SANG PENDAKI

SANG PENDAKI
ULANG TAHUN TERINDAH


__ADS_3

Berdiri tegak di puncak setelah pendakian yang melelahkan. Nikmati pemandangan luar biasa dan kegembiraan pencapaian. Tapi jangan berhenti terlalu lama, ada gunung yang lebih besar untuk didaki selagi masih memiliki dorongan dan kapasitas untuk melakukannya.


PUKUL 07.00 WNT.


Arya dan Elya sudah sampai di bawah tebing dimana Jack dan Nandhita menunggu mereka.


Tanpa membangunkan Jack dan Nandhita, mereka masuk kedalam tendanya untuk beristirahat. Mereka merasa sangat mengantuk setelah menjalani semua aktifitas. Dan mereka terlelap dalam buaian mimpi sebuah perjuangan yang sangat melelahkan.


Suara ramai terdengar di tempat itu, sepuluh pendaki pendukung telah sampai, pada detik ini Jack yang belum menyadari kalau Arya dan Elya sudah tertidur dalam tendanya menyambut kedatangan kesepuluh pendaki yang datang dengan rasa gembira.


"Rafi.. akhirnya kalian sampai sini juga." ucap Jack menyambut team.


"Iya kak Jack.. walau dengan penuh perjuangan akirnya aku dan team bisa sampai sejauh ini." ucap Rafi.


"Suruh anak buahmu mendirikan tenda, Nandhita tadi memasak sebelum istirahat kalian makan dulu, saya tahu kalian capek dan belum tidur semalaman." ucap Jack dengan tenang.


"Siap kak.." ucap Rafi singkat.


Tanpa menunggu lama merekapun mendirikan tenda, namun karena tempat itu tidak terlalu luas mereka hanya dapat mendirikan satu tenda.


Tanpa mereka ketahui, Arya yang sudah terbangun dari tidurnya, dan sejak tadi mengawasi mereka, saat ini sudah berdiri di depan tendanya.


"Kita istirahat disini sampai dua hari kedepan, untuk itu biar Nandhita pindah dalam tenda bersamaku dan Elya, tendanya bisa kalian pakai," ucap Arya tegas, dan membuat semua orang kaget terutama Jack dan Nandhita.


"Komandan..!?" ucap Jack kaget.


"Kakak..? kalian sudah turun..?" ucap Nandhita seperti tak percaya dengan penglihatannya sendiri.


"Ha.. ha.. ha.. kenapa kalian memandanku seperti itu..?" tawa Aya menanggapi expresi lucu diwajah mereka.


"Aku dan kak Arya sudah sampai sini sejak pukul 07.00 WNT tadi, bahkan kami sudah beristirahat, Nandhita kamu pindah kesini." suara lembut Elya ditengah-tegah kebingungan yang ada ditempat itu.


"Iya kak..? saya cuma kaget aja tadi..? karena tidak tahu kalau kalian sudah turun." ucap Nandhita setelah dapat menguasai keterkejutannya.


"Ayo..!! kita makan sekarang." ucap Arya, sambil melangkah menuju tenda dapur. Dan diikuti sepuluh pendaki yang baru sampai tempat itu.


Saat Arya, Elya menunggu Rafi dan teman-temanya mengambil makanan. Karena memang sudah kebiasaan Arya dan Elya, mereka berdua tidak akan mengambil makanan sebelum semua anggota teamnya makan. Dan bersamaan itu Jack dan Nandita membawa dua mangkok mie instan rebus yang masih mengeluarkan asap dan di tenggahnya ada lilin berbentuk angka 1 dan 8.

__ADS_1


..."HARI INI HARI YANG KAU TUNGGU...


...BERTAMBAH SATU TAHUN USIAMU, BAHAGIALAH KAMU...


...YANG KUBERI BUKAN JAM DAN CINCIN...


...BUKAN SEIKAT BUNGA, ATAU PUISI, JUGA KALUNG HATI...


...MAAF, BUKANNYA PELIT...


...ATAU NGGAK MAU NGEMODAL DIKIT...


...YANG INGIN AKU BERI PADAMU DOA S'TULUS HATI...


...S'MOGA TUHAN MELINDUNGI KAMU...


...SERTA TERCAPAI SEMUA ANGAN DAN CITA-CITAMU...


...MUDAH-MUDAHAN DIB'RI UMUR PANJANG...


...S'MOGA TUHAN MELINDUNGI KAMU...


...SERTA TERCAPAI SEMUA ANGAN DAN CITA-CITAMU...


...MUDAH-MUDAHAN DIB'RI UMUR PANJANG...


...MUDAH-MUDAHAN DIB'RI UMUR PANJANG...


...S'LAMAT ULANG TAHUN...


...S'LAMAT ULANG TAHUN." Jack dan Nandhita menyanyikan lagu itu dengan merdu sambil mendekati Arya dan Elya....


"Tiup lilinya, tiup lilinya sekarang juga sekarang juga" nyanyian mereka semua dengan kompak. Jack mengangkat mangkok mie instan kedepan Arya.


"Tiup lilinya, tiup lilinya sekarang juga sekarang juga" nyanyian mereka semua dengan kompak. Nandhita mengangkat mangkok mie instan kedepan Elya.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga," nyanyian mereka yang berada ditempat itu secara serempak.

__ADS_1


Walau merasa terkejut dengan peristiwa itu Arya dan Elya melakukan permintaan teamnya.


"Huuuft.. huuuuuuufffffttt," Arya dan Elya meniup lilin yang di bawa Jack dan Nandhita. Setelah lilin padam Jack dan Nandhita memberikan mangkok mie instan rebus yang masih hangat itu pada Arya dan Elya.


"Selamat ulang tahun ya Kak.." ucap Elya sembari menyupi Arya dengan mie instan yang baru diterimanya itu. Arya menerima suapan itu dan melakukan tindakan seperti yang dilakukan Elya padanya.


"Selamat ulang tahun adikku tersayang" ucap EArya sembari menyupi Elya dengan mie instan yang ada ditangannya.


Setelah mereka berdua meletakkan mangkuk mie instan dan saling berpelukan erat. Jack dan Nanditha mendekati mereka berdua.


"Selamat ulang tahun ndan kak Elya, maaf saya tak bisa memberi kue ulang tahun yang layak, apalagi kado." ucap Jack dengan mode tersenyum tipis,


"Selamat ulang tahun kak Arya dan kak Elya, maaf hanya semangkuk mie instan yang dapat saya berikan saat ini " kata Nandhita sambil menjabat tangan Arya dan memeluk Elya. Setelah itu baru diikuti Rafi dan teamnya.


"Selamat ulang tahun Kak.." ucap Rafi dan diikuti yang lainnya.


"Terima kasih Jack, Nandhita, Rafi dan semua teman-teman, saya tidak menyangka kalian begitu memperhatikan saya dan adik saya, walapun tanpa kue dan kado, saat ini dan kejadian sangat berkesan di hati saya dan saya tidak akan melupakan moment ini." ucap Arya terharu.


"Ini adalah ULANG TAHUN TERINDAH saya dan kak Arya yang telah saya lalui selama 18 tahun, bukan karena kami telah menjejakkan kaki dipuncak lembah salju untuk yang pertama, namun itu karena kalian..? kalian is the best." ucap Elya terharu, dan terlihat ada air menetes disudut matanya yang sebening air itu.


"Ya..!! Ini ULANG TAHUN TERINDAH yang pernah kita alami. Berdinding tebing beku abadi yang bertiraikan kabut dan didekorasi langsung oleh sang maha pencipta, dengan keindahan bunga-bunga edelweis yang keindahannya menghiasi tiap sudut mata memandang ini adalah tempat teridah dan termegah yang disiapkan langsung oleh pemilik bumi. Aku Arya dan Adikku Elya sangat berterima kasih pada kalian yang telah mengiringi dan membantuku sampai pada titik ini. Bukan tentang semangkuk mie instan tapi tentang makna ketulusan, bukan pula tentang sebuah kado ulang tahun, karena ini adalah kado terindah dan tertulus yang telah kami terima. Terima Kasihku untukmu sahabatku Kalian adalah teman-teman sejatiku." ucap Arya dengan suara bergetar.


Hening tak ada suara, suasana bahagia bercampur haru menyelimuti tempat itu seakan angin pun enggan mengusik suasana disana saat itu. Bahagia dan Haru bergabung jadi satu, tak ada beda kaya dan miskin disana semua hanya satu kata PENDAKI yang hidup dalam belaian sang Bumi.


...****°•..•°****...


Sementara itu jauh ditenggah kota pada sebuah gedung megah berlantai lima dan ada name board terpasang didepannya bertuliskan FEDERASI PECINTA ALAM. Wira Buana selaku wakil manager mengumpulkan anggota Pecinta Alam pemegang kartu Berlian keatas di aula pertemuan kantor itu.


PUKUL 08.30 WNT.


Dua puluh kursi sudah terisi penuh menandakan semua undang telah datang tepat waktu, enanm anggota kartu hitam dan empat belas anggota kartu berlian.


WIRA BUANA selaku wakil manager pecinta alam sekota baya yang bertanggung jawab mengurusi semua departemen yang ada di internal pecinta alam sekota baya saat ini.


...CREATED, 1 MART 2022...


...~°• CINK's eL A •°~...

__ADS_1


..."Sayangilah dia yang menemanimu mendaki. Bukan dia yang hanya menunggumu di bawah hingga kamu tiba di puncak."...


__ADS_2