SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
SEBUAH PERJALANAN


__ADS_3

PUKUL 00.00 WNT


Any membuka kamar hotel, matanya terbelalak mendapati seorang pemuda terdidur beralaskan matras dan bergelung ditutupi jaket outdoor di dekat pintu kamarnya.


"Kak Arya bangun." Ani merasa bingung melihat kekonyolan Arya yang tertidur di lorong hotel, dan sangat membuatnya terkenyut-kenyut.


"Sekarang jam berapa..?" tanya Arya manis dihadapan Ani.


Any mengeryitkan keningnya, sejak perjalanan ke Kota Baya kelakuan pemuda ini makin manis saja.


"Kenapa tidur disini..? semalem katanya ada yang mau dituntaskan..? tanya Any dengan polosnya.


"He he he sudah tuntas, dan cari kamar sudah penuh semua, mau tidur di dalem takut dosa, bukan muhrim," kata Arya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Wajah Any kembali merah merona, mendapat perlakuan yang begitu lembut dan memegang norma-norma agama.


"Yuk kita berangkat sekarang," ucap Arya kemudian.


"Kenapa..?" Any bingung dan heran.


"Kalau berangkat sekarang besok pagi-pagi kita udah sampai Kota Baya" jawab Arya membuat alasan.


Mereka pun berkemas dan keluar dari hotel untuk melanjutkan perjalanan.


Lamborghini Veneno Roadster Matte Black meninggalkan parkiran hotel dan meluncur cepat dipermukaan aspal yang mulai sepi karena tengah malam.

__ADS_1


Empat jam kemudian Arya membelokkan Lamborghini Veneno Roadster Matte Blacknya dipertigaan jalan mengikuti arah Google Map yang sudah dia pasang.


Jalanan menjadi sepi dan agak sempit, kadang ada lubang yang harus dia hindari.


(karena lubang jalan sangat menyakitkan sumpah..!!?! beda dengan lubang prawan yang nikmatnya tak ter tahankan, mungkin lho ya..????he he.. he.. he.. he.. he..)


Ani terbangun dari tidurnya saat Arya tak mampu menghindari lubang besar dan dalam di jalanan itu.


"Maaf membangunkanmu, jalanan rusak aku tak mampu menghidarinya." ucap Arya yang melihat Ani terbangun.


"Kakak gak capek..? sini gantian aku yang bawa..?" ucap Ani menawarkan jasanya.


"Sebentar aku cari tempat parkir dulu, masih sekitar dua jam lagi baru kita sampai," ucap Arya sambil memperhatikan Map di monitor Lamborghini Veneno Roadster Matte Blacknya.


Sekarang mereka berganti posisi, Any duduk dibangku driver dan Arya duduk dibangku penumpang. Sekarang mata Arya bebas dan leluasa mencuri-curi pandang ke tubuh Ani. Namun tak berlangsung lama gantian Arya yang terlelap dalam buaian mimpi indah. Arya tersenyum manis dalam tidurnya, saat Lamborghini Veneno Roadster Matte Black berhenti di dekat gapura bertuliskan HUTAN LARANGAN SNOW PEAK MOUNT. Ani melihat ke arah Arya yang sedang tersenyum manis dalam tidurnya.


"Cup"


Dua bibir beradu. Saat Ani mau menjauhkan tubuhnya dari Arya.


"Tap"


Sebuah tangan kekar memeluknya, membawa tubuh sintal kedalam dekapannya.


"Deg"

__ADS_1


Any tersentak dan reflek mendorong pelan tubuh Arya. Wajah Any lagi-lagi memerah semerah tomat yang masak dipohon.


"Maaf"


Cuma itu yang terucap dari bibir tipis manis Ani. Arya mengangguk dan membuka pintu Lamborghininya.


"Kita punya rasa yang sama, namun saat ini belum waktunya untuk menyatakannya," ucap Arya sambil keluar dari Lamborghininya.Any hanya diam membisu pikirannya melayang mengingat semua yang telah terjadi.


"CEKLEK"


Pintu driver Lamborghini Veneno Roadster Matte Black terbuka dari luar dan wajah Arya terlihat dengan senyum manisnya yang menggoda.


"Tidak apa-apa..? aku senang mendapatkanya, ayuk turun kita harus meminta ijin masuk kesana," ucap Arya sambil menunjuk kedalam kawasan hutan larangan. Melihat Any tak beranjak dari kursi drivernya Arya merangkul dan memboponya keluar.


"Cup"


Gantian Arya mengecup bibir tipis yang terasa manis milik Any.


"Satu satu sekarang" ucap Arya sambil menurunkan tubuh Any.


Dan mereka pun berjalan mendekati pos jaga, untuk meminta ijin masuk dan untuk sekedar bertanya-tanya.


...CREATED, DESI 2021...


...~°• CINK's eL A •°~...

__ADS_1


..."Tidak semua orang ingin membantu, terkadang mereka hanya sekedar ingin tahu. Jangan terlalu berekspektasi tinggi tentang itu."...


...SELAMAT PAGI CINTA..?...


__ADS_2