
Meisya turun dari mobilnya sambil membawa keranjang tempat kelopak bunga untuk di tabur di pemakaman Davin.Seorang wanita berambut panjang membelakangi Meisya dan Alex sedang menunggu di depan rumahnya.
Meisya bertanya,siapa wanita yang sedang berdiri di depan rumahnya.Wanita itu menoleh ke arah Meisya dan sontak keranjang yang di pegang Meisya terjatuh.Meisya membulatkan matanya tidak percaya melihat wanita yang berada di depannya.
"Nira....."Meisya masih memandang tak percaya sambil menutup mulutnya.Nira adalah adik kandung Meisya yang telah lama meninggal.Sebelum dirinya menikah dengan Eros,Nira meninggalkan Meisya dan juga orang tuanya.Nira mengalami kecelakaan mobil.Dan jasadnya telah di kubur dengan mayat yang memang tidak di kenali karena mengalami luka bakar sehingga gosong.Usia Nira berbeda selisih 3 tahun dengan Meisya.
Nira meneteskan air matanya melihat kakaknya.Meisya langsung berlari menuju Nira dan memeluknya.Meisya terisak.Sedangkan Alex menatap mereka tidak mengerti apa yang terjadi.Dan siapakah wanita yang bernama Nira tersebut.Alex pernah melihatnya sebelumnya.Wajahnya tidak terasa asing.Tapi entah dimana,Alex masih berusaha mengingatnya.
Meisya membawa Nira masuk dalam rumahnya yang di ikuti Alex di belakangnya.Nira menceritakan kejadian dirinya bisa lolos dari kecelakaan maut tersebut.Nira memang suara sangat berbeda,dia mengatakan bahwa pita suaranya mengalami perubahan ketika mengalami kecelakaan.
Nira mengatakan ada seseorang yang menolongnya,dan Nira berhasil mencari keberadaan Meisya.Nira masih belum sempat pulang ke rumah orang tuanya.Nira takut jika mama Ratna akan sangat terkejut.
Meisya mendengarkan dengan baik apa yang terjadi.Begitu pun dengan Alex.Meisya mengenalkan Alex sebagai suaminya kepada Nira.Nira terkejut,seharusnya suaminya adalah Eros.Meisya juga menjelaskan apa yang terjadi terhadap Eros dan dirinya.
Meisya mengantar Nira ke kamar kosong yang berada di rumahnya.Alex sekarang membeli rumah yang besar dan tidak lagi tinggal di Apartement.Ayahnya membelikannya untuk hadiah pernikahan Alex.
Meisya memeluknya dengan hangat.Mereka menangis terisak.Sudah 10 tahun Meisya menganggap Nira telah meninggalkan dirinya juga orang tuanya.Ia benar-benar tidak menyangka jika adiknya itu masih hidup.Alex memilih untuk meninggalkan Meisya dan Nira untuk meluapkan rasa rindu mereka.Alex menuju kamarnya sambil menunggu istrinya datang.
Satu jam kemudian,Meisya menghampiri Alex.Dan juga memeluk suaminya.Betapa bahagia dirinya ketika Nira adiknya masih hidup.
"Sayang itu adalah Nira,adikku.Aku pernah menceritakan kepadamu saat kau melihat foto yang terpajang di rumahku."Ucap Meisya.Meisya pernah menjelaskan foto keluarga yang terdiri dari Nira,Meisya,Ratna,Robert.Saat itu Alex melihat foto dan menanyakan wanita yang memelukku yaitu Nira.Alex baru ingat,benar jika ia pernah melihat Nira sebelumnya.
"Ia sayang,kau harus segera memberi tau mama Ratna."Ucap Alex masih memeluk istrinya.
__ADS_1
"Ini masih belum waktunya,Nira juga masih belum siap.Nira takut jika mama akan sangat terkejut."Jelas Meisya.Alex mengerutkan dahinya tidak mengerti,bukankah ini merupakan hal yang bahagia?kenapa masih di tutupi.Ya sudahlah Alex memilih mengangguk.Mungkin butuh persiapan untuk mengungkapkan Nira kepada orang tua Meisya.
"Sayang,Nira memintaku untuk tidur bersamanya.Dia sangat merindukanku.Apakah kau tidak keberatan?"Ucap Meisya memohon kepada suaminya.
"Tapi sayang,bukankah Nira akan tinggal bersama kita.Aku juga ingin tidur bersamamu"Ucap Alex yang mulai tadi ingin meniduri Meisya.Tentu saja Alex masih menginginkan sentuhan istrinya.Mereka baru saja menikah.Seharusnya Meisya tidak boleh meninggalkan suaminya untuk saat ini.
"Mengertilah sayang.Hanya malam ini saja.Besok pagi,sangat pagi sekali,aku janji akan kesini menemanimu."Ucap Meisya masih memohon.
"Baiklah sayang.Jangan lama-lama,kau harus segera kembali.Kau tau milikku sedang menegang jika kau berada di dekatku."Ucap Alex menahan miliknya yang benar-benar menegang karena Meisya bersamanya.
Meisya memukul bahu Alex dan mendorongnya.Alex hanya terkekeh melihat semu di wajah istrinya.Meisya mencium bibir Alex singkat dan segera menghampiri Nira.
****
Meisya bergegas menuju kamarnya.Meisya menutup pintu kamarnya dan membuka piyamanya.Suaminya tidur sangat pulas.Meisya mengecup leher suaminya,sontak membuat Alex terbangun dari tidurnya.
Alex segera memeluk tubuh istrinya,dengan kamar yang masih gelap ia tau jika itu adalah istrinya dari aroma tubuhnya yang membuatnya candu.
"Ah..aku sangat merindukanmu"Ucap Alex langsung ******* bibir Meisya.
"Aku juga sayang"Ucap Meisya juga membalas ciuman Alex.Sesegera mungkin Alex membuka gaun malam berenda Meisya.Sudah dari semalam dirinya menginginkannya.Mencium lehernya lama-lama,sehingga membuat Meisya menggeliat.
Dengan tangannya yang mencengkram gundukan sintal milik Meisya.Gundukan sintal miliknya sangat terasa kenyal dan melebihi genggaman Alex.Alex masih belum percaya jika istrinya telah memiliki anak .Rasanya masih begitu menantang dan kenyal.Alex lalu memainkan menggunakan lidahnya,sehingga Meisya berhasil mendesah.
__ADS_1
"Eumps..."
Meisya merintih nikmat,ia mencengkram rambut Alex sebagai pelampiasan rasa nikmatnya.
"Tok...tok...tok..."Belum sempat Alex menyatukan dirinya,suara pintu kamarnya di ketuk.
"Siapa?"Teriak Meisya dalam kamar.
"Kak..ini Nira"Teriak Nira dari luar pintu.Meisya segera mendorong tubuh Alex dan mengambil piyama yang tergeletak di lantai dan segera membuka pintu kamarnya.
Sedangkan Alex merasa geram dan sangat kesal.Masih belum sempat ia menyatukan,Nira telah menggangunya.Alex berfikir,apakah belum puas Nira menganggunya semalam sehingga membuat dirinya tidak bisa tidur dengan istrinya.Alex menghantam kasur yang empuk itu dengan keras.
"Ada apa Nir?"Tanya Meisya tersenyum kepada Nira.
"Aku kira kakak pergi kemana,karena Nira waktu bangun,kakak sudah tak ada di samping Nira."Ucap Nira langsung memeluk Meisya.Sedangkan Alex yang masih di tutupi selimut mengerutkan dahinya sehingga alisnya menjadi satu.
"Kak..ayo kita masak.Kita sudah lama kan tidak masak sama-sama.Nira sangat lapar dan rindu dengan kakak,rindu saat kita masak bersama."Jelas Nira.Meisya menoleh kepada Alex yang terlihat sangat geram.Dan tersenyum tipis kepada Alex.Meisya tau jika suaminya akan marah jika meninggalkannya lagi.Tapi,Nira merasa lapar.Meisya kasian melihat Nira.Dan memang sudah lama dirinya tidak memasak bersama adik kesayangannya ini.
"Sayang,Aku ke dapur dulu ya.Kasian Nira lapar."Ucap Meisya berusaha tersenyum melihat suaminya geram.Mereka langsung menuju dapur.Sedangkan Alex menggigit selimut dan menghantam kasur.Miliknya terasa sangat sakit karena menahan nafsu yang melonjak.Miliknya masih terasa tegang.
"Apa adiknya tidak tau,jika kakaknya sudah bersuami!"Ucap Alex menggerutu.
"Ah..sakit."Ucap Alex menahan miliknya yang masih tegang.
__ADS_1