SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
MAWAR DAMASKUS


__ADS_3

Sorang pemain biola yang berpenampilan elegan dan berwajah tampan mulai meletakkan biola di bahunya dan membawakan sebuah lagu klasik untuk mereka.


Belum lagi perlakuan-perlakuan istimewa lainnya yang diberikan, mereka benar-benar menjadi tamu terhormat di resto itu saat ini.


"Apakah anda ingin membeli beberapa bunga Tuan..? ini adalah mawar damaskus yang indah dari Turkey, sedikit mahal mungkin, tapi semuanya layak untuk anda. Anda layak memberikan bunga ini kepada kekasih anda yang cantik disini..?" ucap gadis cantik dari negara seberang sambil mendorong gerobak dengan hati-hati dari meja ke meja.


Saat bergerak aroma bungga mengikutinya. Pengunjung disekitar ruang resto langsung tertarik dengan warna dan aroma mawar itu.


"Ini mawar damaskus, salah satu mawar terkenal didunia, bisakah kamu membelikan satu untukku sayang..?" ucap seorang gadis pengunjung pada kekasihnya.


Ketika mawar yang sangat romantis menarik hatinya gadis itu memintanya pada kekasihnya. Dia seperti tersihir oleh bunga itu hingga tak dapat mengalihkan pandangan darinya.


"Baiklah, baiklah..!? saya akan membelikan apa saja selama kamu menyukainya." jawab sang pemuda, sambil menggoyangkan alroji emas di pergelangan tangannya. Lalu mengambil sebuket mawar dari gerobak berisi tiga puluh tangkai bunga mawar damaskus yang mengeluarkan aroma sangat harum.


"Berapa banyak ini..?" pemuda itu bertanya dengan sombongnya.


"Terima kasih tuan..? Anda sangat cerdas, bunga ini sangat cocok buat kekasih anda yang cantik itu." ucap gadis penjual dengan senyum semanis bunga yang dijualnya.


"Hmmmm, baiklah kalau begitu, berapa harganya..?" ucap pemuda sambil mengeluarkan dompetnya dengan percaya diri.


Pemuda itu merasa gembira dan bangga ketika melihat semua orang di resto itu memandangnya dengan iri dan hormat.


"Ada tiga puluh tangkai di buket ini, jadi itu semua hanya seribu delapan puluh dollar." ucap gadis penjual bunga.


"Apa..?"


Tangan pemuda itu bergetar sedikit dan matanya terbuka lebar, dompetnya pun terjatuh kelantai.


Dia telah banyak mendengar tentang bunga mawar seharga tiga ratus atau empat ratus dollar namun dia baru pertama kalinya mendengar bunga mawar seharga lebih dari seribu dollar.


Pemuda itu benar-benar kaget..!!.


"Ada apa denganmu sayang..? Orang-orang kaya memesan bunga ini khusus untuk istri para pejabat dan pemimpin negara..?! Kelopak mawar ini sangat lembut dan halus, dibudidayakan secara profesional sebelum di petik. Jika diperlakukan dengan benar dan tepat bunga ini bisa hidup lebih dari tiga bulan tanpa layu, jadi saya percaya mereka bernilai tiga puluh enam hingga empat puluh dollar per tangkai," ucap kekasih pemuda itu saat melihat kekasihnya tercengang mendengar harganya.


"Tuan saya tahu dari pandangan pertama kekasih anda, pastilah dia seorang penikmat bunga, dia tahu bahwa bunga ini sangat, sangat, sangat berharga..! apakah anda ingin membayarnya dengan kartu kredit atau dengan uang tunai tuan..?" ucap gadis penjual bunga.

__ADS_1


"Apa..? aku sudah tidak menginginkan lagi, aku teringat telah memesankan sebuah buket bunga yang lain untuk kuberikan padanya." jawab sang pemuda dan buru-buru meletakkan buket mawar damaskus pada gerobak itu.


Sang gadis kekasih pemuda itu terlihat kecewa dan malu saat banyak pengunjung resto melongo canggung dan menertawakan mereka.


Sementara itu Arya sedang memperhatikan Elya yang terlihat sangat antusias dan tertarik pada bunga mawar damaskus itu.


"Elya apakah kamu juga menginginkan mawar damaskus itu..?" tanya Arya pada adik tersayangnya.


Kemudian Arya menjetikkan jarinya memberi isarat pada gadis penjul bunga untuk mendatanginya.


Gadis penjual bunga saat itu melihat ke arah Arya. Ketika layanannya dibutuhkan gadis penjual bunga itu tersenyum dan dengan semangat mendorong gerobak ke Arya.


"Ada berapa bunga mawar..?" tanya Arya saat sang gadis penlual bungga sudah didepannya.


"Tuan, apakah anda bertanya tentang jumlah bunga mawar yang ada digerobak saya ini..?" tanya gadis cantik itu dengan heran dan ragu.


"Hmmm, iya ada berapa semua mawar damaskus yang kamu bawa." jawab Arya.


"Tottal ada seribu satu bunga mawar damaskus tuan..?" jawab gadis penjual bunga itu dengan yakin.


"Itu kira-kira benar Nona, Tuan boleh saya bertanya..? apa yang akan anda lakukan dengan mawar sebanyak itu..?" ucap gadis penjual, sambil menatap Arya dengan raut wajah yang lucu.


"Saya akan memberikannya pada adikku yang termanis ini, sebagai hadiah ulang tahunnya yang tertunda," jawab Arya dengan mantap dan tanpa berkedip.


"Kakak ini berlebihan terlalu banyak kakak..?" ucap Elya sedikit manja.


"Berikan beberapa buket buat Devi dan gadis yang tadi menginginkan bunga itu, kalau memang buatmu kebanyakan." kata Arya dengan santai.


"Ya sudah terserah kakak saja..?" ucap Elya masih dengan mode manjanya.


"Nona saya akan mengambil semuanya, dan saya akan membayarnya dengan ini." ucap Arya, kemudian memberikan kartu debit hitam elegannya.


"Baiklah tuan..? tunggu sebentar." ucap gadis penjual bungga sambil menerima kartu itu dan menggeseknya di alat transaksi yang ia bawa.


"DING"

__ADS_1


Suara transaksi kartu di mesin sukses terdengar, membuat semua orang yang mendengar melonggo tak percaya.


Seorang pemuda dengan penampilan biasa mengeluarkan uang US$ 36.000.00 dengan tanpa berkedip sedikit pun. seberapa banyak jumlah yang ada dikartunya..? hanya itu yang ada dipikiran semua orang. Namun buat Arya jumlah uang hanyalah beda nol dibelakangnya saja.


"Terima kasih Tuan, saya minta alamatnya tuan..? saya akan mengirimnya ketempat tuan, sekalian akan menanamkan beberapa mawar damaskus sebagai tanda terima kasih kami." ucap sang gadis penjual bunga damaskus.


Arya menuliskan alamatnya di kertas dan memberikanya pada gadis penjual bunga. Lalu mengambil satu buket mawar dan memberikan pada Devi.


"Terimalah ini untuk salam perkenalanku dan Elya denganmu." ucap Arya sambil memberikan sebuket mawar damaskus.


"Oh iya, tolong berikan sebuket lagi pada nona yang disana, katakan mawar damaskus ini dari non Elya." ucap Arya.


Hanya anggukan dan tanpa sepatah kata gadis penjual bunga itu meninggalkan tempat Arya, ada kepuasan dan kesenangan tersirat diwajahnya.


"Kak Arya terima kasih, ini sungguh luar biasa. Sekali lagi Terima Kasih." hanya itu yang dapat Devi ucapkan.


"Sudahlah..? ini hanya kebetulan saja, jangan terlalu difikirkan, sebuket Mawar Damaskus tak sebanding dengan dua kartu hitam internal pecinta alam yang kamu berikan pada kami." ucap Arya.


Sementara mereka mengobrol di seberang sana seorang gadis sangat senang menerima sebuket bunga mawar damaskus yang diberikan oleh gadis penjual bunga.


"Maaf nona saya di suruh nona Elya yang duduk disana untuk memberikan bunga mawar damaskus ini." ucap gadis penjual bunga sambil menunjuk Elya.


Sang gadis dengan sangat bersuka cita menerima mawar damaskus yang telah menyihinya hingga dia sangat menginginkan bunga mawar damaskus itu.


"PLAK"


Seolah-olah sebuah tamparan keras menerpa di wajah sang pemuda, melihat kejadian itu. Wajahnya memerah karena sangat malu.


Arya, Elya dan Devi telah menyelesaikan makannya, mereka mulai berdiri dan akan meninggalkan tempat itu. Namun tiba-tiba..


..."CREATED JAN 2022"...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Selalu ada mutiara jika kita mau menyelami kedalaman laut dan samudera."...

__ADS_1


__ADS_2