
"Ok, sekarang mau apa kamu?" ucap ku sisnis
"Baiklah gak perlu pura-pura lagi, aku beritahukan siapa dia" Aji pun memilih
"Aku sama dia balikan lagi. Kasian anak-anak butuh ibunya" Aji jawab dengan enteng tanpa bersalah.
"Sayang, jangan lama-lama dong bicara dengan wanita murahan itu" dengan nada manja
"ciih, siapa yang menabur dia pula yang menuai" ucapku.
Namun Mas Bily datang menampar Tiara tanpa dan menyeret ku pergi. Sudah muak dengan wanita itu, karena sifatnya yang licik bak serigala berbulu domba.
"Dek, Mas harap semoga kalian bisa kembali utuh" ucapnya tulus.
"Maaf Mas, aku tidak bisa pergi lama-lama, karena aku sendiri kini harus bekerja sebagai abdi negara di salah satu kota. Dan untuk masalah itu, Mas Aji ingin aku lepas darinya." penjelasan ku.
"Baiklah, kapan kau akan kembali ke kota mu?" tanya mas Bily.
"Hari ini aku kembali, dan semoga waktu akan menjawab semua kebohongan dari serigala itu" ucapku.
__ADS_1
Mas Bily dan Mbak Rahmi pun tertawa. Mbak Della pun ikut tertawa, karena si serigala itu tidak pernah akan bisa puas. Dia akan terus menjadi benalu karena sifatnya.
"Sayang, sepertinya Siska masih mencintaimu" ucap Tiara.
"Aku masih milikmu sayang, dia hanya menjadi bayanganmu saja" ucapnya
"Sayang kalau kamu cerai dengan Siska, karena Siska hamil dengan pria lain bagaimana" dengan picik Tiara mengadu domba.
"Hahahaha sayang, aku rasa tak mungkin jika Siska hamil, karena Siska tidak bisa hamil" tangkas Aji.
Seperti biasanya, Tiara selalu menjadi kompor atas hubungan orang lain. Dan rasanya emosi ku memuncak, tapi tangan ini di cegah oleh mas Bily. Aku mendengarkan apa yang dia katakan semua. Aku muak dengan mereka, aku memutuskan membeli tiket kereta malabar, dan biarkan keluarga yang memutuskan, aku sudah tak ingin melihat dia lagi.
"Pak, ada pasangan kumpul kebo di rumah xx"
"Mbak gimana bisa tau kalau mereka kumpul kebo?"
"Saya curiga, istrinya sedang melahirkan tapi dia bawa wanita lain ke rumah itu, dan saya kenal istrinya"
Damn
__ADS_1
Mereka di dapati dalam keadaan polos, dan yang buat geram Tiara sedang menikmati cumbuan Aji malah dapat sial seperti ini. (Hehehehe Thor maen grebeg aja😁, karena berdasarkan terjadi di lapangan).
Ulah siapa lagi pikirnya mereka, karena mereka berdua benar-benar merasa aneh dengan kejadian ini, Aji tidak melihat Siska, dan Bily makin benci Tiara. Tiara marah, dan melampiaskan ke Aji. Segala umpatan pun di luapkan kepada Aji.
"Bre***** kau"
" Bukan kah kau bilang aman kita bercinta di rumahmu, mengapa jadi gini?"
"Heh, bukan salah ku, itu salahmu, coba kamu tutup pintu, gak akan seperti ini"
"Biasanya kita main di manapun gak ada yang larang"
"Apa ada yang salah dengan kita"
"kita?"
"Kamu aja jangan bawa-bawa aku"
"Egois kamu Tia"
__ADS_1
Bily yang melihat perdebatan mereka di kantor dinas sosial, seolah mereka adalah ***** dan pe*****.