
Siska pun memberikan nomor WhatsApp, dan kembali ke tempat kerja. Siska pun penasaran dengan Reno, jika sama seperti dia, pasti pakai seragam dinas. Sedangkan Reno pakai jas.
Ternyata Reno adalah seorang anggota dewan, dan pengacara. Banyak kasus yang dia tangani, termasuk perceraian para artis.
Reno dan Siska sepakat untuk pergi pas weekend nanti.
flashback On
Reno pun mengontak Siska
"Sis, weekend nanti lo ada acara?" tanya Reno
"Gak ada, tumben tanya gini?" Siska mencurigai maksud Reno
"Bukan gitu, tapi gue kan mau ngajak lo jalan ke tempat nongkrong waktu dulu" Reno memberikan penjelasan.
"Oh, kirain ada apa?" emang sih udah lama gak makan batagor Riri" jawab ku
"Yup" jawba Reno.
"Besok gue jemput, dandan yang cakep ya" goda Reno.
flashback off
__ADS_1
Tak terasa hari pun terus berganti, Reno pun akhirnya menjemput Siska di kosan. Reno pun membuka pintu mobil, dan mobil uang di kemudian Reno menuju tempat biasanya.
Karena Siska tau kalau Reno seorang pengacara, Siska pun mencoba untuk bertanya pada Reno. Ya apa lagi kalau bukan masalah perceraian nya dengan suami.
"Ren, mmmm boleh tanya?" tanya Siska yang ragi untuk bertanya
"Boleh, emang mau tanya apa?" jawab Reno
"Gini, gue mau cerai sama suami gue, karena ketidak cocokan gue sama dia" Siska menundukkan kepalanya.
"Kalau sudah mantap, bisa daftar ke pengadilan, ntar gue urus deh. Emang suami elo mau lo ceraikan?" cecar Reno.
"Dia udah ceraikan gue, dan gue udah males debat terus" mata Siska memerah panas, tak terasa butiran bening meleleh di matanya.
"Setelah sidang cerai, jangan ada air mata lagi ya" pinta Reno.
"Gue usahain" lirih Siska.
"Nanti semua berkas perkara, dan termasuk harta gono-gini lo siapin" Reno memberikan penjelasan.
"Gue gak butuh harta gono-gini. Yang penting bisa pisah udah syukur" dengan nada pelan.
"Siap buat mediasi? tanya Reno pada Siska.
__ADS_1
"Mediasi udh di coba keluarga, tapi gagal" lirih Siska
Dengan nada berat, siska pun menangis karena ulah sang suami. Pikir Siska menikah dengan dia, usianya pun beda dua puluh tahun, bisa membimbing dia dan mampu menyayangi dia sebagai istri, tapi harapan itu pun musnah. Karena sejak awal menikah, Siska tidak pernah di sentuh oleh Aji.
*****
Matahari mulai menyinar bumi, membangunkan Siska dari tidurnya. Perasaannya lebih lega, dan plong karena sahabat karibnya membantu dia di saat terpuruk seperti sekarang.
Aji pun mengirim pesan lewat chat
📨 Aji
O iya, gak usah khawatir masalah hubungan. kita udah berakhir. Dan barang-barang mu sudah tak kirim ke rumah orang tua mu.
📨 Me
Ok, aku tunggu barang aku sampai di tempat orang tua aku. Kebetulan aku masih dirumah.
📨 Aji
Oh, ada yang lupa, barang kamu mungkin lebih baik di bakar dan jangan kotori rumah ku dengan kehadiranmu. Aku tidak membutuhkan mu..
Melihat pesan di WhatsApp ku, jadi malas untuk membalas. Biarkan saja itu terjadi, dua kali dia mengusirku dari rumah. Ternyata aku baru tau kalau seorang pria yang aku nikahi tak lebih dari seorang ba****an.
__ADS_1
Biarkan saja semaunya dia. Mau sampai bertahan. Dia memang hanya ingin membuatku menderita.