SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
NANDHITA


__ADS_3

PUKUL 18.00 WNT.


Arya dan Elya memasuki gerbang villa hutan larangan, matahari pun telah digantikan redup sinar rembulan yang mulai tertutup kapas-kapas kelabu yang mulai bersiap meneteskan airnya.


Sesampainya di villa, Elya langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Arya duduk di ruang keluarga memandangi Aquarium besar dan melihat ikan arwana yang sedang menari-nari, menangkap buruan.


"Udah pulang Ndan..!?" sapa Jack sambil melangkah mendekati Arya.


"Baru saja Jack, gimana pesanku tentang sepuluh pendaki senior..?" tanya Arya.


"Siap ndan, tentang kesepuluh pendaki senior itu sudah siap, saya menunggu perintah selanjutnya." jawab Jack.


"Jack kumpulkan mereka dan segera mulai membuat jalur di hutan larangan, dan coba cari jalan terpendek menuju gunung SNOWPEAK." ucap Arya.


"Siap ndan Jum'at sore mereka sampai sini, biar Sabtu pagi kita bisa berangkat." jawab Jack lagi.


"Okey Jack persiapkan segala sesuatunya, untuk saat ini aku haarus fokus pada sekolahku." kata Arya.


"Siap ndan." ucap Jack seraya meninggalkan tempat untuk menghubungi kesepuluh pendaki yang sudah dia persiapkan.


Saat Jack sudah tak terlihat Arya melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Dalam hati dia berkata.


"Aku tidak pernah berniat untuk menaklukkan gunung mana pun, pendakian adalah pengabdian kecilku kepada sang maha pencipta."


Sepuluh menit waktu yang digunakan Arya membersihkan diri, setelah lelah melewati berbagai rutinitas hariannya.


Sementara itu, Elya sehabis mandi langsung ke dapur berkutat dengan panci dan wajan untuk menyiapkan makan malam mereka berdua dan Aryapun setelah selesai mandi dan berganti pakaian ikut membantu bersamanya. Begitulah kegiatan mereka setiap hari semenjak tinggal bersama dihutan larangan, menghabiskan waktu bersama dengan berbagai kegiatan.


Waktu berjalan begitu cepat purnama ketuju tinggal menghitung hari. Siang itu di villa hutan larangan Arya, Elya dan Jack sedang mengumpulkan kesepuluh pendaki senior yang telah mereka rekrut.


"Purnama ketujuh tinggal satu minggu lagi, Jack gimana perkembangan pembuatan jalur, apa sudah selesai," tanya Arya pada Jack.


"Siap ndan, sebenarnya jalur sudah selesai, bahkan kami sudah menata batu dijalan setapak yang kami buat hingga tembus gunung SNOWPEAK, cuma ada satu masalah yang belum bisa kita pecahkan, dilembah GONDO ARUM setiap kami selesai membangun jalan, seolah-olah jalan itu hilang, sudah berkali-kali namun hasilnya sama." lapor Jack.


"Lembah Gondo Arum..? letaknya dimana Jack..?" tanya Arya penasaran.


"Letaknya pas di perbatasan antara Hutan Larangan dan lereng gunung SNOWPEAK." jawab Jack yakin.


"WROOOUUUUNG WROOOUUUNG"


Di gerbang Hutan Larangan terdengar raungan mesin V8 memasuki tempat parkir, Arya dan semua yang ada disitu melihat kearah datangnya suara. Seorang gadis cantik berpenampilan pendaki turun dari Jeep GLADIATOR RUBICON 4WD, gadis itu memakai pakaian outdoor sedikit ketat hingga menampilkan bentuk tubuhnya yang sempurna lengkap dengan CARRIEL 60l dipunggungnya dan berjalan mendekati team Arya yang sedang berdiskusi.


"Selamat siang, saya ingin bergabung dengan team expedisi ini." ucap gadis itu.


"A'ANANDHITA apa yang membuatmu ingin bergabung dengan team ini..? perjalanan ini tidak hanya jalan yang terjal yang akan kita hadapi. Tetapi, ada hutan, sungai, duri, dan semak belukar, apakah kamu sudah memikirkan resikonya..?" tanya Arya kemudian.

__ADS_1


"Kamu bisa saja berjalan sendirian, tapi akan lebih baik jika berjalan bersama teman, atau membiarkan mereka berjalan di depan, sehingga memudahkanmu mencapai tujuan." ucap A'anandhita.


"Sebentar, sebentar..!? apa hubunganmu dengan Biksu Ishak..? kata-kata itu dan kemiripan wajahmu mengingatkanku pada beliau." ucap Jack.


Mendengar ucapan Jack. Arya dan Elya tersenyum tipis, seperti menemukan potongan puszle yang selama ini mereka cari, "ya wajah A'anandhita mirip dengan wajah biksu Ishak." kata dalam hati mereka.


"Kesampingkan dulu pertayaan itu..!! aku hanya ingin ikut expedisi ini dan sekarang mawar damaskus yang aku rawat itu sudah berbunga dan seperti yang saya ucapkan dulu, saya akan meminta bayarannya setelah mawar damaskus berbunga jadi sebagai bayarannya masukkan saya dalam team ini, yakinlah saya tidak akan merepotkan, justru saya akan berjalan didepan untuk memudahkan kakak mencapai tujuan." ucap A'anandhita tenang dan penuh keyakinan.


"Baiklah jika itu yang Nandhita minta, saya tidak keberatan, kita akan bahu membahu untuk sebuah tujuan, besok kita akan mulai menyusuri Hutan Larangan ini dan akan memecahkan teka-teki Lembah Gondo Arum." kata Arya seolah-olah tidak mengerti ucapan Jack.


"Terima kasih untuk kepercayaan kakak, yang telah memperbolehkan saya untuk bergabung dengan team." kata A'anandhita terlihat puas.


"Karena Base Camp sudah penuh Nandhita malam ini istirahat dengan saya." kata Elya, dalam hatinya dia ingin mencari kebenaran tentang hubungan A'anandhitha dengan Biksu Ishak.


"Saya rasa pertemuan kali ini sudah cukup, mari kita persiapkan diri kita untuk perjalanan besok, Nandhita dan Jack ikut saya ke Villa ada yang saya ingin tanyakan pada kalian." kata Arya menutup pertemuan.


"Saya ikut saja, diperbolehkan bergabung dengan team saja saya sudah bersyukur, apalagi mendapat kehormatan beristirahat bersama Non Elya..? sungguh sebuah kehormatan bagi saya." ucap A'anandhita.


Setelah mengucapkan salam, Arya, Elya Jack dan Nandhita meninggalkan tempat itu menuju Villa dan diikuti kesepuluh pendaki meninggalkan tempat itu menuju Base Camp. Base Camp disini adalah dua buah rumah yang berhadapan disisi kiri dan kanan jalan, memasuki jalan setapak menuju hutan larangan.


Sesampainya diVilla Arya menggajak mereka duduk diruang tamu.


"Jack sudah lama aku tidak minum kopi hitam gulanya sedikit buatanmu." ucap Arya sambil tersenyum melihat Jack.


"Ha ha ha bilang saja minta dibikinin kopi, gitu aja kok susah..? Non Elya sama Nandhita mau minum apa..? sekalian saya bikinkan." ucap Jack sambil berdiri dari duduknya.


"Sebentar saya buatkan dulu." ucap Jack sambil melangkah ke dapur.


Sementara Jack membuat kopi Arya, Elya dan Nandhita birbincang-bincang mengenai bunga mawar damaskus.


"Bunga Mawar Damaskus ini sebenarnya kakek yang menanamnya di taman belakang HARVEST HOTEL 'n RESTO puluhan tahun yang silam, ada sepuluh jenis Mawar yang ada disana." ucap A'anandhita.


Jack membawa empat cangkir kopi hitam dengan sebuah nampan memasuki ruang tamu itu.


"Ini kopinya ndan..?" ucap Jack sambil meletakkan nampan diatas meja.


"Terima kasih Jack, oh yaaaa Nandhita..? apakah saya bisa bertemu dengan kakekmu..?" tanya Arya kemudian.


"Kakek sekarang tidak di negara ini, jadi mana mungkin kak Arya menemuinya, tapi saya yakin suatu saat kakak akan bertemu dengannya." jawab A'anandhita sambil menyeruput kopinya.


"Hmmm baiklah saya menerima alasan itu..?" ucap Arya kemudian.


"Kembali ke pertanyaan Jack, apa ada hubungan antara kamu dengan Biksu Ishak..?" tanya Elya kemudian, dia sudah tak bisa menahan perasaannya.


"Maaf bukannya saya tidak mau menjawab pertanyaan itu..? namun belum saatnya saya menjawab, biarlah waktu yang akan menjawab semua tanya." jawab A'anandhita penuh misteri.

__ADS_1


"Kenapa..? bukankah sekarang,besok atau lusa nanti sama saja hanya berbeda waktu." ucap Jack makin penasaran dengan jawaban Nandhita.


Berbeda dengan perasaan yang di rasa Arya dan Elya mendengar jawaban itu. Arya dan Elya yakin kalau A'anandhita ada hubungannya dengan Biksu Ishak.


"Baiklah.. baiklah.. ya memang kita harus menunggu waktunya." ucap Arya.


"Nandhita ayo..!? ikut saya ke kamar atas kita beristirahat di kamarku, dan kalau kamu kerasan di hutan larangan ini, kamu boleh tinggal di Rumah Kayu tenggah danau." ucap Elya kemudian.


"Kalau boleh sekarang saya ke Rumah Kayu saja..?" ucap Nandhita.


"Boleh-boleh silahkan saja..? Jack antar Nandhita kerumah kayu..!" kata Arya.


"Tapi ndan..?" ucapan Jack terhenti karena isyarat dari Arya.


"Tidak ada tapi-tapian Jack..!!" ucap Arya tegas.


"Kalau Nandhita betah dan krasan, kamu boleh tinggal disana sampai kapanpun, dan Nandhita juga boleh mengajak teman." sambung Elya.


"Terima kasih..? tapi di Kota Baya ini saya tidak punya teman, mereka yang biasa saya ajak kesini adalah pengurus taman di HARVEST HOTEL 'n RESTO, mereka adalah asisten-asisten Kakek." jawab Nandhita.


"Nandhita ayooo saya antar ke Rumah Kayu." ucap Jack, sambil melangkah keluar Villa.


"Saya permisi dulu Kak Arya, Kak Elya." ucap Nandhita.


"Ya silahkan." ucap Arya dan Elya bersamaan.


Nandhitha pun berjalan mengikuti dibelakang Jack. Setelah mereka berdua sudah menghilang dari pandangan.


Elya mendekati dan melingkarkan lengannya dipinggang Arya dengan bergelayut manja.


"Apakah yang ada dipikiran kakak sama seperti yang saya pikirkan..?" tanya Elya kemudian.


"Kalau masalah Nandhita sepertinya iya..? Nandhita dan Biksu Ishak pasti punya hubungan yang erat, pertama bunga mawar damaskus yang melegenda ada ditaman HARVEST HOTEL 'n RESTO dan tak seorangpun tahu, berarti ada hubungan antara Kakek Nandhita dengan Nugraha corp. dan saya yakin itu Biksu Ishak, yang kedua Nandhita tahu kita akan melakukan expedisi ke gunung Snowpeak yang cuma diketahui oleh keluarga kita dan Biksu Ishak, dan yang ketiga masalah bayaran perawatan bunga mawar damaskus memang sudah direncanakan sebelumnya." ucap Arya menjelaskan.


"Persis seperti yang Elya pikirkan kak..? pasti ada sesuatu tugas yang diemban Nandhita hingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan saya tadi." ucap Elya.


"Hmmm kita istirahat dulu aja yok, setelah itu kita packing persiapan untuk besok..?" kata Arya.


"Ayooo..!!" jawab Elya sambil melangkah menuju lantai atas tempat kamarnya berada.


Sementara itu di Rumah Kayu, setelah Jack pergi, Nandhita meletakkan barang bawaannya di kamar lantai atas, dia sekarang sudah berganti pakaian santai. Nandhita sedang bersih-bersih saat pintu Rumah Kayu di ketuk dari luar.


...CREATED, JAN 2022...


...~°• CINK's eL A •°~...

__ADS_1


..."Kelemahan setiap orang adalah mengalahkan egonya, oleh karena itu mendakilah maka kau akan belajar untuk mengalahkannya.”...


__ADS_2