SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
INTERNATIONAL SCHOOL


__ADS_3

Hari terik menyilaukan mata. Matahari sampai saat ini masih terus menjadi misteri, siapa tahu hari ini ia akan bersinar atau tertutup kapas-kapas kelabu yang menangis. Ramalan cuaca pun tidak bisa sepenuhnya benar.


Lamborghini Veneno Roadster memasuki halaman parkir INTERNATIONAL SCHOOL kota baya, saat terik mentari memanggang tepat diatas kepala.


Arya dan Elya memasuki sebuah ruang president sekolah terfavorit di kota baya.


"Saudara Arya dan Elya menurut catatan di surat pengantar pindah sekolah ini, kalian berdua siswa dengan segudang prestasi di sekolah asal anda, apakah anda di sekolah ini juga akan mengambil kelas akselerasi..?" ucap ms. Isabella presiden sekolah.


"Kalau bisa iya." jawab Arya dan Elya bersamaan.


"Baik saya masukkan kalian dikelas akselerasi dan karena sistem pengajaran di kota madya dan kota baya berbeda, jadi lalian mendapat uji coba mata pelajaran selama satu minggu, kalau kalian mampu mengikuti berarti kalian tetap di kelas akselerasi, tapi kalau kalian tidak mampu maka terpaksa kalian kami pindah di kelas unggulan biasa." ucap ms. Isabella lagi.


"Bagaimana baiknya, kita ikut peraturan sekolah ini." jawab Arya.


Setelah satu jam lebih Arya dan Elya berada di kantor presiden sekolah akirnya urusan mereka selesai dan meninggalkan tempat itu. Karena mereka keluar dari kantor bertepatan jam pulang sekolah ratusan pasang mata memperhatikan mereka berdua, namun Arya dan Elya tak memperdulikan mereka.


Arya dan Elya dengan santai berjalan menuju halaman parkir saat seseorang menghampiri mereka.


"Maaf kalau tidak salah anda Arya ya..?" ucap gadis itu membuka obrolan.


"Benar saya Arya siswa baru disekolah ini, kalau boleh tahu siapa anda dan dari mana anda tahu nama saya?" jawab Arya.


"Saya DEVI ZULFITRI, panggil saja saya Devi, saya ketua sispala disekolah ini, siapa yang gak kenal Arya pemecah rekor panjat tebing tiga bintang," jawab Devi.


"Ha ha ha itu hanya kabar yang dibesar-besarkan saja, sudahlah jangan bahas itu lagi, eh iya kenalkan ini saudara kembar saya." ucap Arya sambil melihat kearah Elya.


"Hmmmm iya saya Elya saudara kembar kak Arya, mulai hari Senin kita resmi jadi siswa di sini." ucap Elya.


"Baik, baiklah.. saya akan berterus terang pada kalian soal saya menemui kalian saat ini, sejak saya mendengar dari kesiswaan dan organisasi kalau kalian mau pindah kesini, saya mulai mencari data kalian di website dan ternyata Arya selain pemecah rekor panjat tebing tiga bintang kamu juga aktor di balik pembangunan gunung legenda bersama Elya dan juga pendiri sispala amuba dan masih banyak prestasi yang ada pada dirimu. Sedangkan Elya gadis cantik termuda yang sudah menduduki kursi CEO perusahaan terbesar yang menguasai kota madya, juga ketua OSIS yang mampu menggerakkan siswa se exs kota madya membersihkan sungai dari sampah dan menjadi agenda mingguan komunitas pelestarian alam kota madya dan yang menghebohkan lagi adalah berita seorang gadis usia 17an menyatukan visi,misi dan memfasilitasi warga desa menuju desa wisata di m'BELIK TOURIST VILLAGE dan yang lainnya." ucap Devi bersemangat.

__ADS_1


"Jangan terlalu percaya dengan berita di website, kami tetaplah seorang siswa yang masih harus banyak belajar." ucap Elya merendah.


Devi tersenyum dan melangkah semakin mendekati Arya dan Elya. Kemudian memberikan sebuah kartu hitam kepada Arya dan Elya.


Kartu itu terasa dingin ditangan dan amat elegan. Bagian depan berpola awan merah dengan aliran yang menyilaukan, sangat berkarakter. Bagian belakang dilengkapi dengan chip dan rangkaian kode terletak pada sudut kanan bawah.


"Ini adalah kartu identitas internal Pecinta Alam se Kota Baya. Dan ini adalah kartu hitam peringkat tertinggi, hanya orang berprestasi sangat luar biasa yang dapat memiliknya. Informasi identitas kalian sudah dimasukkan kedalamnya. Dengan kartu ini posisi kalian sama dengan posisi tertinggi tingkat regional. Kalian dapat menikmati seluruh fasilitas yang dimiliki Pecinta Alam Kota Baya secara bebas, mengangkat atau memberhentikan keanggotaan seseorang sesuka hati dan mendapat akses penuh masuk dan melihat data intelejen walaupun itu sangat rahasia di website, dan mulai saat ini saya ditunjuk oleh organisasi untuk menjadi asisten kalian berdua."


Kata-kata Devi membuat Arya dan Elya mengangguk-angguk tanda mengerti, tak ada suara yang keluar dari mulut keduanya.


"Kartu Identitas Pecinta Alam Kota Baya dibagi menjadi beberapa level, Hitam seperti yang kalian punya adalah level tertinggi, dibawahnya ada Berlian, Emas, Perak, Perunggu dan Hijau. Untuk mendapatkan kartu hijau ini saja sudah teramat susah." Devi Zulfitri menjelaskan, dan juga mengeluarkan kartunya.


Kartu yang bentuk dan desainnya sama dengan yang di tangan Arya dan Elya tetapi itu kartu Berlian dan ada perbedaan rincian-rincian kecil.


"Kartu saya berlian dan hanya ketua Sispala, Mapala dan Pepala yang memilikinya." kata Devi melanjutkan.


"Kamu berposisi sebagai ketua sispala, jadi apakah tidak menghinakanmu, menjadi pengantar kartu ini untuk kami..?"


"Tidak, tentu saja." sambil menggelengkan kepala Devi melanjutkan perkataannya.


"Organisasi yang menerbitkan kartu itu, dan itu suatu kehormatan bagi saya bisa memberikan kartu itu dan juga saya satu sekolah dengan kalian."


"Okey hari sudah siang saat ini, apakah kamu bawa mobil atau menunggu jemputan." ucap Arya.


"Menunggu jemputan." jawab Devi singkat.


"Kita pulang bareng aja..? sekalian kita mau lihat-lihat Kota Baya." ucap Elya.


Mereka bertiga akhirnya memasuki kabin Lamborghini Veneno Roadster, dan mobil pun mulai melaju pelan meninggalkan halaman parkir dan terus melaju dijalanan Kota Baya yang padat.

__ADS_1


Arya tiba-tiba menginjak rem dan membelokkan mobil ke sebuah resto yang berbintang disamping jalan.


"Masih ada waktu sebelum kamu sampai rumah dan aku serta Elya punya cukup waktu luang untuk sekedar makan siang." Arya berkata sambil melangkah keluar dari Lamborghininya. Tak ada penolakan dari Devi mereka bertiga akhirnya turun dan memasuki resto tersebut.


"HARVEST HOTEL 'n RESTO apakah ada hubungannya dengan Harvest Hotel 'n Resto yang ada di Kota Madya..?" gumam Elya dalam hati.


"Selamat siang Tuan..? apakah anda sudah memesan meja..? hari ini resto kita sudah penuh dan tidak bisa menerima tamu lagi..?" sapa seorang gadis cantik yang mengenakan setelan profesional hitam berpotongan indah dan ada logo "N" di dadanya, paha lurusnya dibungkus oleh stoking sutra hitam panjang yang menarik perhatian semua pengunjung, pinggangnya yang ramping diatasnya tercetak buah dada yang besar dan montok dan ada logo "N" di atasnya, tulang selangkanya amat seksi, lehernya panjang dan elegan.


"Pasti ini Hotel 'n Resto dibawah manajemen NUGRAHA Corp." gumam Elya lagi sambil mengeluarkan Black Gold card Nugraha corporationnya.


"Iya,Kami bertiga sudah memesan tempat. Ini lihatlah," ucap Elya kemudian, sambil memberikan Black Gold cardnya pada gadis itu.


Gadis itu mengangguk sopan karena profesiolismenya saat menerima Black Gold card dari Elya dan melangkah menuju resepsionis.


"DING" suara mesin mengidentifikasi saat Black Gold digesekkan dan di monitor menampilkan identitas pemegang kartu dengan jelas.


"Maaf Nona Nugraha, kenapa anda tidak bilang sebelumnya." ucap gadis itu dengan membungkuk hormat.


"Sudah cukupkah kalian melihatnya..? Mana Black Gold card saya, dan bawa kami kemeja yang saya pesan, Saya datang kesini untuk menikmati makanan disini." ucap Elya sambil menatap pelayan itu.


"Ini kartu Nona, dan mari saya antar ketempatnya," lagi-lagi dengan membungkuk membawa Elya ketempat VVIP resto tersebut.


Seorang pemain biola dengan setelan jas dan sepatu kulit menyambut mereka di ruangan VVIP yang cukup luas itu.


..."CREATED, JAN 2022"...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Jangan pernah berhenti percaya pada harapan karena keajaiban terjadi di setiap hari"...

__ADS_1


__ADS_2