Sang Penggoda

Sang Penggoda
43.Ngidam.


__ADS_3

Bukankah cinta itu tidak akan lari,jika sudah ditakdirkan dan tau cara bagaimana menggenggamnya...


Lalu apa yang perlu kita khawatirkan tentang seseorang yang menginginkan cinta yang sama?


Bukankah kita mempunyai fasilitas cinta masing-masing,sehingga seseorang yang di cinta harus tau memilih yang mana...


Meisya pergi ke klinik kehamilan untuk memeriksakan kandungannya bersama Alex.Alex sangat antusias melihat pergerakan cabang bayinya.Umur kandungan Meisya sudah menginjak 5 bulan.


"Sayang,bayi kita."Ucap Alex terlihat sangat gembira melihat hasil Usg.Meisya tersenyum lebar yang juga ikut melihat bayi yang di ketahui berjenis kelamin laki-laki.


"Dok,apakah kita masih boleh berhubungan intim?"Lanjut Alex.Meisya berfikir suaminya memang tidak luput dari hal itu.


"Boleh pak,tapi jangan sering-sering.Ini masih memasuki bulan ke lima.Selalu periksakan kandungan Nyonya Meisya,melihat pertumbuhan bayinya dan juga kondisi kandungannya."Jelas dokter yang tentu membuat senyum Alex semakin mengembang.


"Sehari dua kali boleh gak dok?"Timpal Alex lagi.Meisya mencubit lengan suaminya.Haruskah dia juga menanyakan hal itu.Membuat Meisya sungguh di permalukan.


"Haha...Jangan sering-sering pak,cukup sehari sekali saja."Ucap Dokter terkekeh.Membuat Meisya juga ikut terkekeh melihat tampang Alex tak sebahagia sebelumnya.


"Yah dok..."Ucap Alex.Semoga saja Alex bisa menahan dirinya untuk tidak terlalu sering menyentuh istri tercintanya.Namun jika berada di dekat istrinya Alex selalu ingin menyentuhnya.Bahkan Alex tidak bisa jauh sedikitpun dari Meisya.


***


Mereka telah sampai di rumahnya.Di sambut oleh Ratna dan Robert yang ingin mengetahui perkembangan janin yang dikandung Meisya.Alex memberi foto hasil Usg istrinya yang membuat orang tua Meisya sangat senang.Akhirnya mereka akan segera memiliki cucu pengganti Davin.Hal ini juga sangat di tunggu-tunggu oleh kedua orangtua Meisya.Kedua orangtua Meisya masih mengingat bagaimana senangnya menimang cucu ketika masih ada almarhum Davin.


Meisya melihat kebahagian yang terpancar di kedua wajah orang tuanya.Meisya sangat tau betapa rindunya mereka kepada Davin sehingga sangat menginginkan seorang cucu kembali.


Lalu Meisya dan Alex menuju kamar tidurnya.Hari yang sangat sibuk.Dari pagi ke sore bekerja lalu pergi ke klinik.Meisya masih tetap meluangkan waktu ke butiknya,walaupun tak sepadat dulu.Meisya harus mengurangi kerjanya karena Meisya sudah mengandung 5 bulan.Alex sudah melarangnya,namun Meisya tetap bersikukuh untuk tetap bekerja.Alasannya adalah bosan jika hanya berdiam diri di rumah.

__ADS_1


"Sayang..."Ucap Alex memanggil istrinya manja.Alex bukan bermaksud untuk menambah beban istrinya.Namun Alex hanya seorang pria yang beristri yang harus memenuhi nafsunya.


"hemm..."Ucap Meisya yang terlihat lelah.


"Kau sudah mengantuk?"Tanya Alex.Sebenarnya Alex merasa kasian sama Meisya namun,bagian bawahnya sudah mulai menegang.


"Kenapa?"Tanya Meisya yang sepertinya tau maksud dari suaminya.


"Jatah ya..Sebentar."Ucap Alex.


"Gak mau..kamu sudah ingkar janji."Ucap Meisya melipat kedua tangannya di depan dada seraya masuk di dalam selimut.


"Kamu kan mengandung,mana boleh aku ajak kamu jalan jalan jauh naek pesawat"Ucap Alex yang sebelumnya berjanji akan mengajak istrinya berbulan madu yang juga ikut berbaring di sebelah istrinya.


"Masak gak bisa naek kendaraan lain.Naik mobil gak bisa?kamu gak usaha sih"Ucap Meisya menggerutu membelakangi Alex.


"Ada sih.Tapi aku mau besok."Ucap Meisya mengingat keinginan lainnya.


"Nah gitu dong,aku bisa wujutin apapun kecuali jangan naek pesawat dulu.Ayok aku bukain bajunya sayang."Ucap Alex dengan tangan yang sibuk mencari celah untuk membuka pakaian istrinya.


"Bener ya sayang.Gak akan naek pesawat kok.Aku pengen empek-empek.....cireng.....rujak cingur"Jelas Meisya,bibirnya seakan tidak berhenti menyebutkan keinginannya.


"Ya allah sayang.Ini Amerika bukan Indonesia loh."Alex terkesiap dengan keinginan Meisya yang di luar akal.


"Emang bener ini Amerika.yang bilang Indonesia sapa juga."Ucap Meisya menggerutu tidak mau tau.


"Maksudku mana ada yang jual makanan indonesia di Amerika sayang..."Ucap Alex,bukannya tidak ingin mewujudkan semua keinginan istrinya,namun memang itu di luar akal.Apakah setiap istri mengidam yang aneh-aneh?Alex terasa pening ditambah dengan nafsunya yang menggebu.

__ADS_1


"Yah buatin dong."Ucap Meisya menemukan cara untuk mewujudkan keinginan bayinya.


"Banyak gitu..mana disini gak ada yang jual bahan-bahan itu."Ucap Alex.


"Ya sudah kalau gak mau.Aku mau tidur capek ih."Ucap Meisya menarik selimutnya agar Alex tidak bisa menyentuhnya.


"Oke-oke..janji besok aku buatin.Yang penting sekarang aku mau jatah.Udah gak tahan ni sayang."Ucap Alex menarik selimut Meisya agar bisa menyentuh istrinya.


"Oke.Besok aku bangunin kamu pagi-pagi.Besok kan cuti."Ucap Meisya tersenyum lebar seakan mengejek suaminya.


"Hemmps..he'em"Ucap Alex terlihat sedikit kesal.


Tanpa banyak bicara Alex sudah mendekap Meisya dan melepas semua pakaiannya dengan cepat.Alex sudah tidak bisa menahan nafsu yang melonjak semenjak dari tadi.Tapi kini ia harus hati-hati dan tidak bisa seagresif saat Meisya tak mengandung.Sekarang ada bayi diperut istrinya.


Alex pun penuh dengan kelembutan mencium setiap inci sisi tubuh Meisya.Meisya menggeliat di setiap sentuhan suaminya.Saat bibirnya menuju perut yang mulai buncit,Alex mencium dengan sangat lembut yang membuat sensasi menggelitik dan nikmat.Dan kembali ke atas ke dua gundukan sintal yang sangat begitu kenyal dan merupakan favorit Alex.Alex mencengkram sambil menyatukan dirinya yang membuat Meisya menyeru nikmat nyaring.Entah kedua orang tuanya mendengar atau tidak,mereka terus bergulat.


***


Setelah pergulatan selesai,Alex mencium kening istrinya dan Meisya yang biasa meletak kepalanya di atas lengan Alex sebagai bantalan.


"Aku ingin cepat melihat dia.Tumbuh besar seperti Davin"Ucap Alex mengingat almarhum Davin dan mengelus perut istrinya.Meisya tersenyum dan melihat suaminya,begitu sayangnya ia kepada Davin.Lalu bagaimana jika dengan anaknya sendiri yang akan lahir.Pasti Alex tidak akan membiarkan siapapun menyentuhnya.


"Dia akan mirip sepertimu.Setia,pengertian,sangat memahami diriku.Aku sudah sangat beruntung mendapatkanmu,dan tuhan memberi bonus satu lagi.Bayi kita dan kamu.Ku letak mana lagi jika ada dua Alex,hatiku pasti penuh dengan rasa cinta kalian."Ucap Meisya.


"Dan kita tentu juga beruntung karena memiliki wanita sepertimu yang merupakan istriku dan akan segera menjadi seorang bunda."Ucap Alex masih mengelus perut istrinya.


Hahahaha...

__ADS_1


Makanan khas kota mana lagi nih yang gak di sebutin sama Meisya yang lagi ngidam????lanjut di kolom komentar ya guys💕


__ADS_2