Sang Penggoda

Sang Penggoda
32.Kembali ke Amerika


__ADS_3

Cahaya matahari pagi menyelusup melalui jendela kamar Meisya.Meisya merasakan silaunya sehingga matanya terbuka.Meisya sontak bangun ketika melihat jam kecil yang berdiri diatas meja nakas yang berada di sampingnya,menunjukkan pukul 10 pagi.


Dan mencari keberadaan suaminya yang tidak lagi berada di sampingnya.Meisya berfikir,mengapa dirinya terlalu siang bangun! seharusnya dia bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Alex.Semalam,adalah malam yang paling membuatnya lelah,sehingga dirinya bangun terlalu siang.


Meisya segera turun dari tangga kamarnya,dengan gaun malam berendanya dan juga piyama.Meisya mencium wangi masakan yang menyengat hidungnya.


Dan benar saja,Alex telah sibuk dengan alat memasak.Meisya menatapnya takjub,seharusnya yang berada disana adalah dirinya.Entah keberuntungan apa sehingga Meisya mendapatkan suami sesempurna itu.Apa karma baik sedang menghampiri hidupnya?atau ini merupakan hadiah baginya karena sudah banyak kehidupan buruk yang ia lalui.


Bahkan dulu mantan suaminya,Eros tidak pernah menyentuh alat dapur sedikitpun.Atau bahkan menyediakan segelas air putih untuk Meisya saja tidak pernah.Berbeda dengan Alex,begitu sempurna.Meisya tidak lagi buta,bahkan Davin putranya sangat menyukai Alex.


Bukankah Alex seorang ayah dan suami idaman?Bahkan jika masih ada Bella sahabatnya dulu yang pernah merebut Eros,pasti dia akan menggoda Alex juga.Sama seperti Sandra.Tapi Alex bukan Eros yang tergoda begitu saja,buktinya ketika Sandra menggodanya Alex terlihat biasa saja.


Oh...Davin terima kasih,kau telah memberi bundamu seorang suami yang tepat baginya.Kalau bukan karena permintaan putranya Davin,mana mungkin Meisya bisa mengenal Alex.


"Kau sudah bangun?"Tanya Alex yang mengetahui keberadaan istrinya dan masih berkutat menyelesaikan masakannya sesegera mungkin.


"Maaf aku bangun siang.Kenapa kau tidak membangunkanku,seharusnya aku yang memasak"Ucap Meisya duduk di kursi dapur dan sambil melihat suaminya yang tengah memasak.Tubuhnya masih terasa sangat lemas,selain seharian melayani para tamu,ia juga melayani suaminya sampai sepertiga malam.Hari yang sangat melelahkan.


"Aku tau kamu sangat lelah.Sekarang makan dulu"Ucap Alex menghidangkan sarapan di depan Meisya.Dan Meisya cukup tau jika suaminya juga sama-sama lelah.


"Hemps..aku sangat rindu dengan masakanmu,kemarin masakan catering sangat membosankan"Ucap Meisya mengambil sendok dan garpu dan segera melahap spagetti di hadapannya.


"Ia kau harus makan banyak,kita akan lanjut membuat adik untuk Davin,bukan!"Ucap Alex menaikkan alisnya yang tebal.Sontak membuat Meisya tersedak,Alex langsung memberinya segelas air putih.Meisya hanya berfikir entah berapa lama ia beradu semalam dengan Alex,namun Alex masih menginginkannya.Entah seberapa kuat suaminya ini,padahal Meisya tau Alex juga sama lelahnya.

__ADS_1


"E..aku akan mandi dulu"Ucap Meisya langsung beranjak pergi setelah menghabiskan makanannya.Meisya merasa kenyang dan ingin segera membersihkan dirinya.


Gemuruh shower air terdengar di telinga Alex,Alex langsung menuju kamar mandi.Meisya terkejut melihat Alex yang masuk ketika ia mandi menikmati air yang mengguyur di tubuhnya.Segera Alex tersenyum dan melepas bajunya.Alex memeluk tubuh istrinya bersamaan dengan air yang mengguyur kedua tubuh mereka.


Alex meraup bibirnya di guyuran air.Suara gemuruh saling berlomba dengan suara desahan Meisya.Entah berapa lama mereka merasakan air yang dingin namun tak terasa dingin karena saling berpaut hingga tubuh mereka saling menghangatkan.


Alex telah keluar dari kamar mandi dengan istrinya yang di gendong dengan di balut handuk.Dan melempar pelan istrinya di kasur putih yang empuk.


Meisya hanya memeluk handuknya agar menutupi tubuhnya yang masih basah.Alex melepas handuknya dan handuk Meisya.Mereka masih melanjutkan aksinya.Saling beradu,berpaut,membelit dan saling menikmati.


***


Meisya menyandarkan kepalanya di lengan Alex setelah mereka melakukan hubungan intim.Selimut tebal menutupi tubuh mereka.


"Besok kita akan terbang ke Amerika.Urusan kita di sini telah selesai"Ucap Alex masih mengelus rambut istrinya Meisya sambil mengecup keningnya.


"Mama Lorent memberiku sepaket perhiasan.Sangat cantik"Lanjut Meisya memuji pemberian Orang tua Alex.


"Mama memang sangat ahli dalam mendesain perhiasan,Mama juga sangat menyukai seni sama sepertimu.Itulah mama sangat menyukaimu."Jelas Alex.Lorent adalah mama Alex seorang desain perhiasan terkenal.Karena memiliki bakat yang sama,Lorent sangat menyukai Meisya.Bahkan mereka pernah menukar barang mereka yaitu perhiasan dan gaun hasil desain mereka.Lorent tentu terkesan dengan hasil rancangan Meisya,begitupun Meisya begitu takjub dengan desain perhiasan yang di berikan oleh Lorent.


"Aku juga sangat menyukai mamamu"Ucap Meisya tersenyum kepada Alex.Alex membalas senyumannya.


"e..apa kau akan tetap selalu berada disisiku?"Ucap Meisya.Meisya masih belum bisa melupakan kenangan buruknya.

__ADS_1


"Tentu,aku akan setia menemanimu.Sesuai dengan janji pernikahan dan janjiku terhadap Davin."Jelas Alex.Sebelumnya Alex memang tidak pernah melanggar janji.


"Apakah kau menetap karena hanya sebuah janji?"Ucap Meisya.Seorang wanita memang tidak pernah bosan mendengarkan pengakuan cinta dari seorang pria yang di cintai.


"Tidak...Karena aku mencintaimu."Ucap Alex tersenyum.Alex pun tidak akan pernah bosan bahwa dirinya sangat mencintai Meisya.


"Aku tidak pernah akan meninggalkanmu,sampai kapanpun.Aku sangat mencintaimu."Lanjut Alex.


"Aku juga lebih mencintaimu."Ucap Meisya mengungkapkan rasa yang semakin membuncang.


"Aku yang lebih mencintaimu."Ucap Alex tidak mau terkalahkan.


"Tidak..aku yang lebih lebih mencintaimu."Ucap Meisya juga tidak mau kalah.


"Aku yang lebih"Ucap Alex lalu menarik tubuh Meisya dan menciumnya.Dan beralih mencium keningnya.Alex merasa cukup untuk membuatnya lelah.Sekarang Alex membiarkan istrinya untuk tertidur di pelukannya.


***


Meisya memasang kancing kemeja Alex.Lalu Alex memeluk pinggang istrinya yang juga memakai baju hitam.Mereka telah sampai di Amerika.Mereka akan pergi kepemakaman Davin.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di pemakaman Davin.Meisya menatap nisan putranya Davin dengan Alex yang berada di sampingnya.


"Davin,sayang.Bunda rindu kamu nak,maaf mama lama tidak mengunjungimu"Ucap Meisya dengan genangan air mata di pelupuknya.Meisya baru mengunjungi makam Davin karena dirinya baru sampai di Amerika.

__ADS_1


"Kau tau,aku sudah bersama dengan ayah Alex.Sekarang ada yang jagain bunda gantiin Davin"Ucap Meisya tersenyum lalu menabur bunga di atas makamnya.Alex juga menatap makam tersebut dan melihat wajah istrinya yang terlihat begitu merindukan putranya.


"Sayang kita berdoa untuk Davin ya."Ucap Alex mengelus rambut Meisya.Meisya mengangguk dan mengatup kedua tangannya.Alex memimpin doa yang di aminkan oleh Meisya.


__ADS_2