
PUKUL 09.00 WNT.
Pagi itu Arya memasuki lobby rumah sakit. Karena hari ini Dirga memaksa pulang dan Nandhita sudah tak bisa membujuknya lagi.
"Kamu belum benar-benar pulih, nanti bagaimana kalau sewaktu-waktu sakit dikepalamu kambuh..?" ucap Arya saat sudah sampai di dekat Dirga.
"Kontrakan saya berada dekat fashion store itu dan itu memudahkan saya kalau sewaktu-waktu kambuh, sudah cukup waktu beberapa hari ini bagi saya untuk beristirahat, sekarang saatnya saya bekerja kembali, bukankah perawatan dirumah sakit ini tidaklah murah dan belum lagi biaya kerusakan mobil Non Elya," lirih Dirga dengan wajah sendu.
"Harus berapa kali aku bilang padamu, kami menolongmu dengan iklas dan tidak mengharapkan balasan apa pun darimu." Elya berusaha menahan kesal atas jawaban Dirga.
"Maaf Nona, bukankah aku juga pernah bilang, saya dididik oleh keluarga saya kalau hidup tidak ada yang gratis." jawab Dirga.
"Hufft.. terserah kamu saja, sebaiknya saya antar kamu pulang." ucap Arya kemudian.
Mereka berjalan berdampingan keluar dari pavilyun rumah sakit, melewati bebetapa perawat dengan kesibukan masing-masing. Tiba diparkiran Arya segera menghidupkan mesin mobilnya dan melaju keluar dari area rumah sakit. Ia tak mau membuang-buang waktu.
Hanya butuh waktu lima belas menit waktu tempuh antara Rumah Sakit dengan rumah kontrakan Dirga.
Arya segera memarkir Lamborghini Veneno Roadsternya dan berlajan berjalan di belakang Dirga memasuki rumah kontrakan itu.
"Terima Kasih atas semua yang Tuan dan Nona telah lakukan pada saya, kalau boleh saya minta alamat tuan, biar sewaktu-waktu saya punya uang bisa mengantarnya." ucap Dirga pelan dan sopan.
"Bisakah kamu tidak memanggilku Tuan..? kita berteman sekarang dan kita juga masih seumuran, malah kelihatannya kamu lebih tua dariku, panggil saja aku Arya." jawab Arya.
"Status kita jauh berbeda kamu seorang tuan muda yang kaya raya sedangkan aku cuma buruh kuli panggul, tidak sipan rasanya kalau aku tidak memanggilmu Tuan..?" jawab Dirga.
"Sudahlah panggil aku Arya saja atau mulai hari ini kita tidak usah saling kenal, aku paling benci itu, karena alasan status dan harta akan memberikan skat dalam sebuah pertemanan. Bukankah yang namanya teman itu saling melengkapi dan membutuhkan. Jadi panggil saja aku Arya jangan pakai embel-embel didepamnya." Arya menyampaikan argumennya.
Sementara itu Dirga mendengarkan setiap kata dari Arya timbul rasa kekaguman yang mendalam dihatinya.
"Baru kali ini aku menemui seseorang yang sangat kaya raya, tapi penampilannya begitu biasa, juga hatinya sangat tulus dalam setiap tingkah laku dan tindakannya, tidak arogan seperti kebanyakan orang kaya." Dirga bicara pada dirinya sendiri dalam hati.
"Hmmmm kok diam..! ya sudah saya pergi dulu, saya anggap kamu tidak tulus ingin berteman sdenganku." ucap Arya seraya mau melangkah pergi.
"Ma..ma'af tuan..!? eeeh Arya saya ingin berteman denganmu..?" ucap Dirga menghentikan langkah Arya.
__ADS_1
Memdengar perkataan Dirga Arya menoleh dan sebuah senyuman tersemat dibibirnya.
"Okey..!? mulai sekarang kita berteman, dan teman tidak pernah memberi untuk mengharap kembalian, jadi bantuan yang sudah diberikan adikku Elya padamu jangan kamu anggap itu sebuah hutang..! gimana..? kamu setuju apa tidak..? kalau kamu setuju aku akan memberi tahumu dimana aku tinggal dan bahkan nomor ponselku." ucap Arya masih dengan senyum tersemat dibibirnya.
"Ba.. ba.. baiklah jika kamu memaksa, aku menganggap batuan kalian adalah hadiah persahabatan kita." ucap Dirga menyerah.
"Naaaaa itu lebih bagus, ini kartu nama saya, ku harap suatu saat kamu mau berkunjung ketempatku, tunjukkpan kartu itu pada penjaga, maka kamu akan langsung diantar menemuiku." ucap Arya sambil memberikan sebuah kartu dari lempengan logan tipis berwarna emas pada Dirga.
Dirga menerima dan mengamati kartu itu beberapa saat sebelum menyimpan kartu itu. Sedangkan Arya minta pamit dan pergi dari rumah kontrakan itu.
****************
Sementara itu di villa hutan larangan Any, Verra dan Black mulai bersiap-siap, karena libur semester tinggal beberapa hari lagi mereka harus segera kembali ke kota madya.
"WROOOUUUUNG WROOOUUUNG"
Suara deru mesin Lamborghini Veneno Roadster memasuki gerbang hutan larangan.
"Itu suara Lamborghini kak Arya pulang." ucap Any.
"Iya kebetulan kita bisa memberi tahu kak Arya kalau nanti sore kita berangkat ke kota madya." ucap Verra kemudian.
Akhirnya mereka pun turun dari lantai dua villa itu untuk menemui Arya. Sudah menjadi kebiasaan Arya setiap datang dari manapun pasti dia langsung duduk di depan Aquarium dilantai bawah villa itu.
"Siang ndan..?" ucap Black sesaat setelah sampai disamping Arya.
"Hmmm sudah pada rapi banget kalian, mau kemana..?" jawab Arya sambil mengedarkan pandangan melihat ketiga temannya.
"Maaf kak, kami mau pulang ke kota madya, sudah terlalu lama kita disini kasian teman-teman disana tidak ada yang membimbing latihan." ucap Any menjelaskan.
"Kapan rencana kalian berangkat..?" tanya Arya.
"Sekarang ndan..!" jawab Black singkat.
"Liburan sekolah masih satu minggu lagi, baiklah aku akan ikut kalian." jawab Arya.
__ADS_1
********
Dipusat perbelajaan pusat kota baya dua orang gadis cantik sedang asyik memilih busana-busana indah bermerk kelas dunia. Ya mereka adalah Elya dan Nandhita.
"DRRRRTTT DRRRRTTTT"
Ponsel Elya bergetar tanda ada pesan yang masuk, tanpa menunggu lama Elya mengambil ponsel dari saku dan melihat isi pesan tersebut.
"Elya, Kakak berangkat ke kota madya mengantar teman-teman kakak, kamu gag usah nyusul, jaga diri baik-baik selama kakak gak ada..?" isi pesan itu yang ternyata dari Arya kakaknya.
"Iya Kak, tapi ada apa kok mendadak banget..?" balas Elya.
"Gak ada apa-apa, udah ya..? Kakak berangkat sekarang." balas Arya masih dalam pesan tesk di ponsel.
"Ya dech..? Kakak hati-hati dijalan ya..?" balas Elya.
"Siap Nona cantik..? Kakak berangkat." balas Arya.
Sementara itu Nandhita terus memperhatikan Elya yang membalas pesan diponselnya tak dapat menahan keingin tahuan siapa yang diajak bertukar pesan Elya.
"Pesan dari siapa kak Elya..?" tanya Nandhita kemudian.
"Ooooooo ini kak Arya pamit mau ke kota madya." jawab Elya.
"Sepertinya ada urusan yang penting ya..? sampai tidak memberi tahu kita sebelumnya." ucap Nandhita pelan tapi masih bisa didengar Elya.
"Tenang gak ada masalah apa-apa kok, cuma kak Arya mau melihat perkembangan teman-temen di pavilyun pecinta alam saja, nanti kalau ada waktu yang tepat kamu saya ajak kesana." jawab Elya.
"Syukurlah kalau tidak ada apa-apa." ucap Nandhita.
"Hmmm Nan, udah apa belum belanjanya..? Kalau sudah yuk kita kekasir setelah itu kita makan aku sudah lapar nih." ucap Elya.
"Sudah Kak, ayok..?" jawab Nandhita.
Setelah melakukan pembayaran mereka berduapun meninggalkan tempat itu. Karena memang jaraknya yang dekat Mereka berjalan kaki menuju restoran yang berada diseberang jalan tepat didepan fashion store tempat mereka berbelanja tadi.
__ADS_1
...CREATED, 2022...
...~°•CINK's eL ARIA•°~...