SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
HUTAN LARANGAN #1


__ADS_3

Menapaki jalan setapak yang sunyi. Sedangkan Elya terus melekat pada Arya disisi kanannya dan Nandhita disisii kiri agak ke belakang.


Semakin jauh mereka melangkah memasuki belantara, semakin sepi jalur yang mereka lalui. Jalur ini sungguh sepi, asri dan lestari. Selain Arya dan teamnya tak ada lagi yang akan dijumpai selain angin, edelweis, serta kulit kayu yang melapuk berlumut yang seakan-akan bercerita tentang apa yang telah ia lalui, ia seakan percaya pada sebuah harapan yang tak sungguh-sungguh, ia lapuk dimakan lumut. Namun kami sungguh menikmati keterasingan dalam setiap inci perjalanan.


Senja telah menyapa di batas cakrawala, Matahari terbenam diujung cakrawala senja merupakan pemandangan yang sangat luar biasa yang terlihat dari balik rerimbunan pohon hutan larangan, Matahari yang menuju keperaduan mengeluarkan bias cahaya keemasan diujung langit barat, bak selendang Dewi berkibar menghiasi mayapada ini. Perlahan gemerlap bintang mengatikan, bertaburan dilangit yang mulai menghitam.


Diujung jalan setapak terlihat gemerlap cahaya sangat terang. Arya dan teamnya menghela nafas panjang. Mereka mempercepat langkah mereka dengan sisa-sisa tenaga yang mereka milik.


Semua yang ikut team expedisi terkejut saat mendekati base camp hutan larangan, sudah banyak orang berkumpul disana, suasana hutan larangan sangat berbeda dengan biasanya. Mobil-mobil memenuhi halaman parkir, dilapangan sisi barat base camp berdiri panggung besar sangat megah. Lampu-lampu neon menerangi setiap sudut tempat itu.


"Ada apa ini ndan..?" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Rafi. Arya menggelengkan kepala, menandakan kalau diapun juga tak mengerti dengan peristiwa itu.


Mereka masih diam mematung tak mengerti tentang semua perubahan ini. Mereka tak menyadari sosok gadis cantik berwajah manis dengan mata indah yang dihiasi bulu mata lentik, alis tipis melengkung ikut melengkapi berjalan mendekati.


"Kak Aryaaa.." hanya itu yang terucap dari mulutnya, dia memeluk erat tubuh atletis Arya, dia tak peduli dengan keringat yang membasahi tubuh Arya, dia menenggelamkak wajahnya didada bidang Arya.


Sedangkan Arya dan semua team sama terkejutnya dengan peristiwa yang begitu tiba-tiba.


"Ani..? kapan kamu samoai sini..?" tanya Arya setelah dapat menguasai keadaan, Arya sangat hafal dengan aroma bunga anggrek dari tubuh gadis itu.


"Ani kangen kak..? kemaren waktu Ani mendengar kabar dan melihat langsung video kak Arya mencapai titik tertinggi puncak salju, aku langsung berangkat kesini di temani Black." jawab Ani sambil terisak bahagia.


Arya mengelus lembut rambut Any yang berada di pelukannya tanpa kata. Sementara yang lain mendengar cerita Ani mulai sedikit mengerti tentang perubahan tempat itu.


"Jadi perubahan ini untuk menyambut kita ndan..?" tanya Rafi dengan tidak percaya.


"Ani..? sepertinya banyak orang yang datang, apa kamu sudah bertemu mereka..?" tanya Elya dan juga menyadarkan Ani kalau disana mereka tidak hanya berdua. Ani melepas oelukan tangannya dari tubuh Arya dan menoleh kearah Elya.


"Selamat ya El.. kamu sungguh luar biasa, kamu satu-satunya gadis yang mampu mengikuti setiap gerakan kak Arya..? Ooo iya orang-orang penting Kota Baya sejak sore tadi mulai berdatangan mau menyambut kedatangan team kakak, dan kita arahkan menunggu di Villa. Bahkan Tuan Arthur dan Nyonya Anastasya juga sudah sampai." ucap Ani dengan kebahagiaan terpancar dati wajahnya.


"Apa..? Ayah bunda juga sudah sampai sini..?" ucap Elya sambil membelalakkan matanya.


"Sudah.. sudah.. Mari kita menemui mereka," ucap Arya mengajak rombongan menuju Villa hutan larangan. Saat mereka berjalan melewati base camp terdengar alunan musik mengiringi lagu yang ditulis EROSS CANDRA sheila on 7


...Ini lagumu yang kutuliskan...

__ADS_1


...Untuk temani di manapun kau...


...Tetap semangat jadi dewasa...


...Seperti yang kamu impikan...


...Jangan mengeluh, jadilah tangguh...


...Seperti yang kamu impikan...


...Oh, di manapun kau berada...


...Oh, bahagialah...


...Oh, di manapun kau berada...


...Oh, selamat datang...


...Tuhan tak akan meninggalkanmu...


...Jangan mengeluh, jadilah tangguh...


...Seperti yang kamu impikan...


...Oh, di manapun kau berada...


...Oh, bahagialah...


...Oh, di manapun kau berada...


...Oh, selamat datang...


...For all the good time and all the bed times...


...I'll follow you with this song...

__ADS_1


...For all the good time and all the bed times...


...I'll follow you with this song...


...For all the good time and all the bed times...


...I'll follow you...


Menggema lewat sound system yang sudah dipersiapkan keseantero sudut tempat itu. Tamu yang berada di dalam Villa pun mulai keluar dari Villa. Satu per satu pertama yang keluar Mr. Wira buana wakil manager Pecinta Alam yang diikuti oleh Siska dan Devi, kemudian Ms. Isabella Presiden International School dengan Mr Abraham, kemudian Mr. George Michael manager pencatat rekor nasional yang diikuti asisten cantiknya, kemudian diikuti Mr. Daniel bapak Wali Kota Baya dan yang terakhir Ayah Arthur dan Bunda Anastasya mereka berjejer di kiri dan kanan jalan diwajah mereka tersirat kegembiraan yang sangat terlihat.


"Akhirnya saya bisa bertemu denganmu anak muda, Selamat atas keberhasilanmu." ucap Wira sambil menyalami Arya dan Elya mengalungkan rangkaian bunga dan memeluknya yang diikuti oleh Siska dan Devi.


"Kalian siswa terbaik yang pernah dimiliki International School, aku sanggat bangga pada kalian," ucap Ms Isabella sambil menyalami Arya dan Elya mengalungkan rangkaian bunga dan memeluknya dan diikuti Mr Abraham.


"Mulai hari ini kalian telah menjadi Legenda, Selamat.. lanjutkan perjuangan kalian." ucap Gerge sambil menyalami Arya dan Elya mengalungkan rangkaian bunga dan memeluknya yang diikuti oleh asisten cantiknya.


"Dimanapun kalian tinggal pasti ada sebuah keajaiban yang kalian ciptakan, kalian luar biasa." ucap Mr Daniel sambil menyalami Arya dan Elya mengalungkan rangkaian bunga dan memeluknya. Saat sudah berada didepan Arthur dan Anastasya, Arya dan Elya bersimpuh didepan kedua orang itu, air mata bahagia tak dapat lagi mereka bendung.


"Ayah.. terima kasih telah mendidik kami hingga kami mampu melakukan pendakian ini dengan sempurna, Bunda.. terima kasih, kasih sayang bundalah yang membuat kami mampu melakukan ini." ucap Arya sambil menciumi pungung tangan kedua orang tuanya.


"Ayah.. Bunda.. terima kasih.." hanya itu yang terucap dari bibir tipis Elya dia tak mampu berkata-kata luapan emosi kebahagian seakan memenuhi dadanya dan seakan setiap kata yang mauvterucap terhenti ditengorokannya.


"Arya..Elya bangunlah nak, Aku dan Bundamu amat bahagia saat melihat video kalian di website Internal Pecinta Alam Nasional, Ayah dan Bundamu sangat bangga mempunyai anak-anak seperti kalian, kalian pantang menyerah, jiwa kalian kuat menghadapi setiap tekanan dan bahkan kalian mampu menjejakkan kaki kalian di tanah legenda puncak salju, yang bahkan aku dan bundamu sudah mencoba tiga kali pendakian namun masih gagal. Dan untuk kalian semua team. Kalian sangat luar biasa, terimalah salam dan penghormatanku." ucap Arthur penuh wibawa diwajahnya.


"Besok pagi dilapangan Hutan Larangan ada penyambutan khusus untuk kalian semua, para pendaki hebat kota baya saat ini, ada penghargaan khusus buat kalian dari Internal Pecinta Alam dan Intansi terkait, sekali lagi selamat dan sukses buat kalian." kata-kata lembut Bunda Anastasya yang langsung disambut oleh tepuk tangan semua orang disana.


Dan mereka.. ..


...CREATED, 2022...


...~°• CINK's eL A •°~...


..."Dibalik sebuah kesuksesan pasti ada sebuah team hebat yang mendukungnya."...


..."JANGAN LUPAKAN TEMAN ATAU LAWAN SAAT KAMU BERADA DIPUNCAK KESUKSESSAN"...

__ADS_1


__ADS_2