Sang Penggoda

Sang Penggoda
45.Devan


__ADS_3

Selama kehamilan,Meisya lebih menjadi sedikit manja terhadap suaminya Alex.Alex suaminya yang sangat setia memang selalu menuruti semua permintaan Meisya istri tercintanya.


Kehamilan bulan ke tujuh,ke delapan Meisya lewati bersama Alex yang selalu siap membantunya karena perubahan mood yang kadang sendirinya tidak mengerti bahwa kehamilannya yang sekarang ini lebih rewel dari kehamilan sebelumnya.Mungkin kini suaminya adalah Alex yang sangat mencintainya sehingga Meisya lebih manja.


Kehamilan bulan ke sembilan,Alex lebih siaga menunggu waktu kelahiran istrinya,meninggalkan pekerjaan sebulan penuh untuk menjaga istrinya kalau-kalau istrinya mendadak mau melahirkan.


Alex sebagai ayah yang baik tidak akan melewatkan sedikit pun moment bayinya keluar dari rahim istrinya tercinta.


Bahkan beberapa pekerjaan penting,Alex rela mengesampingkan demi menjaga Meisya 24 jam.


Perkiraan dokter benar,kalau istrinya akan melahirkan pekan ini,Alex berusaha memegang tangan istrinya yang mulai tadi mencengkram kuat sehingga mungkin tangannya terluka karena istrinya sedang mengejan.Pelampiasan dari rasa sakit yang amat sangat sakit.Dan seorang perempuanlah yang tau rasanya.


Ruangan kamar persalinan sangat tegang.kedua orang tua Alex dan kedua orang tua Meisya menunggu di luar ruangan persalinan sambil berdoa untuk kedua nyawa yang sedang mempertaruhkan nyawanya.


"Sayang,kamu kuat...bertahan..."Ucap Alex memberi support.Alex tidak menyangka,betapa sakitnya istrinya sekarang.


"Ahhhhhhh...."Meisya mengedan berusaha mengeluarkan bayinya di dalam perut.


"Buk...lebih kuat lagi ya...Kepalanya sudah terlihat,ayo buk.."Ucap Dokter memberi aba-aba.


"ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"Meisya yang mengedan penuh keringat dan peluh yang membanjiri seluruh tubuhnya.Sedangkan Alex sangat cemas memperhatikan dan sekaligus memberi support.


"Oek...Oek...oek..."Beberapa menit terakhir,bayi tersebut berhasil keluar dari rahim ibunya.Dengan penuh darah,dan kulitnya yang masih memerah.


Alex tersenyum bahagia melihat sang bayi.Seorang bayi laki-laki sesuai prediksi dan usg yang akurat,Meisya melahirkan seorang bayi laki-laki.

__ADS_1


Dia sangat menggemaskan dan sangat lucu.


Dokter membersihkan,dan memberi bayi tersebut ke ibunya untuk menghangatkan bayinya yang baru saja keluar ke dunia,dan agar bisa mendengar detak jantung ibunya agar merasakan ikatan kuat.


Meisya meneteskan air matanya,menahan haru karena keberhasilan dirinya mengeluarkan bayinya yang sungguh rupawan dan menggemaskan.


Begitu pun Alex melihat pengorbanan istrinya yang begitu besar mengeluarkan bayinya.


Air mata Alex ikut tergenang,berkaca-kaca melihat bayinya dan istrinya yang selesai berjuang.


Alex melihatnya saat istrinya berusaha mengeluarkan bayinya.Alex merasa iba,terkesan,dan sungguh tidak akan menyakiti perasaan seorang wanita lagi terutama istrinya,bahkan Alex tak akan pernah menyinggung perasaanya sedikitpun.Alex akan berusaha membahagiakan istri tercintanya.


Sebelumnya Alex juga ada rasa kesal karena perubahan mood seorang ibu hamil di tambah mengidam sesuatu yang tidak ada.Ternyata pengorbanannya selama ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan istrinya yang mempertaruhnya nyawanya di ruang persalinan.


"Ia sayang,Dia begitu tampan sama persis dengan Davin."Ucap Alex yang duduk di samping Meisya dan mengelus pipi anaknya.


"Buah permata bunda(mencium bayi)."Meisya tersenyum.Akhirnya Meisya mempunyai seorang bayi laki-laki yang sama persis dengan Davin.Sudah lama Meisya tidak merasakan menjadi seorang ibu.


"Aku beri nama dia Devan,Davin dan Devan."Ucap Alex memberi nama yang tidak jauh berbeda dengan nama Davin.


Lalu Meisya tersenyum mengangguk setuju bahwa nama tersebut memang pas untuk putranya.


"Ah Devan ini oma Lorent."Ucap Lorent mama Alex yang sekarang beralih menggendong cucunya yang sebelumnya berada di tangan Meisya.


"Wah gantengnya,mirip dengan nak Alex."Ucap Ratna ibu Meisya.Robert ikut bahagia.Akhirnya cucu yang mereka tunggu-tunggu terlahir juga.Mereka pun sudah lama tidak menjadi nenek dan kakek.

__ADS_1


"Hidungnya mirip nak Meisya buk"Ucap Lorent.Mereka memperhatikan lekukan wajah cucunya melihat gen siapa yang lebih melekat.Mereka sangat bahagia.


Lalu para wartawan,mengetahui kelahiran sang bayi dari Meisya dan Alex.Meisya dan Alex hanya mengunggah satu foto bayinya di sosmednya.Wartawan yang sangat antusias ingin lebih jauh lagi mengetahui sang bayi tidak berhasil menjumpainya.Alex masih belum siap jika buah hatinya jadi sorotan terlebih dahulu.


Beberapa tahun kemudian Devan telah menginjak umur 8 tahun,boleh kalian tau jika Devan sangat mirip dengan Davin.Alex pun tidak menginginkan Devan harus sama dengan Davin.Namun sepertinya Devan adalah jelmaan Davin.Alex juga sering bermain game,dan putranya sering mengalahkan ayahnya Alex.Alex berdecak kagum dengan sang putra.


Begitu pun Meisya yang sangat menyayangi Devan.Devan sering kali membuat Meisya tersenyum tatkala Meisya sering mengingat sikap Devan sama persis dengan almarhum putranya Davin.


Dari celotehannya,sikapnya entah dari mana asalnya dia sangat mirip dengan Davin.


Tidak luput dari oma-oma dan kakeknya,sangat menyayangi Devan.Devan juga sering kali menginap di rumah oma Lorent.Lalu oma Ratna yang sudah tinggal di rumah Alex untuk menjaga cucu kesayangannya.


Devan sudah di penuhi dengan kasih sayang dari keluarganya hingga tumbuh berkembang menjadi seorang putra yang baik,lucu menggemaskan dan ganteng.Perpaduan wajah bundanya yang cantik dan juga ayahnya yang ganteng.


Meisya dan Alex seperti biasanya sehari-hari berkutat di bidangnya,yaitu Meisya yang seorang desainer dan juga Alex pemilik perusahaan terbesar.Dan Devan selalu di sorot oleh wartawan yang sangat antusias layaknya bintang artis.Untungnya Alex dan para bawahannya selalu melindungi putra kesayangannya.


Mereka akhirnya bahagia dan menjadi keluarga yang lengkap.Semoga tidak ada lagi seseorang yang berniat menghancurkan rumah tangga mereka.Cukup Sandra yang telah menerima karmanya di rumah sakit jiwa.Sayang sekali,ia tidak pernah bersyukur dengan kecantikan dan kecerdasannya.Jika Sandra lebih bersyukur maka dia akan mendapatkan kebahagian yang tak jauh berbeda dengan Alex dan Meisya.


TAMAT


Hello guys,author emang gak bisa buat karya yang panjang.Cukup beberapa episode...Apalagi dengan waktu yang tidak cukup,karena Author memiliki pekerjaan utama.


Novel selanjutnya yang akan segera up,semoga author tambah memiki imajinasi dan pemikiran yang lebih menalar agar novelnya terus berkembang sehingga kalian merasa terhibur dengan karyakuđź’•terima kasih atas dukungan kalian.


__ADS_1


__ADS_2