
"Tok Tok Tok" suara pintu yang terbuka di ketuk. Arya dan Elya serempak menoleh kearah pintu yang langsung disambut wajah Ani terlihat disitu.
"Kak Arya, Kak Elya..? Ani dan teman-teman mau pamit, kembali ke kota madya." ucap Ani.
"Oh iya..? sampai lupa saya..? kalian mau berangkat sekarang..?" tanya Arya.
"Iya kak..? semua sudah menunggu di parkiran." ucap Ani, dalam hatinya berkecamuk hebat, ada perasaan-perasaan aneh yang muncul disudut-sudut terdalam hatinya, air mata mulai menetes di mata indahnya.
"Baiklah ayo kita keparkiran kalau begitu..!" kata Arya dengan melangkahkan kakinya menuju parkiran, pura-pura tak melihat perubahan di wajah cantik itu. Elya dan Ani mengikuti di belakangnya.
"Paman Ben, Bibi Resty terima kasih sudah mengantar kami sampai sini," ucap Arya sambil mencium punggung tangan mereka dengan hormat. Dan Elya juga mengikuti apa yang dilakukan Arya.
"Jangan terlalu sopan pada kami anak muda." kata paman Ben melepas genggaman tangan Arya.
"Tuan Nugraha kami pamit," ucap Bibi Resty singkat menyambung kata-kata paman Ben.
"Ndan ini kunci dan surat Jeep Wrangler Rubicon, kami pamit dulu, jaga diri komandan baik-baik dan kami akan selalu menunggu kedatangan komandan di pavilyun pecinta alam." ucap Black sambil menyerahkan kunci dan surat Jeep Wrangler Rubicon.
"Bawa pulang ke pavilyun pecinta alam Jeep Wrangler Rubicon itu, pakai buat transportasi kalian disana." ucap Arya.
"Verra akan selalu merindukan kakak." ucap Verra sambil memeluk tubuh Arya.
"Sudahlah Ver.. suatu saat kita akan bertemu lagi." ucap Arya.
"Kak Arya.." Ani tidak melanjutkan kata-katanya wajahnya ia tenggelamkan didada bidang Arya, isak tangis tak dapat ia tahan lagi, Lama ia tenggelam dalam perasaan. Arya tak bisa berbuat apa-apa hanya tangan kekarnya yang bergerak mengelus lembut rambut hitam pekat gadis yang berada di pelukannya.
"Sudah tenanglah, perjumpaan adalah awal dari sebuah perpisahan, dan perpisahan yang akan membuktikan ketulusan sebuah hubungan, saya yakin kita masih bisa bersama lagi dimasa yang akan datang." ucap Arya yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Ani.
"Lupakan tentang perpisahan ini, jarak dan waktu tidak akan bisa memisahkan ketulusan sebuah persahabatan." ucap Elya.
__ADS_1
Arya dan Elya melepas kepergian, Rolls Royce Phantom yang dikendarai oleh Paman Benton dan Bibi Resty dan Jeep Wrangler Rubicon yang dikendarai oleh Black, Verra dan Ani mulai bergerak dan melaju ikut meramaikan jalanan yang mereka lewati.
Langit di hutan larangan menghitam, kapas-kapas kelabu mulai berarak menutupi matahari sore tetes air berlomba jatuh membasuh bumi.
"Hujan yang sangat deras." gumam Elya.
Hujan lebat yang mengguyur kota baya membuat semua rencana penghuninya jadi berantakan, mereka lebih memilih menikmati derasnya hujan di bilik-bilik kamar rumah masing-masing, menikmati hangatnya dekapan selimut hingga mereka terlelap.
Pagi berikutnya rutinitas penghuni kota baya pun dimulai, disebuah Villa pinggiran hutan larangan Elya sudah berdandan rapi mengenakan setelan profesional hitam berpotongan indah, paha lurusnya dibungkus oleh stoking sutra hitam panjang yang menarik perhatian semua orang, pinggangnya yang ramping dan diatasnya tercetak buah dada yang besar dan montok, lehernya yang jenjang berhias kalung frusik hitam berliontin carrabiner emas sangat elegan.
Wajahnya cantik halus dan indah tanpa cacat sedikitpun, kecantikan yang sangat luar biasa.
Bibir merah merekah walau tanpa polesan lipstik sungguh memabukkan
Hanya saja, expresi wajahnya sedikit tawar, mata yang mempesona tidak dibuat-buat dan tidak menampakkan emosi sedikitpun didalamnya.
Asing dan jauh tetapi mengoda dan tidak bertentangan. Sebaliknya semua terpadu dengan sempurna. Sehingga membuat jatung pria yang melihatnya berdegup lebih kencang.
Tatapan mata tajam dan dingin terlihat arogan sangat mengintimidasi lawan-lawannya.
Arogan dan tegas tetapi gagah dan tidak bertentangan. Sebaliknya semua terpadu dengan sempurna. Sehingga membuat mata gadis yang memandangnya terkagum-kagum tak mau berpaling darinya.
Kembali Arya mengemudikan Lamborghininya bersama Elya dibangku sampingnya, menuju International School tempat mereka menimba ilmu sekarang. Hari baru di sekolah yang baru, mereka tak lagi berpenampilan low profile seperti dulu. Sekarang apapun yang mereka mau tinggal menjentikkan jari tanpa berkedip.
Melaju di jalanan kota baya dipagi hari sungguh sangat membosankan, macet tak terhindarkan. Enam puluh menit waktu yang mereka gunakan pagi itu dan kini mereka berhenti di halaman parkir International School walau Lamborghini Veneno Roadster bukan satu-satunya supercar disana tetap saja menarik perhatia semua siswa yang berada disana.
Tatapan iri dan terpesona kala Arya dan Elya turun dari mobilnya, Pasangan yang sempurna terucap dihati yang melihatnya.
"Selamat pagi" sambut Devi saat mereka telah keluar dari Lamborghininya, Sebuah senyum yang manis terkembang di bibir Elya, seperti bunga yang mekar dimusim semi sangat indah dan mempesona.
__ADS_1
"Selamat pagi Dev..? apa perlu kamu menyambut kedatangan kami disini..?" tanya Arya.
"Maaf kalau membuat kak Arya tak nyaman, tapi saya rasa dari pada kak Arya dan kak Elya susah-susah mencari kelas, kan sebaiknya saya antar, toh kelas kita satu arah." jawab Devi dengan lugas.
Ketika kaki-kaki mereka menapaki koridor sekolah, tiba-tiba pandangan Arya tertuju pada wallclimbing yang berada ditepi lapangan olah raga, yang membuatnya teringat kembali saat-saat ia menaklukkan High Internatinal School.
Arya hanya menarik nafas panjang, melanjutkan langkahnya dengan bayangan yang membekas dihatinya, seorang Arya yang sangat sederhana datang ke kota tanpa bekal apa-apa dan bisa mendapatkan tempatnya yang sekarang sungguh diluar angan-angannya. Arya tersenyum saat ingat semuanya itu. Dan Devi dapat menangkap perubahan mimik wajah Arya.
"Hmmm nanti sore kita mau latihan panjat kak..? kalau kak Arya mau gabung suatu kehornatan bagi kami..?" ucap Devi penuh harap.
"Pasti saya dan Elya akan bergabung, kebetulan kami selalu bawa peralatan panjat, ya El..?" ucap Arya sambil menepuk pelan pundak Elya.
"Pasti dong kak, pasti kita ikut latihan." jawab Elya serius.
Akhirnya mereka pun sampai kelas yang dituju. Langkah kaki Arya dan Elya mantab memasuki kelas.
Hanya beberapa detik setelah Arya dan Elya duduk, Presiden memasuki kelas didampingi wali kelas dengan wajah penuh wibawa membuat para siswa terdiam tanpa suara.
"Baiklah hari ini kita mempunyai siswa baru, pindahan dari kota madya, Arya Elya silahkan maju dan perkenalkan nama kalian." ucap Ms. Isabella sang presiden sekolah dengan anggunnya. Arya dan Elya berdiri dan melangkah kedepan untuk memperkenalkan diri mereka.
Penampilan Arya dan Elya yang gagah dan anggun dibalut seragam almamater sekolah menghipnotis semua siswa yang berada di ruangan, semua mata memandang kagum pada mereka berdua.
"Perkenalkan nama saya Arya Nugraha, saya berasal dari High International School kota madya dan tidak ada prestasi yang dapat saya banggakan, saya hanya siswa biasa disana, saya minta kerja sama teman-teman bila saya kesulitan dalam hal pelajaran mohon bimbingannya" ucap Arya memperkenalkan diri.
"Nama saya Elya Nugraha saya berasal dari TRI MURTI VOCATIONAL SCHOOLS sama dengan kak Arya saya juga tidak punya prestasi yang dapat saya banggakan, sekian perkenalan dari kami dan terima kasih..
..."CREATED, JAN 2022"...
...~°• CINK's eL A •°~...
__ADS_1
..."Teman lama pergi, teman baru datang. Seperti hari, yang lama berlalu dan pagi pun menjelang. Yang paling penting adalah bagaimana membuatnya berarti."...