkan rumah. Tapi saat hendak sampai pintu Arya balik lagi ke meja makan tempat ani berdiri, Arya memegang pundak Ani dan berkata dengan lembut,
"Habiskan makananmu, dan beristirahatlah, secepatnya kita balik ke kota madya."
Any bengong melihat tingkah pemuda didepannya, sikapnya yang biasa tegas mengintimidasi berubah lembut sedemikian rupa.
...******°•.•°******...
Arya berhenti agak jauh dari pintu gerbang perusahaan terbesar di Kota Baya AURORA COMPANY, Arya teringat saat ini ia cuma memakai jeans belel dan t-shirt yang sudah luntur warnanya, ia buru-buru pergi saat ayahnya bilang dia sudah ditunggu Hendrixon manager perusahaan tersebut.
Arya mencari tempat untuk memarkir Lamborghini Veneno Roadster diluar perusahaan dan dengan jalan kaki ia menuju pintu gerbang AURORA COMPANY.
Saat mau masuk Arya dihentikan petugas yang jaga di situ.
"Tuan, tolong tunggu"
"Tuan apakah anda sudah membuat janji ..?" tanya seseorang petugas jaga saat itu.
"Saya sudah ada janji dengan mr Hendrix." ucap Arya.
Setelah mendengar jawaban Arya, beberapa petugas saling memandang, dan menyimpulkan kalau Arya cuma membual. Dan jika mereka membolehkan pemuda itu masuk dan memanggilkan Mr Hendrix, justru mereka yang mendapat masalah.
"Silahkan anda pergi tuan, karena kami tidak mendapat pesan dari Mr Hendrix," kata petugas mencoba mengusir Arya dengan halus.
"Maaf saya harus bertemu dengan Mr Hendrix sekarang," kata Arya ngotot mau menerobos masuk. Hingga membuat para petugas menjadi marah.
"Tuan mohon segera pergi dari sini, Jangan menimbulkan masalah diperusahaan kami. Jika tidak kami tidak punya pilihan selain mengusir anda dengan kasar." ucap petugas dengan kasar.
"Baiklah saya akan pergi dan menelepon dulu," kata Arya masih dengan sopan.
Sedangkan Mr Hendrik saat itu sedang berada di ruang pertemuan VVIP bersama dengan beberapa orang pengusaha.
Semua orang terkejut melihat perubahan sikap Mr Hendrix yang biasanya sangat berwibawa dan agung tiba-tiba berdiri dengan cepat dan langsung sedikit berlari keluar sesaat setelah menerima pangilan telepon.
"Ada apa dengan Mr Hendrix," semua orang mempertanyakan itu.
Arya sedang berdiri mematung diluar gerbang perusahaan, sambil sesekali memainkan ponselnya.
Pada saat itu Mr. Hendrix bergegas menuju gerbang perusahaan dengan secepat mungkin.
"Mr. Hendix Mr. Hendix Mr. Hendix" ucap semua petugas saat melihat Mr Hendix. Namun Hendix mengabaikan mereka dan berjalan lurus menuju sang pemuda.
"Apakah anda Arya Nugraha" tanya Hendix sangat sopan.
"Ya itu saya," jawab Arya sambil mengangguk.
__ADS_1
"Tuan Nugraha, maafkan saya membuat anda menunggu," ucap Hendix sambil membungkuk 180°.
Adegan itu benar-benar mengejutkan semua orang disana. Mr Hendix orang yang super power diKota Baya bahkan Wali Kota pun menunduk padanya, saat ini justru Mr. Hendix yang harus membungkuk pada seorang pemuda yang berpakain lusuh.
"Tuan Nugraha, mari semua manager dari perusahaan yang akan menjalin kerja sama dengan kita sudah menunggu," ucap Mr Hendix dengan sangat sopan.
"Mari." kata Arya dengan mode sesingkat-singkatnya.
Mr. Hendix menjadi penunjuk jalan menemui para manager perusahaan untuk penandatanganan kontrak.
Setelah Arya menandatangani kontrak, dan para manager sudah menonggalkan tempat Arya mengobrol santai dengan Mr. Hendix.
"Tuan Nugraha, sebenarnya sejak berdirinya perusahaan ini sejak 15 tahun yang lalu Tuan Arthur sudah mengatas namakan AURORA COMPANY atas nama Tuan Nugraha, jadi tuanlah pemilik perusahaan ini, apakah tuan mau saya mengumpulkan para staf dan pimpinan perusahaan dibawah kita berkumpul dan memberikan sambutan kedatangan anda..?" ucap Mr Hendix dengan sopan.
"Tidak perlu, untuk saat ini rahasiakan dulu kedatangan saya, karena saya masih punya urusan dipuncak salju," jawab Arya.
"Puncak salju tuan..?" tanya Mr Hendix.
"Ya bulan purnama ke tujuh saya harus disana," jawab Arya.
"Berarti memang waktunya sudah tiba, hutan larangan sebenarnya adalah aset keluarga Tuan Nugraha, yang saat ini tertutup untuk umum, dan hanya tuan nugroho yang bisa memasuki hutan ini," kata Mr Hendix menjelaskan.
"Oooo begitu..? saya sekarang tinggal disana dan besok saya akan kembali kekota madya untuk menyelesaikan urusan baru setelah itu saya akan kembali kesini," kata Arya menjelaskan.
"Baik tuan, apa yang bisa saya lakukan sebelum anda menetap di kota baya ini..?" kata Mr Hendix menawarkan diri.
"Rumah yang ada di Hutan Larangan terlalu kecil, tolong buatkan saya villa di bukit sebelah barat rumah kayu, dan jangan merubah sedikitpun rumah kayu yang sudah ada dan satu lagi adikku Elya sangat suka dengan ikan tolong buatkan kolam di halaman depan dan Aquarium di dalam ruang utama," kata Arya.
"Siap tuan, tugas akan saya laksanakan secepatnya." jawab Mr Hendix.
"Baiklah sudah saatnya says pulang, kasihan teman saya menunggu di rumah Hutan Larangan," ucap Arya sambil melangkahkan kaki meninggalkan ruangan VVIP itu yang diantar sampai pintu gerbang oleh Mr Hendix.
17.30 WNT saat Lamborghini Veneno Roadster memasuki gerbang Hutan Larangan, dan disambut oleh Jack.
"Malem ndan" ucap Jack menyambut kedatangan Arya.
"Malem Jack..? hmmm kamu bisa nyopir gak Jack..?" tanya Arya.
"Ya bisaaa to ndan..?" jawab Jack singkat.
"Ok besok ikut aku ke kota..? aku mau mandi dulu Jack..?" ucap Arya sambil nyelonong pergi.
"Tok tok tok"
"Hmmmm pasti kak Arya sudah pulang," gumam Any melangkah membukakan pintu.
"CEKLEEK"
Arya tersenyum manis saat melihat Ani membukakan pintu.
"Kenapa sich.. kak Arya senyum-senyum gitu, bikin hatiku ser-seran aja" gerutu Any dalam hati.
Karena Arya tidak mendengar gerutuan Ani dalam hati, Arya dengan santai melangkah masuk kedalam rumah.
...CREATED, DESI 2021...
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Ketika kita puas menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan atau bersaing, dan tidak mengkhawatirkan apa yang orang katakan atau pikirkan. Dan tetap jadi diri sendiri. Maka saat itu terjadi semua orang akan menghormati."...
__ADS_1