SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
KOTA BAYA


__ADS_3

~°•TIGA BULAN KEMUDIAN•°~


PUKUL 14.30 WNT


Siang itu setelah selesai mengurus surat pindah sekolah Arya memanggil Ani, Verra dan Black keruang pertemuan di pavilyun pecinta alam.


"Saya minta maaf karena tidak memberi tahukan ini sebelumnya, karena saya tidak ingin kalian panik atau apa.." ucapan Arya terhenti sejenak.


"Mulai besok saya akan meninggalkan sekolah dan juga pavilyun ini, saya harap kalian merawat dengan baik pavilyun ini, terutama kamu Ani..? mulai besok kamu tinggal disini, diruangan saya, yang berarti kamu menjadi ketua pavilyun ini dan untuk kalian Verra dan Black bantu Ani mengurus semuanya, dan masukkan dua anggota AMUBA yang paling kompeten kesini, untuk menempati dua rumah yang masih kosong." lanjut Arya.


Mendengar ucapan Arya semua cuma melonggo, suara mereka tercekat ditenggorokan hingga tak mampu untuk bicara.


"Tapi ndan.. haruskah secepat ini..?" ucap Black setelah sedikit dapat menguasai keterkejutannya.


"Ya..!? ini sudah bulan kesepuluh, dan saya belum mempersiapkan apa-apa..? tinggal sembilan bulan lagi, mudah-mudahan saya dapat dengan cepat beradaptasi di kota baya, oh ya besok kalian bisa ikut, saya sudah meminta ijin tidak masuk sekolah untuk kalian besok." ucap Arya.


"Kenapa kakak tidak memberi tahu kita sebelumnya..?" ucap Ani," ada air mata disudut matanya yang bening sejernih kristal itu.


"Iya..?! kak Arya tega, meninggalkan kita tanpa pemberitahuan sebelumnya." sambung Verra.


"Tenanglah saya akan tetap kesini menjenguk kalian setiap ada waktu, karena selain ini rumahku, disini juga aku memulai langkahku." ucap Arya.


"Okey sekarang mari kita bersiap, sebentar lagi Elya sampai sini dan kita berangkat." sambung Arya sambil melangkah meninggalkan Ani, Verra dan Black.


PUKUL 17.30 WNT


Lamborghini Veneno Roadster yang dikendarai oleh Arya dan Ani dan Ferrari 488 Pista Spider yang di kendarai oleh Elya dan Verra, Jeep Wrangler Rubicon yang dikendarai oleh Black dan Rolls Royce Phantom yang dikendarai oleh Paman Benton dan Bibi Resty rombongan dikawal sebuah Super Car BMW warna putih biru dengan sirine menyala diatasnya meluncur cepat membelah padatnya jalan kota madya selayaknya pejabat negara.


Dengan dikawal oleh pihak berwajib rombongan pun tidak mengalami kendala, enam jam kemudian mereka mulai memasuki jalan desa yang sudah berubah, dulu jalan ini penuh lubang sekarang sudah mulus beraspal hotmix.


Saat memasuki gerbang larangan Arya terkejut dengan perubahan didalamnya.


Rumah kayu yang dulu dia tempati berubah, kalau dulunya disekitar rumah banyak ditumbuhi semak dan bunga-bunga liar sekarang rumah itu layaknya rumah dalam dongeng. Rumah kayu berdesain kuno dan klasik berdiri megah ditengah danau berair jernih yang memperlihatkan ikan-ikan beraneka ragam hidup didalamnya. Ada sebuah jembatan kayu melengkung menambah keklasikan tempat itu.

__ADS_1


"Maafkan jika saya tidak memberi tahu dulu dengan perubahan ini, saya berfikir waktu komandan bilang kalau non Elya suka pelihara ikan maka muncul ide ini, tapi saya tidak merubah apa pun ysng betkaitan dengan rumah itu ndan." ucap Jack, meyadarkan Arya dari ketakjuban pemandangan yang dilihatnya.


"Saya senang Jack dengan perubahan yang kau lakukan." jawab Arya.


"Jack bawa rombongan menuju villa..!?" perintah Arya kemudian.


"Siap ndan." ucap Jack singkat dan terus membawa rombongan Paman Ben, Bibi Resty, Ani,Verra dan Black menuju Villa.


Sebuah Villa besar berukuran dua puluh lima meter dengan desain modern klasik yang megah, memasuki villa disambut aquarium super besar menempel ditembok lengkap dengan ikan arwana puluhan jenis, ruangan ini tampak seperti ruang tamu atau ruang keluarga yang sangat luas dilengkapi dengan mini barnya, dengan desain interior mewah dan elegan yang serasi dengan kawasan sekitar yang hijau perbukitan yang luas.


Naik ke lantai dua melewati tangga yang didesain melingkar sangat elok dipandang mata, dilantai dua ini terdapat beberapa kamar tidur, yang setiap ruangan sangat privat dan memiliki kamar mandi juga balkon diluar sehinnga setiap saat penghuninya bisa bersantai menikmati keindahan alam pegunungan yang asri, selain ruangan-ruangan itu ada sebuah ruangan yang cukup luas dan terbuka dengan desain exterior mewah dan elegan sangat pas untuk bersantai,


Disudut tembok ada tangga menuju lantai tiga disini seluruh ruangan berukuran sekitar 25m persegi, dengan dekorasi yang sangat mewah, Selain dua kamar tidur ruang tamu ruang keluarga ruang belajar dan ruang hiburan audio visual. Ruangan ini hampir mewakili semua kebutuhan penghuninya, Baik meja kursi sofa bahkan perlengkapan mandi semuanya barang bermerk international dan canggih, dari segi privasi dan kualitas tak dapat diragukan lagi. Dan diruang tamu memiliki jendela kaca yang sangat tinggi hampir sampai langit-langit sehingga dapat melihat seluruh lereng pegunungan yang asri dan indah dengan nyaman.


Sedangkan dilantai paling atas villa ada sebuah kolam renang outdor yang sangat luas.


"Hmmmmm desain Villa ini mirip dengan villa Legenda," ucap Elya saat udah berada di dalam villa.


"Oh iya panggil Paman Ben dan Bibi Resty kesini, suruh mereka istirahat disini malam ini kita satu kamar dan kamar satunya biar dipakai paman dan bibi," ucap Arya sambil melangkah masuk kedalam kamar, sedangkan Elya turun ke lantai bawah untuk memanggil Paman dan bibinya.


Malam pun berlalu disambut mentari pagi, Elya duduk dijembatan kayu, sedang asik memberi makan ikan-ikan didanau saat paman ben dan bibi resty berjalan mendekati.


"Non Elya saya belum pernah melihat danau buatan seindah ini, danau ini selayaknya danau alami dengan sentuhan tangan seniman yang profesional," ucap Bibi Resty.


"Tuan Arya memang pemuda yang luar biasa, mampu mendapatkan orang-orang kompeten yang siap melaksanakan setiap ide dan keinginannya, tuan Arthur pasti sangat terkejut melihat kenyataan ini." tambah Paman Ben.


"Iya, Paman Bibi," jawab Elya singkat.


"Paman, Bibi, Elya mari kita sarapan dulu..? Ani, Verra, Black dan Jack sudah menunggu di villa," ucap Arya sambil mendekati mereka.


"Gimana El..? kamu suka dengan tempat ini..?" tanya Arya lagi. Elya mengangguk pelan dan dari wajahnya terlihat sebuah kepuasan yang mendalam.


"Mari Tuan..?" ucap Bibi Resty sambil melangkahkan kakinya dan diikuti oleh mereka semua yang ada disana.

__ADS_1


Mereka semua duduk dalam ruangan dan meja yang sama layaknya keluarga besar yang berbahagia. Dan yang paling mencolok saar itu Arya duduk di apit oleh dua keindahan yang nyata dan keduanya sama-sama sangat memperhatikan Arya.


Tanpa canggung Any mengambilkan makanan dan Elya mengambilkan sayur dan lauk-pauk ke piring Arya dan memintanya untuk segera mencoba. Lalu Any dan Elya pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Sarapan pagi tlah berlalu mereka telah berpindah pergi dari ruang makan.


Elya sudah asyik berdiri di depan aquarium, memandangi indah warna tubuh red arwana di dalamnya, sesekali jari lentiknya ia main-mainkan untuk menarik perhatian sang ikan.


Ani dan Verra sedang bersih-bersih mencuci piring bekas pakai mereka untuk sarapan tadi, tampak riang tanpa ada penyesalan atau rasa keberatan untuk melakukannya.


Arya, Jack, Black, Paman Benton dan Bibi Resty sedang asyik ngobrol diruang keluarga.


"Ndan, siang ini ada acara kemana..?" tanya Jack.


"Hari ini aku mau kesekolah mengurus kepindan, biar hari Senin kita bisa masuk sekolah." jawab Arya.


"Apa perlu saya antar." ucap Paman Ben.


"Gak usah paman, Paman istirahat saja, biar aku sama Elya saja." jawab Arya.


"Elya.. Elya.. ayo berangkat keburu tutup nanti sekolahannya." teriak Arya memanggil Adik tercintanya.


"Iya kak ini juga sudah siap," ucap Elya setelah sampai di dekat Arya.


"Kami berangkat dulu Paman Bibi dan semuanya." ucap Elya berpamitan.


Hari terik menyilaukan mata terus berlanjut. Matahari sampai saat ini masih terus menjadi misteri, siapa tahu hari ini ia akan bersinar atau tertutup kapas-kapas kelabu yang menangis. Ramalan cuaca pun tidak bisa sepenuhnya benar.


...CREATED, JAN 2022...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Tanamkan kebaikan dalam diri. Hapus memori yang terus menyelimuti, karena hari ini kita harus menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri,"...

__ADS_1


__ADS_2