
Keluar dari showroom Arya pergi ketoko elektronik dia memesan kunci otomatis tercanggih untuk dipasang pada pintu gerbang baja hutan larangan.
Keluar dari toko Arya memacu Lamborghini Veneno Roadsternya langsung pulang ke hutan larangan. setelah memarkir Lamborghininya, Arya keluar dari Lamborghini Veneno Roadster yang disambut oleh Ani dengan berkacak pinggang.
" Kakak tu ya..? udah Ani bela-belain bangun pagi terus masak, eeeeh ini jam segini baru pulang, cepet sana mandi terus makan." omel Ani pura-pura marah.
Arya binggung dengan pergantian pertiwa itu, Ani yang biasanya lembut dan selalu menurut padanya, tiba-tiba galak begitu, namun dasar ni si Arya kekonyolan seorang pendaki tetap reflek muncul.
"Ada apa An..? lagi dapet kamu ya..?" ucap Arya dengan santainya.
Mendengar itu Ani menahan senyum dalam hatinya. Namun masih jaga gengsi.
"ini hadiaaah buat yang tidak bisa menghargai wanita." kata Any sambil mencubit perut Arya dan matanya melotot manja.
"Ha ha ha maaf aku gak tahu kalau kamu sudah bekerja keras didapur pagi ini." ucap Arya sambil nyelonong pergi.
Arya pergi kekamar mandi, sedang Ani pergi ke dapur menyiapkan makanan buat dirinya sendiri dan Arya. Lima belas menit kemudian mereka berdua sudah duduk di ruang makan. Dan seperti biasanya Ani dengan cekatan mengambilkan makanan kepiring Arya, dan memintanya untuk segera memakannya, Lalu Any pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Acara makan siang yang sederhana dengan makanan seadanya namun membuat mereka berdua bahagia.
Selesai makan Arya bersiap-siap untuk membersihkan gudang yang berada di dekat pintu gerbang, gudang itu tidak begitu luas namun cukup untuk menaruh sepuluh mobil SUV (Sport Utility Vehicle) sekaligus. Arya membersihkan gudang itu memindahkan barang-barang yang berada dalam gudang itu ketempat lain.
Setelah gudang bersih dan dia mau meninggalkan tempat itu tiba-tiba kaki Arya menyandung kotak kayu kayu kecil berukir indah. Arya mengambilnya dan mengamati kotak itu sebentar lalu membukanya. Setelah kotak terbuka ternyata didalamnya terdapat dua buah USB (Universal Serial Bus) bertuliskan 1 dan 2 dimasing- masing USB. Arya memasukan kembali USB itu pada kotak dan memasukkannya kedalam saku celana carnya.
"WROOOOUUUUUUUNG"
Raungan mesin V8 terdengar diluar gerbang. Arya keluar dan membuka gerbang yang disambut senyum manis oleh Anitha sang sales girl showroom Jeep.
__ADS_1
"Kok nona Anitha sendiri yang anter..?" ucap Arya membuka omongan.
"Iya tuan Arya, driver kami sedang mengantarkan barang keluar kota, jadi saya sendiri yang mengantar." ucap Anita. Saat mereka sedang cipika- cipiki mobil jemputan Anitha sudah sampai.
"Permisi tuan jemputan saya sudah sampai, saya permisi dulu..? kalau tuan Arya punya keluhan atau butuh mobil lagi, hubungi saya." ucap Anitha lagi sambil melangkah pergi.
Sesaat setelah Anitha pergi Arya masuk kedalam kabin Jeep GRAND CHEROKEE Limited 5.7 V8 4WD dan duduk dibangku sopir.
"WROOOUUUUNG WROOOUUUNG"
Raungan mesin V8 terdengar gahar, Arya memasukkan Jeep GRAND CHEROKEE Limited 5.7 V8 4WD ke dalam gudang yang telah ia sulap menjadi garasi.
Tak berapa lama waktu berlalu dan Jack pun sudah datang dengan mengendarai Jeep GLADIATOR RUBICON 4WDnya dengan barang belanjaan memenuhi bak belakang mobil itu. Jack langsung memarkir Jeep GLADIATOR RUBICON 4WD didepan gudang penyimpanan makanan lalu memasukkan belanjaan kedalam gudang. Setelah selesai Jack memarkir mobilnya di dekat Lamborghini Veneno Roadster.
"Kenapa tak menunggu saya ndan..?" ucap Jack.
"Saya gak ada kerjaan tadi Jack, jadi ya iseng-iseng bersihkan tempat ini." jawab Arya sekenanya.
"Ini kunci dan surat jalan Jeep GLADIATOR RUBICON ndan..?" ucap Jack kemudian, sambil menyerahkan kunci dan surat jalan mobil.
"Kamu saja yang simpan Jack..? mobil itu untuk tranportasimu." ucap Arya tegas.
"Tapi ndan...?" Jack tidak meneruskan kata-katanya.
"Anggap saja itu hadiah dari saya karena telah menjaga tempat ini untukku, dan satu lagi itu hadiah karena kamu telah membuatkan aku kopi hitam gulanya sedikit." ucap Arya dengan senyum khasnya.
__ADS_1
"HA HA HA HA HA HA" tawa mereka bersamaan.
"Jack mulai hari ini kamu resmi jadi asistenku, kamu yang akan menjaga tempat ini, dan rekrut sepuluh pendaki yang handal untuk menemani kita menuju puncak salju nanti," ucap Arya tegas.
"Siap ndan, saya akan melaksakan dengan sebaik mungkin," ucap Jack
"drrrrtttt drrrrttttt.." ponsel disaku Arya bergetar tanda ada panggilan masuk.
"KLIK"
Arya menerima panggilan itu.
"Ndan ada sepuluh siswa datang kepavilyun, mereka mau bergabung menjadi anggota Sispala, bagaimana menurut komandan..?" suara Black dari seberang telpon.
"Baik terima saja untuk, aku akan menyeleksi semua anggota, aku butuh dua orang untuk menjadi anggota inti," jawab Arya.
"KLIK" ponsel dimatikan Arya.
"Jack besok aku dan Ani akan balik ke kota madya dulu, dan kemarin aku sudah meminta AURORA COMPANY membangun sebuah Villa disana..! jadi aturlah dan biarkan rumah kayu itu tetap seperti itu." ucap Arya sambil menunjuk bukit disebelah barat rumah kayu.
...CREATED, DESI 2021...
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Kamu layaknya karya seni. Tidak semua orang akan mengerti dirimu, tetapi orang-orang yang mengerti, tidak akan pernah melupakanmu."...
__ADS_1