Sang Penggoda

Sang Penggoda
11.Pergi


__ADS_3

"Aku dan mas Eros mau cerai ma!"Ucap Meisya ketika sampai dalam kamar tidurnya.


"APA????"Ratna sangat terkejut dengan pernyataan putrinya.


"Mengapa?ada apa sya?"Ucap Ratna ingin mengetahui lebih dalam lagi.


"Eros tak sebaik yang kita pikir ma"Ucap Meisya duduk di kasur.


"Kau melihat Eros dari sisi mana?jelas-jelas dia menantu kesayangan mama.Jangan maen-maen Sya"Ucap Ratna,hatinya sangat gusar.


"Davin,davin keluar dulu ya.Maen di ruang tamu.Jangan kemana-mana.Bunda mau bicara dulu sama nenek"Ucap Meisya kepada Davin,tidak baik bagi Davin melihat pertengkaran dirinya dengan mamanya.


"Ma,apa mama gak percaya dengan Meisya..Meisya putri mama.Eros selingkuh dengan bos nya sendiri"Ucap Meisya melihat mamanya tidak mempercayai dirinya.Ratna sangat menyayangi Eros seperti anaknya sendiri,dan telah lama mengenal Eros.Tapi Meisyalah yang lebih lama mengenal Eros.


"Apa???kau salah melihat mungkin.Mana mungkin Eros selingkuh"Ucap Ratna bersikukuh mempertahankan kepercayaannya.


"Benar ma.Bukan hanya itu.Lebih parahnya lagi Eros juga berselingkuh dengan sahabat Meisya"Ucap Meisya menunduk,air matanya tak bisa terbendung lagi mengingat mamanya lebih percaya kepada Eros.Eros sangat mempengaruhi Ratna sehingga Ratna menganggap Eros sebagai malaikat bagi putrinya.


"Apa,jangan mengada-ngada Sya"Ucap Ratna ikut duduk di sebelah putrinya.


"Meisya gak mengada-ngada ma.Mama boleh tanya dengan Karin.Karin juga melihat Eros bermesraan dengan bosnya.Dan dia juga yang menemukan perselingkuhan Eros dengan Bella"Ucap Meisya menatap Ratna,agar Ratna segera mempercayainya.


"Ya allah,Sya..dia selingkuh dengan Bella?"Ucap Ratna mulai percaya.Karena ini menyangkut Karin.Ratna sangat mengenal Karin teman Meisya ini.Karin adalah anak teman Ratna,dan berteman dengan Meisya semenjak mereka masih kecil.

__ADS_1


"Ia ma..hiks..."Ucap Meisya.Ratna memeluk putrinya sehingga Meisya meletakkan kepalanya di pundak mamanya.Bagi Ratna sulit mempercayai Eros berselingkuh,masalahnya Ratna telah melihat sendiri,Eros begitu peduli dengan putrinya Meisya.Ratna masih teringat dengan Eros yang begitu sopan terhadap dirinya.Ratna merasa dirinya yang telah lebih lama hidup menerjang berbagai badai juga ikut di bodohi oleh Eros.Ratna masih mengelus kepala putrinya yang menangis.Andai saja Ratna tidak ikut buta sama dengan Meisya,Andai saja dia mengetahui Eros seperti itu,Ratna juga tidak akan menyerahkan putrinya ini menjadi miliknya.


"Maafkan mama sya..mama lebih percaya dengan Eros.Mama menyesal"Ucap Ratna,air matanya telah menggenang di pelupuk matanya yang mulai keriput.


"Kita sama-sama di butakan oleh kebaikan Eros ma"Ucap Meisya masih berada di bahu mamanya.Benar,ternyata sikap tidak benar-benar sesuai dengan hatinya.Jika yang dipakai untuk melihat adalah ketulusan kita mudah di permainkan jika tidak diselingi oleh logika.


Pernah dengar lagu Agnes Monica,


Cinta ini


Kadang-kadang tak ada logika


Ilusi sebuah hasrat dalam hati


Dirimu hanya untuk sesaat(Author kok malah nyanyi sih.kadang lagu ada benernya juga sih😂)


***


Beberapa bulan kemudian Meisya tinggal di rumah Ratna mamanya.Davin putranya tak sedikit pun mencari ayahnya,Meisya merasa lega mempunyai putra seperti Davin,seolah dia mengerti dengan situasi dirinya.Semenjak Meisya mengetahui Bella berselingkuh dengan suaminya,Meisya tidak pernah melihat Bella datang bekerja lagi.Bella sempat meminta maaf kepada Meisya melalui pesan,bahkan Bella juga menghubungi Meisya.Namun rasa sakit terhadap sahabatnya sendiri,Meisya tidak pernah mengangkatnya.


Ibu Mita pemilik butik juga mengetahui persoalan itu,tapi Meisya beruntung karena ibu Mita mendukung Meisya.Ibu Mita juga menawarkan dirinya untuk bersekolah di sekolah Desain di luar negri.Karena mengetahui bakat Meisya.Terlebih Meisya yang dilanda masalah yang datang bertubi-tubi,alangkah baiknya jika Meisya ke luar negri dan fokus dengan sekolahnya agar bisa melupakan masalahnya.Meisya pun menyetujuinya,karena Meisya memikirkan putranya Davin.Dia akan merawat Davin menjadi anak yang bertalenta juga.Walaupun Davin tidak mempunyai ayah,Meisya tidak akan membuatnya merasa kekurangan sedikitpun,walaupun rasa sayang ayahnya telah tiada.Meisya akan membawa Davin ikut bersamanya.Mungkin juga lingkungan di sana akan membuat melupakan masa lalunya.Ditambah kesibukan belajar dan mengurus anak disana.


Pekan depan,dia akan benar-benar meninggalkan kotanya dan juga negaranya bersama Davin,dia tidak akan meninggalkan putra semata wayangnya itu.Davin adalah penyemangat hidupnya.

__ADS_1


Meisya masih merancang busana di butiknya,Hari ini ibu Mita mengunjungi butik sambil menonton tv tidak jauh dari Meisya yang sedang merancang.


Meisya mendengar pemberitaan yang tak sengaja ibu Mita putar.Yaitu pernikahan Sandra dan Eros mantan suaminya.Meisya telah bercerai dari Eros.


Meisya tidak melihat rancangannya lagi melainkan matanya terfokus kepada tv yang di tonton oleh bu Mita.Bu Mita yang menyadari Meisya juga ikutan nonton segera mengubah chanel tv.Dan kesalnya bu Mita semua chanel bersamaan menanyangkan semua pernikahan Eros dan Sandra.


"Bu..tidak perlu di ubah,Meisya tak masalah"Ucap Meisya mendekati bu Mita yang duduk.


Di berita tersebut Eros terlihat sangat bahagia.Senyumnya merekah di tambah Sandra yang menggunakan gaun berwarna putih.Terlihat sangat cantik.Meisya merasa cantiknya sangat di sayangkan sekali,Sandra mendapatkan bekasnya juga.Sebenarnya Sandra memesan gaun pernikahannya kepada bu Mita,namun bu Mita menolaknya mentah-mentah.Padahal Meisya tau sendiri,keuntungan yang di dapatkan bu Mita jika menerimanya.Namun,bu Mita sungguh orang yang baik.Demi dirinya bu Mita tidak memikirkan keuntungan atau masalah uang.


"sya,ibu matikan saja ya tvnya"Ucap bu Mita tidak enak hati.


"gak papa bu,Meisya ingin melihat pernikahan mereka paling tidak dari jauh,Meisya ingin tahu sebahagia apa Eros menikah dengan Sandra diatas penderitaan istri dan anaknya"Ucap Meisya tersenyum tipis.Meisya terpaksa agar dirinya terlihat kuat di depan bu Mita.


"Sya..yang sabar.Tiket terbang ke Amerika ibu percepat.Jadi kau tidak perlu berlarut-larut di dalam kesedihan.Eros tidak pantas ditangasi.Air matamu terlalu berharga"Ucap bu Mita menatap Meisya dengan rasa kasihan yang sangat besar.


"Bu..."Ucap Meisya memeluk bu Mita,yang selalu membantu dirinya dari hal pekerjaan hingga masalah pribadinya saat ini.


***


Hari yang ditunggu telah tiba,Meisya dengan koper menunggu jam terbang ditemani oleh Karin,Ratna dan suaminya.


Berat baginya meninggalkan kota kelahirannya ini,terlebih lagi orang tuanya yang sudah menua.Namun demi masa depan Davin ia akan terus berjuang membahagiakannya.Meisya juga ingin meninggalkan kenangan bersama Eros dan juga kenangan buruknya.

__ADS_1


__ADS_2