Sang Penggoda

Sang Penggoda
23.Bertemu Sandra


__ADS_3

Meisya sibuk dengan rancangannya yang makin hari permintaan customer makin melunjak mengingat nama butiknya telah terdengar dimana-mana sejagat raya.


Meisya masih berada di butik bu Mita,sekarang butik bu Mita semakin besar dan penambahan karyawan yang semakin banyak.Bu Mita tersenyum melihat perkembangan butiknya.


"Sya,terima kasih.Ini berkatmu butik ibuk sampai seperti ini sekarang."Ucap bu Mita melihat Meisya yang sangat antusias mengatur para karyawannya.


"Saya yang seharusnya berterima kasih buk,karena bu Mita,Meisya sesukses ini sekarang."Ucap Meisya sambil mengatur-ngatur karyawan,karena Meisya adalah bos mereka juga.


"Sya,sya..."Ucap Karin yang sedang sibuk dengan komputernya.


"Sebentar ya buk."Ucap Meisya seraya meninggalkan bu Mita yang lagi melihat butik dan karyawannya.


"Ia rin ada apa?"Tanya Meisya mendekat ke Karin.


"Ada pesanan,dari Sandra istri Eros!"Ucap Karin.


Meisya cukup terkejut,seperti Sandra menyerahkan dirinya,korban datang sebelum di mangsa.Ini adalah hal yang di tunggu-tunggu.Ternyata Sandra juga menginginkan hasil rancangan Meisya.


"Benarkah?terima saja pesanannya.Aku sendiri yang akan menanganinya."Ucap Meisya membuat Karin terbelalak dengan pernyataannya.


"Kau serius sya,lebih baik kau tidak usah berurusan dengan mereka lagi.Sudah cukup mereka membuat kamu dan Davin menderita."Jelas Karin.Memang benar ucapan Karin,namun Meisya tidak lupa dengan keadaan anaknya yang sekarat membutuhkan pertolongan ayahnya,namun ayahnya Eros tidak sedikitpun peduli.Jika Eros tidak di beri pelajaran,maka Eros selalu senang di atas penderitaan orang lain bukan!


"Tenang saja rin,Aku bukan Meisya yang dulu yang masih polos,yang mau-maunya di bodohi.Kamu tau kan maksudku,aku harap kau bisa membantuku.Ini demi Davin rin"Jelas Meisya.Sebenarnya Karin mencemaskan Meisya.Karin tidak ingin Meisya membuang waktu untuk berurusan dengan pria breng**k yang tak punya hati itu.


Karin mengangguk mengerti,ia tau benar Meisya masih tidak bisa menerima kehilangan Davin putra kesayangannya.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Meisya berdering.Meisya langsung mengangkatnya.


"Hallo,sya gimana kabarmu?"Ucap seseorang di balik ponsel yang sepertinya suara Alex yang terdengar jernih.Alex baru saja menghubunginya Meisya yang berada di Indonesia.Alex sungguh sibuk dengan dunia bisnisnya,sampai-sampai tidak bisa ikut ke Indonesia bersamaan dengan Meisya.


"Baik Lex..kamu sendiri bagaima?Apakah pekerjaanmu berjalan lancar?"Tanya Meisya sedikit canggung.


"Aku baik,ia lancar.Aku sangat merindukanmu.Apakah kamu juga merindukanku?"Tanya Alex yang membuat pipi Meisya merona dan hatinya berdegup kencang.


Apa lantaran Alex merinduinya atau Meisya yang juga merasakan hal sama.Memang benar tidak bertemu dengan Alex selama beberapa pekan membuat Meisya terasa sepi.


"Hallo sya.."Ucap Alex membuat lamunan Meisya tersadar.


"E..ia Lex..maaf aku lanjutkan rancanganku dulu ya,bye..jangan lupa makan"Ucap Meisya canggung,ia tidak menjawab pertanyaan Alex.Meisya sangat malu jika bilang merindukan juga.Alex mendengus kesal ketika Meisya memutus sambungannya begitu saja,namun cukup senang karena Meisya perhatian mengingatkan jadwal makannya.


Sebenarnya Meisya sering mengirim pesan singkat kepada Alex.Contohnya,jangan lupa makan.Alex merasa itu bentuk perhatian yang cukup menarik baginya.


***


Kalian sudah lama tidak melihat Sandra,sama begitupun dengan Meisya.Hari ini Sandra ke butik Meisya,dibandingkan dengan 2 tahun lalu.Penampilannya tidak berbeda.Sama saja.


Kata Bella sih wajahnya penuh permarks,rasanya ingin sekali membuat Sandra bangkrut sehingga Sandra tidak bisa merasakan namanya perawatan wajah lagi atau Meisya ingin melihat betapa lucunya wajah Sandra jika tidak memakai make up yang cukup tebal itu.


Meisya sangat terkejut dengan kedatangannya.Meisya berusaha menyunggingkan senyum di bibirnya,melayani customer bagaikan ratu.Oke ini adalah syarat awal untuk menjebaknya.


"Waw..kau cukup berubah,apalagi hasil rancanganmu cukup memikat"Ucap Sandra dengan logatnya yang menjunjung tinggi martabatnya.Meisya mengumpat dalam hati.Tentu kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil.Tangan Meisya telah mahir dalam mendesain.

__ADS_1


"Terima kasih"Ucap Meisya berusaha tetap tersenyum walaupun ingin rasanya tangan Meisya menyentuh pipi Sandra dengan tanparan yang kuat yang meluluh lantakkan bulu mata palsunya yang berlipat bahkan pipinya yang sering di detoks agar semakin tirus menjadi merah padam.


"Apa kau telah membaca pesanku?"Tanya Sandra yang dibalas anggukan oleh Meisya.Sandra berjalan berlenggok sambil melihat busana hasil rancangan Mesya.Seakan ingin menampakkan tubuhnya yang masih sexy ia berjalan berlenggok.Meisya mengumpat agar Highheals yang dipakainya patah menahan berat tubuhnya dan jalannya yang bertingkah itu.


"Aku ingin kau merancang gaunku sebaik mungkin dan berbeda dengan yang lain"Jelas Sandra terus berlenggok.


"Tapi itu tidak murah,apa kau mampu membayarnya?"Ucap Meisya tersenyum tipis dan juga berjalan berlenggok seakan keduanya saling menunjukkan kesexysiannya.Meisya sudah memiliki anak,badannya masih molek bak perawan.Sedangkan Sandra sampai saat ini masih belum punya momongan.Apa jadinya jika dia mengandung,pasti badannya akan melebar.


"Apa kau meremehkanku?berapa biayanya?"Ucap Sandra cukup terkejut seolah dirinya tidak mampu membayar hanya untuk sebuah gaun.


"70.000 dollar,setara dengan 1 milyar jika di rupiahkan."Ucap Meisya.Sekarang Meisya benar benar ingin memerasnya.Sandra sungguh terkejut dengan tawaran yang di berikan.Bukan karena Sandra tidak memiliki uang sebanyak itu.Tapi jika untuk sebuah gaun yang seharga mobil Sandra sangat menyayangkan uangnya.


"Tidak perlu khawatir.Aku akan membayarnya.Hanya satu Milyard"Ucap Sandra menelan ludah.


"Apa dia ingin memerasku?"Batin Sandra sambil mengepalkan tangannya.Namun dirinya telah sampai di butik Meisya.Jika sampai Sandra menawar harganya,pasti dirinya akan sangat dipermalukan.


Niat Sandra ingin menyombongkan dirinya kepada Meisya dan mengundang Meisya ke ulang tahun pernikahannya.Tapi Seperti senjata makan tuan,malah Sandra yang dikena.


"Kau sangat beruntung mendapat harga murah dariku,karena aku mengingat kau adalah temanku.Jika di Amerika artis Hollywood lebih membayar tinggi hingga berkali-kali lipat dari harga yang aku berikan kepadamu"Ucap Meisya.Rasanya ingin mual mendengar perkataannya sendiri ketika menganggap Sandra adalah teman.Tapi Meisya cukup senang karena Meisya berhasil membuatnya malu.


"Apa??"Batin Sandra mengepalkan tangannya.Jika Sandra melawannya kali ini,pasti Sandra tidak terkendali dan menambah tawaran yang Meisya berikan.Menurut Sandra itu hanya membuang-buang uang.


"Terima kasih"Ucap Sandra terpaksa.Hatinya terus mengumpat.Sedangkan hati Meisya terkekeh sendiri karena berhasil membuatnya malu.Tapi memang benar jika di Amerika Meisya lebih meraup keuntungan banyak.Lalu Sandra menyodorkan undangan ulang tahun pernikahannya.


"Jangan lupa datang di ulang tahun pernikahanku dan Eros"Ucap Sandra menekankan kalimatnya.

__ADS_1


"Cuih..Dia ingatkan aku masih mengharapkan Eros yang breng**k itu.Aku bersumpah akan membuatmu dan Eros menyesal"Batin Mesya dan berusaha untuk tetap tenang.


"Aku pasti datang"Ucap Meisya juga menekan kata-katanya lalu menerima undangannya.


__ADS_2