
Rimbun hijau dedaunan terlihat dari ketinggian Villa tiga bintang bak permadani hijau terhampar, memenuhi setiap sudut mata memandang, embun menggantung indah pada jaring laba-laba yang terajut memikat bak kalung intan permata yang dirangkai oleh maestro paling ternama didunia.
Kupu-kupu menari beterbangan kesana-kemari, ia tak berkata namun mampu memikat hati dan mata setiap yang memandangnya.
Elya masih terduduk ditempatnya, dia masih enggan tuk meninggalkan pemangangan indah membuainya, ditemani wangi aroma kopi hitam dengan kabut tipis turut serta membersamai.
Kicau burung bersahutan seakan mendedangkan lagu kehidupan, berterbangan dengan riang dari dahan ke dahan seakan memproklamirkan tetang kebebasan.
Benar-benar pagi yang sempurna.
Bersama hilangnya embun pagi diterpa cahaya mentari, meninggalkan jejak samar jaring laba-laba. Elya pun berdiri melangkah kaki menyambut hari.
"Hemmmm semuanya akan berlalu bersama sang waktu." gumamnya.
"Elya kamu di dalam..?" terdengar panggilan dan bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka, lalu nampak wajah Bibi Resty disana.
"Bibi..? kapan pulang..? tidak bisakah Bibi menungguku membukakan pintu,,? kalau Elya pas gak baju gimana..?" gerutu Elya seraya melangkah menubruk Bibinya.
"Maaf.. maaf sudah hampir sebulan Bibi tak melihatmu, Bibi kangen sayaaang..?" ucap Bibi Resty sambil membalas pelukan Elya.
"Iya Bi..? Elya juga sudah kangen sekali dengan masakan Bibi..?" ucap Elya sambil cemberut manja.
"Hari ini adalah hari terakhir ujian seleksi re-organisasi tebing tiga bintang, apakah kamu tidak ingin meluhatnya..?" tanya bibi Resty menyampaikan maksudnya.
"Hah benarkah..? baiklah ayo Bi.. kita kesana sekarang..?" ucap Elya sambil menarik lengan Bibi Resty.
"Heiii lepaskan tanganku..? kamu tu ya..?kalau udah nyangkut masalah panjat, lupa segalanya." ucap Bibi Resty berlagak kesal sambil menepis tangan Elya.
"Ha ha ha eh maaf maaf Bi..? aku terlalu bersemangat..!?" ucap Elya sabil melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Tak usah terburu-buru juga, masih ada cukup waktu, sekarang makan dulu..? bibi sudah memasak makanan kesukaanmu," Bibi Resty langsung melangkah dan diikuti Elya dibelakangnya.
Setelah mereka selesai sarapan, Elya langsung mengajak Bibinya ke tebing tiga bintang.
Mereka kini sudah berada di dekat tebing, diatas tribun bujur sangkar yang sangat luas para tamu undangan dan juga Paman Ben sudah duduk menyambut acara dimulai, Seluruh penonton dan juga peserta bergerombol disekitar tebing tiga bintang menunggu dimulainya acara. Para peserta yang lolos di babak sebelumnya mengharap bisa lolos agar bisa masuk menjadi pengurus tebing tiga bintang. Karena dengan menjadi pengurus mereka akan lebih banyak menerima keuntungan.
"Hei bukankah itu non Elya..? gadis pemilik tebing tiga bintang ini..?" ucap salah seorang peserta sambil menunjuk gadis manis nan ayu itu.
"Sungguh gadis yang manis nan ayu, sudah cantik kaya lagi, sungguh sempurna." ucap yang lain.
Dan macam-macam pujian yang enak didengar telinga, tapi Elya seolah tak mendengarnya, hanya senyum tipis disudut bibirnya yang terlihat manis dan mempesona yang melihatnya.
"Elya apa kamu gak naik keatas tribun, ikut dengan pamanmu." tanya Bibi Resty mengingatkan, karena Elya terus maju mendekati tebing.
"Tidak perlu Bi..?" jawab Elya sambil terus melangkah.
Matahari bergerak semakin tinggi, waktu yang ditunggu telah tiba, Paman Benton manager tebing tiga bintang sudah berdiri tepat ditengah tribun utama.
Satu-persatu peserta mulai memanjat tebing tiga bintang dan rata-rata mereka cuma bisa memanjat setengah dari ketinggian.
"Maaf untuk semua peserta, tehnik dan pencapaian anda sudah bagus, namun dengan terus terang saya katakan, hasil anda kurang memuaskan saya, Saudara Hendri, Sivana dan Ryoji hasil kalian paling bagus namun masih kalah dengan pencapaian ketua yang lama. Jadi sesuai dengan ketentuan maka seharusnya ketua masih dipegang oleh ketua lama yakni saudara KYOSI HARA, namun saudara Kyosi dengan hormat telah mengundurkan diri dari kepengurusan tebing. Jadi untuk saat ini kedudukan ketua masih kosong dan kalian bertiga tetap saya angkat menjadi pengurus inti." ucap Elya sedikit kecewa dengan penampilan para konstestan.
"Maafkan saya nona Elya, perkenalkan nama saya ARJUNA WIRATAMA, saya berasal dari desa pinggiran pantai Utara, dan saya kesini untuk mendaftarkan diri menjadi pengurus tebing tiga bintang, namun saya terlambat, kalau boleh saya akan mencoba memanjat tebing tiga bintang." ucapnya dengan lantang dan penuh percaya diri.
Mendengar teriakan itu Elya tanpa menoleh dan berkedip mengangguk.
"Baiklah, tapi karena kamu terlambat dan tidak ikut seleksi sebelumnya kamu bisa menduduki posisi ketua kalau pencapaianmu setidaknya sama dengan yang telah saya capai, atau anda tidak mendapatkan kedudukan apa-apa disini." ucap Elya dengan anggun dan tegas.
"Saya menerima persyaratannya." jawab sang pemuda sambil melangkah menuju tebing.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dia sudah mulai memanjai tebing, jari-jarinya lincah menggapai celah-celah tebing mendaki terus keatas, tidak ada kesulitan baginya memanjat tebing vertical itu, membutuhkan waktu 20menit untuk mencapai tebing yang sedikit datar, dia berhenti sebentar disana, karena mulai dari sana untuk mencapai tebing diatasnya medan tebing terjal dan agak licin karena jarang ada pemanjat yang mampu melewati medan terjal dan curam tebing itu. Arjun sudah bertekad, jauh-jauh dia datang pantang mundur baginya.
Berpuluh-puluh pasang mata mengawasi Arjun, saat jemarinya mulai kembali menggapai celah tebing merayap kembali meninggalkan zona aman, ia mulai bergelantungan beradu nasib di seutas tali pada tebing menjulang memacu adrenalinnya dan puluhan pasang pencinta olahraga rock climbing di Tebing Tiga Bintang.
Semua mata memandang dengan cemas dan sebagian penonton bahkan sudah berkeringat dingin saat Arjun memakai teknik HAND TRAVERSE karena medan tebing mengharuskanya mengunakan teknik itu. Dan,
"SREEEET"
diujung jari nasib pemanjat terpatri. Jari tangan kiri Arjun terpeleset, tepat dimana Elya selalu gagal ditempat itu.
"BRRRUUUK"
Bahunya menabrak ujung tebing yang tajam namun nasib bagus menghampiri Arjun, dia cuma terjatuh tanpa cidera, dia bergelantungan di carn mantel yang mengamankan nyawanya.
"PLOK PLOK PLOK"
"Bagus kamu telah mencapai titk itu, jadi saya umumkan ARJUNA WIRATAMA sebagai ketua TEBING TIGA BINTANG yang baru." ucap Elya tegas dan tanpa menunggu Arjun sampai kedasar tebing.
Sesaat setelah Arjun sampai dasar tebing dan Benton sudah berdiri disamping Elya, dengan mengunakan mikrophon dia pun berkata.
Seperti yang telah diputuskan nona Elya maka dengan ini saya angkat saudara ARJUNA WIRATAMA sebagai ketua tebing tiga bintang dan saudara HENDRX, SIFANA dan RYOZI menjadi pengurus inti." ucap Om Ben tegas.
"PLOK PLOK PLOK"
tepuk tangan meriah dari peserta dan penonton menyambut keputusan itu.
Mulai saat itu ARJUNA WIRATAMA resmi menjadi ketua TEBING TIGA BINTANG yang baru. Dan acara pun selesai para tamu undangan, peserta dan penonton meninggalkan tebing tiga bintang.
...CREATED, DESI 2021...
__ADS_1
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Waktu yang paling menyenangkan adalah saat kita bercengkrama, menjaga hangatnya kebersamaan menggulirkan banyak detik dalam keceriaan."...