SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
VILLA LEGENDA


__ADS_3

...Selamat jumpa kembali kepada pembaca yang budiman yang masih setia membaca novel ini..? akhirnya aku bisa mengetik dan menulis kembali, setelah vakum pada rutinitas kesibukanku okey.. !? mari kita lanjuuuuut ceritanya..!?...


...°•°•°•°•°...


Rangga berada di kantin pendaki saat itu, melihat Lamborghini Veneno Roadster Matte Black memasuki halaman parkir segera berjalan menyambutnya.


"Hallo ndan," ucap Rangga menyambut mereka.


"Hmmm, gimana pembangunan Villanya..?" tanya Arya.


"Tinggal serah terima kunci ndan dan siap di tempati," ucap Rangga yakin.


"Bagus ada berapa anak buahmu yang membantumu mengelola pendakian gunung legenda sekarang..?" tanya Arya.


"Tottal ada 150 ekor ndan dibagi menjadi tiga shift kerja," jawab Rangga lagi.


"Hemm bagus, yang penting kerja maksimal 50 orang per shift saya kira memang sudah cukup dan sekarang ikuti saya melihat villanya," Arya berkata sambil melangkahkan kakinya yang diikuti Elya dan Rangga.


Mereka bertiga berjalan meninggalkan tempat pakir menuju villa. Sesaat berjalan mereka disambut gapura bertuliskan


VILLA LEGENDA


Memasuki pintu gerbang villa yang di desain minimalis dengan pemberian aksen emas bukan satu-satunya hal yang menarik dari pintu gerbang ini.


Desain berupa teralis silang dan strip horizontal diatur sedemikian rupa supaya ada privasi tanpa membatasi visual atau pandangan dan dilengkapi dengan pintu terpisah, pintu gerbang minimalis ini akan langsung memberi kesan mewah yang elegan.


Berjalan memasuki gerbang disambut dengan sebuah taman dan kolam ikan yang dipenuhi oleh Ikan Koi Golden Corn dan beberapa jenis ikan koi jenis lainnya kolam itu didesain menyerupai sebuah danau lengkap dengan air terjunnya.


Terus berjalan mereka mulai melihat sebuah villa megah dengan desain klasik 3 lantai denga luas bangunan 50 m persegi dengan kolam renang privat disamping villa induk, di desain dengan eksterior mewah dan elegan yang serasi dengan kawasan sekitar yang hijau dengan view perbukitan yang luas. Di lantai paling bawah ini tampak seperti ruang rapat dengan peralatan visual yang bermerk international dan dilengkapi sebuah mini bar disisi samping ruangan dan juga ada aquarium yang sangat besar diujung ruangan dengan ikan Arwana berkilauan didalamnya.


Naik ke lantai dua melewati tangga yang didesain melingkar sangat elok dipandang mata, dilantai dua ini terdapat bebetapa kamar tidur, yang setiap ruangan sangat privat dan memiliki kamar mandi juga balkon diluar sehinnga setiap saat penghuninya bisa bersantai menikmati keindahan alam pegunungan yang asri, selain ruangan-ruangan itu ada sebuah ruangan yang cukup luas dan terbuka dengan desain interior mewah dan elegan sangat pas untuk bersantai,


Disudut tembok ada tangga menuju lantai tiga disini seluruh ruangan berukuran sekitar 50m persegi, dengan dekorasi yang sangat mewah, Selain dua kamar tidur ruang tamu ruang rapat ruang belajar dan ruang hiburan audio visual. Ruangan ini hampir mengandung semuanya, Baik meja kursi sofa bahkan perlengkapan mandi semuanya barang bermerk international dan canggih.

__ADS_1


Dari segi privasi dan kualitas tak dapat diragukan lagi. Ruang tamu memiliki jendela kaca yang yang tinggi hampir sampai langit-langit sehingga dapat melihat seluruh lereng pegunungan yang asri dan indah dengan nyaman.


"Bagus ini sesuai dengan harapan saya, ini sangat cocok buat tempat singgah saya nantinya, dan kamu yang akan menjaga dan merawat tempat ini Ngga, kamu boleh mengajak beberapa anak buahmu, yang terpenting dua kamar dilantai atas adalah tempat privasi saya dan Elya, yang lainnya terserah kamu," ucap Arya sambil melangkah meninggalkan tempat itu dan kembali ke kantin pendaki untuk menikmati masakan ala desa yang Arya dan Elya sukai.


"Selamat datang kembali tuan, nona nugraha apa menu yang bisa saya hidangkan buat nona dan tuan..?" sapa Santi dengan sopan dan lembut.


"Seperti biasa menu ala desa kalian yang menggoda lidah itu..?" jawab Arya.


"Kopi hitam gulanya dikit dua cangkir." tambah Elya.


"Kamu minumnya apa Ngga..?" tanya Arya pada Rangga.


"Ya pastinya kopi dong ndan..? tapi gulanya biasa, hidupku sudah pahit masak kopi juga pahit," jawab Rangga sambil bercanda.


Mendengar candaan Rangga Arya dan Elya tersenyum tipis.


"Tunggu sebentar tuan kami siapkan pesanan anda." ucap Santi sambil melangkah pergi.


Tak ada kata yang terucap selama mereka makan, mereka sedang asyik menikmati lezatnya menu masakan itu.


"Iya El..? kita bisa memulai belajar dengan tenang." jawab Arya.


"Iya ndan..! urusan disini serahkan pada saya, saya tidak akan mengecewakan kepercayaan komandan dan non Elya, komandan fokus saja pada sekolah." ucap Rangga menyahut.


"Okey karena semua urusan disini saya anggap sudah cukup untuk saat ini. Aku dan Elya akan kembali ke kota madya, oh iya untuk mobil opetasional nanti saya belikan sepulang dari sini." ucap Arya.


"Berarti kita ajak Rangga aja sekalian kak biar nanti Rangga yang bawa mobilnya kesini, kan gak usah pakai driver." ucap Elya.


"Yuk berangkat kalau begitu..?" ajak Arya sambil berdiri dan melangkah menuju Lamborghininya yang diikuti Elya dan Rangga.


Lamborghini Veneno Roadster Matte Black yang di naiki Arya, Elya dan Rangga pun mulai bergerak dan melaju menembus hiruk pikuk keramaian kota madya dan berhenti tepat diparkiran sebuah showroom mobil terbesar di kota.


Arya langsun membawa Elya dan Rangga memasuki showroom dan disambut oleh seorang gadis pelayan yang sudah mengenalnya, karena waktu pertama kali Arya datang ke showroom sempat dia acuhkan dan hampir membuat kariernya tamat.

__ADS_1


"Selamat datang tuan Arya, ada yang bisa saya bantu..?" ucap Santi sang sales girlr.


"Saya mau beli Jeep Wrangler Rubicon, dimana manager kamu," jawab Arya acuh.


"Maaf tuan manager sedang ada acara keluar kota, saya bisa membantu tuan mengurus permintaan tuan," jawab Santi masih dengan sopan dan lembutnya.


"Baiklah beri saya sebuah Jeep Wrangler Rubicon warna firecracker red," jawab Arya tegas mengintimidasi.


"Baiklah tuan, sambil menunggu saya menyiapkan surat-suratnya silahkan tuan menyelesaikan administrasinya." jawab Santi.


Arya pun terus berjalan menuju ruang administrasi sedang Elya dan Rangga duduk diruang tunggu, selesai Arya menggurus administrasi dia duduk bergabung dengan Elya dan Rangga.


Setelah menunggu beberapa saat Santi melangkah mendekati mereka, dan sebuah dokumen keeper hitam elegan ada ditangannya.


"Maaf tuan..? menunggu agak lama, surat-surat mobil semua ada didalam sini, termasuk surat jalan dan untuk BPKB, STNK dan TNKB masih dalam proses dan paling lama satu bulan, untuk Jeep Wrangler Rubicon warna firecracker red yang anda minta sudah kami siapkan didepan." ucap Santi ramah sambil menyerahkan map dokumen ditangannya pada Arya.


"Baiklah." jawab Arya singkat.


Diapun berdiri dan keluar meninggalkan tempat itu, sesampainya diluar Arya menyerahkan surat jalan dan kunci Jeep Wrangler Rubicon pada Rangga.


"Ini kunci dan surat jalannya, sebulan lagi kamu kesini mengambil surat-surat mobil yang asli, sekarang saya akan pulang ke pavilyun." ucap Arya.


"Terima Kasih ndan." jawab Rangga sambil menerima kunci dan surat jalan.


Akhirnya mereka berpisah di showroom mobil itu. Rangga dengan mengendarai Jeep Wrangler Rubicon warna firecracker red pulang ke gunung legenda, sedangkan Arya dan Elya mengendarai Lamborghininya pulang ke pavilyun pecinta alam.


...•°•°•°•°•°•...


...CREATED, JAN 2022...


...~°• CINK's eLA •°~...


..."Jika kau ingin sampai puncak maka nikmatilah setiap jengkal langkahmu."...

__ADS_1


...•°•°•°•°•°•...


__ADS_2