
"Sudahlah..! Yang terpenting sekarang kamu harus beristirahat, masalah balas budi atau yang lainnya kita pikirkan besok." ucap Arya kemudian.
Sementara itu Nandhita mengerutkan keningnya mendengar penjelasan pemuda itu, dalam otaknya yakin kalau Pemuda itu tidak sesederhana ucapannya, dia yakin pemuda itu menyimpan sesuatu.
"Saya yakin Dirgantara Chen ini adalah putra tunggal keluarga Chen di Ibu kota dan satu-satunya keluarga yang sebanding dengan keluarga Nugraha..? tapi melihat expressinya saat berbicara, dia sama sekali tidak menunjukkan itu..? hmmm saya harus menyelidikinya." gumam Nandhita dalam hati.
"Kak Arya, Kak Elya sebaiknya anda pulang dulu saja, masalah disini biar saya yang mengurusnya." ucap Nandhita setelah dapat menguasai perasaannya.
"Hmmmm benar..? ni adikku baunya juga sudah kaya tarasi..?" ucap Arya sambil menutup hidungnya.
"Enak ajaaa.. kak Arya tu yang bauk, ehm Nandhita tolong jagain Dirga ya..?" ucap Elya.
"Nandhita aku sama Elya pulang dulu, dan ini kunci Lamborghiniku, aku sama Elya bawa Ferrari saja sekalian mampir bengkel showroom." ucap Arya memberikan kunci dan menarik lengan Elya pergi meninggalkan pavilyun rumah sakit.
Nandhita mengantar keduanya sampai lobby rumah sakit dan kembali menuju pavilyun tempat Dirga dirawat.
"Katakan yang sebenarnya padaku, siapa kamu sesungguhnya."ucap Nandhita serius saat sudah berada di dekat Dirga.
"Apa maksudmu Nona..? saya sudah bicara apa adanya tadi...?" jawab Dirga sambil mengerutkan keningnya.
"Panggil saya Nandhita, saya asisten Kak Arya dan Kak Elya, Apa yang kamu cari..? sehingga sampai kamu menyamar seperti ini..?" tanya Nandhita lagi.
"Maksut kamu..? aku menyamar untuk mencari sesuatu..? hmmm kalau aku orang kaya tidak mungkin aku caoek-capek seperti ini, tinggal suruh semua beres. Jangan menuduhku macem-macem aku memang seorang kuli panggul..! dan aku tidak menutup-nutupi identitasku." jawab Dirga masih dengan tenang.
"Baiklah.. Mr. Chen yang terhormat, bukankah ini foto dan identitas asli tuan muda yang terhormat." ucap Nandhita sambil mengarahkan monitor Apple MacBook Pro yang sejak tadi ia mainkan pada Dirgantara.
Mata Dirga terbelalak kaget melihat monitor Apple MacBook Pro itu, dia tidak menyangka secepat ini penyamarannya terbongkar.
__ADS_1
"Siapa kamu..? kenapa begitu mudahnya kamu mengetahui dan mendapat informasi se detail ini..?" ucapan Dirga yang secara tifak langsung menjawab semua pertanyaan Nandhita.
"Tuan muda Chen, seperti yang sudah saya bilang tadi, aku assisten pribadi kedua orang tadi, anda keliru kalau menganggap mudah untuk menyusup kekeluarga Nugraha, dan apapun alasan anda saya tidak akan membiarkan itu..!!" ucap Nandhita tegas dan mengintimidasi.
"Keluarga Nugraha..? jadi Pemuda dan Gadis ituuu Tuan muda keluarga Nugraha..? Maafkan saya, saya benar-benar tidak tahu siapa yang baru saja menolong saya." jawab Dirga pelan.
"Masalah memaafkan itu hal yang mudah, katakan dulu apa yang membuat dan menyebabkan anda sampai turun tangan sendiri..?" tanya Nandhita tegas.
"Baiklah Baiklah saya akan berterus terang pada anda, tapi berjanjilah untuk rahasiakan ini pada siapapun, termasuk pada Tuan Arya dan Nona Elya." kata Dirga.
"Sementara tidak membahayakan mereka saya berjanji merahasiakannya." jawab Nandhita.
"Karena kamu sudah berjanji, saya akan berterus terang sekarang. Umurku sekarang sudah 23 tahun, karena aku pewaris tunggal keluarga Chen, Papa dan Mamaku mendesakku supaya cepat menikah. Dan aku tidak mau sembarangan mengambil wanita untuk menjadi istriku. Kamu tahu sendirikan..? dengan statusku saat ini sebenarnya sangat mudah bila aku ingin mencari wanita yang berwajah secantik apapun, tapi bukan itu yang ku mau. Aku ingin menikahi gadis yang cantik wajah dan hatinya jadi aku menyamar seperti ini. Aku mencari seorang gadis yang mau menerima cinta seorang kuli panggul, bukan menerima cintaku hanya semata-mata karena statusku yang tuan muda." jawab Dirga panjang lebar.
"Baiklah untuk saat ini aku percaya dengan ucapannmu, dan aku akan merahasiakannya, tapi ingat aku tidak akan lepas tangan masalah ini, aku akan tetap mengawasimu hinnga aku yakin semua yang kamu katakan itu benar." jawab Nandhita tegas.
"Terima Kasih." ucap Dirga singkat.
"Iya..? mataku juga lengket mungkin pengaruh obat yang diberikan dokter, hingga aku seperti gak bisa membuka mataku." jawab Dirga.
Dan benar saja tak beberapa lama kemudian Dirga sudah tertidur lagi. Sementara itu Nandhita masih duduk di sofa dalam ruangan itu, sesekali matanya melirik pemuda yang berbaring disofa.
"Hmmm.. anak tunggal keluarga Chen yang kekayaannya hampir sebanding dengan keluarga Nugraha, bahkan di Ibu kota hanya ada dua keluarga itu yang dapat dibandingkan, hanya untuk alasan mencari cinta sejati saja harus menjadi kuli panggul, memang aneh dunia ini..? atau memang kebiasaan orang yang benar-benar kaya seperti ini..? aaaaah entahlah." pikiran itu terus berputar-putar dikepala Nandhita sampai ia pun terlelap di sofa itu dengan posisi masih duduk dan kepalanya bersandar pada sandaran sofa.
Nandhita terbangun saat dia mendengar ada suara orang sedang berbicara. Nandhita memicingkan matanya mencoba melihat siapa yang sedang berbicara dengan Dirga.
"Evelyn..?" ucap Nandhita.
__ADS_1
Mendengar ada yang memanggil namanya gadis yang sedang berbicara dengan Dirga itu pun menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Nandhita..? kok kamu disini..? bukanya kamu ditugaskan oleh keluarga Nugraha untuk menjadi asisten Tuan Muda mereka..?" ucap Evelyn.
"Memang dunia ini sangat sempit ya..? Benar aku memang menjadi asissten Tuan Muda Nugraha dan Tuan Mudamu telah ditolong olehnya." jawab Nandhita.
"Kalian berdua sudah saling kenal rupanya." ucap Dirga ikut bicara.
"Iya tuan muda, aku dan Nandhita dulu satu departemen. Dia lulusan terbaik dan kita merupakan teman dekat." ucap Evelyn.
"Kebetulan sekali, kalian bertemu disini. Kalau begitu lanjutkan obrolan kalian." ucap Dirga.
Nandhita dan Evelinpun melanjutkan obrolan mereka, sedangkan dirga pergi ke kamar kecil yang berada di dalam kamar pavilyun itu. Dan dari obrolan mereka Nandhita bisa menarik kesimpulan kalau omongan Dirga tadi sore itu jujur adanya.
"Nandhita aku pergi dulu ya..? Aku minta tolong rahasiakan identitas Tuan Dirga ya..?" pinta Evelyn.
"Aku janji padamu identitas tuan mudamu aman ditanganku, kamu bisa pegang kata-kataku." jawab Nandhita.
"Terima Kasih banyak temanku, aku percaya padamu." ucap Evelyn sambil memeluk Nandhita.
"Tuan Muda saya permisi dulu." ucap Evelyn sambil membungkuk hormat pada Dirga.
"Iya pergilah, jangan khawatir ada Nandhita yang selalu mengawasiku." ucap Dirga sambil tersenyum dan melirik Nandhita.
Mendengar jawaban dari Dirga, Evelyn langsung balik kanan dan meninggalkan ruangan itu tanpa berucap lagi.
...CREATED '2022...
__ADS_1
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Sahabat memang bukan matahari yang bisa menerangi dunia ini, tapi sahabat adalah sinar kecil yang menerangi hati ini."...