Sang Penggoda

Sang Penggoda
15.Sakit


__ADS_3

Meisya menatap Apartement milik Alex yang ternyata begitu luas dan interiornya yang begitu elegan.


"Wah..rumah om Alex besar ya bun"Ucap Davin juga menatap semua sisi ruangan.Meisya duduk dengan canggung ketika Alex mempersilahkan mereka.


"Mau minum apa?"Tawar Alex.


"Gak perlu repot-repot,kita akan segera pulang"Ucap Meisya tak enak hati berada terlalu lama di apartement pria.


"Bun,Davin pengen main sama om Alex"Ucap Davin menarik bundanya yang berdiri berniat meninggalkan Apartement Alex.


"Davin,om Alex lagi sakit"Ucap Meisya berbisik kepada Davin.


"Gak papa kok sya.Tunggu aku buatkan minum dulu ya"Ucap Alex yang tau nama Meisya entah dari mana.Menurut Meisya dia tidak memperkenalkan namanya.Lalu Meisya melirik Davin,pasti Davin yang memberi tau.Benar saja,Davin tersenyum kepada Meisya seperti tau isi hati Meisya yang sedang bertanya.


Meisya yang melihat Alex kesusahan membuatkan minum juga ikut turun tangan.


"Aku bantu ya"Ucap Meisya meracik minumannya.Alex tersenyum lebar.


***


Beberapa hari ini Alex sering mengantar Davin pulang dan menemaninya sampai Meisya datang.Mereka sangat dekat,padahal mereka tidak memiliki hubungan darah.Davin yang darah daging Eros tidak sedekat ini.Meisya jadi tidak enak hati selalu merepotkan Alex.Namun Alex selalu tidak mempermasalahkannya.


Davin dan Alex masih asyik bermain game di rumah Alex.Jika sekolah desain Meisya selesai,Meisya biasa datang menjemput Davin di rumah Alex secepat mungkin yang ia bisa.Alex juga memiliki kesibukan lain yaitu harus kembali ke kantornya.Meisya sangat heran perusahaan apa yang membuat Alex mempunyai jam istirahat sangat lama.Sehingga bisa menemani Davin untuk beberapa jam sampai Meisya datang menjemput Davin.


"Ah..om Alex kalah lagi"Ucap Alex mendengus kecewa,masalahnya dia bermain game bersama Davin yang masih kecil.Alex sudah sering berusaha,tapi dia selalu kalah.Otak dan tangannya hanya mahir soal marketing perusahaannya saja.Jika orang lain sampai tau,pasti Alex merasa malu dikalahkan oleh anak kecil.


"Om Alex kurang usaha sih,"Ucap Davin terkekeh melihat tampang Alex yang kalah beberapa kali sebelumnya.


"Bundamu hebat,bisa punya anak seperti kamu"Ucap Alex berfikir Meisya sangat hebat dalam mendidik putranya.


"Om Alex menyerah,haus mau minum dulu"Ucap Alex menuju dapur untuk mengambil minuman.


Beberapa menit kemudian,Alex kembali.Alex sangat terkejut ketika menemukan Davin yang tergeletak di atas lantai dan remot game yang juga terjatuh dari atas kursi.

__ADS_1


Alex tidak hanya diam,Alex langsung membawa Davin pergi kerumah sakit terdekat karena suhu badannya yang sangat panas.


Alex sempat melihat Davin berkeringat tidak seperti biasanya.Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Dok..dia kenapa?"Tanya Alex dengan rasa cemas.Setelah dokter memeriksa Davin.


"Saya masih belum tau sejauh ini,hanya saja ada pembengkakan kelenjar bening pada organ hati anak ini"Jelas dokter.


"Apa getah kelenjar bening?"Alex bergumam.


"Maksud dokter?saya tidak mengerti?"Ucap Alex,perasaannya makin cemas.


"Apa Davin pernah mengalami demam dan menggigil,mimisan,berat badan turun,sakit kepala?"


Tanya dokter seakan Alex adalah orang tuanya.


"Saya tidak tau dok,Davin hanya sekali ini yang pinsan dan panas"Ucap Alex,perasaannya begitu was-was.


"Saya harus melakukan tes hitung darah,saya akan memberitahu segera mungkin kepada anda.Dua hari lagi datang untuk melihat hasil diagnosanya"Jelas dokter.


"Masih pusing Dav?"Ucap Alex sambil menyetir mobilnya.


"Om,jangan bilang sama bunda ya kalau Davin tadi pinsan.Davin takut kalau bunda akan cemas"Ucap Davin tidak ingin memberi tahu Meisya.Alex terdiam mendengar permintaan Davin.


"Baiklah sayang"Ucap Alex menggosok ujung kepala Davin sambil tersenyum.Pikiran Alex masih tertuju kepada pernyataan dokter.Mengapa harus tes darah?Apakah Davin memiliki penyakit yang serius?pertanyaan tersebut selalu berputar di kepala Alex.


Alex berharap Meisya masih belum selesai menghabiskan studynya hari ini.Benar saja,tidak ada satu pun pesan darinya yang menunjukkan kekhawatiran.Alex sudah sampai di Apartementnya bersama Davin.


Baru saja Alex dan Davin menikmati nyamannya kursi,Meisya sudah datang.Alex membuka pintu apartementnya.


"Maaf,aku terlambat menjemput Davin"Ucap Meisya,nafasnya masih memburu karena berlari dari mobil sampai ke apartement Alex.


"Ia gak papa sya"Ucap Alex.

__ADS_1


"Maaf,selalu merepotkanmu"Ucap Meisya sambil melangkah menuju putranya yang sedang duduk.


"Tidak repot kok,aku nyaman sama Davin"Ucap Alex.Meisya cukup terkesan dan cemas.Mengapa Alex begitu baik terhadap Davin.Apa Alex mempunyai tujuan lain terhadapnya.Atau Alex benar-benar tulus menyanyangi putranya.


"Tapi kamu harus kembali ke kantormu bukan?Bagaimana jika kamu di pecat karena terlalu lama menjaga Davin.Aku sangat bersalah"Ucap Meisya.


"Bagaimana aku di pecat di kantor milikku sendiri!"Batin Alex terkekeh jika membayangkannya sendiri.


"Ah..tak masalah.Jangan terlalu di pikirkan"Ucap Alex santai.


"Aku saja yang menjemput Davin,aku tidak mau merepotkanmu lagi"Ucap Meisya bersikukuh karena tidak ingin berhutang budi.


"Aku tidak keberatan,aku bisa mengganti jam istirahatku yang tercecer.Itu bisa di handle.Kamu tidak perlu khawatir"Jelas Alex.


Meisya tidak mampu berpendapat lagi,Itu kemauan Alex.Apalagi di tambah Davin yang sangat bahagia berada di dekatnya.


"Davin kamu sudah makan kan sayang?"Ucap Meisya cemas dengan berat badan Davin akhir-akhir ini yang turun drastis.


"Sudah bun,tadi Davin makan mekdi sama om Alex"Ucap Davin senyum sumringah kepada bundanya.


"Syukurlah..lex terima kasih sekali lagi ya.Aku akan mengganti uang makan Davin.Belikan apapun yang dia mau.Berat badannya sekarang turun drastis"Ucap Meisya merogoh dompetnya.


"Apa???sejak kapan berat badan Davin menurun?"Tanya Alex teringat dengan pertanyaan dokter.


"Minggu lalu,turun 4 kilo..Kenapa?"Ucap Meisya cemas atas keterkejutan Alex.


"Ah..gak papa..oke..Aku akan membelikan Davin apapun yang dia mau.Tidak perlu kau menggantinya"Ucap Alex menolak ketika Meisya menyodorkan sedikit uang.


"Tidak..Aku sudah banyak merepotkanmu..tolong terima"Ucap Meisya memaksa.


Alex yang kekayaannya tak terhingga terpaksa menerima uang dari Meisya karena Meisya memaksa.


"Davin ayo sayang,kita pulang"Ucap Meisya menarik pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Bye..om Alex."Ucap Davin memeluk erat pinggang Alex.Wajarlah Davin hanya bisa menjangkau sampai pinggangnya saja.Itupun pakai jinjit.Alex pun menggosok ujung kepala Davin.


__ADS_2