
Siska bangun ketika mendengar adzan subuh, lalu bergegas membuatkan kopi untuk suaminya dan 2 anak tirinya. Lalu membuatkan sarapan untuk suami.
"Pagi pa, kopi dan sarapan sudah siap", Ujar Siska pada sang suami. "Pa, aku berangkat ke sekolah dulu, sudah hampir jam masuk, terlambat gak enak dengan guru yang lain". Siska pamit pergi bekerja, dan suaminya setelah mengantar anak bungsunya, langsung berangkat ke kantor.
Ya, suami Siska memang tidak kaya raya, hanya pegawai administrasi di perusahaan properti di kota B. Suami Siska sendiri, bukan pertama kalinya menikah, tetapi sudah pernah menikah lalu kandas rumah tangga mereka. Siska tidak seberapa mengenal, siapa istrinya yang dulu, hanya suaminya pernah mengatakan, gak perlu tahu tentang istrinya yang terdahulu, dan Siska pun tidak ingin mengorek luka lama.
__ADS_1
Di saat Siska memutuskan untuk menjadi seorang istri, siap juga konsekuensinya. Siska sekarang mengajar di TK Pertiwi. Karena menurut Siska itu lebih baik, karena punya waktu banyak untuk keluarga kecilnya. Tempat Siska mengajar pun tak seberapa jauh, yaitu berjarak 1KM dari rumah.
Ketika jam pelajaran usai, lamunan Siska buyar karena Bu Lina menepuk bahunya, "hayo ngelamunin apa Bu Fransiska", ujar Bu Lina. Siska menjawab, "bukan melamun sebetulnya, tapi sedang membayangkan nasi uduk komplit", cletuk Siska.
*****
__ADS_1
Pagi hari di kediaman Aji, kakak ipar berkunjung ke rumah Siska, lalu masuk ke dapur rumah mereka dan menanyakan masakan yang inginkan sudah matang apa belum. "Ka, masakan yang kemarin itu loh mana? janjimu mau bikinkan, tapi kok gak ada tak lihat di meja makan?" ujar Rahmi.
Siska menjawab, "sebentar mbak, ini masih tak masakin buat mbak ku yang cantik" . Dan Rahmi pun tersipu malu, karena sang adik ipar telah menggoda sang kakak ipar. "Ka, tak bawa pulang ya, ikan asin tumis Pete, Kiki dan Mita bakal seneng, karena mereka jadikan menu favorit mereka. Dan akan di serbu habis", celetuk Rahmi. Walau Rahmi hanya kakak ipar, Rahmi sangat menyayangi Siska seperti saudara kandung begitu pun sebaliknya. Rumah mereka berdekatan, jadi sering ngobrol bareng.
Hari terus berganti, Siska mulai di sibukkan mengisi raport siswa. Siska pun tampak mulai bingung. Pintu rumah pun tak pernah di kunci kalau suaminya belum pulang. Karena kunci cadangan di hilangkan Ryan. Pas malam itu terdengar dari kamarku suara orang membuka pintu. Aku pun bergegas merapikan kamar yg isinya raport siswa. Lalu muncul seorang wanita, cantik, sexy, tetapi aku tak mengenal wanita itu, "siapa wanita itu? Aku tak pernah melihatnya? Dan dia mencari siapa?" gumam Siska. Siska pun tersenyum kepada wanita itu, lalu menanyakan, siapa wanita itu kepada Ryan.
__ADS_1