SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
PENAMPAKAN NAGA DAN PHOENIX #2


__ADS_3

PUKUL 08.00 WNT.


Dengan memakai Crampons atau rangkaian logam sepatu berduri yang melekat di bagian ujung sanpai bawah sepatu serta Ice Axes atau kapak khusus yang digunakan untuk membantunya memanjat tebing es, Arya dan Elya memulai pemanjatan mereka. Jack dan Nandita memperhatikan mereka walau cuaca amat dingin mereka berdua seakan tak merasakan hal itu.


Dengan perlahan dan penuh perhitungan mereka terus mendaki dan memanjati tebing es itu. Waktu terus berputar hingga waktu sudah sampai tenggah hari saat angin kencang menerjang Arya dan Elya.


SREEET BRUUUK


Arya dan Elya terpeleset dan terhempas turun beberapa meter, namun mereka tetap mendaki lagi dan terhempas kembali. Mereka melakukan itu berkali-kali dan sampai detik itu mereka masih gagal untuk memanjat lebih tinggi lagi.


Dibawah tekanan angin yang begitu kuat, Arya terus berfikir dengan fenomena alam yang menghadangnya.


"Kenapa angin ini tiba-tiba sangat kencang dan menghempaskan tubuhku saat puncak sudah semakin dekat dan sudah sangat jelas terlihat." gumam Arya dalam hati.


Arya mencoba memfokuskan pikirannya, mencoba memecahkan rahasia dibalik kejadian itu.


"Puncak bukanlah tujuan satu-satunya dalam mendaki, puncak hanyalah sebuah bonus dalam setiap pendakian, dan aku mendaki bukan semata-mata untuk mencapai puncaknya, tapi untuk menekan setiap keegoisanku. Ya..!? aku mengerti sekarang." batin Arya.


"Elya lupakan tentang puncak salju, dan berfokuslah bahwa pendakian ini hanyalah sebuah proses menempa diri, aku akan memanjat dulu dan kamu berfokuslah dalam pemikiran menekan ego dihatimu, setelah kamu bisa fokus susul aku." teriak Arya dalam derunya angin.


"Ya kak, saya mengerti." teriak Elya menjawab ucapan Arya.


"Aku bisa, aku tidak sedang bersaing dengan apapun, jadi kenapa aku harus mundur seperti pengecut, pendakian ini hanyalah sebuah proses mencari jati diri, kenapa mesti puncak yang harus dicapai, ya kemenangan terbesarnya hanyalah penguasaan dalam menekan setiap ego dalam diriku, betul kata kak Arya puncak hanyalah bonus." gumam Elya sambil melihat kearah kakaknya yang sudah jauh diatas.


Sementara jauh dibawah tebing Jack dan Nandhita terus memperhatikan pendakian itu lewat layar monitor Drone yang mereka terbangkan dan yang mengherankan drone itu juga tak mampu melewati angin yang berhembus dengan kencang itu, rasa cemas dan tegang masih terus menghingapi hati Jack dan Nandhita.


"Mereka berdua memang sangat luar biasa, masih terus tetap bertahan walau berkali-kali dihempas badai." gumam Jack, namun masih dapat di dengar oleh Nandhita.


"Benar..!! tidak hanya kekuatan fisik dan mental mereka yang luar biasa namun kecermatan dan perhitungan setiao gerak mereka sungguh luar biasa." gumam Nandhita menambahkan.


Karakter Arya dan Elya yang sangat mengagumkan terbentuk karena kehidupan masa kecilnya, seandainya mereka tumbuh dan besar bergelimang harta sudah dipastikan seperti anak orang kaya pada umumnya.


"Elya ayooo..!!" teriak Arya saat sudah berdiri di puncak tertinggi. Elya melihat kearah kakaknya sekali lagi, tanpa suara dan hanya anggukan kepala dengan pasti. Semangaat didada Elya makin tumbuh dan kian mempercepat gerakannya, angin kencang yang menderu-deru tak lagi menghempaskan tubuh langsing itu, malah seakan mendorong lebih cepat sampai di puncak.


PUKUL 17.00 WNT

__ADS_1


Mereka berdua menjejakkan kaki mereka dipuncak salju, dan sebuah keajaiban lagi terjadi Drone yang diterbangkan Jack juga berhasil menembus badai dan mengikuti Arya dan Elya ke puncak. Rasa haru dan gembira terpancar diwajah mereka. Arya dan Elya mengangkat kedua tangannya dan menatap kearah Drone.


SRRREEEEEKKK.. SRRREEEEEKKK..


"Ndan monitor." ucap Jack pada alat yang dipegangnya. Dan suara Jack didengar oleh Arya, Elya dan kesepuluh rombongan yang masih jauh dibawah gunung.


Arya mengambil HT yang tergantung di pingangnya untuk menjawab panggilan.


"Monitor Jack" jawab Arya singkat.


"Selamat ndan hari ini pukul 17.00 WNT. dan terekam oleh Drone sebagai saksi perjuangan kalian yang hebat dan dramatis yang telah sukses menjejakkan kaki di titik tertinggi gunung puncak salju 4884 mdpl." ucap Jack dengan suara bergetar.


"Terima Kasih Jack." ucap Arya singkat tak bisa berkata-kata.


SRRREEEEEKKK.. SRRREEEEEKKK..


"Selamat Ndan, anda orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki di titik tertinggi puncak salju itu." ucap Rafi pemimpin sepuluh pendaki dengan suara berat menahan bahagia.


"Terima kasih.. terima kasih untuk semua dukungannya, ini adalah kesuksesan kita semua." ucap Arya.


"Sisi barat puncak ndan, besok pagi diperkirakan sampai dilokasi, malam inj kita tetap lanjut ndan." ucap Rafi tegas.


"Terima kasih infonya Raf." ucap Arya.


Jack menurunkan Drone saat suasana mulai gelap dan kabut mulai menutupi puncak salju.


Sedangkan Arya dan Elya mulai memutari puncak salju tempat itu tidak begitu luas hanya sekitar 20 meter persegi dan ditengah-tengah ada sebuah danau beku dengan diameter 10 meter persegi tanpa ada tanaman apapun disana.


"Elya lihat..!? danau beku itu benar-benar mencair seiring terkena cahaya bulan." ucap Arya melihat perubahan air dalam danau.


"Benar kak..?! yuk kita istirahat sebentar." jawab Elya.


PUKUL 00.00 WNT.


Arya dan Elya memasuki danau, dan melakukan gerakan yang sama seperti saat di danau air panas puncak dewa, namun saat ini tanpa bimbingan Bisku Ishak. Meski air danau itu sangat dingin dan sangat dalam namun mereka tidak merasa kedinginan dan juga tidak tenggelam, mereka seperti melayang dalam air. Arya mengambil posisi duduk bersila dan Elya berdiri dibelakang Arya dan mensejajarkan gambar naga dan phoenix di perutnya dengan gambar naga dan poenix di bahu Arya.

__ADS_1


Mereka mulai berkonsentrasi, dari tubuh Arya samar terlihat cahaya biru sedang dari tubuh Elya terlihat samar keluar cahaya unggu, semakin lama cahaya itu semakin membesar dan semakin terlihat nyata. Cahaya biru membentuk bayangan naga sedangkan cahaya unggu membentuk bayangan phoenik. Kedua bayangan binatang suci itu mulai melayang tinggi keangkasa.


Sedangkan Jack dan Nandhita melihat keatas dari dalam tenda masing-masing saat mendengar suara gemuruh seperti badai diangkasa, Jack dan Nandhita melihat sebuah pemandangan yang sangat membingungkan dan menakjubkan terlihat diangkasa. Naga dan Phoenix berkejaran dan menari sangat kompak dengan gerakan alami yang sangat indah. Pemandangan diangkasa sungguh menakjubkan dan sangat mempesona hingga tak dapat dilukisan dengan kata-kata.


Setelah tiga jam mereka berendam, naga dan phoenik pun menghentikan tariannya, mulai menyatu dan kembali menjadi satu cahaya keemasan dan perlahan sinar itu membungkus tubuh Arya dan Elya. Lalu menghilang dalam tanda lahir mereka.


Arya dan Elya membuka matanya dan keluar dari dalam air danau bersamaan dengan itu perlahan air danau itu kembali membeku.


"Ck.. Elya lihat..!! dimana gambar naga diperutmu..? lihat gambar phonix ini..? begitu indah dan hidup." ucap Arya terkagum-kagum melihat gambar Phonix yang sangat hidup di perut Elya saat mereka sudah sampai di daratan.


"Benar kak..? gambar Phoenix di punggung kakak juga hilang dan ini..? gambar Naga ini begitu hidup dan indah kakak..?" ucap Elya sambil mengelus gambar Naga dipunggung Arya.


Akirnya mereka berdua memakai pakaiannya kembali dan bersiap untuk menuruni puncak salju.


Sementara itu dibawah puncak salju Jack mendekati tenda Nandhita.


"Kamu melihar pemandangan dilangit barusan." tanya Jack saat melihat Nandhita berada diteras tendanya.


"Benar.. itu tadi adalah manifest tanda lahir kak Arya dan kak Elya, warna keemasan saat Naga dan Phoenix menghilang itu pertanda bahwa mereka sepenuhnya sudah dewasa dan masing-masing sudah menjadi individu yang mandiri." jawab Nandhita.


SRRREEEEEKKK.. SRRREEEEEKKK..


"Kak Jack monitor.." suara Rafi dari jauh di seberang saya.


"Monitor Raf, ada apa..?" jawab Jack.


"Kak Jack lihat fenomena dilangit barusan..?" tanya Rafi.


"Iya lihat, besok sesampainya disini, akan kuceritan semuanya padamu." ucap Jack.


Tanpa pamit pada Nandhita, Jack kembali ke tendanya. Dan langsung masuk kedalam sleepingbag dan merebahkan tubuhnya saat sudah berada dalam tenda.


...CREATED, 14 FEBR 2022...


...~°• CONK's eL A •°~...

__ADS_1


..."Bukan karena egonya seorang pendaki bisa mencapai titik tertinggi, namun karena perhitungan dan semangat pantang menyerah."...


__ADS_2