
"Hmmmmm aku bisa tidur nyenyak malam ini," gumam Arya setelah sampai pavilyun pecinta alam.
Mentari pagi mengintip hangat dari balik tirai gorden ruang pribadi Arya. Tak seperti biasa pagi itu Arya bermalas-malas di ruangannya. Secangkir kopi hitam sedikit gula, menemaninya berselancar didunia maya dengan APPLE iMAC pro 27" nya.
"Ooooh iya aku ada perlu sama Black," kata Arya dalam hati ketika dia teringat sesuatu.
Arya buru-buru melangkah keluar dan turun dari ruangannya, dia mau ketempat Black karena dia asyik bermain ponsel saat jalan Arya tidak fokus harusnya rumah nomor dua, Arya masuk kerumah nomor satu.
Beberapa kali Arya memanggil tak ada jawaban, karena saat itu pintu terbuka Arya langsung masuk berniat niat mau mencari Black di ruang belakang.
"CEKLEEK"
Pintu kamar utama terbuka seorang gadis cantik baru saja selesai mandi dan tampil memakai balutan handuk warna putih. Rambutnya masih basah dan terlihat berantakan.
Balutan handuk putih yang hanya sebatas dada dan pertengahan paha tak mampu menyembunyikan kemolekan tubuhnya, kulit putih bersih seputih salju itu terexpose didepan mata.
Tak ada make up yang menempel pada wajah cantiknya. Kulit Riany Anggara terlihat flawless meski tak didempul memakai foundation.
"Abis mandi aja cakep banget..?" komentar Arya dalam hati. Tentu saja tak terdengar oleh Any.
Arya terpana melihat pemandangan didepan mata, dia gugup untuk sementara waktu.
"Maaf" hanya itu yang terucap dari mulutnya, Riany buru-burumasuk kamarnya kembali.
__ADS_1
"Hmmmm"
Arya menghela napas lalu pergi ke ruang tamu menunggu Riany selesai ganti baju.
Setelah beberapa saat Riany keluar menemui Arya ia mengenakan Blues warna baby blue dan Palazzo warna hitam terlihat santai dan menawan walau tak ada make up diwajahnya tak mengurangi kecantikannya.
"Ada apa kak..? kok tumben datang kemari.." ucap Any.
Kulit putihnya tak bisa menyembunyikan semburat merah diwajahnya.
"Maaf..! aku gak fokus tadi.. niatku mau ketempat Black, eeeh malah nyelonong kesini, maaf aku sopan," jawab Arya jujur.
Ani masih dengan mode malunya hanya diam, dalam fikirannya tak habis mengerti. orang yang selalu fokus dalam segala hal, bisa salah masuk rumah..?
Pasti Kak Arya sedang punya masalah yang sangat berat, pikirnya.
"Sekali lagi maafkan aku..? apa yang bisa saya lakukan untuk menebus kesalahan saya ini." ucap Arya kemudian.
"Hmmm gak ada..? kak Arya gak bersalah apa-apa..? tapi tolonng ceritakan kak Arya punya masalah apa..?" jawab Any dengan mode tanya.
"Aku punya tugas di Kota Baya, aku harus mencari sebuah gunung yang mempumyai kawah beku dan akan mencair saat purnama ke tujuh, aku sudah mencari gunung itu lewat internet dan map tidak ketemu, aku tadi mau ketempat Black juga masalah itu, cuma karena aku jalan sambil lihat ponsel aku nyasar ketempatmu," jawab Arya.
"Oooooo jadi itu masalahnya, ya sudah ayo ketempat Black sekarang kalau begitu..?" ucap Any.
__ADS_1
Mereka berdua lalu pergi ketempat Black. Sedangkan Black yang sedang berada diteras menyambut kedatangan mereka.
"Kok tumben ndan datang kemari..? biasanya kalau perlu dengan saya telpon," ucap Black.
"Black aku pengen tahu suatu gunung mempunyai kawah beku dan akan mencair setiap bulan purnama ke tujuh di Kota Baya," kata Arya serius.
"Okey..? ayo masuk..?" ucap Black sambil melangkah memasuki rumah dan lansung menuju ruang kerja Black. Ruang kerja Black tidak seperti ruang kerja Any dan Verra yang cuma satu Apple iMAC pro 27" yang terhubung ke Epson 1565 untuk mengirim dan menerima fax, print, scan, dan copy. Sekaligus broadcast-fax dan PC-fax yang dapat mengirimkan beberapa dokumen ke berbagai nomor secara bersamaan.
Masuk keruang kerja Black akan disambut oleh lima set Aplle iMAC pro 27" berjajar rapi diatas meja kerjanya yang terhubung ke Epson 1565 untuk mengirim dan menerima fax, print, scan, copy, dan broadcast-fax dan PC-fax yang dapat mengirimkan beberapa dokumen ke berbagai nomor secara bersamaan. Disebelah kanan ada LED tv 100" mengantung memenuhi dinding ruang kerjanya dan ditunjang dengan koneksi internet yang cepat.
Black langsung mulai mencari koordinat lokasi Kota Baya dengan Google Earth, yang koordinatnya ditampilkan di sudut kanan bawah. Black lalu menggunakan koordinat lokasi dengan bujur dan lintang Kota Baya yang telah di ambil dari Google Earth. Da mengarahkan lagi kursor mouse ke berbagai lokasi untuk mencari Gunung yang mempunyai kawah beku, untuk memperjelas tampilan peta Black menyalakan Led tv 100 inci nya, namun tetap tak menemukan tempat yang mereka cari.
"Sepertinya Gunung yang komendan cari sengaja dihilangkan dari peta atau setidaknya gunung itu ditutup oleh pemerintah setempat," ucap Black masih penasaran.
"Berarti aku harus ke Kota Baya," ucap Arya.
"Beri saya waktu ndan," kata Black.
"Okey, aku pergi dulu kalau begitu, ayo An..? biarkan Black sendiri, saya tunggu kabar baiknya Black," kata Arya melangkah pergi.
Dan diikuti oleh Riany.
...CREATED, DESI 2021...
__ADS_1
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Kehidupan adalah perubahan yang alami dan spontan. Jangan menolaknya, karena akan menimbulkan kesedihan. Biarlah sesuai dengan kenyataan. Biarkan mengalir secara natural, berjalan seperti apa adanya. Seperti air biarkan ia mengalir"...