
PUKUL 21.15 WNT
Lamborghini Veneno Roadster Matte Black memasuki garasi pavilyun pecinta alam.
"Kak Arya malam ini aku nginap disini ya..? aku kangen sama kakak..?" ucap Elya penuh kerinduan pada kakanya.
"Iya adikku sayang..? tempat ini juga pavilyunmu, jadi kamu bisa disini sepuasmu dan semaumu." ucap Arya sambil mengelus rambut ikal maya Elya.
Mereka langsung menuju ruang utama pavilyun pecinta alam, karena ruang utama cuma ada satu ranjang empuk yang besar, mereka berdua pun tidur dalam satu ranjang itu.
(eeeeeiiiiiit jangan berpikiran mesum loo yaaa mereka saudara kembar jadi amaan)
Pagi harinya, .. ..
Aroma kopi hitam yang harum, membuat Arya membuka mata, dan terbangun dari tidur lelapnya,
"Selamat pagi kakak tercinta..?" ucapan Elya menyambut sang kakak yang baru membuka mata.
"Hmmmm selamat pagi juga manis..?" ucap Arya sembari bangkit dari tidurnya.
"Mandi sana dulu..? minum kopi terus temui Black yang sudah menunggu dibawah," ucap Elya yang mengagetkan Arya.
"Memang jam berapa sekarang..?" tanya Arya.
"Jam delapan." ucap Elya dengan mode mengerling manja.
"Apa..?" ucap Arya sambil meloncat dari ranjang dan terus berjalan ke kamar mandi.
"CEKLEK"
Pintu kamar mandi dibuka. Dan Arya memasuki kamar mandi itu.
__ADS_1
"CEKLEK"
Pintu kamar mandi ditutup. "Adegan dalam kamar mandi di SENSOR karena terong unggu arya tidak boleh dipublikasikan dan juga mengandung unsur pornografi dan ketelanjangan. ma'af ya .. .. ?"
Selesai mandi dan gosok gigi Arya berpakaian lagi dengan pakaian yang bersih, namun tetap pakaian outdoor yang santai.
"Srrruuuup aah nikmatnya kopi pagi ini" ucapnya Arya, sambil meminum kopi.
"Gimana kak kopi buatan Elya, cocok enggak," ucap Elya kemudian.
"Mantab El.." ucap Arya sambil mengacungkan jempolnya.
"Sudah sana..? ditunggu Black dibawah," ucap Elya, dan Arya pun melangkah ke pintu life untuk turun dan menemui Black.
"Pagi ndan..! maaf menganggu istirahat anda, saya harus menyampaikan ini..? ada seratus siswa lebih yang sudah mendaftar ingin masuk Sispala, dan ini data-datanya," kata Black sambil menyerahkan setumpuk kertas di tangannya.
Arya menerimanya dan membaca data-data itu, yang ternyata semua siswa yang mendaftar adalah siswa baru.
"Siap ndan..! sekarang juga saya akan sampaikan ke mereka. dan saya permisi dulu." ucap Black lalu berdiri dan melangkah keluar dari pavilyun, sementara Arya pergi menemui Mr Ribut di departemen sumber daya siswa.
Arya berjalan santai menuju departemen sumber daya siswa, dia menikmati suasana damai disana, walau berada di tenggah kota madya SENIOR INTERNATIOL SCHOOL terasa sejuk dan damai, karena disana sini tumbuh pohon-pohon pelindung yang besar dan rindang.
"Tok tok tok" suara pintu di ketuk.
"Masuk" suara pria dari dalam ruangan.
"CEKLEK NGEEEEK"
Suara pintu terbuka.
"NGEEEEK CEKLEK"
__ADS_1
Suara pintu tertutup.
"Selamat pagi Mr." ucap Arya setelah sampai dihadapan Mr Ribut.
"Selamat pagi Arya..? ada perlu apa..?" ucap Mr. Ribut.
"Saya ingin menyampaikan, karena banyak dari siswa yang ingin menjadi bagian dari pavilyun pecinta alam, saya ingin membuat organisasi Siswa Pecinta Alam (SISPALA) di Senior International School ini." kata Arya.
"Baik saya setuju, dan sebenarnya sudah lama saya menunggu berita ini dari anda, dan kapan anda akan mendeklarasikan SISPALA ini." kata Mr. Ribut menyambut baik usulan Arya.
"Secepatnya Mr. setelah Masa Orientasi Siswa dilaksanakan, saya akan mendeklarasikan dan besok saya ijin menggunakan lapangan utama untuk mengumpulkan siswa yang sudah mengajukan diri," ucap Arya.
"Silahkan, silahkan gunakan fasilitas sekolah yang anda butuhkan, saya mendukung dan akan menyampaikan ini pada president sekolah pada rapat siang ini." ucap Mr. Ribut.
"Terima kasih dan saya mohon diri," ucap Arya.
"Ya..? silahkan," ucap Mr Ribut.
Arya pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi menuju ke pintu.
"CEKLEK NGEEEK" suara pintu terbuka.
...~°•°•°•°•°•°•°•°~...
...CREATED, DESI 2021...
...~°• CINK's eL A •°~...
..."Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya."...
...~•°•°•°•°•°•°•°•~...
__ADS_1