Sang Penggoda

Sang Penggoda
38.Bertengkar


__ADS_3

Meisya turun dari mobil Alex,dan terlebih dahulu masuk dalam rumahnya.Meisya membuka pintu rumah dan sangat gelap.Meisya berfikir apakah Nira sudah tertidur,ini masih terlalu awal.Biasanya Nira selalu menunggunya pulang.Atau listrik sedang padam.


"Happy birdhay to you..."Ucap Nira secara tiba-tiba sambil membawa cake dengan lilin umur 28 tahun dan di atas cake tersebut ada nama Meisya.


Meisya merasa terkejut,selain karena Nira yang muncul secara tiba-tiba.Meisya juga terkejut karena sekarang dirinya tidak sedang berulang tahun.


Semua ruangan penuh pernak pernik ulang tahun,balon dimana-mana.


"Nir,Apa kau lupa.Sekarang bukan ulang tahun kakak.Ini masih tanggal 28 juni masih kurang dua hari lagi."Jelas Meisya.Nira yang mendengar tidak lagi tersenyum.Lalu Alex masuk yang sebelumnya masih memarkirkan mobilnya di garansi mobil.


Alex menatap semua ruangan yang di tata dan Nira yang sedang memegang cake dengan api lilin yang masih hidup.Alex tersenyum tipis menutupi rasa bahagianya.Ternyata Nira benar-benar tidak mengetahui ulang tahun Meisya.Sedangkan Nira,menatap Alex dengan tajam seperti ada rasa kesal dan benci yang sedang menyelimuti dan Nira mengepalkan tangannya.


"Ada apa ni,siapa yang sedang berulang tahun?"Ucap Alex pura-pura tidak tau.Padahal jelas-jelas cake tersebut bernamakan Meisya.Nira terlihat bertambah kesal.


"Maaf,kak.Aku kira kakak ulang tahun hari ini.Nira benar-benar lupa.Duh kepala Nira pusing kak."Ucap Nira memegang kepalanya.Dan cake ulang tahun terjatuh dari tangannya.Meisya langsung memegang tubuh Nira.Sedangkan Alex melihat Nira tidak peduli.Menurut Alex itu hanya action.


"Nir,kau tidak apa-apa?"Tanya Meisya terlihat cemas.


"Nira merasa pusing jika mengingat masa lalu.Nira berusaha mengingat ulang tahun kakak.Tapi sangat terasa sakit."Ucap Nira masih memegang kepalanya.Meisya membawa Nira ke kursi ruang tamu.


"Mungkin karena kepala Nira terbentur.Kata dokter Nira mengidap Amnesia ringan."Jelas Nira.


"Tak apa Nir,ulang tahun kakak tanggal 30 juni.Tidak perlu memaksa mengingat masa lalu.Berbahaya buat kesehatanmu."Jelas Meisya masih cemas.Sedangkan Alex melipat kedua tangannya di depan dada.Alex mendesih serta mengumpat Nira.Menurut Alex,alasan Nira tidak masuk akal.Kecelakaan tersebut 10 tahun yang lalu.Mana mungkin Amnesia ringan tidak dapat sembuh.Alex memilih meninggalkan Nira dan tidak ingin lanjut melihat Nira yang menurut Alex licik.

__ADS_1


Meisya kembali ke kamar tidurnya setelah mengantar Nira ke kamar tidur Nira.Alex yang sedang fokus dengan sebuah laptop di depannya,menatap Meisya yang baru masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang,kau kemari bukan bermaksud ingin meminta izin kepadaku untuk menemani Nira kan?"Ucap Alex yang sepertinya tau jika Meisya kembali ke kamarnya untuk meminta izin kepada suaminya,bahwa Meisya malam ini akan tidur dengan Nira lagi.


"Benar sayang,kau tau kan Nira sekarang sedang tidak sehat.Aku takut terjadi sesuatu dengan Nira"Ucap Meisya menunduk memohon kepada suaminya.


"Apa kau yakin jika dia benar-benar lupa ingatan?"Tanya Alex sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Apa maksudmu?apa kau pikir adikku Nira sedang bercanda?"Tanya Meisya.Apa Alex sekesal itu sehingga Alex tidak mempercayai adiknya Nira.Nira bukan orang lain.Nira adalah adik Meisya.


"Nira adikmu kecelakaan 10 tahun yang lalu,itu waktu yang sangat lama.Dan kenapa Nira baru kembali?Dan kenapa juga harus kembali kepadamu?"Ucap Alex yang yakin bahwa Nira bukanlah adik Meisya.Alex hanya ingin Meisya juga memiliki dugaan yang sama.


"Apa maksudmu?Tentu Nira kembali kepadaku.Aku adalah kakaknya.Pasti dia baru kembali setelah 10 tahun karena Amnesia."Jelas Meisya bersikukuh.


"Amnesia?selama itu?tidak mungkin.Dia bilang kalau Amnesia ringan kan.Aku tidak percaya!jika Nira adalah adikmu ,kenapa dia suka dengan udang?"Ucap Alex.


"Terserah"Ucap Alex yang juga tidak mau mengalah.Sepertinya istrinya telah di pengaruhi oleh Nira.Meisya menangis tersedu mendengar Alex.Baru kali ini Meisya melihat Alex marah.


***


Alex terbangun dari tidurnya dan memeluk seseorang yang sepertinya istrinya.Lampu kamar masih gelap.Alex selalu mematikan lampu kamarnya jika tidur.


"Sayang?kau gak jadi tidur dengan Nira?"Ucap Alex.Seseorang yang di anggap Meisya tidak menjawab,malah langsung ******* bibir Alex.Alex sebenarnya juga sedang merindukan istrinya.Segera mungkin Alex juga membalas raupannya.

__ADS_1


Alex merasa heran mengapa rasa dari bibir Meisya berbeda.Alex masih tidak memperdulikannya dan langsung menyelusup di gundukan sintalnya.Alex meremasnya dan terasa begitu keras dan tak sesekenyal biasanya.Ruangannya begitu gelap.Alex masih mencium seluruh tubuhnya dan wanginya sangat berbeda dengan wangi tubuh istrinya.


Alex mulai curiga dan segera menghidupkan lampu.Alex sangat terkejut dan mendorongnya sehingga tersungkur di lantai.Ternyata Nira yang sekarang menjerit kesakitan karena dorongan Alex yang begitu kuat.


"Nira..kau ngapain ke kamar ku?"Ucap Alex.Sedangkan Nira kesakitan dengan pakaian yang masih belum terlepas.Namun begitu berantakan.


"Auw....."Teriak Nira sehingga Meisya terbangun dan melihat Nira yang tersungkur di lantai dengan gaun malam yang berantakan.


Meisya sangat terkejut.Sebenarnya apa yang terjadi.Meisya segera menghampiri Nira.


"Nir?kau kenapa?"Tanya Meisya.Melihat Nira dan Alex yang sama-sama belepotan lipstik berwarna merah di bibir masing-masing.Jantung Meisya semakin berdegup kencang dan bertanya-tanya.


"Kak,mas Alex mau melecehkanku.."Ucap Nira menangis terisak.Meisya menatap tajam Alex.


"Apa?aku melecehkanmu?Kau sedang berada di mana?kau di kamarku."Ucap Alex.Jelas-jelas Niralah yang datang ke kamar Alex sehingga Alex menyangka jika Nira adalah Meisya.


"Lalu apa yang ada di bibirmu?"Ucap Meisya meneteskan air mata.Alex memegang bibirnya dan mengusapnya.Ada lipstik di tangannya.


"Sayang.Ini gak seperti yang kamu pikirin.Ini salah paham."Jelas Alex.


"Aku benar-benar kecewa denganmu.Nir ayo pergi dari sini."Ucap Meisya bergegas meninggalkan Alex dan menuju kamar Nira.


"Sayang..dengarkan aku dulu.Tidak seperti yang kau lihat."Ucap Alex mengejar Meisya.

__ADS_1


"Stop disana,jangan ikutin aku.Kalau tidak aku benar-benar akan angkat kaki dari sini."Ucap Meisya.


Alex meraup wajahnya dengan tangannya.Sedangkan Meisya terisak.Meisya menganggap Alex tidak sama dengan Eros.Jika orang lain mungkin Meisya akan percaya dengan Alex.Namun ini Nira adiknya Nira tidak mungkin membohongi Meisya.


__ADS_2