
"Tok tok tok"
Nandhita melihat jam dinding.
Dia baru saja membersihkan rumah,
Jam sudah menunjukkan pukul 15.51WNT.
"Bukankah ini waktu yang kurang tepat untuk bertamu." batin Nandhita.
CEKLEEK pintu dibuka.
Jack menampakkan senyum yang kaku saat melihat Nandhita membuka pintu.
Dug.. dug.. dug..
"Pakai acara senyum-senyum segala, hmmm bikin gak nyaman saja." omel Nandhita dalam hati.
Jack membawa sekrenjang sayur sayuran dan bahan bahan makanan yang lainnya.
"Jack, mau kamu apain semua bahan bahan itu..? apa mau ada acara atau mau ada hajatan..?" goda Nandhita karena banyaknya bahan bahan yang dibawa Jack.
"Aku mau masak disini." ucap Jack cuek dan masuk kedalam rumah tanpa menunggu Nadhita mempersilahkan masuk.
Nandhita mengikuti Jack hingga kedapur, Jack dengan seenaknya membuka kitchen set dan mengambil peralatan yang dia butuhkan.
Jack memang cekatan dalam segala hal, termasuk memasak, selama menjadi pendaki dan terlebih lagi saat menunggu hutan larangan, dia terbiasa melakukan semuanya sendiri. Dan memang mengharuskannya untuk mandiri.
Sebenarnya Jack adalah seorang yang supel dan ramah karena kebiasaan Jack yang berbulan bulan hidup sendiri dihutan larangan sendirian membentuk karakternya menjadi kaku dalam berinteraksi dengan orang lain.
Aroma lezat menyeruak di dalam Rumah Kayu, dua orang yang memang sudah lapar sudah duduk di samping meja makan bersiap siap menyantap makanan yang sudah dihidangkan dan masih mengekuarkan asap beraroma lezat.
Mereka berdua masih sama-sama terdiam, dan tak ada yang memulai mengambil makanan, rasa canggung sangat terlihat jelas saat itu. Namun tiba-tiba Nandhita berdiri dan mengambil makanan menaruhnya kepiring lalu meletakkan di hadapan Jack, dan memintanya untuk segera memakannya. Kemudian Nandhita mengambil makanannya sendiri dan memulai memakannya.
Setelah acara makan bersama mereka Nadhine membersihkan meja makan dan menyimpan sisa bahan makanan kedalam kulkas dua pintu yang cukup besar.
Sementara Jack entah ada apa sikapnya berubah dan buru buru beranjak pergi. Tetapi saat hampir didekat pintu Jack balik lagi ke dapur ketempat Nandhita yang sedang berdiri bingung dengan perubahan Jack. Jack lalu memegang tangan Nandhita dan berkata dengan lembut "saya pergi dulu ada sebuah urusan yang tak dapat kutinggalkan, kamu istirahatlah yang cukup, pendakian kita besok lumayan menguras pikiran dan tenaga, terutama di Lembah Gondo Arum." ucap Jack.
Nandhita bengong dan makin bingung dengan tingkah orang didepannya, tingkahnya seperti orang yang berpamitan dan sangat mencintai kekasihnya.
"Dasar nich orang makin aneh saja tingkahnya." Nandhita berbisik dalam hati saat Jack sudah melewati jembatan kayu, setelah itu Nandhita bersiap siap dan masuk kedalam kamar mandi.
(maaf lagi-lagi adegan dalam kamar mandi author SENSOR karena Nandhita tak mau perkakasnya yang super wouw itu..!? di expos dan juga author belum dapat ijin untuk membuka privasinya)
__ADS_1
LANJUUUUUT
Dua puluh menit didalam kamar mandi (agak lama dikamar mandinya habisnya tau sendiri kan cewek banyak tempat nylempit-nylempit yang harus dibersihkan dengan sempurna, biar kuman mati dan aroma alami tubuhnya wangi tanpa parfum) Nandhita pun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk putih yang tak mampu menyembunyikan seluruh keindahan tubuhnya, dengan cepat ia menuju kamarnya, (takut kalau kalau ada pembaca yang melihatnya) untuk berganti pakaian.
Kerajaan Malampun mulai mengusai dan Raja kegelapan dengan angkuh menyapa setiap sudut sudut kota baya dengan adil dan merata.
Malam terus berlalu tanpa ada seorangpun sanggup menghentikan waktu, semakin larut semakin larut dan Mentari pagi menyambut penduduk bumi.
Namun sebaliknya Jack yang menyambut Mentari pagi, Jack sudah lebih dulu bangun menyiapkan segala kebutuhan untuk keperluan pendakian dan pergi ke Rumah Kayu menjemput Nandhita.
Tok.. tok.. tok..
Jack mengetuk pintu beberapa kali sebelum seseorang membuka pintu itu dari dalam.
CEKLEEK pintu terbuka.
"Jack..?? Apakah semuanya sudah berkumpul..??" tanya Nandhita sewot.
"He.. he.. belum, kan berangkat jam 08.00 WNT." jawab Jack.
"Jadi ngapain kesini pagi pagi buta seperti ini." tanya Nandhita jutek.
Jack memperhatikan gadis itu, sepertinya dia habis mandi, wajah Nandhita tampak segar, walaupun tak ada riasan diwajahnya, tapi pesona yang muncul dari dalam dirinya sanggup membuat Jack kebat kebit hatinya.
"Itu sudah masuk masuk sendiri tanpa disuruh, hey..!! mau kemana..?!" ucap Nandhita dengan sewot, melihat Jack terus menuju dapur.
Jack tersenyum mendengar Nandhita mengomelinya.
Seperti biasa dia memasang mode kaku dan tidak mendengar omelan Nandhita.
"Mau bikin kopi kamu mau." ucap Jack datar.
Sesampainya didapur, seperti biasa Jack dengan seenaknya membuka kitchen set dan mengambil peralatan yang dia butuhkan. Tak butuh waktu lama Jack sudah menyiapkan makanannya. Nandhita hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Jack. Dia sudah mulai agak terbiasa dengan tingkah aneh orang itu.
"Ayo makan." ajak Jack.
"Makan saja sendiri aku tak terbiasa makan pagi pagi begini." jawab Nandhita sambil melangkah pergi.
Namun sebelum Nandhita melangkah menjauh, Jack lebih dulu memegang pergelangan tangannya.
"Aku kesini karena mau makan bersama dan memastikan kamu sebelum berangkat mendaki perutmu sudah terisi. Biar tidak terjadi apa apa nanti, ini juga demi kebaikanmu." jawab Jack tegas.
"Huffft..."Nandhita menghela nafas.
__ADS_1
Lagi lagi Nandhita tak dapat menolak ajakan Jack, karena memang sebelum berangkat dia harus mengisi perut.
"Okey.. baiklah, aku akan menemanimu makan, tapi aku yang bikin kopinya." ucap Nandhita dengan mode juteknya.
"Terserah kamu saja yang penting sekarang makan dulu." ucap Jack sambil menyodorkan sepiring makanan pada Nandhita.
Mereka menyelesaikan makan tanpa suara, hanya sesekali terdendar sendok membentur piring. Selesai menghabiskan makanan dipiringnya Jackpun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
"Ini kopinya," kata Nandhita jutek.
"Kok gitu nadanya gak ikhlas ya bikin kopinya." ucap Jack dengan nada datar.
"Ini kopinyaaa kak..?" ucap Nandhita di manis masin.
"Nah gitu kan enak didengarnya." ucap Jack sambil tersenyum.
"Ya sudah aku mau ganti pakaian dulu." ucap Nandhita terus melangkah pergi.
Nandhita segera menuju kekamarnya dan dengan cepat di bersiap. Sementara Jack menikmati kopi hitamnya dan pikirannya melayang entah kemana.
"Saya sudah siap kak..?" Nandhita muncul di ruang tamu. Jack terpesona denan penampilan Nandhita kali ini, dia tampak cantik dan anggun dengan pakaian outdoor yang dikenakannya.
"A.. ayo berangkat." ucap Jack menghilangkan kegugupannya.
Tak lama mereka sudah berkumpul dengan teman teman pendaki lainnya, yang sudah berkumpul di depan Base Camp yang disusul oleh Arya dan Elya.
"Gimana sudah siap semua apa belum..?" tanya Arya sesaat setelah ia sampai disitu.
"SUDAAAHH" jawab mereka kompak.
"Kalau sudah berkumpul semua, sebelum kita berangkat, mari kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan kita masing masing. Berdo'a mulai." ucap Arya memimpin do'a.
Dengan khusuk sambil menundukkan kepala masing masing mereka memohon keselamatan pada Tuhan Yang Maha Esa.
Dan expedisi dimulai..
...CREATED, JAN 2022...
...~°• CINK's eL A •°~...
..." Jika ingin bersenang senang berkunjunglah ke pantai dengan senja yang tenggelam dan bila anda ingin mencari ketenangan dan kedamaian pergilah mendaki gunung."...
...Tak terasa sudah eps. LIMA PULUH, minta dukungan like, vote dan komentnya dong..!?.....
__ADS_1