
Meisya masih mengatur pernafasannya untuk menenangkan diri,sebentar lagi dia akan keluar dari ruang make up pengantin untuk bertemu dengan para tamu yang hadir di resepsi pernikahannya.
Sesuai dengan ucapan Alex di jumpa pers,bahwa dirinya akan menikahi Meisya.Hari ini adalah hari pernikahan Meisya.
"Tidak usah gugup,ini pernikahanmu yang ke dua kali."Ucap Ratna,mama Meisya.Menepuk bahu Meisya mencoba menenangkan putri semata wayangnya.
"Tapi ma,dulu resepsi pernikahanku gak semewah ini.Pasti banyak pejabat penting dan pengusaha besar yang datang."Ucap Meisya mengerutkan dahinya.Dengan gaun putih hasil rancangannya yang melekat di tubuhnya,sangat pas dan terlihat mewah dengan desain dan corak yang rumit oleh tangan telaten.Dan mahkota yang melingkar di kepalanya.
Meisya terlihat sangat cantik dengan make up pengantin yang natural namun merona di wajahnya yang putih.Bak putri cantik seperti bidadari yang turun dari kayangan.
"Kau kan biasa di depan orang banyak Meis,seperti kerumunan wartawan yang slalu antuasias terhadapmu.Dan kau sangat cantik dengan gaun desainmu.Kamu memang kreatif,pasti besok pagi butik bakalan rame sama customer yang tanyak soal gaunmu ini"Ucap Karin.Memang benar,masalah desain yang menarik dan berbeda,Meisya sangat ahli.Bahkan banyak artis yang memakai gaun rancangan Meisya ke acara-acara penting.
Lalu panggilan pembawa acara terdengar memanggil Meisya.Sebelum Meisya melangkahkan kakinya keluar.Ratna melihat putrinya,berharap agar pernikahannya kali ini adalah pernikahan terakhir putrinya.Dan semoga Ratna tidak salah menilai lagi bahwa Alex adalah pria yang setia.Ratna bisa benar-benar melihatnya kali ini,ia tau betapa bernilainya Alex di mata Davin,sehingga di nafas terakhir Davin,Davin mencari Alex.
Meisya segera melangkahkan kakinya keluar dengan ekor gaun panjang yang dipegang oleh Karin.Alex menatap dengan takjub.Alex mengembangkan senyumannya.Alex masih sempat tak percaya,apakah wanita yang menuju dirinya itu manusia atau seorang bidadari.Meisya begitu cantik di matanya.
Meisya berusaha tenang melangkah melalui karpet merah yang di ujung sana,Alex sedang menunggunya.Miesya berusaha tersenyum walaupun jantungnya ingin melompat keluar.Semua kamera benar-benar menyorotnya.
"Wow..Meisya sangat cantik,dengan gaun yang pastinya merupakan rancangannya sendiri.Begitu pun dengan tuan Alex..mereka pasangan serasi"Ucap pembawa acara pria.Semua orang yang sebagai tamu,mengucapkan setuju atas ucapan pembawa acara.Mereka memandang takjub diri Meisya dengan rupanya yang sangat cantik dan gaun yang sangat indah.
Wajah Meisya menjadi bersemu,Alex menengadahkan tangannya untuk mempersilahkan Meisya "Tuan putri kau sungguh cantik"Ucap Alex.Meisya memegang tangan Alex dan terkekeh dengan sikapnya.Alex mencium tangannya lalu tersenyum.
Semua para tamu bertepuk tangan melihat pasangan pengantin tersebut.Di sisi lain ada Orang tua Alex yang pastinya hadir.Setelah Alex memberitahunya,orang tua Alex langsung terbang dari Amerika ke Indonesia untuk melihat putranya menikah.Orang tua Alex tidak mempermasalahkan status Meisya yang seorang janda.Baginya Alex putranya bisa segera menikah dan bahagia.Melihat umur Alex yang seharusnya telah berkepala tiga.
Resepsi pernikahannya begitu meriah.Para pejabat,artis,rekan kerja,pengusaha kaya,wartawan memenuhi semua gedung yang sangat besar.Sambil menikmati berbagai macam hidangan yang tersedia,para tamu juga mengucapkan selamat kepada Meisya.
__ADS_1
Dan acara tersebut langsung di siarkan oleh sponsor yang Alex naungi.Di sisi lain Sandra menggeram mengepalkan tangannya melihat siaran langsung di televisi.Sandra berfikir,seharusnya dirinyalah yang berada disana bukan Meisya.Dengan wajah tanpa make up ia melihat cermin yang ada di sebelahnya,ia tidak menginginkannya.Sandra menangis terisak sangat marah,dan di lubuk hatinya penuh dendam.
Sekarang Sandra tidak mempunyai apapun lagi,tidak ada uang sepersen pun yang ia punya.Sandra masih tidak percaya melihat dirinya di cermin.
"Arghh...awas saja,tunggu saja pembalasanku"Ucap Sandra menghantam kaca hingga darah bercucuran di tangannya.
***
Alex membawa Meisya ke kamar yang di sediakan oleh gedung pernikahannya. dan langsung menggendong Meisya ke kamarnya.Kamar yang begitu indah dengan dekorasi berwarna putih dan kelopak bunga mawar yang berada dimana-mana.Selain aroma mawar yang bertaburan,aroma terapi pengantin juga menyeruak di seluruh kamar.
Alex menurunkan Meisya berlahan,membuka mahkotanya,bahkan gaunnya yang melekat.Alex sudah lama ingin menyentuh wanita yang ia cintai,ia sangat menghormati.Dan inilah saatnya dirinya memiliki hak untuk menyentuh Meisya yang telah sah menjadi istrinya.
Hati Meisya menjadi berdegup sangat kencang,lebih kencang dari menghadapi para tamu.Meisya merasakan sentuhan di punggungnya,darahnya makin terpompa naik.Sudah lama ia tidak merasakan belain,belain yang sangat dirindukan.
Alex masih mengecup dan menghirup dengan hidungnya yang mancung menyentuh kulit punggung Meisya,Aromanya memang telah lama membuat Alex menjadi candu.Meisya terhenyak telah lama tak merasakan hal yang sangat ia rindukan,belaian dari pria yang ia cintai.Alex membuka resliting gaunnya,lalu membuka gaunnya dan juga branya dari arah belakang.
Alex membaringkan istrinya pelan-pelan.Alex membuka bajunya dengan cepat dengan bibir yang masih menyatu dengan bibir Meisya.Dengan cepat juga Alex membuka celana dalam Meisya dan rintihan Meisya terdengar ketika Alex menyatukan dirinya.
"Aughh..."
Mungkin malam ini adalah malam yang panjang untuk mereka berdua.Saling beradu dengan rasa cinta yang baru tumbuh.Desahannya terdengar nikmat bagi Alex.Bahkan Alex tidak menyangka jika istrinya pernah menikah,bahkan sudah mempunyai seorang anak,rasanya masih cukup menggigit.
***
Mereka telah cukup lama beradu.Meisya menggunakan lengan Alex sebagai bantal dan memegang dada bidangnya.Sedangkan Alex mengelus rambut Meisya yang terurai.Mereka masih belum bisa memejamkan matanya.
__ADS_1
"E,,apakah aku boleh tau,sejak kapan kau mencintaiku?"Tanya Meisya di sela-sela keheningan.
"Sejak aku bertemu denganmu di jendela apartement"Ucap Alex.Meisya berfikir,benarkah seawal itu cinta Alex tumbuh?
"Bukankah kau mencintaiku karena untuk memenuhi permintaan Davin?"Tanyanya lagi,sambil jemarinya bermain diatas dada bidang Alex.
"Bagiku tak ada hal yang terpaksa.Terlihat memaksa, tapi hatiku,aku yang tau"Jawab Alex masih mengusap rambut yang berada di samping kening Meisya.
"Lalu Vanya?kalian hampir menikah?"Ucap Meisya.
"Aku tidak pernah menaruh hati kepada wanita manapun,karena usiaku yang harusnya telah menikah,mama memaksaku untuk menikahi Vanya."Jelas Alex.
"Kau tau,dulu aku sempat melarang Davin bertemu denganmu.Karena kau adalah orang Asing.Aku takut jika terjadi sesuatu hal terhadapnya.Aku tidak tau mengapa Davin menjadi sedekat itu terhadapmu"Jelas Meisya mengenang putra tercintanya,Davin.
"Aku tau,Davin menceritakan hal itu.Entahlah,Davin sangat berbeda dengan anak seusianya.Dia anak pintar!kau tau aku selalu kalah maen game dengannya.Aku sangat malu,aku bisa di kalahkan oleh Davin"Ucap Alex menceritakan kebersamaannya dengan Davin.
"Benar,Aku melihat laptop di kamar Davin,Aku melihat Davin memang menyukai game.Selain itu,disana aku melihat opsi yang tersimpan.Davin menyimpan info tentang penyakit yang di deritanya.Salahku terlalu sibuk sehingga tidak memperhatikannya lebih jauh.Davin kekurangan kasih sayang dari seorang ayah"Jelas Meisya.
"Tidak,kau adalah bunda yang terbaik untuk Davin,dia sangat mencintaimu.Bahkan Davin tidak mau membuatmu sulit sedikitpun,sehingga dia memintaku menutup mulut.Agar tidak memberitahumu tentang penyakitnya"Jelas Alex.
"Aku tau kau mencintaiku,Jika tidak kau tidak akan mau membantuku membalaskan dendamku terhadap Sandra.Maaf jika aku ikut menyeretmu.Aku juga benar-benar mencintaimu.Kau tau kamu bukan ayah Davin,tapi kau sangat mirip dengannya,bahkan kau telah membantu penyembuhannya"Ucap Meisya menengok ke atas untuk menatap suaminya.
"Apa karena hanya mirip dengan Davin,kau mencintaiku?"Ucap Alex tersenyum lebar.
"e..cinta tidak bisa di jelaskan,yang aku rasakan ini,aku tahu kalau ini cinta"Ucap Meisya tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita lanjut membuat adik untuk Davin"Ucap Alex menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Meisya.Meisya hanya tersenyum malu.
Pasti Davin sangat bahagia jika bundanya bisa menikah dengan Alex saat ini.Sekarang ada Alex yang menggantikan dirinya untuk menjaga bundanya.