
Kembali ke.. .. ..
HIGH INTERNATIONAL SCHOOL
Tiga hari telah berlalu dan MOS sudah memasuki hari terakhir Arya dan teamnya menyiapkan acara mereka.
Saat itu para siswa baru sedang berkumpul di aula utama, mereka menunggu penutupan acara MOS.
PUKUL 22.30 WNT
Waktu yang ditunggu-tunggu pun telah tiba. Arya, Verra, Ani dan Black berdiri dan melangkah ketengah aula.
"Terima kasih atas waktu yang telah diberikan pada saya, pada hari ini saya dan teman-teman pavilyun pecinta alam akan mendeklarasikan sispala di High International School, untuk siswa yang sudah mendaftarkan diri silahkan berdiri dan ikuti ucapan saya." ucap Arya tegas dan penuh wibawa.
Siswa yang sebelumnya sudah mendaftar berdiri, ada sekitar seratus siswa.
"Malam ini disaksikan oleh Pesiden beserta staf dibawahnya dan dewan guru, menyatakan mulai saat ini AMUBA Angkatan Muda Untuk Bakti Alam, terbentuk dan berdiri. Dan saya akan mengucapkan Deklarasi Amuba, untuk teman-teman anggota mohon ikuti saya,
Bahwa Amuba tunduk dan patuh pada peraturan sekolah
Bahwa Amuba menyatakan sebagai organisasi kesiswaan yang mempunyai corak tersendiri yakni dalam bidang kepecinta alaman
Bahwa setiap siswa berhak menjadi anggota atau pengurus organisasi dengan sarat dan ketentuan yang berlaku.
Setiap anggota harus menjunjung tinggi nama organisasi dan almamater.
Kota Madya JULI 2100," ucap Arya
Suara bergemuruh memecah hening malam saat mereka mengucapkan Deklarasi secara serempak, lebih seratus siswa mengikuti ucapan Arya.
Setelah selesai menyampaikan maksutnya Arya, Ani, Verra dan Black kembali ketempat duduk mereka, dan acarapun ditutup dengan do'a.
Semua yang hadir disana mulai meninggalkan tempat masing-masing, kecuali seratus siswa yang sudah resmi menjadi anggota Amuba.
Malam itu mereka mendirikan tenda yang sudah dipersiapkan di lapangan utama sekolah dan beristirahat didalamnya, dan untuk esok paginya mereka akan jelajah alam ke hutan kota. Arya, Verra, Ani dan Black sebagai lider mereka.
PUKUL 04.40 WNT
Petualangan dimulai.
__ADS_1
Kondisi jalan terjal dengan tanah licin setelah hujan memaksa kaki berjalan sekuat tenaga. Jalanan berlumpur tetap harus ditempuh. Kaki-kaki tegap terus berjalan di jalur curam yang masih terlihat basah.
Terkadang ada tawa namun terselip doa selama perjalanan. Jalur yang dilalui terasa mustahil jika tidak dengan tekat yang kuat. Sekarang jalur yang mereka lewati tepian jurang yang menganga. Untung, sang lider tetap tenang memberi komando untuk berpegangan pada carn mantel untuk keselamatan para pendaki.
Pendakian penuh ketegangan berhasil dilalui. Tempat yang rata mereka singahi setelah uji nyali.
POS I
Para peserta disambut dengan suguhan pisang rebus dan singkong goreng supaya perut lebih terisi. Makanan tradisional terasa nikmat apalagi ditemani minuman hangat seperti kopi hitam, teh dan bandrek.
Sambil merasakan penganan, para peserta diberi pengarahan oleh Verra, Ketua AMUBA.
Verra menegaskan tentang beberapa hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
"Jangan membuhuh sesuatu kecuali waktu, Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar dan Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak." tegasnya sebelum melanjutkan pendakian.
Hutan Kota ini kaya akan keragaman flora dan fauna. Sepanjang perjalanan, mereka merasakan atmosfer ketenangan lingkungan yang hijau dan mengeksplorasi flora yang ada di sekitar.
Ada daun kentut, kirapet, luna, pakis, tanaman paku rane, tumbuhan hujan, dan masih banyak lagi. Treking puluhan kilometer terasa tidak melelahkan karena udara begitu segar.
Jelajah hutan terasa semakin menyenangkan karena didalamnya menyimpan cerita tentang kekayaan alam yang permai. Kekaguman terhadap lingkungan memberi mereka banyak sekali pengetahuan tentang flora dan fauna. Takjub rasanya dan merasakan manfaat begitu besar bahwa hutan itu harus selalu dijaga dan dicintai sebagai warisan anak cucu mereka nanti.
Akirnya pendakian mereka ketempat yang cenderung datar.
POS II
Pasalnya medan yang harus ditempuh sangat ekstrem dengan tebing curam dengan batuan besar. Tidak hanya medannya yang ekstrem namun juga sulitnya mencari sumber air.
Butuh waktu enam jam untuk ke puncak dihadapkan dengan angin yang besar. Tapi begitu sampai puncak, semua akan terbayarkan dengan keindahan yang disuguhkan.
PUNCAK HUTAN KOTA
Akirnya satu persatu mereka pun mencapai puncak hutan kota, tanah lapang yang cukup luas untuk mendirikan 28 tenda dome kapasitas empat orang.
Setelah beristirahat sejenak pengukuhan anggota AMUBA angkatan pertama pun di laksanakan. Dengan pemberian bandana Orange bergambar logo AMUBA dan Kartu Induk Anggota. Nomor induk 00.04666.001 diberikan pada ARYA NUGRAHA oleh Verra setelah mengalungkan bandana di lehernya. Kemudian gantian Arya mengalungkan bandana kemudian menyerahkan KIA dengan nomor induk 00.04666.002 pada VERRA VERONICA ALAMSYAH dan selanjutnya pada RIANI ANGGARA dengan nomor induk 00.04666.003 dan seterusnya pada YOGI YOHANNES dengan nomor induk 00.04666.004 setelah penyerahan pada anggota inti Arya pun digantikan oleh Verra dan Ani untuk penyerahan pada anggota yang lain.
Langit sebelah terlihat memerah di ujung cakrawala dari balik celah rimbunnya dedaunan hutan kota dan pengukuhan pun telah selesai dilaksanakan. Menunggu pagi datang menjelang mereka asyik bergerombol bercerita, bercanda dan sesekali bernyanyi riang gembira dan akhirnya tertidur dalam dekapan rimbunya belantara hutan kota.
Mentari pagi mulai menampakkan diri rombongan sispala AMUBA mulai packing dan membersihkan lokasi.
"Datang bersih pulang bersih" ucap Verra.
"Jangan tinggalkan sampah secuil pun," sahut Black.
__ADS_1
"Hanya kenangan yang boleh kalian tinggalkan." ucap Ani menambahkan
"SIAP KAAAAAAK.." jawab mereka kompak.
"Okey mari kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum kita berangkat turun. Berdo'a mulai." ucap Arya memimpin do'a sebelum berangkat.
Dipimpin oleh Verra dan Black yang berjalan didepan dan Arya bersama Ani dibelakang rombongan, mulai bergerak menuruni Hutan Kota, meninggalkan jejak-jejak kepuasan serta atmosfir damai keheningan yang asri.
Perjalanan turun terbilang lancar tanpa kendala, tiga jam berjalan, rombongan pun sampai POS II rombongan beristirahat melepas lelah beberapa saat sebelum melanjutkan perjalanan ke POS I.
Sesampainya di POS I,
Pukul 01.05 WNT.
"Kita beristirah dulu disini, yang pengin ngopi atau menyeduh mie instan silahkan." ucap Arya memerintahkan.
Verra mengeluarkan mini kompor gas, trangia dan keperluan yang dibutuhkan dari carriernya yang diikuti oleh anggota yang lainnya.
Mereka memasak berkelompok dengan tertib dan penuh gembira.
"Ini kopi hitam gulanya sedikit special buat kak Arya." ucap Ani sambil menyerahkan secangkir kopi pada Arya.
"Trima kasih An..? kamu memang sangat perhatian padaku gak seperti Verra akir-akir ini mulai tak peduli padaku..?" ucap Arya menyindir Verra.
"Oh iya..? ya kak..? kamu belum tahu kabar terbaru ya..?" tanya Ani menyahut.
"Sekarang Verra sudah punya...." kata Ani yak selesai.
"Ya gak gitu kaliiiiii, Verra sibuk akir-akir ini." ucap Verra menyela omongan Ani.
"Ha ha ha" tawa Arya dan Ani bersamaan.
"Saya rasa istirahat sudah cukup, mari kita melanjutkan perjalanan," ucap Verra memberi komando.
Rombongan pun bersiap mengikuti komando Verra. Perjalanan masih terbilang lancar hingga.. .. ..
...°•°•°•°•°•°•°•°...
...CREATED, DES 2021...
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, Jangan membunuh apapun selain waktu."...
__ADS_1
...°•°•°•°•°•°•°•°...
...SALAM KOPI PAGI KAWAN..! KOPIKU MASIH HITAM DAN GULANYA SEDIKIT....